







Iring-iringan sepeda ontel yang melintas Pondok Indah di Sabtu pagi 22 Mei 09 lalu menyalip laju kendaraan yang sehat dengan reiki kendarai menuju bundaran taman Pondok Indah Jakarta Selatan. Rombongan pengguna sepeda yang bergerak dari arah Jembatan Layang Pasar Kebayoran Lama ini sedikit mengurangi kecepatan ketika masuk terowongan simpang Pondok Indah. Sudah tidak aneh lagi kalau saat ini warga Jakarta memanfaatkan sepeda sebagai alat transportasi baik ke pasar,kampus atau ke kantor di hari kerja.Hari Sabtu dan Minggu pun komunitas sepeda ontel biasa mangkal di Kawasan Senayan.
Jauh nun di sana di pedesaan Bantul setiap pagi kita bisa melihat rombongan pekerja yang mengayuh sepeda menuju Jogjakarta secara berombongan.Bahkan di petang hari pun mereka melintas balik menuju Bantul secara berombongan pula. Tampaknya sepeda merupakan alat transportasi pribadi sebagai moda angkutan murah meriah bebas polusi bahkan sangat hemat tidak memerlukan bahan bakar.
Sepeda kini bukan hanya digunakan sebagai alat untuk transportasi tetapi juga digunakan untuk berolahraga. Sebagai alat transportasi sepeda sangat digemari oleh orang muda, tua bahkan komunitas sepeda gembira sudah ada di Jakarta tatkala hari Minggu mereka berkumpul di Lapangan Monas lalu secara berombongan mengayuh sepeda menuju Kawasan Kota Tua Jakarta di Pasar Ikan.
Melihat geliat pengguna sepeda di Jakarta semakin banyak khususnya di hari libur Sabtu dan Minggu, maka para ahli perakitan sepeda melakukan pengembangan berbagai macam penelitian dan teknologi untuk menganalisa atribut , gerak pedal dan posisi tubuh ketika mengayuh sepeda di jalanan.Dari data yang didapat para ahli ergonomi sepeda memaksimalkan sepeda dan peralatannya agar sesuai dengan struktur tubuh pengendaranya.
Posisi tubuh di atas sepeda memang berbeda dilihat satu dengan lainnya. Mereka bisa mengatur segi ergonomic saat bersepeda sehingga didapat kenyamanan total saat mengayuh sepeda di jalanan.Dengan membungkuk bahkan posisi badan tegap dengan pandangan jauh kedepan, seorang pengayuh sepeda masih bisa mendengarkan lagu-lagu lewat walkman bahkan kini melalui handset Hand Phone yang diikatkan dipinggang.
Melalui pembelajaran dan pengembangan seni bersepeda akhirnya para ahli menemukan nilai fitting yang sesuai yaitu meningkatkan kualitas hidup orang banyak termasuk di sini orang yang hobi naik sepeda. Salah satu contoh adalah kasus Eddy Merckx, seorang cyclist terhebat sepanjang masa, selalu membawa 5 mm kunci Allen di kantongnya.
Setiap mengayuh sepeda baik di arena lomba balap sepeda atau di luar lomba balap sepeda ia selalu melakukan penyesuaian pada tinggi saddle berapa kali sehari. Hal ini dilakukan Eddy Merckx karena ia pernah mengalami sakit yang luar biasa karena peristiwa tabrakan. Dari kasus Eddy terdapat 2 poin yang dapat dipelajari saat bersepeda.
Pertama jika posisi Anda tidak nyaman saat berkendara, bersepeda tentunya menjadi tidak nyaman dan menyenangkan. Kedua posisi yang sesuai saat bersepeda sangat penting untuk penampilan yang maksimal sehingga merasakan nyaman saat mengayuh pedal sepeda di jalanan.
Para ahli melakukan analisa dan mengembangkan teknologi sepeda yang dinamis, sesuai dengan postur tubuh.Ini penting untuk cyclist agar saat bersepeda dengan menempuh jarak panjang antar 2 kota merasakan nyaman dan tetap sehat sehabis melakukan aktivitas bersepeda. Melihat manfaat bersepeda menjadikan badan tetap sehat, sudahkah Anda memutuskan untuk memakai sepeda dalam beraktivitas sehari-hari?
