Pada kondisi menjelang kematian, aktivitas otak justru meningkat.
Penelitian dilakukan pada tikus. Enam elektrode di tanam dalam setiap
otak sembilan tikus besar ( rat ). Setelah itu tikus disuntik mati dan
aktivitas otaknya diukur.

Begitu
jantung berhenti, aktivitas otak meningkat cepat hingga mengarah tak
terkendali. Penelitian itu dimuat dalam kumpulan tulisan ilmiah pada
National Academy of Sciences. Menurut ketua tim penulis, Jimo Borjigin
dari Departeman Fisiologi Molekular dan Integratif Ilmu Saraf pada
Universitas Michigan, AS, banyak orang mengira setelah kematian klinis,
otak tidak aktif atau aktivitasnya amat rendah dibandingkan saat kondisi
sadar.
"
Ternyata temuan kami tidak demikian, " katanya. Dalam 30 detik,
aktivitas kesadaran justru amat tinggi saat jantung berhenti berdetak. "
Hasil ini menunjukkan lebih detil dari berbagai penelitian sebelumnya
tentang apa yang terjadi ketika otak sekarat, " ujar Christof Koch, ahli
saraf dari Allen Institute for Brain Science di Seattle, AS. Sejauh
ini, pengetahuan aktivitas otak manusia saat meninggal masih sangat
minim.
BBC.CO.UK/ISW.
0 komentar