


Diabetes melitus tentu kita semua tahu. Sebagai penyakit degeneratif, diabetes melitus tidak datang tiba-tiba kepada seseorang yang menyebabkan fungsi tubuh menurun. Sekalipun gejala awal yang perlu diwaspadai selalu tidak ada, masyarakat selalu menganggapnya sebagai tanda-tanda seseorang sehat. Menurut Ketua Persadia Cabang Surabaya Prof.dr.Agung Pranoto Msc.SpPdK-EMD, sejak kecil manusia tergantung pada insulin.
Organ mungil bernama pankreas ini bertugas memproduksi insulin untuk memproses asupan glukosa sebagai sumber energi. Ketika pankreas mogok dan tidak memproduksi insulin, misalnya dipaksa bekerja keras karena asupan terlampau banyak, glukosa akan terbuang melalui air seni. Yang menjadi masalah, menurut dr.Rudi seorang dosen Divisi Endokren Departemen Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, menyatakan bahwa pankreas pasien yang datang ke kliniknya sudah dalam kondisi 50 persen rusak. Hal ini terjadi akibat keterlambatan mendeteksi diabetes militus.
Ketika kadar glukosa darah 250 - 300 mg/l, umumnya tidak ada gejala. Manusia dinyatakan sehat bila kadar glukosa darah saat puasa di bawah 100 mg/l, sedangkan dua jam setelah makan dibawah 140 mg/l. Seseorang menderita diabetes melitus bila kadar guklosa darah puasanya lebih dari 125 mg/l dan kadar glukosa darah setelah makannya lebih dari 200 mg/l.
Yang bisa kita amati dari gejala klasik diabetes melitus adalah minum berlebihan, banyak buang air kecil di malam hari dan berat badan cenderung menurun. Gejala klasik ini kerap disalahartikan sebagai tanda sehat. Padahal, berat badan menurun bukan karena diet berhasil, melainkan akibat pankreas mulai rusak, tidak adanya insulin diproduksi untuk mengolah glukosa dalam darah dan lemak cadangan dibakar untuk energi.
Yang menakutkan adalah diabetes melitus sudah parah dan menimbulkan berbagai komplikasi seperti gangguan ereksi, stroke dan lumpuh, penurunan kemampuan melihat, gagal ginjal dan luka di kaki tidak sembuh-sembuh.Karena itu tindakan tepat untuk mendeteksi gejala diabetes dari awal adalah langkah tepat. Penyembuhan lebih cepat bahkan mungkin diabetes melitus bisa ditunda selama-lamanya. Dengan sendirinya penggunaan suntikan insulin dan obat bisa dihindari.
Untuk mengenali tahap pertama diabetes sebelum memunculkan gejala adalah mengidentifikasi kelompok manusia yang rentan terhadap penyakit ini. Orang gemuk termasuk remaja dengan obesitas, bertekanan darah tinggi, pernah melahirkan bayi dengan bobot lebih dari 4 kilogram, merokok atau memiliki garis keturunan diabetes berisiko tinggi atas penyakit ini. Tanda lain untuk resistensi pada insulin adalah kapalan di tengkuk serta kumis tipis kadang muncul pada perempuan.
Pada diabetes melitus tipe II atau diabetes melitus yang disebabkan proses imun merusak pankreas, identifikasi masih bisa dilakukan. Sedangkan diabetes melitus tipe I disebabkan kelainan bawaan pada fungsi pankreas. Karena itu diabetes militus tipe I bisa dideteksi sejak kecil. Mengingat diabetes melitus kini menjadi salah satu penyakit degeneratif yang banyak diderita masyarakat, bahkan untuk usia di atas 45 tahun diabetes melitus menjadi penyebab kematian setelah stroke, maka mengatur pola makan dan gaya hidup sehat bisa menghindarkan diri sedini mungkin adanya gejala diabetes melitus pada diri seseorang.
