Semua makhluk hidup mempunyai otak. Bila otak manusia dipergunakan dengan baik maka ia akan menghasilkan pemikiran yang cemerlang sehingga melahirkan karya, cipta dan karsa dalam hidup ini. Menurut buku laris Head Strong yang sehat dengan reiki baca, Toni Buzan sang pengarang buku ini menulis bahwa otak manusia itu ibarat raksasa yang sedang tidur. Para neurolog memang membuktikan segala sesuatu berawal dari organ ini. Dengan otak pula manusia berpikir dan bertindak sehingga melahirkan pemikiran brilian atau cemerlang yang dapat menghasilkan cipta, karsa dan rasa.
Hasil pemikiran itulah merupakan kerja otak manusia yang cerdas dan tidak setiap orang memilikinya. Setelah kecerdasan intelektual para psikolog meyakini ada kecerdasan lain yang tak kalah penting juga yakni kecerdasan emosional dan spiritual. Semua dimungkinkan karena kecerdasan ini lahir dari pikiran. Dalam kehidupan sehari-hari orang sering menyamakan istilah antara kecerdasan intelektual dengan intelligence quotient ( IQ ) padahal keduanya berbeda. IQ sebenarnya angka relatif untuk menunjukkan tingkat kecerdasan intelektual hasil dari penggunaan otak manusia.
Sebagai contoh anak usia enam tahun tapi dia sudah bisa mengerjakan matematika tingkat sma kelas 3. Berarti IQ anak ini adalah ( 18/6 ) x 100 = 300. Dengan kata lain tingkat kecerdasan intelektualnya di atas rata-rata. Kebalikannya jika usia kalendernya dua belas tahun tapi usia mentalnya baru 6 tahun berarti IQ nya ( 6/12 ) x 100 = 50. Artinya tingkat kecerdasan intelektual anak ini dibawah rata-rata.
Awal mula orang memang selalu cenderung mengenal kata kecerdasan hanya untuk menunjukkan kecerdasan intelektual semata. Namun kemudian muncul kecerdasan emosional sebagai jenis kecerdasan lain yang dimiliki manusia. Memang kecerdasan jenis ini belum bisa diukur secara eksakta seperti halnya kecerdasan intelektual tadi. Dalam diri manusia perpaduan kedua kecerdasan tadi adalah dua hal yang integral dalam diri manusia. Keduanya saling bersinergi.
Menurut panduan buku pelatihan Esoterik dari G.Tummo Reiki yang ditulis oleh Tjiptadinata Effendi mengatakan bahwa dalam perkembangan jaman, sejarah telah membuktikan bahwa orang-orang yang memiliki kemampuan kecerdasan luar biasa, bahkan disebut genius, namun tidak diimbangi dengan kedewasaan emosional, ternyata bukan saja berguna bagi manusia lain, malahan akan menghancurkan kehidupan orang lain.
Orang beranggapan kalau dua aspek kecerdasan tadi mampu ada dalam diri manusia, maka ia akan menjadi orang yang bermanfaat bagi sesamanya. Namun ternyata pendapat demikian juga akhirnya dikoreksi oleh perjalanan jaman. Seseorang baru dapat dikatakan masuk ke dalam tahap pencerahan, apabila dalam hidupnya mampu menerapkan dua aspek itu yakni aspek intelektual dan kedewasaan emosional atau kecerdasan emosional secara seimbang dan pada akhirnya melahirkan kematangan spiritual.
Untuk mencapat tingkatan seimbang tadi maka diterapkan hidup bermeditasi. Meditasi keseimbangan adalah salah satu cara yang dipakai dalam latihan sebagai pelengkap kelas Esoterik. Sekalipun meditasi bukan merupakan suatu jaminan bahwa apa yang kita inginkan pasti akan tercapai, namun setidaknya jalan menuju ketingkat hidup luhur telah ada di depan kita.
Menurut penelitian di Australia bila setiap orang mau meluangkan waktu hanya 5 saja setiap hari untuk meditasi, maka ia akan tetap sehat, tidak cepat pikun, dapat hidup mandiri tanpa harus menggantungkan diri kepada orang lain. Meditasi keseimbangan bagi kelas Esoterik G.Tummo bertujuan untuk memberikan hasil ganda dalam hidup ini yaitu hidup sehat jiwa dan raga dalam menuju pencerahan.
