Burung
saat ingin berkembang biak tentu akan membuat sarang di pohon yang
tinggi, atau pada rongga pohon yang sudah tua kayunya untuk dilobangi
dan dijadikan sarang yang nyaman untuk ditempati. Salah satu jenis
burung yang membuat sarang di pohon pinus adalah burung pelatuk. Burung
pelatuk ini membutuhkan pohon pinus yang sudah tua, terutama buah pinus
yang bentuknya seperti granat.

Burung
pelatuk yang memiliki simpul pita merah di kepalanya itu, merupakan
satu-satunya spesies yang mempunyai kebiasaan menggali rongga di pohon
dan kemudian dijadikan sarang. Tentu saja jenis burung pelatuk ini
tersebar di seluruh wilayah tenggara Amerika Serikat. Kerusakan habitat
ditambah pola reproduksi burung pelatuk yang khas, menjadikannya
sebagai salah satu spesies yang kini terancam punah.
Dengan
pita merah di kepalanya, burung pelatuk ini memiliki pasangan yang sama
selama beberapa tahun dan tinggal di kluster bersama dengan empat
sampai sembilan burung pelatuk lainnya. GeoWeek menyatakan, biasanya di
dalam kelompok yang mayoritas terdiri dari burung jantan itu, hanya satu
pasangan yang bertelur dan mengasuh anaknya setiap tahun.

- Downy Woodpecker saat musim kawin tiba, akan membuat sarang di batang pohon pinus tua dengan cara melobangi kayunya.

- Red Bellied Woodpecker mendongakkan kepalanya keluar lubang untuk menyambut pasangannya yang sedang berburu makanan.

- Pileated Woodpecker saat sedang mencari dahan pohon untuk dilobangi.

- Bennetts Woodpecker saat pulang dari berburu makanan siap memberikan hasil buruannya kepada anaknya.

- Acorn Woodpecker bergotong royong dalam mencari makanan buat anaknya dari ancaman predator.

- Burung
Pelatuk Bawang atau Dinopium javanense menjadi burung langka yang
terancam punah. Di Indonesia populasi burung ini bisa di jumpai di
Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.
Adapun
anggota keluarga lainnya disebut helpers, mereka membantu mengerami
telur dan mengasuh si anak burung. Burung betina akan meninggalkan
kelompoknya ketika musim bertelur berikutnya tiba. Salah satu populasi
terbesar burung pelatuk berpita merah adalah di Fort Bragg, sebuah
pangkalan militer AS di dekat Fayetteville, Nort Carolina.
Sekitar
tahun 1970, burung pelatuk dengan simpul pita merah dinyatakan sebagai
spesies yang terancam punah. Sebuah rencana penyelamatan kemudian dibuat
20 tahun lalu dan berhasil menambah populasi burung pelatuk yang hidup
di Fort Bragg bertambah jumlahnya. Melihat gambar di atas tentu Anda
akan bergumam, sungguh cantik nian burung pelatuk itu?
Sumber : GeoWeeks.
0 komentar