Satu
demi satu misteri penyebab diabetes melitus tipe 2 mulai terungkap.
Para peneliti Harvard School of Public Health ( HSPH ) baru saja
memublikasikan temuan mereka bahwa ada satu jenis protein atau hormon
khusus yang ditemukan dalam sel-sel lemak yang terbukti membantu
mengatur bagaimana gula darah dikendalikan dan dimetabolisasi untuk
energi di dalam hati. Ini dikatakan akan membuka salah satu jalan bagi
pengobatan diabetes tipe 2 yang menjangkiti ratusan juta penduduk dunia.
Diabetes
tipe ini tidak tergantung pada insulin dan terjadi pada orang-orang
dewasa ( adult onset ), berbeda dengan diabetes tipe 1 yang bergantung
pada insulin dan terjadi sejak bayi. Diabetes tipe 2 didefinisikan
sebagai suatu kelainan metabolik yang ditandai dengan tingginya kadar
glukosa darah akibat terjadi kekurangan dan resistensi insulin.
Kemampuan sel-sel beta pankreas berkurang bahkan rusak sehingga pasien
mulai mengalami diabetes, dengan gejala-gejala seperti banyak makan (
polifagia ), banyak minum ( polidipsia ) dan banyak kencing ( poliuria
).

