


Burung
pelatuk yang memiliki simpul pita merah di kepalanya itu, merupakan
satu-satunya spesies yang mempunyai kebiasaan menggali rongga di pohon
dan kemudian dijadikan sarang. Tentu saja jenis burung pelatuk ini
tersebar di seluruh wilayah tenggara Amerika Serikat. Kerusakan habitat
ditambah pola reproduksi burung pelatuk yang khas, menjadikannya
sebagai salah satu spesies yang kini terancam punah.Para ilmuwan China berhasil melakukan penelitian migrasi Antelop Tibet dengan menggunakan sistem satelit. Ilmuwan mendapatkan data migrasi musiman antelop hanya terjadi pada jenis betina, sementara migrasi besar antelop berlangsung setiap tahun. Penelitian dilakukan sekelompok ilmuwan dari Institut Zoologi Di Xian Propinsi Shaanxi China, Minggu ( 03/07 ).
Para ilmuwan melacak dan merekam migrasi musiman antelop Tibet selama tujuh tahun terakhir. Wu Xiaoming beserta peneliti lainnya memulai penelitian di wilayah Hoh Xil di propinsi Qinghai saat pembangunan rel kereta api yang menghubungkan Qinghai - Tibet masih dalam tahap awal pada tahun 2004. Mereka terus mencermati kondisi hidup satwa liar termasuk antelop Tibet.
Sementara sistem pelacakan satelit telah diterapkan dalam survei mereka sejak tahun 2007. Satelit tersebut terhubung dengan sensor yang dipasang pada antelop. Pemantauan dengan satelit biasanya hanya digunakan untuk meneliti migrasi burung. Dengan sistem ini peneliti dapat mengumpulkan informasi koordinat lokasi pergerakan antelop, sehingga bisa menyimpulkan rute dan jarak migrasi hewan tersebut.
Peneliti sudah mendapatkan beberapa kesimpulan di antaranya migrasi musiman hanya melibatkan antilop betina. Dalam skala besar migrasi antelop terjadi setiap tahun. Sekalipun habitat antelop tidak jauh dari rel kereta api, namun mereka tidak terpengaruh kereta api yang melintas setiap hari.
Sumber : Reuters/China and Tibetan Antelope Research.
Read More..Ratusan spesies baru baru ditemukan di Filipina menyusul kegiatan eksplorasi darat dan laut selama 42 hari di Filipina. Kegiatan eksplorasi dilakukan oleh The California Academy of Science menemukan lebih dari 300 spesies baru. Filipina dipilih karena termasuk kawasan kaya akan flora dan fauna yang belum dikenal dan tengah terancam.
Pemimpin ekspedisi, Terrence Gosliner menjelaskan, keanekaragaman bawah laut di Filipina belum tersentuh sehingga setiap kali menyelam atau mendaki gunung, selalu ada spesies baru ditemukan. Salah satu spesies yang ditemukan adalah hiu laut dalam yang bisa menggelembungkan badan dengan mengisi air untuk menakut-nakuti hewan pemangsa lain.
Tim ekspedisi juga menemukan tiga spesies lobster baru yang bentuk giginya mirip jarum. Spesies langka lain adalah tanaman spikemoss di dataran tinggi Gunung Isarog. Sebelum itu tim peneliti lain juga menemukan salah satu dari tujuh spesies yaitu binatang kecil mengerat yang habitatnya ada di hutan Luzon dan hanya makan biji-bijian dan cacing.
Sumber : AP/LUK.
Read More..Sejauh ini para ilmuwan tahu bahwa penyu belimbing raksasa yang berada di Samudra Atlantik Selatan perlu menjelajah jauh untuk mencari makan. Perjalanan tersebut sungguh melelahkan memakan waktu lama sekitar lima tahun sebelum penyu belimbing ini pulang ke perairan asalnya. Sebagaimana hasil penelitian yang dikeluarkan para ilmuwan dari University of Exeter, Inggris, mengungkapkan sejumlah misteri tentang ke mana penyu belimbing ini pergi menjelajah meninggalkan perairan kampung halamannya.
Dalam melacak keberadaan penyu belimbing para ilmuwan menggunakan sampel dua lusin penyu betina dengan memasang alat pelacak digital di tubuhnya sehingga pergerakan mereka bisa dimonitor. Selanjutnya data-data yang terkumpul dianalisa, menunjukkan para penyu ini menyusuri tiga jalur penjelajahan di antaranya jalur yang menyeberangi Samudra Atlantik yang panjangnya sampai 7,500 kilometer.
