Dua
pengidap HIV di Boston, Amerika Serikat, menjalani transplantasi sumsum
tulang. Hasilnya, tim medis dan peneliti tidak menemukan HIV dalam
tubuh pengidap meski mereka berhenti minum obat antiretroviral
masing-masing selama 7 minggu dan 15 minggu. Namun, tim medis dan
peneliti belum menyatakan mereka sembuh karena ada kemungkinan virus
bersembunyi dalam jaringan tubuh yang tidak diuji peneliti.

Transplantasi
sumsum tulang dilakukan karena kedua pasien juga menderita kanker
darah. Pengidap HIV yang tak menderita kanker darah tidak bisa
ditransplantasi sumsum tulang karena risiko kematian tinggi.
Livescience, Rabu ( 3/7 ), menyebut, sel-sel dari sumsum tulang
mengingkatkan sel kekebalan tubuh.
Setelah
menjalani transplantasi, pengidap HIV mengonsumsi obat antiretrovial
sehingga sel-sel kekebalan tubuh mereka yang baru tidak diinfeksi HIV.
Sel-sel kekebalan tubuh yang baru menyerang dan merusak sel kekebalan
tubuh lama yang sudah tidak terinfeksi HIV.
Sumber : Live Science/MZW.
0 komentar