ON LINE

Followers

KOTA INI TIDAK MENYEMBELIH SAPI

Diposting oleh BLOG SEHAT ALAMI Jumat, 27 November 2009


Hari Raya Iedul Fitri 1 Syawal 1430 Hijrah sudah 2 bulan berlalu kini tiba saatnya umat Islam kembali merayakan Hari Raya Haji yang dikenal dengan Hari Raya Idul Adha yang di Indonesia jatuh tanggal 26 Nopember 2009. Umat Islam yang mampu disyariatkan berkurban dengan binatang sembelihan seperti kambing, domba, sapi dan kerbau. Ritual berkurban bagi umat Islam adalah menapak tilas ajaran Bapak Monoteisme Ibrahim yang menjadi Rasul dan diperintahkan Tuhan untuk menyembelih putranya Ismail melalui mimpi.


Sungguh berat arti mimpi itu bagi Ibrahim untuk dilaksanakan tatkala putera yang dicintainya menginjak remaja harus dikorbankan. Mengingat di usia tua di masa kerasulannya baru dikarunia turunan anak saleh dan satu-satunya putera yang menjadi penghibur laranya, mendadak menerima perintah berkurban. Apa boleh buat perintah dalam mimpi ini harus dilaksanakan. Sebelum menjalankan perintah itu Ibrahim menanyakan Ismail apakah bersedia dikorbankan? Ismail kecil yang cerdas, tampan dan bijaksana menjawab bersedia dikorbankan demi memenuhi seruan Tuhan lewat mimpi Sang Bapak .


Pergulatan bathin Sang Bapak tampaknya dimonitor oleh Iblis yang membujuk Ibrahim agar mengurungkan niatnya menyembelih Ismail. Segala tipu daya Iblis tidak mempan dan hari pelaksanaan kurban tiba. Ismail kecil dibaringkan dan dengan tegar menanti pisau tajam Sang Ayah menetak lehernya. Sekali tebas pisau ini akan memutuskan leher Ismail tapi apa yang terjadi? Bukan leher Ismail yang putus tetapi kibas besar yang menggelepar meneteskan semburan darah segar dari lehernya yang hampir putus karena pisau Ibrahim. Ismail selamat dan tidak lecet lehernya.


Karena membenarkan mimpinya dan memenuhi seruan Tuhan, akhirnya Tuhan memerintahkan Malaikat Jibril mengganti Ismail dengan seekor domba besar sebagai ganti dirinya. Dan sejak saat itu ritual berkurban mulai diberlakukan kepada umat-umat setelah kerasulan Ibrahim sampai umat Islam di jaman Nabi Muhammad hingga sekarang ini. Momentum berkurban setiap tahun diperingati setiap tanggal 10 Dzulhijah dan tahun ini jatuh bertepatan dengan hari Jumat Agung tanggal 27 Nopember 2009 atau 1430 Hijrah. Di Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam biasa menyembelih binatang kurban sapi atau kambing.


Itulah sekilas cerita sejarah Nabi Ibrahim yang dikaitkan perintah berkurban yang sehat dengan inti reiki dengar dari guru agama Islam tatkala masih duduk di bangku sekolah dulu dan sering diulang-ulang riwayat berkurban ini melalui dakwah ustad di mimbar peringatan Hari Raya Idul Adha atau melalui siaran radio, televisi maupun surat kabar bahkan internet di jaman komputer ini. Semua binatang yang dikurbankan kalau tidak kambing ya sapi. Hanya ada satu keistimewaan binatang sapi yang tidak dikurbankan di satu tempat di Jawa ini tetapi diganti dengan kerbau. Tempat manakah itu? Baiklah sehat bersama inti reiki ajak Anda sejenak ke Kudus Jawa Tengah di mana binatang kurban sapi diganti dengan kerbau saat hari raya qurban.


Kudus erat kaitannya dengan sebutan kota Wali. Kota kabupaten yang berada di jalur pantura dari Semarang arah ke Pati. Sejarah berdirinya kota Kudus erat kaitannya dengan keberadaan Sunan Kudus yang menyebarkan agama Islam dan membangun Masjid Agung Kudus yang mempunyai menara dengan ornamen indah perpaduan seni klasik peninggalan agama Hindu Majapahit. Kota Kudus atau Baitul Mukadis sudah terkenal di Nusantara. Para peziarah wali sering menyempatkan ziarah ke makam Sunan Kudus ini. Semasa hayatnya Sunan Kudus berdakwah menyebarkan agama Islam di daerah pantura Jawa Tengah bagian Timur.


