ON LINE

Followers

Tampilkan postingan dengan label diabetes melitus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label diabetes melitus. Tampilkan semua postingan

CATATAN KESEHATAN PERTENGAHAN NOPEMBER 2011.

Diposting oleh BLOG SEHAT ALAMI Jumat, 11 November 2011 1 komentar

DIABETES MELITUS ATAU SERING DISEBUT PENYAKIT KENCING MANIS ADALAH SUATU KONDISI GANGGUAN METABOLIK YANG DITANDAI DENGAN TINGGINYA KADAR GULA DALAM DARAH (HIPERGLIKEMIA).



Diabetes disebabkan karena tubuh kekurangan insulin atau jumlah insulinnya cukup tapi tidak mampu bekerja dengan baik. Insulin berfungsi untuk menurunkan kadar gula dalam darah yang bekerja merangsang sel-sel tubuh menyerab gula, meningkatkan jumlah gula dalam hati, mencegah hati agar tak mengeluarkan terlalu banyak gula.



Berapa kadar gula disebut tinggi? Menurut kriteria diagnosis PERKENI (Perkumpulan Endokrinologi Indonesia), seseorang dianggap menderita diabetes bila memiliki kadar gula darah puasa lebih besar dari 126 mg/dl dan dua jam sesudah makan lebih dari 180 mg/dl.



Diabetes bisa menyebabkan komplikasi penyakit lain di dalam tubuh karena kadar gula dalam darah terus meningkat dan menyebabkan rusaknya pembuluh darah, saraf dan struktur internal lainnya. Kadar gula darah yang tidak terkontrol juga cenderung menyebabkan kadar zat berlemak dalam darah meningkat, sehingga mempercepat terjadinya aterosklerosis (penimbunan plak lemak di dalam pembuluh darah).



Aterosklerosis ini sering terjadi pada penderita diabetes. Banyak komplikasi lain yang disebabkan diabetes seperti gangguan penglihatan, stroke, gangguan fungsi penglihatan, penyakit jantung koroner, gangguan fungsi seksual, gangguan fungsi syaraf dan penyakit pembuluh darah tepi.



Melakukan 5 langkah dengan teratur. Bagaimana kiatnya?



Divonis menderita diabetes bukan berarti hidup penuh dengan batasan. Resiko yang disebabkan diabetes bisa diatasi dengan mengubah pola hidup menjadi lebih sehat dan teratur. Ada lima langkah yang bisa Anda terapkan dalam usaha mengubah pola hidup menjadi lebih sehat.



Pertama sebaiknya Anda rajin mengikuti edukasi diabetes sehingga mendapat pemahamam yang jelas mengenai diabetes dan cara mengatasinya. Saat ini banyak buletin ilmiah kesehatan yang mengulas diabetes dan penanganannya. Dalam komunitas diabetes yang ada di facebook pun, Anda bisa berkomunikasi saling berbagi cerita mengenai pengalaman menangani diabetes.



Kedua, lakukan latihan fisik 3-4 kali dalam seminggu selama 30 sampai 60 menit misalnya jalan kaki pagi atau sore hari.



Ketiga, untuk menjaga kadar gula darah tetap seimbang, penderita dianjurkan mengatur pola makan dengan gizi seimbang dan sesuai dengan kebutuhan kalori.



Keempat, apabila pengaturan makan dan aktivitas fisik sesuai anjuran belum juga berhasil, lakukan terapi obat sesuai anjuran dokter.



Kelima, rajin memonitor kadar gula dalam darah.

Mengetahui kadar gula dalam darah secara teratur setiap hari sangat penting bagi penderita diabetes (diabetesi) untuk hidup secara normal. Semakin sering memeriksakan glukosa secara mandiri akan memperlambat perkembangan terjadinya komplikasi para penyandang diabetes tipe satu.



Saat ini sudah banyak tersedia alat pengukur gula darah yang bisa digunakan dirumah (glucosemeter). Anda tidak perlu berkunjung ke laboratorium untuk mengecek kadar gula dalam darah. Ini sangat menyita waktu dan tidak efektif karena pemeriksaan kadar gula dalam darah cukup lama (kurang lebih tiga hari).