Gambar: www.google.com

Hingga hari Senin siang ini, kawasan bencana Situ Gintung di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten masih banyak dikunjungi warga yang hendak melihat maupun mengabadikan kawasan bencana ini. Pantauan sehat dengan reiki bersama tim liputan progama ibukota siang tadi melihat kawasan ini bagaikan pasar tiban dengan ramainya pengunjung dan pedagang membaur jadi satu di tengah teriknya matahari yang menyengat. Kondisi ini ternyata dimanfaatkan oleh sebagian warga untuk mendapatkan keuntungan menyediakan jasa parkir.
Banyak warga berdatangan ke kawasan bencana Cirende dan menganggap lokasi bencana Situ Gintung sebagai tempat wisata baru. Terlihat tidak sedikit orang tua membawa anak mereka yang merengek-rengek ingin mendekat ke lokasi jebolnya tanggul Situ Gintung. Mereka berjalan beriringan menyusuri tanggul yang sekarang ini airnya sudah kering menyisakan lumpur coklat di dasar danau.
Pengunjung dadakan ini sebagian besar memotret menggunakan kamera digital ataupun kamera Hand Phone. Mereka memotret dan merekam gambar lokasi bencana dengan menggunakan camcoder ke objek lokasi bencana yang sudah luluh lantak karena diterjang air bah jebolan Situ Gintung.Bahkan ada pengunjung yang dipotret dengan latar belakang Situ Gintung yang sudah kering..
Kondisi ini ternyata membawa rezeki bagi sebagian warga dengan membuka lahan parkir. Mereka membuka tempat penitipan sepeda motor di jalan Juanda Ciputat, yang terletak di seberang lokasi bencana. Suasana bagaikan pasar tumpah dadakan di lokasi pinggiran tanggul yang masih utuh. Penjual mainan anak-anak, makanan dan minuman paling laris menjajakan dagangannya.
Akan halnya jasa parkir kendaraan bermotor, pemilik parkir bisa menikmati rejeki ini sambil mengawasi sepeda motor yang dititipkan pengunjung. Di sini terlihat 50 motor parkir di sisi jalan. Ini baru satu tempat areal parkir. Belum di tempat lain di seputar Situ Gintung. Penduduk di sini pun membuka usaha jasa penitipan sepeda motor di samping warung makanan dan minuman.
Para juru parkir dadakan ini memungut biaya parkir sebesar seribu rupiah per kendaraan. Simak penuturan Hartono, salah seorang juru parkir dadakan di kawasan bencana mengatakan," Ide membuka lahan parkir datang secara spontan. Saya lihat hari kedua bencana pengunjung semakin ramai datang ke sini dan kesulitan mencari tempat parkir, katanya sambil mendorong sepeda motor pelanggan ke pinggir jalan.
Hasil parkir yang ditawarkan Hartono ternyata mendatangkan keuntungan yang sangat besar. Hartono mengaku dalam 3 hari membuka lahan parkir ini, dirinya sudah dapat mengumpulkan satu juta lima ratus ribu rupiah. Hartono mengaku akan terus menyediakan jasa parkir selama warga masih ingin berdatangan ke kawasan bencana Situ Gintung ini.
Ketika tim liputan sehat dengan reiki ketika menyusur jalan setapak digenangan lumpur yang belum sepenuhnya kering, melihat rombongan anak sekolah yang masih memakai seragam sekolah berjalan beriringan mengitari bibir tanggul sambil bersendau gurau. Mereka asyik memotret kawannya secara bergantian. Di latar belakang di kejauhan terlihat puing-puing rumah penduduk yang sudah rusak diterjang air bah Situ Gintung.
Di sini di areal Situ Gintung keceriaan dan kesedihan membaur menjadi satu. Pengunjung berdarmawisata menyaksikan lokasi bencana sambil memotret sedangkan keluarga korban yang selamat masih dirawat di rumah sakit, bahkan ada di antaranya yang kehilangan sanak saudaranya yang di antaranya sampai saat ini belum ditemukan jenazahnya.Kendatipun sudah ada larangan berkunjung ke kawasan ini mereka toh tetap hadir di Situ Gintung.
Foto Detik Com.
