Setelah Cyprus dan Suleja terkena dampak ledakan, kini sebuah ledakan mengguncang gudang amunisi militer Pakistan di pinggiran ibukota Islamabad, Minggu ( 10/7 ). Insiden ini dilaporkan mengakibatkan sedikitnya tiga orang luka-luka. Pejabat keamanan Pakistan mengatakan, laporan sebelumnya menyatakan ledakan terjadi di markas kepolisian.
Angkatan bersenjata Pakistan memiliki sebuah depot bahan bakar di Sihala, namun tidak ada laporan mengenai adanya ledakan di sana. Hingga kini penyebab terjadinya ledakan di gudang persenjataan militer Pakistan belum diketahui. Sihala memiliki akademi kepolisian dan pernah menjadi target serangan milisi.
Para milisi yang terkait dengan jaringan Al - Qaeda dan Taliban telah meningkatkan serangan bunuh diri dan pemboman di seluruh wilayah Pakistan. Aksi serangan itu dilancarkan sebagai balasan atas tewasnya Usamah Bin Ladin oleh pasukan khusus Angkatan Laut Amerika Serikat pada Mei lalu. Pada bulan yang sama para milisi menyerbu pangakalan utama angkatan laut di Karachi.
Sumber : Reuters/Pakistan in Ammunition Depot Blast.
Read More..Para pekerja Bolivia di La Paz kembali melancarkan aksi unjuk rasa menuntut kenaikan gaji, Kamis 14/04/2011. Pemerintah Bolivia telah mengadakan perundingan dengan serikat pekerja mengenai kenaikan gaji pekerja namun tidak menghasilkan kesepakatan yang memuaskan bagi pekerja. Akibatnya para pekerja mengadakan aksi unjuk rasa di depan Gedung Pemerintahan di La Paz.
Mereka tetap menuntut kenaikan gaji dan mengancam akan meneruskan aksi protes sampai tuntutan tersebut dipenuhi pemerintah. Presiden Bolivia Evo Morales, minggu lalu mengadakan pertemuan dengan serikat pekarja untuk merundingkan tuntutan kenaikan gaji pekerja. Morales menawarkan kenaikan gaji 10 persen namun hanya di beberapa sektor pekerjaan saja dengan alasan pemerintah tidak memiliki anggaran yang memadai. Serikat pekerja menolak tawaran tersebut dan memerintahkan para pekerja untuk melanjutkan aksi unjuk rasa.
Krisis pekerja Bolivia ini bermula dari keputusan pemerintah untuk mengurangi subsidi bahan bakar pada bulan Desember tahun lalu yang menyebabkan melonjaknya harga barang sebesar 83%. Pemangkasan subsidi bahan bakar minyak bertujuan untuk mengurangi impor dan mendorong investasi di bidang perminyakan.
Diperkirakan negara akan menghemat 380 juta dollar per tahun atau setara dengan 2 persen dari produk domestik bruto. Untuk meredam keresahan masyarakat akibat meroketnya harga barang-barang, pemerintah malah menaikkan gaji militer, polisi dan guru.
Sumber : Latin/AP/A Bolivian Workers Demonstration in La Paz.
Read More..Kampanye gencar untuk meningkatkan produksi bahan bakar nabati dan litrik yang terbarukan sepanjang dekade mendatang sama artinya dengan perlunya tambahan jutaan hektar tanaman energi nabati di wilayah tengah Amerika Serikat. Para peneliti di University of Wisconsin mempelajari dampak peningkatan bahan baku energi nabati terhadap kehidupan satwa liar. Bisa dikatakan populasi burung akan terkena dampaknya.
Meski demikian tidak seluruh proses ini berdampak buruk. Para peneliti beranggapan jika jenis tanamannya tetap yang akan ditanam pada lahan tambahan, maka proses itu bisa menguntungkan satwa burung. Demikian pula peneliti menemukan, penanaman jagung dan tanaman mentah lainnya yang digunakan untuk bahan bakar nabati bisa menyebabkan populasi burung menurun signifikan.
Menurut situs GeoWeek , penanaman tumbuhan rumput seperti switchgrass justru akan meningkatkan populasi burung. Berdasarkan penelitian tersebut penanaman rumput di tanah-tanah marjinal yang belum digunakan untuk tanaman pangan, akan meningkatkan keanekaragaman hayati burung sampai 25 - 100 persen di tujuh wilayah negara bagian. Sedangkan penggunaan jagung dan baha pangan lainnya dapat menurunkan populasi sampai 55 persen.
Pengembangan teknik dalam penyaringan bahan bakar nabati dari selulosa sehingga rerumputan dan tanaman yang tidak dimakan lainnya bisa digunakan sebagai bahan bakar nabati. Pengembangan teknologi alternatif merupakan faktor kunci bukan hanya akan menguntungkan satwa burung, tapi juga seluruh ekosistem yang ada di daerah itu.
Sumber : GeoWeek.
Read More..Para demonstran anggota Serikat Pekerja Perancis masih memblokir kilang minyak utama di Paris Kamis ( 21/10 ) lalu. Selain itu aktifitas di bandara utama Paris, Charles De Gaule juga masih lumpuh, karena jalan menuju bandara juga diblokade demonstran.
Hingga hari Kamis lalu tidak ada tanda tanda tindakan keras yang dilakukan aparat kepolisian Perancis untuk mengatasi aksi unjuk rasa yang dilakukan anggota serikat pekerja Perancis, seperti yang dijanjikan Presiden Nikolas Sarkozy. Padahal sudah lebih dari sepekan para demonstran memblokir kawasan utama Grandpuits yang terletak sekitar 70 kilometer dari ibukota Paris.

Sebelumnya Sarkozy tegas menyatakan akan membersihkan kawasan kilang minyak Grandpuits dari aksi blokade para demonstrans, bila perlu dengan tindakan keras aparat keamanan. Akibat aksi blokade itu, ibukota Paris sudah diambang krisis BBM karena ratusan stasiun pengisian bahan bakar umum - SPBU - di kota itu tutup karena telah kehabisan stok. Banyak warga Paris stress memikirkan bagaimana cara mendapatkan bahan bakar minyak untuk menjalankan kendaraannya.
Yang stress bukan saja pemilik kendaraaan warga Paris saja. Pihak otoritas bandara utama Paris Charles De Gaule, Sabtu pekan lalu juga sudah kehabisan stok BBM, meskipun pasokan BBM pada hari itu dapat dilanjutkan lagi dari pasokan kilang minyak lain yang masih beroperasi. Sejumlah pemimpin demonstran dalam orasinya menyatakan bahwa tuntutan serikat pekerja Perancis kepada Presiden Sarkozy masih tetap sama, yakni pemerintah membatalkan RUU tentang perpanjangan masa pensiun pekerja dari 65 tahun menjadi 68 tahun.
Sumber : Reuters/ France - Refinery.
Read More..