Salah satu cara aman dan membutuhkan keyakinan agar terbebas dari gangguan kadar gula dalam darah adalah belajar Reiki. Sudah banyak penderita diabetes yang menjadi praktisi reiki saat ini telah merasakan manfaat dari self healing reiki. Mereka diundang dalam sesi dialog kesehatan di stasiun televisi untuk memberikan testimoni, tentang bagaimana menjaga kadar gula darah kembali normal setelah mempraktekkan self healing reiki dan memberikan healing reiki ke orang lain.



Saat mereka mempraktekkan reiki, mengarahkan energi reiki dengan affirmasi yang tepat sebelum penyaluran reiki ketubuh sendiri serta kepasrahan total kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Tetap rilek tidak konsentrasi saat sesi self healing ini, maka lambat laun kadar gula dalam darah praktisi reiki yang semula tinggi, lambat laun mendekati normal. Latihan ini memerlukan ketekunan yang harus dipraktekkan setiap harinya minimal 55 menit.



Afirmasi sebelum penyaluran Reiki ke diri sendiri, dikutip dari Buku Rahasia Inti Reiki karya Dokter Riko Rahardian Master Inti Reiki bab Kumpulan Affirmasi misalnya, turunkan dan normalkan kadar gula dalam darah, hidupkan kembali sel pankreas agar berfungsi kembali, kembalikan dan tingkatkan fungsi vital organ kemaluan 3 kali lipat secara merata dan seimbang, tingkatkan energi chakra seks untuk memperkuat energi organ reproduksi 3 kali lipat (khusus penderita pria). Nah Anda tertarik belajar Reiki?

Read More..

MERAWAT MATA DARI KOMPLIKASI DIABETES.

Diposting oleh BLOG SEHAT ALAMI Sabtu, 09 Juli 2011 0 komentar

Mata adalah jendela jiwa. Si indera penglihatan ini amat membantu produktivitas dan sosialisasi seorang sahabat sehat bersama kundalini reiki dalam kegiatan sehari-hari. Karena padatnya aktivitas harian ternyata si indera ini belum mendapat perlakuan dan perawatan yang maksimal si pemiliknya. Padahal kesehatan mata patut untuk mendapat perhatian kita semua. Akibatnya kalau mata sudah menurun kualitas kesehatannya, dapat mengganggu penglihatan yang dampak buruknya berujung pada kebutaan.



Sudah menjadi gaya hidup manusia modern saat ini, perubahan gaya hidup pun merupakan imbas dari perubahan jaman yang tidak terelakkan. Gaya hidup modern yang serba praktis dan cepat, mau tak mau membawa perubahan pola hidup yang diterapkan, terutama dalam pola makan yang tidak sehat dan aktivitas fisik yang menurun. Semua ini boleh jadi dialami oleh semua orang dengan tidak memandang usia dan jenis kelamin, baik wanita dan pria.



Begitu padatnya kegiatan yang dilakukan setiap hari terkadang kita cenderung memilih makanan yang cepat kenyang dan lezat tanpa memikirkan lebih jauh kandungan nutrisi di dalamnya. Setelah beraktivitas yang melelahkan setiap hari, kita terkadang tidak punya waktu lagi mengolah fisik atau mau berolahraga secara teratur. Akibatnya kalau kondisi ini dibiarkan seiring bertambahnya usaia, lambat atau cepat berbagai penyakit pun siap datang mengintai dan salah satunya adalah diabetes melitus.



Kita ketahui bersama bahwa diabetes melitus atau akrab disebut dengan kencing manis merupakan penyakit komplikasi akibat kadar gula dalam darah tidak terkendali. Penyakit ini dapat menyebabkan risiko terjadinya stroke, penyakit jantung, gagal ginjal, komplikasi ginjal, komplikasi syaraf dan gangguan retina. Penyakit ini dapat memicu faktor resiko terjadinya paling tidak tiga jenis gangguan mata, yaitu retinopati diabetika, katarak dan glukoma.