PRA DIABETES.
Ketika gaya hidup orang dari kelompok berisiko diabetes melitus kurang sehat kerap mengonsumsi produk siap saji, kurang olahraga dan biasa merokok, kadar gula glukosa darah bisa meningkat. Ketika kadar glukosa puasa 100 - 125 mg/l dan kadar glukosa setelah makan berkisar 140 - 199 mg/l, seorang sudah dikategorikan prediabetes atau selangkah lagi menjadi penderita diabetes. Dalam tahap ini perbaikan pola hidup harus dilakukan.
Pola makan diatur sesuai kebutuhan. Latihan jasmani atau olahraga secara teratur selama 30 - 45 bahkan 1 jam untuk masa 4 - 5 kali seminggu. Berat badan perlu dikendalikan sesuai dengan indeks masa tubuh normal. Yang tidak boleh dilupakan adalah kontrol kesehatan harus dilakukan teratur. Beberapa indikator yang perlu diperhatikan, menurut dr.Rudi adalah berat badan, kadar glukosa darah, tekanan darah dan profil kolesterol darah.
AFFIRMASI UNTUK HEALING PENYAKIT DIABETES MELITUS.
Bagi praktisi reiki apa pun latar belakang tradisinya, Anda dapat melakukan self healing untuk mencegah kasus diabetes melitus dengan merancang affirmasi agar energi reiki bekerja ke dalam sistem tubuh energi dengan tepat. Saat akan memulai self healing ketika energi reiki mulai mengalir, kita dapat memberikan affirmasi misalnya, " Energi Reiki bekerja menurunkan dan menormalkan kadar gula dalam darah, menghidupkan kembali sel pankreas untuk memproduksi insulin kembali, meningkatkan energi di chakra seks untuk memperkuat energi di organ reproduksi sekian kali lipat ( sebutkan rangenya )."
Mulai salurkan energi reiki ke organ vital dimana terdapat chakra seks dengan santai. Anda pun dapat memberikan healing kepada orang lain untuk kasus penyakit itu dengan cara mengarahkan energi reiki setelah diberi pengarahan affirmasi yang tepat sesuai dengan kebutuhan klien. Yang tak kalah pentingnya dari kasus penyakit diabetes melitus adalah tetap menjaga pola hidup sehat ala medis kedokteran dan selebihnya mendayagunkan kemampuan energi reiki untuk menjaga tubuh tetap sehat dan bugar dalam hidup ini.
Sumber tulisan : Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kompas ( 21/7/10 ) dan Praktek Reiki.
Read More..

Kolesterol sudah menjadi topik perbincangan di kantor sehat dengan reiki akhir-akhir ini mengingat semakin tinggi jumlah penderitanya di Indonesia. Gaya hidup kurang sehat dengan mengkonsumsi makanan tidak sehat turut berperan dalam mempengaruhi kadar kolesterol darah Anda. Semakin baik pola dan kualitas makanan Anda sehari-hari, tentu makin terjaga pula keseimbangan kolesterol dan kesehatan Anda secara keseluruhan.
Kolesterol adalah salah satu komponen lemak yang merupakan salah satu zat gizi yang sangat diperlukan oleh tubuh di samping zat gizi lain seperti karbohidrat,protein,vitamin dan mineral. Lemak merupakan salah satu sumber energi yang memberikan kalori paling tinggi. Selain sebagai sumber energi, lemak khususnya kolesterol merupakan zat yang sangat dibutuhkan tubuh kita terutama untuk membentuk dinding sel-sel dalam tubuh.
Kolesterol juga merupakan bahan dasar pembentukan hormon-hormon steroid. Kolesterol yang dibutuhkan tersebut secara normal diproduksi sendiri oleh tubuh dalam jumlah yang tepat. Jumlahnya bisa meningkat arena asupan makanan yang berasal dari lemak hewani, telur dan junk food.
