Mas
Hari saudara sepupu saya selalu menyempatkan diri ngontel sepeda untuk
kegiatan hariannya. Mulai dari pergi ke pasar untuk membeli pakan burung
dan belanja bahan makanan hingga pergi bekerja, dia selalu asyik
nongkrong di atas sadel sepedanya. Bahkan di saat sore hari ketika
warung angkringan di dekat rumah saya di Solo sudah pada buka, dia
selalu memarkir sepedanya di dekat angkringan tersebut, cuma untuk
mengobrol dengan pemilik warung angkringan.
Begitu
sayangnya pada sepeda ontel antiknya, setiap ada kegiatan sepeda
gembira di kota Solo, dia selalu ikut berpartisipasi. Mengayuh sepeda
bersama group sepeda gembira di komunitasnya, menjelajah rute Solo
hingga Jogja, Semarang, Salatiga, Ngawi, Pacitan bahkan Madiun sudah
dilakoninya dengan sepeda balapnya. Itu semua dia lakukan untuk satu
tujuan, mumpung kaki masih kuat ngontel, tubuh harus dibuat kuat sehat
dengan olahraga bersepeda.