Mata sebagai indera penglihatan melihat dunia perlu dirawat agar tetap sehat.


Untuk resiko katarak, diabetes dapat mempercepat proses kristalisasi lensa yang akhirnya orang lebih cepat mengidap katarak lebih cepat dari usia seharusnya. Sedangkan glukoma yang mempunyai faktor resiko utama berupa tekanan bola mata yang tinggi, dapat disebabkan oleh komplikasi diabetes yang tidak terkontrol. Tahap awal diabetes dapat mengakibatkan gangguan retina yang berdampak pada retinopati diabetika.



Penyakit ini merupakan penyakit pembuluh retina yang disebabkan adanya komplikasi dari diabetes yang patut diwaspadai. Pasalnya seorang penderita diabetes atau diabetesi memiliki faktor risiko besar terkena retinopati diabetika. Kebutaan pada penderita diabetes 25 kali lebih sering ditemukan daripada populasi non diabetes.



Dr. Waldensius Girsang sebagaimana dikutip inspiratorial memaparkan bahwa gangguan retinopati diabetika bergantung pada lamanya si pasien menderita diabetes. Apabila penderita retinopati yang menderita diabetes selama 10 tahun tanpa mengontrol kadar gula darahnya dengan baik, dapat menggiring angka sekitar 50 persen jumlah diabetesi yang berisiko menderita retinopati diabetika. Oleh karena itu Girsang pun menganjurkan untuk mencegahnya sedini mungkin agar tidak terjadi komplikasi.



Pencegahan terjadinya retino diabetika selain harus mengontrol ketat tingkat kadar gula dalam darahnya, mereka patut menjalankan pola hidup sehat lebih baik lagi dengan cara memperhatikan pola makan bernutrisi seimbang dan aktif berolahraga. Selain itu pula rajin memeriksakan kesehatan matanya secara berkala untuk mendeteksi ada tidaknya komplikasi pada mata paling tidak setahun sekali. Tapi bila sudah menderita penyakit mata harus lebih sering memeriksakan matanya ke dokter mata.



Saat ini retinopati diabetika memang menjadi penyebab kebutaan terbanyak di kalangan dewasa aktif di negara maju dan negara berkembang. Kompliksi itu tentu sebagai akibat penerapan pola konsumsi dan gaya hidup yang tidak memperhatikan kesehatan yang rawan memicu terjadinya diabetes. Ibarat efek domino karena pola hidup tidak sehat bermula dari penyakit diabetes, otomatis jika kondisi ini dibiarkan berlarut-larut maka penderita akan rawan resiko terkena komplikasi di mata yaitu retinopati diabetika.



Sahabat sehat dengan kundalini reiki yang sadar betapa berharganya hidup ini bila dianugerahkan Tuhan dengan kesehatan jasmani dan ruhani tentu tidak akan lupa terus merawat organ mata ini dengan baik. Selain mengikuti anjuran dokter menerapkan pola hidup sehat yang diuraikan di atas, Anda dapat terus merawat mata dengan mengalirkan energi Reiki setiap hari di saat melakukan self healing.



Di saat self healing salurkan energi ini ke organ mata kanan dan kiri dengan cara menempelkan kedua telapak tangan mengarah ke bola mata. Rasakan hangat, dingin, sejuk bahkan panas sensasi energi reiki memasuki organ mata. Biarkanlah energi spiritual yang cerdas ini memperbaiki kondisi mata Anda apa adanya. Bisanya jika kita rajin melakukan penyaluran energi ini setiap hari, pandangan mata akan terlihat jernih seperti ketika Anda baru saja selesai merendam mata dengan air hangat rendaman daun sirih.



Berikan affirmasi pada energi reiki untuk membersihkan selaput mata yang mengganggu pandangan mata. Usahakan menatap hijau daun di halaman sesaat jika anda habis bekerja menggunakan komputer yang memancarkan radiasi ke mata sehingga terasa pedih dan cepat capai. Salurkan energi reiki ini di waktu pagi dan malam hari menjelang tidur. Jika Anda peka akan aliran energi reiki, sesaat ketika kedua mata terpejam, reiki akan mengalir dengan deras memasuki organ mata dan memperbaiki susunan syaraf pada mata. Boleh jadi saat self healing reiki ke organ mata akan membuat Anda mengantuk dan bisa tertidur saat self healing reiki ini.