Sunan Kudus berguru pada Sunan Kalijaga dan berkelana ke berbagai daerah tandus di Jawa Tengah seperti Sragen, Simo hingga Gunung Kidul. Cara berdakwah pun meniru pendekatan Sunan Kalijaga kepada penduduk setempat yang kala itu masih banyak memeluk Agama Hindu Majapahit dan Budha. Beliau sangat toleran pada budaya setempat dan menyampaikan dakwah secara halus. Karena itu para wali yang kesulitan berdakwah di Kudus menunjuknya untuk berdakwah di daerah ini. Cara Sunan Kudus dalam berdakwah kepada masyarakat Kudus dan sekitarnya waktu itu menggunakan simbol-simbol Hindu dan Budha.


Hal itu terlihat dengan peninggalan Masjid Besar Kudus dimana arsitek bangunan masjid, pancuran tempat wudhu, menara masjid dan pintu gerbang melambangkan delapan jalan Budha. Sebuah wujud kompromi kepada masyarakat Kudus pemeluk agama Budha. Bukan itu saja wujud toleransi beliau kepada masyarakat Kudus dan sekitarnya. Bagi yang memeluk agama Hindu pun mendapat perlakuan sama tatkala beliau sedang berdakwah. Suatu saat Sunan Kudus berdakwah di masjid. Ia memancing rakyat untuk mendengarkan ceramahnya sambil menambatkan sapinya yang diberi nama Kebo Gumarang.


Masyarakat Kudus yang beragama Hindu dan mengagungkan sapi menjadi simpati. Apalagi setelah mereka mendengarkan penjelasan Sunan Kudus perihal kandungan isi Surat Al Baqarah yang berarti sapi betina, akhirnya banyak rakyat Kudus yang beragama Hindu masuk Islam. Sampai sekarang masyarakat Kudus dan sekitarnya yang masih tradisional masih menolak menyembelih sapi baik untuk keperluan sehari-hari atau pun di hari raya qurban. Ini adalah bentuk penghormatan Sunan Kudus kepada rakyat Kudus yang jaman itu masih memeluk agama Hindu. Larangan itu sampai sekarang masih dipatuhi masyarakat Kudus khususnya Kudus Kulon. Sebagai ganti binatang kurban setiap kali masyarakat Kudus merayakan Hari Raya Idul Adha, warga memotong kerbau sebagai binatang kurban.


Penuturan larangan warga Kudus menyembelih sapi memang dibenarkan oleh warga setempat dan warga Kudus yang hidup di perantauan. Saat hari Raya Qurban Anda datang ke Kudus hari ini bakal tidak akan menemui sapi sebagai binatang qurban. Yang ada kerbau sebagai gantinya atau kambing.Tradisi turun temurun sampai saat ini masih berlaku di Kudus untuk tidak menyembelih sapi. Kudus mendapat sebutan kota wali memang patut dikunjungi. Bagi Anda sahabat sehat dengan reiki yang belum pernah ke sana dipersilahkan melihat yang satu ini. Kudus dengan Masjid Agungnya, wisata kuliner dengan soto kudus berdaging kerbau serta dodol dan kretek kudus bisa dijumpai di sini. Semua serba murah dan terjangkau kocek Anda.

Gambar ilustrasi : respati.at.ua


2 komentar

  1. Triunt Says:
  2. Heh, iya pernah liat di tipi.
    kuduh kagak nyembelih sapi.

    salam kenal :)

     
  3. Unknown Says:
  4. Met hari raya mas...
    jd pengen ke kudus lagi nih

    salam kenal

     

Posting Komentar

SOFTWARE PSR.

ARUMSEKAR ON FACE BOOK.

REIKI LIKE

KOTA DAN NEGARA

STATISTIK ALEXA

About Me

Foto saya
Saya adalah manusia biasa seperti Anda juga yang sama-sama mengarungi hidup ini dengan menjalin tali persahabatan.Masih ingin belajar untuk meningkatkan pengetahuan khususnya bidang kesehatan alami. Karena itu saya tertarik belajar REIKI dan dengan REIKI pula saya belajar menyembuhkan diri sendiri dari gangguan penyakit. Namun demikian saya juga berteman dengan kalangan medis yang berprofesi dokter, perawat sekaligus sebagai Praktisi Reiki. Dengan merekalah saya belajar untuk menjadi manusia sehat baik jasmani dan rukhani. Senang melakukan perjalanan dinas karena tuntutan pekerjaan.

Blog Archive

ARUM ON BLOG SPOT COM.