Hampir
30 tahun Wieslawa Czyz menjadi dokter. Ibarat pepatah tupai gesit tak
akan jatuh saat melompat dahan tinggi, namun sekali waktu akan mengalami
jatuh juga. Wieslawa selalu tepat mendiagnosis penyakit dan memberikan
obat yang pas sehingga pasien sembuh dari sakitnya.
Dengan
kata lain sepanjang kariernya sebagai dokter, Wieslawa menjadi rujukan
para pasien sehingga tempat prakteknya selalu ramai dikunjungi pasien
yang berobat padanya. Namun kali ini Wieslawa terpaksa menelan pil pahit
karena diagnosisnya keliru. Ia menyatakan seseorang telah meninggal,
padahal masih hidup.