Untuk pencegahan diabetes saat self healing reiki berikan affirmasi yang intinya energi reiki bekerja selalu menormalkan kadar gula dalam darah. Bagi yang sudah terdeteksi diabetes, berikan affirmasi agar energi reiki bekerja menghidupkan kembali sel pankreas untuk memproduksi insulin kembali. Energi reiki juga memperbaiki fungsi fital penderita diabetes pria pada organ reproduksinya sehingga menjadi greng kembali.



Salurkan energi reiki ke chakra seks yang ada di organ fital. Bayangkan cahaya orange muda terang benderang membersihkan chakra seks terus menerus sehingga ikut pula memperbaiki organ seks ini kembali pulih seperti sedia kala. Pengertian bayangkan atau memvisualkan dalam istilah penyaluran energi reiki adalah instruksi kepada reiki untuk bekerja sesuai dengan niat kita menggunakan energi ini. Jika niat sudah diucapkan reiki akan memilih sendiri warna yang cocok untuk penyembuhan penyakit pada organ tertentu tubuh yang kita saluri reiki. Tetap santai dan jangan konsentrasi saat praktek reiki.



Sumber : Inspiratorial Kompas dan Pelatihan Reiki.

Read More..

GIZI DAN MAKANAN SEHAT UNTUK MANULA.

Diposting oleh BLOG SEHAT ALAMI Rabu, 15 Juni 2011 1 komentar

Hari ini Rabu 15 Juni 2011 bertepatan dengan pertengahan bulan pada kalender nasional. Berarti kita saat ini memasuki bulan Juni di pertengahan tahun 2011. Artinya Anda yang lahir di bulan Juni akan berulang tahun. Ulang tahun artinya usia bertambah 1 tahun dan bagi Anda yang kini menapaki menuju usia lanjut jangan merasa menjadi manusia lemah dan tidak bersemangat, merasa tidak berguna dan jauh dari kesehatan prima. Belum tentu sahabat... dan jangan sekali-kali merasa seakan masa lansia hanya menunggu vonis alam yaitu ajal menjemput. Sebaliknya yang masih muda jangan mengumbar makanan yang asal makan saja tanpa memperhatikan aspek kesehatan tubuh bila penuaan dini mulai terjadi pada tubuh karena makanan yang tidak sehat.



Kondisi demikian sebaiknya ditepis jauh-jauh dari pikiran Anda. Tumbuhkan motivasi yang kuat dalam diri untuk mencapai kondisi bugar di saat menuju usia lanjut. Memang hitungan tahun baru selalu dijadikan ukuran bertambahnya usia hidup khususnya bagi Anda yang memasuki wilayah lansia. Banyak sahabat sehat dengan reiki baik di kantor atau pun di sekitar tempat tinggal yang saat ini memasuki usia 5o tahun tapi penampilan masih seperti layaknya usia 35 tahun. Sebaliknya ada anak remaja masih kuliah tetapi penampilan seperti layaknya orang berusia 40 tahun. Kenapa bisa begitu? Barangkali hal ini berkaitan dengan penampilan wajah seseorang yang dihubungkan dengan kesehatan fisik dan mentalnya.



Usia boleh bertambah tetapi kesehatan tubuh juga harus bertambah prima. Karena itu menciptakan kebugaran tubuh di masa senja bukan hal sulit atau mustahil dilakukan. Kuncinya hanya kemauan saja apakah kita ingin hidup sehat sampai tutup usia ataukah ingin sakit-sakitan di usia senja. Tentunya pilihan akan jatuh pada pilihan pertama yaitu tetap sehat, bugar dan hidup berkualitas baik mental, emosional dan spiritual. Untuk menciptakan kondisi demikian tiada lain kuncinya memilih makanan yang tepat sesuai petunjuk ahli gizi dan diet ketat atas anjuran dokter bila kita sudah mempunyai penyakit degeneratif.