Kolesterol yang berlebih akan tertimbun dalam pembuluh darah dan menimbulkan kondisi yang disebut aterosklerosis yaitu penyempitan atau pengerasan pembuluh darah. Kondisi ini merupakan cikal bakal terjadinya penyakit jantung koroner dan stroke. Beberapa cara bisa dilakukan untuk menghindari ancaman penyakit yang berasal dari kolesterol tinggi.
Penyakit karena kolesterol tinggi bisa dihindari dengan cara mengubah gaya hidup kurang sehat menjadi gaya hidup sehat. Misalnya menghindari pola makan
dengan kolesterol tinggi dan makanan yang mengandung lemak jenuh tinggi.Gorengan misalnya, akan lebih baik dihindari dan kalau terpaksa menggoreng dengan minyak zaitun karena mengandung lemak tak jenuh tunggal dan kaya asam lemak oleat atau omega 9 yang mampu menurunkan kadar kolesterol jahat yaitu low dencity lipoprotein ( LDL ) dan pada saat bersamaan mampu menaikkan kadar high density lipoprotein ( HDL ).
Demikian pula dalam talk show kesehatan yang biasa sehat dengan reiki dengarkan di Radio Sonora Jakarta, para pembicara dari kalangan kedokteran yang menjadi nara sumber selalu menyarankan perbaiki pola makanan yang mengandung banyak serat seperti buah-buahan dan sayuran sangat baik dikonsumsi dibandingkan makanan yang digoreng, juga kurangi makanan yang banyak mengandung santan kelapa.Konsumsi makanan sehat pun dapat diartikan dengan mengurangi makanan yang tinggi gula dan asupan alkohol.
Nah ini dia bagian talk show yang begitu sangat dianjurkan kepada setiap orang khususnya yang mempunyai kelebihan berat badan agar mau melakukan kebiasaan sehat dengan olah raga sehat secara rutin, minimal 30 menit hingga 1 jam setiap hari kalau bisa, tetapi kalau tidak bisa usahakan olahraga tiga kali seminggu. Olahraga yang sangat dianjurkan adalah jogging, aerobik misal jalan kaki di pagi hari.
Selain tidak memerlukan biaya, olahraga ini dapat dilakukan bersama pasangan sambil menghirup udara segar di pagi hari. Modalnya adalah disiplin diri sendiri dan kemauan untuk selalu bisa hidup sehat.Kebiasaan lain adalah menghentikan kebiasaan merokok dan mengendalikan berat badan. Dengan disiplin tinggi dalam berolahraga diharapkan kadar kolesterol baik ( HDL ) dalam tubuh meningkat.
Bila membeli makanan perhatikan label dalam makanan. Batasi kandungan lemak dalam makanan Anda kurang dari 3 kilogram perhari atau kurang. Serat yang larut dalam air dapat membantu menurunkan kadar kolesterol. Serat dalam kelompok ini adalah berasal dari gandum atau kulit jagung, kacang, tanaman polong dan tentu saja buah-buahan.
Apabila kadar kolesterol anda sudah tinggi, selain harus mengontrol makanan, sebaiknya Anda mengkonsumsi suplemen yang dapat menurunkan kadar kolesterol. Memang diet yang benar dapat membantu masalah kolesterol, tapi jangan sampai kita jadi paranoid dengan makanan. Ingat kata dokter, 80% kolesterol dihasilkan tubuh kita sendiri sementara 20% sisanya dihasilkan makanan. Jadi daripada terus menyiksa diri takut punya kolesterol tinggi patuhi saran dokter agar mau hidup sehat secara teratur.
Sehat itu gampang kok asal tahu caranya dan mudah dilakukan asal ada kemauan. Sekarang pilihan ada di tangan Anda. O..ya ini sehat dengan reiki kasih bocoran tentang solusi tepat mengatasi kolesterol, silakan kunjungi ke alamat ini atau konsultasikan ke dokter Anda.


