(
1 ) Pola makan sehat sangat dianjurkan bagi pria dewasa dengan takaran
seimbang dan menghindari makanan kaya lemak dan karbohidrat terutama
yang mengandung gula dan pati. Tujuannya menghindari dari gejala
kolesterol tinggi dan penyakit diabetes. Perbanyak asupan vitamin dan
serat yang bisa didapat pada sayuran dan buah-buahan.
Akibatnya
mereka tetap merasa lapar dan memicu konsumsi makanan lain dalam jumlah
lebih banyak. " Biasanya agar tidak lapar, mereka mengonsumsi biskuit.
Padahal, justru hal ini menambah jumlah asupan kalori dalam tubuh yang
bisa diubah menjadi gula, " kata Luciana B. Sutanto, dokter spesialis
gizi klinik di Rumah Sakit Husada Jakarta, dalam Seminar Umum : Dapatkah
Diabetes Melitus Dicegah, Sabtu ( 25/2 ).Diabetes melitus tentu kita semua tahu. Sebagai penyakit degeneratif, diabetes melitus tidak datang tiba-tiba kepada seseorang yang menyebabkan fungsi tubuh menurun. Sekalipun gejala awal yang perlu diwaspadai selalu tidak ada, masyarakat selalu menganggapnya sebagai tanda-tanda seseorang sehat. Menurut Ketua Persadia Cabang Surabaya Prof.dr.Agung Pranoto Msc.SpPdK-EMD, sejak kecil manusia tergantung pada insulin.
Organ mungil bernama pankreas ini bertugas memproduksi insulin untuk memproses asupan glukosa sebagai sumber energi. Ketika pankreas mogok dan tidak memproduksi insulin, misalnya dipaksa bekerja keras karena asupan terlampau banyak, glukosa akan terbuang melalui air seni. Yang menjadi masalah, menurut dr.Rudi seorang dosen Divisi Endokren Departemen Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, menyatakan bahwa pankreas pasien yang datang ke kliniknya sudah dalam kondisi 50 persen rusak. Hal ini terjadi akibat keterlambatan mendeteksi diabetes militus.
Ketika kadar glukosa darah 250 - 300 mg/l, umumnya tidak ada gejala. Manusia dinyatakan sehat bila kadar glukosa darah saat puasa di bawah 100 mg/l, sedangkan dua jam setelah makan dibawah 140 mg/l. Seseorang menderita diabetes melitus bila kadar guklosa darah puasanya lebih dari 125 mg/l dan kadar glukosa darah setelah makannya lebih dari 200 mg/l.
Yang bisa kita amati dari gejala klasik diabetes melitus adalah minum berlebihan, banyak buang air kecil di malam hari dan berat badan cenderung menurun. Gejala klasik ini kerap disalahartikan sebagai tanda sehat. Padahal, berat badan menurun bukan karena diet berhasil, melainkan akibat pankreas mulai rusak, tidak adanya insulin diproduksi untuk mengolah glukosa dalam darah dan lemak cadangan dibakar untuk energi.
Yang menakutkan adalah diabetes melitus sudah parah dan menimbulkan berbagai komplikasi seperti gangguan ereksi, stroke dan lumpuh, penurunan kemampuan melihat, gagal ginjal dan luka di kaki tidak sembuh-sembuh.Karena itu tindakan tepat untuk mendeteksi gejala diabetes dari awal adalah langkah tepat. Penyembuhan lebih cepat bahkan mungkin diabetes melitus bisa ditunda selama-lamanya. Dengan sendirinya penggunaan suntikan insulin dan obat bisa dihindari.
Untuk mengenali tahap pertama diabetes sebelum memunculkan gejala adalah mengidentifikasi kelompok manusia yang rentan terhadap penyakit ini. Orang gemuk termasuk remaja dengan obesitas, bertekanan darah tinggi, pernah melahirkan bayi dengan bobot lebih dari 4 kilogram, merokok atau memiliki garis keturunan diabetes berisiko tinggi atas penyakit ini. Tanda lain untuk resistensi pada insulin adalah kapalan di tengkuk serta kumis tipis kadang muncul pada perempuan.
Pada diabetes melitus tipe II atau diabetes melitus yang disebabkan proses imun merusak pankreas, identifikasi masih bisa dilakukan. Sedangkan diabetes melitus tipe I disebabkan kelainan bawaan pada fungsi pankreas. Karena itu diabetes militus tipe I bisa dideteksi sejak kecil. Mengingat diabetes melitus kini menjadi salah satu penyakit degeneratif yang banyak diderita masyarakat, bahkan untuk usia di atas 45 tahun diabetes melitus menjadi penyebab kematian setelah stroke, maka mengatur pola makan dan gaya hidup sehat bisa menghindarkan diri sedini mungkin adanya gejala diabetes melitus pada diri seseorang.
PRA DIABETES.
Ketika gaya hidup orang dari kelompok berisiko diabetes melitus kurang sehat kerap mengonsumsi produk siap saji, kurang olahraga dan biasa merokok, kadar gula glukosa darah bisa meningkat. Ketika kadar glukosa puasa 100 - 125 mg/l dan kadar glukosa setelah makan berkisar 140 - 199 mg/l, seorang sudah dikategorikan prediabetes atau selangkah lagi menjadi penderita diabetes. Dalam tahap ini perbaikan pola hidup harus dilakukan.
Pola makan diatur sesuai kebutuhan. Latihan jasmani atau olahraga secara teratur selama 30 - 45 bahkan 1 jam untuk masa 4 - 5 kali seminggu. Berat badan perlu dikendalikan sesuai dengan indeks masa tubuh normal. Yang tidak boleh dilupakan adalah kontrol kesehatan harus dilakukan teratur. Beberapa indikator yang perlu diperhatikan, menurut dr.Rudi adalah berat badan, kadar glukosa darah, tekanan darah dan profil kolesterol darah.