Dukungan makanan yang tepat ternyata mampu berperan menjadikan masa lansia penuh semangat, energik, produktif dan tentu saja tetap bugar. Kecerdikan memilih makanan tepat dari segi jumlah, jenis, cara penyajian dan pengolahannya akan memberi banyak dukungan bagi terciptanya kesehatan prima di masa tua. Sekalipun bukan satu-satunya faktor untuk menjaga kebugaran, makanan berkemampuan mencegah, meringankan bahkan menyembuhkan beberapa penyakit. Kemunduran biologis berkaitan dengan diet ketat yang dialami lansia menuntut pentingnya mengatur makanan secara khusus.



Sering kita melihat bagaimana seorang lansia mengeluh sulit mengonsumsi daging dan makanan keras akibat gangguan gigi dan gusi. Rasa tidak nyaman tatkala mengonsumsi susu karena laktose intoleran ditambah kehilangan selera makan akibat menurunnya indra perasa dan sensivitas penciuman yang juga menurun. Menurut Exton-Smith dalam Encyclopaedia of Food Science, Food Technology and Nutrition (1993) pada lansia umumnya terjadi kerawanan gizi. Ada beberapa faktor penyebab seperti kesepian, ketidaktahuan, terbatasnya keuangan karena sudah tidak bekerja, melemahnya fisik, kebingungan mental dan depresi, konsumsi obat, gangguan kesehatan gigi, sangat sulit menyerap makanan dan sebagainya. Untuk menyesuaikan dengan segala keterbatasan tadi maka diperlukan perencanaan menu khusus pada lansia.



Dengan adanya perencanaan menu yang tepat pada lansia, diharapkan dapat meminimalkan risiko kekurangan gizi atau sebaliknya kelebihan gizi. Bila kekurangan gizi pada lansia dapat membentuk kurang kalori protein kronis baik ringan atau berat. Tanda fisik yang bisa dilihat adalah tubuh kurus atau lebih rendah dari berat badan baku. Sebaliknya kelebihan gizi pada lansia ada hubungannya dengan gaya hidup yang akhirnya menimbulkan dampak terhadap bergesernya pola konsumsi makanan yang tidak sehat. Kondisi semacam ini banyak terjadi di daerah perkotaan yang mengarah kepada pola diet tinggi lemak rendah serat.



Akibatnya bisa ditebak yaitu gizi lebih akan terjadi obesitas atau kegemukan pada lansia yang berisiko terjadinya penyakit degeneratif. Mudah menjadi gemuk pada lansia karena menurunnya tingkat aktivitas fisik dan metabolisme lemak yang tidak sempurna karena menurunnya hormon pembakar lemak. Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan pada usia lansia kuncinya adalah memilih makanan yang tepat. Diantara makanan yang tepat bagi lansia adalah yang mampu berperan mencegah atau setidaknya dapat memperlambat munculnya kondisi osteoporosis, diabetes melitus, jantung koroner atau penyakit degeneratif lainnya.



Pada dasarnya kebutuhan gizi lansia hampir sama dengan orang dewasa tetapi sedikit berbeda dalam hal kuantitasnya. Selain itu jarang tersedia makanan spesifik bagi lansia. Dalam menentukan diet bagi lansia harus dipertimbangkan kondisi kesehatan lansia, penurunan kemampuan dalam mencerna dan perubahan selera makan. Karena itu dalam menyediakan makanan bagi Anda...sahabat dengan reiki yang mempunyai anggota keluarga lansia ada beberapa hal yang wajib diperhatikan yaitu kecukupan gizinya, tekstur makanan sehingga lansia dalam keluarga Anda tidak mengalami kesulitan dalam mencerna makanan dan tentu terhindar dari masalah gizi salah (mal nutrisi).

Read More..

MENANGANI PENYAKIT DIABETES MELITUS.