Read More..Salah satu cara yang belum banyak diketahui orang bahwa ternyata pikiran manusia itu menyimpan suatu potensi yang sangat dahsyat yang sangat bermanfaat kalau kita bisa membuka rahasianya untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Demikian rekan Leo dari Inti Reiki membeberkan kekuatan pikiran bawah sadar setiap manusia yang menggarisbawahi bahwa salah satu rahasia besar dari kekuatan pikiran adalah sebuah ilmu yang disebut subjective communication.
Ilmu itu pada dasarnya adalah berkenaan dengan metode dan teknik mempengaruhi pikiran orang lain dengan menggunakan kekuatan pikiran yang kita miliki. Penggunaan teknik subjektive communication ini merupakan suatu cara yang bisa dibuktikan secara ilmiah dan sama sekali bukan kekuatan magis, sihir, jin dan atau sejenisnya. Ketika menjelaskan hal ini, Tertius Lantigimo, seorang pakar di bidang subjektive communication, mengatakan bahwa teknik ini dibangun di atas dasar fakta ilmiah mengenai kekuatan pikiran manusia, yakni pemanfaatan kekuatan dan potensi pikiran manusia.
Seperti sudah dijelaskan bahwa teknik subjektive communication adalah teknik menciptakan hubungan atau kontak pikiran antar manusia pada jarak jauh. Anda tidak perlu bertemu dengannya untuk berkomunikasi dan boleh berarti anda tidak atau belum pernah mengenal yang bersangkutan sebelumnya. Pendek kata orang itu masih sangat asing dalam ingatan anda dan belum pernah bertemu di tempat tertentu. Nah...dari tempat tidur atau ruang tamu rumah anda, anda memprogam pikiran anda untuk terjadi kontak pikiran atau kontak batin dan kemudian setelah kontak sudah terjadi terjadilah komunikasi dua arah tanpa tatap muka.
Lewat subjektive communication anda akan memanfaatkan segala potensi yang ada dalam pikiran anda. Anda pun dapat memanfaatkan kekuatan yang ada di alam semesta ini. Karena pikiran manusia terhubung dengan alam semesta layaknya satelit yang menghubungkan stasiun televisi atau radio dengan para pemirsa atau pendengar. Sama seperti sinyal telepon yang menghubungkan banyak orang di muka bumi ini.
Pikiran manusia terhubung dengan alam semesta yang dalam bahasa psikologi disebut universal conciousness ( pikiran alam semesta ) atau dalam bahasa biologi disebut morphogenetic field ( medan morfogenetika ). Penemuan bahwa pikiran manusia terhubung dengan alam semesta masih belum banyak diketahui orang dan juga masih banyak yang belum yakin betul. Akan tetapi 5 - 10 tahun terakhir bukti-bukti akurat yang memperkuat penemuan ini bermunculan, sehingga orang skeptik dalam arti tidak percaya sekalipun, akhirnya tidak dapat mengelak untuk mengakuinya.
Dr. Karl Pribram seorang ahli bedak otak menemukan bahwa otak manusia memuat bayangan alam semesta, hampir sama dengan proses holografik. Dia mengatakan bahwa pikiran manusia terhubung dengan konsep alam semesta dan menerima informasi dari alam semesta timbal baliknya. Buktinya...? misalnya Isaac Newton kira-kira mendapat teori gravitasinya dari mana? Siapa yang mengirim pesan itu ke dalam pikirannya, sehingga pada akhirnya dia menemukan teori gravitasinya itu.
Nah kalau berbicara masalah energi dan hubungannya dengan pikiran manusia, tentunya semua sahabat sehat dengan kundalini reiki yang pernah belajar praktek reiki saat mengirimkan energi jarak jauh, dapat sedikit mengerti mengenai teori itu. Sesungguhnya energi yang dipancarkan manusia itu mengikuti pikiran yang bersangkutan. Sebagai gambaran saat anda memikirkan seseorang yang ingin minta bantuan transfer energi jarak jauh, saat itu juga pikiran Anda akan melayang ke yang bersangkutan sekalipun anda belum pernah ke tempat itu dan belum tahu medan geografisnya apalagi ujud wajah teman anda itu. Saat itu juga energi pikiran yang anda pancarkan akan jadi jembatan penghubung antara anda dengan dia. Bagi energi itu tidak menjadi kendala dan dapat mengatasinya dalam waktu cepat. Dengan kata lain....energi pikiran Anda akan melesat jauh ke tempat itu tanpa dibatasi jarak dan waktu. (bersambung )
Bahan tulisan : Re-write dan edit dari ulasan Sdr Leo di buletin Inti Reiki Agustus 2010.
Read More..