AFFIRMASI UNTUK HEALING PENYAKIT DIABETES MELITUS.
Bagi praktisi reiki apa pun latar belakang tradisinya, Anda dapat melakukan self healing untuk mencegah kasus diabetes melitus dengan merancang affirmasi agar energi reiki bekerja ke dalam sistem tubuh energi dengan tepat. Saat akan memulai self healing ketika energi reiki mulai mengalir, kita dapat memberikan affirmasi misalnya, " Energi Reiki bekerja menurunkan dan menormalkan kadar gula dalam darah, menghidupkan kembali sel pankreas untuk memproduksi insulin kembali, meningkatkan energi di chakra seks untuk memperkuat energi di organ reproduksi sekian kali lipat ( sebutkan rangenya )."
Mulai salurkan energi reiki ke organ vital dimana terdapat chakra seks dengan santai. Anda pun dapat memberikan healing kepada orang lain untuk kasus penyakit itu dengan cara mengarahkan energi reiki setelah diberi pengarahan affirmasi yang tepat sesuai dengan kebutuhan klien. Yang tak kalah pentingnya dari kasus penyakit diabetes melitus adalah tetap menjaga pola hidup sehat ala medis kedokteran dan selebihnya mendayagunkan kemampuan energi reiki untuk menjaga tubuh tetap sehat dan bugar dalam hidup ini.
Sumber tulisan : Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kompas ( 21/7/10 ) dan Praktek Reiki.
Read More..
Ucapan selamat biasa kita terima baik dari teman,sahabat atau kerabat manakala kita sudah hamil. Ini adalah salah satu episode hidup seorang wanita yang memang sudah menjadi suratan takdir dari Yang Maha Kuasa untuk mengandung jabang bayi hasil perkawinan dengan pasangannya. Sehat dengan reiki pun pernah mengucapkan ucapan selamat kepada tetangga sebelah rumah yang mengandung begitu usia perkawinan menginjak 3 bulan. Betul-betul tock cher.
Nah kehamilan sendiri merupakan masa yang penting bagi seorang perempuan. Berbagai pengalaman bisa dialami, mulai dari mual dan muntah-muntah (morning sickness) sampai merasakan janin di dalam perut. Banyak hal yang harus diperhatikan ketika hamil, salah satunya adalah berat badan ibu. Tidak sedikit jumlah ibu yang mengalami kegemukan ketika hamil.
Biasanya terjadinya kegemukan adalah perubahan hormon yang merangsang nafsu makan ibu menjadi lebih besar dari biasanya. Memang wajar bagi seorang ibu hamil untuk mendapatkan makanan dan nutrisi yang lebih baik untuk calon bayinya. Tetapi pola makan yang baik tetap harus diperhatikan guna kesehatan dan keselamatan janin.
Awal kehamilan trimester pertama, seorang ibu hamil mengalami penurunan berat badan akibat perasaan mual dan muntah.Indera penciuman dan perasa tampak menjadi lebih sensitive akan bau dan rasa makanan tertentu.Keinginan makan pun menurun sehingga berat badan menyusut turun.
Begitu memasuki trisemster kedua, perasaan nyaman seorang ibu akan kehamilannya akan berangsur-angsur muncul. Dimulai dari membaiknya selera makan. Saat ini biasanya keinginan makan ibu mulai membesar. Pertumbuhan janin pun mulai pesat. Keinginan ngemil terus menerus terjadi pada ibu sehingga nafsu makan pun meningkat.
Di semester ketiga, sehat dengan reiki pun pernah menyarankan kepada calon ibu muda tetangga sebelah agar memperhatikan pola makan dengan menjaga kenaikan berat badan agar tidak terlalu drastis perubahannya. Bagi ibu yang memang gemuk sebelum kehamilannya sebaiknya kenaikan berat badan dipertahankan berkisar 1-2 kilogram per bulannya.
Mengapa kita mempertahankan berat badan 1-2 kilogram saat hamil? Pertama, menghindari ancaman diabetes,preeklamsia,tekanan darah tinggi dan berat badan bayi yang berlebih sehingga mempersulit persalinan normal. Kedua, menghindari ancaman penyakit kehamilan dengan menjaga asupan makanan selama hamil.
Untuk menghindari kenaikan berat badan yang berlebih, ibu yang mengandung bisa mengurangi asupan karbohidrat dan menggantinya dengan protein yang banyak mengandung omega untuk perkembangan otak janin. Calon Ibu juga bisa menambah konsumsi buah dan sayur. Apabila merasa lapar di sela-sela jam makan, calon ibu muda sebaiknya tidak mengonsumsi makanan manis seperti kue dan bolu, gorengan dan roti-rotian.
Terakhir sehat dengan reiki menyarankan bagi calon ibu muda sebaiknya jangan malas untuk tidak beraktivitas selama hamil. Pilihlah olahraga ringan seperti jalan kaki pagi di sekitar lingkungan tempat tinggal bersama pasangan, Jalan kaki pagi menghirup udara segar sangat baik untuk menambah spirit agar tetap bugar, sehat dan ceria. Bila hal ini tercapai kita sudah siap mental menghadapi persalinan.
Tak lupa juga selalu asah jiwa dengan banyak berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Selalu rilek, hindari stress berlebihan dengan melakukan olah jiwa. Ini gampang kok caranya. Semua calon ibu muda bisa mempelajari di sini. Akhirnya tulisan ini sehat dengan reiki haturkan kepada sahabat Denan Bogor yang sedang menantikan persalinan. Sekali lagi selamat.
Sumber gaya hidup sehat ( disunting).