Diposting oleh BLOG SEHAT ALAMI Rabu, 01 September 2010 0 komentar

Diabetes melitus tentu kita semua tahu. Sebagai penyakit degeneratif, diabetes melitus tidak datang tiba-tiba kepada seseorang yang menyebabkan fungsi tubuh menurun. Sekalipun gejala awal yang perlu diwaspadai selalu tidak ada, masyarakat selalu menganggapnya sebagai tanda-tanda seseorang sehat. Menurut Ketua Persadia Cabang Surabaya Prof.dr.Agung Pranoto Msc.SpPdK-EMD, sejak kecil manusia tergantung pada insulin.



Organ mungil bernama pankreas ini bertugas memproduksi insulin untuk memproses asupan glukosa sebagai sumber energi. Ketika pankreas mogok dan tidak memproduksi insulin, misalnya dipaksa bekerja keras karena asupan terlampau banyak, glukosa akan terbuang melalui air seni. Yang menjadi masalah, menurut dr.Rudi seorang dosen Divisi Endokren Departemen Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, menyatakan bahwa pankreas pasien yang datang ke kliniknya sudah dalam kondisi 50 persen rusak. Hal ini terjadi akibat keterlambatan mendeteksi diabetes militus.




Wanita-wanita gemuk berkumpul dan saling mempertontonkan kecantikan dan kebolehan mereka. Alhasil, seorang wanita gendut tapi cantik bernama Moran Baranes berhasil menjadi Miss Fat and Beautiful dengan bobot badan 100-an kilogram. Gemuk dan cantik OK saja asalkan sehat dan tidak terkena diabetes.

Ketika kadar glukosa darah 250 - 300 mg/l, umumnya tidak ada gejala. Manusia dinyatakan sehat bila kadar glukosa darah saat puasa di bawah 100 mg/l, sedangkan dua jam setelah makan dibawah 140 mg/l. Seseorang menderita diabetes melitus bila kadar guklosa darah puasanya lebih dari 125 mg/l dan kadar glukosa darah setelah makannya lebih dari 200 mg/l.



Yang bisa kita amati dari gejala klasik diabetes melitus adalah minum berlebihan, banyak buang air kecil di malam hari dan berat badan cenderung menurun. Gejala klasik ini kerap disalahartikan sebagai tanda sehat. Padahal, berat badan menurun bukan karena diet berhasil, melainkan akibat pankreas mulai rusak, tidak adanya insulin diproduksi untuk mengolah glukosa dalam darah dan lemak cadangan dibakar untuk energi.


Jangan meremehkan wanita gemuk, banyak wanita gemuk yg cantik-cantik juga.

Yang menakutkan adalah diabetes melitus sudah parah dan menimbulkan berbagai komplikasi seperti gangguan ereksi, stroke dan lumpuh, penurunan kemampuan melihat, gagal ginjal dan luka di kaki tidak sembuh-sembuh.Karena itu tindakan tepat untuk mendeteksi gejala diabetes dari awal adalah langkah tepat. Penyembuhan lebih cepat bahkan mungkin diabetes melitus bisa ditunda selama-lamanya. Dengan sendirinya penggunaan suntikan insulin dan obat bisa dihindari.



Untuk mengenali tahap pertama diabetes sebelum memunculkan gejala adalah mengidentifikasi kelompok manusia yang rentan terhadap penyakit ini. Orang gemuk termasuk remaja dengan obesitas, bertekanan darah tinggi, pernah melahirkan bayi dengan bobot lebih dari 4 kilogram, merokok atau memiliki garis keturunan diabetes berisiko tinggi atas penyakit ini. Tanda lain untuk resistensi pada insulin adalah kapalan di tengkuk serta kumis tipis kadang muncul pada perempuan.


Jangan meremehkan wanita gemuk, banyak wanita gemuk lagi cantik juga.


Pada diabetes melitus tipe II atau diabetes melitus yang disebabkan proses imun merusak pankreas, identifikasi masih bisa dilakukan. Sedangkan diabetes melitus tipe I disebabkan kelainan bawaan pada fungsi pankreas. Karena itu diabetes militus tipe I bisa dideteksi sejak kecil. Mengingat diabetes melitus kini menjadi salah satu penyakit degeneratif yang banyak diderita masyarakat, bahkan untuk usia di atas 45 tahun diabetes melitus menjadi penyebab kematian setelah stroke, maka mengatur pola makan dan gaya hidup sehat bisa menghindarkan diri sedini mungkin adanya gejala diabetes melitus pada diri seseorang.

PRA DIABETES.



Ketika gaya hidup orang dari kelompok berisiko diabetes melitus kurang sehat kerap mengonsumsi produk siap saji, kurang olahraga dan biasa merokok, kadar gula glukosa darah bisa meningkat. Ketika kadar glukosa puasa 100 - 125 mg/l dan kadar glukosa setelah makan berkisar 140 - 199 mg/l, seorang sudah dikategorikan prediabetes atau selangkah lagi menjadi penderita diabetes. Dalam tahap ini perbaikan pola hidup harus dilakukan.


Mengontrol berat badan, kadar glukosa darah dan tekanan darah perlu dilakukan agar tidak terkena sindrom gejala diabetes.


Pola makan diatur sesuai kebutuhan. Latihan jasmani atau olahraga secara teratur selama 30 - 45 bahkan 1 jam untuk masa 4 - 5 kali seminggu. Berat badan perlu dikendalikan sesuai dengan indeks masa tubuh normal. Yang tidak boleh dilupakan adalah kontrol kesehatan harus dilakukan teratur. Beberapa indikator yang perlu diperhatikan, menurut dr.Rudi adalah berat badan, kadar glukosa darah, tekanan darah dan profil kolesterol darah.



AFFIRMASI UNTUK HEALING PENYAKIT DIABETES MELITUS.

Bagi praktisi reiki apa pun latar belakang tradisinya, Anda dapat melakukan self healing untuk mencegah kasus diabetes melitus dengan merancang affirmasi agar energi reiki bekerja ke dalam sistem tubuh energi dengan tepat. Saat akan memulai self healing ketika energi reiki mulai mengalir, kita dapat memberikan affirmasi misalnya, " Energi Reiki bekerja menurunkan dan menormalkan kadar gula dalam darah, menghidupkan kembali sel pankreas untuk memproduksi insulin kembali, meningkatkan energi di chakra seks untuk memperkuat energi di organ reproduksi sekian kali lipat ( sebutkan rangenya )."



Mulai salurkan energi reiki ke organ vital dimana terdapat chakra seks dengan santai. Anda pun dapat memberikan healing kepada orang lain untuk kasus penyakit itu dengan cara mengarahkan energi reiki setelah diberi pengarahan affirmasi yang tepat sesuai dengan kebutuhan klien. Yang tak kalah pentingnya dari kasus penyakit diabetes melitus adalah tetap menjaga pola hidup sehat ala medis kedokteran dan selebihnya mendayagunkan kemampuan energi reiki untuk menjaga tubuh tetap sehat dan bugar dalam hidup ini.



Sumber tulisan : Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kompas ( 21/7/10 ) dan Praktek Reiki.

Read More..

SOFTWARE PSR.

ARUMSEKAR ON FACE BOOK.

REIKI LIKE

KOTA DAN NEGARA

STATISTIK ALEXA

About Me

Foto saya
Saya adalah manusia biasa seperti Anda juga yang sama-sama mengarungi hidup ini dengan menjalin tali persahabatan.Masih ingin belajar untuk meningkatkan pengetahuan khususnya bidang kesehatan alami. Karena itu saya tertarik belajar REIKI dan dengan REIKI pula saya belajar menyembuhkan diri sendiri dari gangguan penyakit. Namun demikian saya juga berteman dengan kalangan medis yang berprofesi dokter, perawat sekaligus sebagai Praktisi Reiki. Dengan merekalah saya belajar untuk menjadi manusia sehat baik jasmani dan rukhani. Senang melakukan perjalanan dinas karena tuntutan pekerjaan.

Blog Archive

ARUM ON BLOG SPOT COM.