Jalur migrasi ini sebagaimana dirilis situs GeoWeek membawa penyu-penyu tersebut pada wilayah perairan di Atlantik yang ternyata kaya akan bahan makanan. Wilayah perairan itu berada di bawah pengawasan belasan negara yang berbeda letak geografisnya. Selanjutnya upaya-upaya konservasi itu bisa membuat wilayah perairan ini kondusif bagi komunitas penyu belimbing.
Kondisi berbeda terjadi di wilayah Pasifik, yang sejak lama mengalami pencemaran akibat aktivitas penangkapan ikan dengan pukat. Selain itu adanya pembangunan berkelanjutan yang terjadi di sepanjang pesisir yang menjadi area pengembangbiakan penyu belimbing. Penyu belimbing berkembang biak dengan cara bertelur.
Upaya menyelamatkan penyu itu adalah dengan tidak memutuskan mata rantai pengembangbiakannya, diantaranya tidak memburu telurnya untuk diperjualbelikan. Penyu belimbing juga memiliki tubuh terbesar dengan kemampuan menyelam terbaik. Penyu penjelajah ini panjangnya bisa sampai dua meter dan beratnya bisa mencapai 900 kilogram.
Menurut carelingkungan.blogspot.com dalam artikelnya tentang penyu menyebutkan, Penyu adalah kura-kura laut. Penyu ditemukan di semua samudra di dunia. Menurut data para ilmuwan, penyu sudah ada sejak akhir zaman Jura (145 - 208 juta tahun yang lalu) atau seusia dengan dinosaurus. Pada masa itu Archelon, yang berukuran panjang badan enam meter, dan Cimochelys telah berenang di laut purba seperti penyu masa kini.
Penyu memiliki sepasang tungkai depan yang berupa kaki pendayung yang memberinya ketangkasan berenang di dalam air. Walaupun seumur hidupnya berkelana di dalam air, sesekali hewan kelompok vertebrata, kelas reptilia itu tetap harus sesekali naik ke permukaan air untuk mengambil napas. Itu karena penyu bernapas dengan paru-paru. Penyu pada umumnya bermigrasi dengan jarak yang cukup jauh dengan waktu yang tidak terlalu lama. Jarak 3.000 kilometer dapat ditempuh 58 - 73 hari.
Tidak banyak informasi yang diketahui tentang Penyu Belimbing ( Dermochelys coriacea ) karena hampir seluruh hidupnya dihabiskan untuk bermigrasi menjelajahi samudera. Penelitian menggunakan satelit transmisi oleh WWF Indonesia di Jamursba Medi, Papua, bekerjasama dengan lembaga penelitian internasional NOAA ( National Oceanic and Atmospheric Administration ), belum lama ini berhasil menyibak rahasia pengembaraan hewan langka tersebut.
Sepuluh ekor Penyu Belimbing yang dipasangi transmitter dipunggungnya dan dilepas dari pantai Jamursba Medi Papua pada Juli 2003 lalu. Menurut pantauan satelit, kini salah satunya berada di Pantai Barat Amerika Serikat, tepatnya di Monteray Bay, sekitar 25 km dari Golden Bridge, San Fransisco. Ini berarti, Penyu Belimbing tersebut telah mengarungi Samudera Pasifik dan menempuh jarak sekitar 6000 mil dari habitat asalnya di Papua dalam jangka waktu lebih dari satu tahun!
Sumber : GeoWeek Kompas.
Read More..Ciri fisik burung kuau raja memiliki bulu sayap dan ekor yang panjang, berwarna coklat kemerahan dengan motif bulat menyerupai mata serangga. Burung ini memiliki jambul tipis di atas kepala dan kulit kepala berwarna biru. Burung betina berukuran lebih kecil daripada burung jantan dan bulunya dihiasi sedikit motif bulat.
Kuau raja mengeluarkan suara bunyi ku-wau mungkin hal tersebut untuk menjelaskan nama spesies ini. Interval suara itu berkisar antara 15 - 30 detik. Burung ini biasa terbang pada jarak pendek di mana habitatnya hidup di permukaan tanah pada hutan tropis di dataran rendah.
Populasi burung kuau raja atau nama latinnya Argusianus argus terus menurun walaupun tidak terlalu cepat, karena kehilangan habitat dan diburu manusia. Populasi diperkirakan saat ini mencapai 100.000 burung dewasa. Menurut International Union for Conservation of Nature, burung ini dikategorikan sebagai Near Threatened atau mendekati terancam punah.
Sungguh sayang jika mendekati terancam punah. Burung yang hidup di Paparan Sunda mencakup mulai dari selatan Bukit Tenasserim, Myanmar, Tenggara Thailand, Sabah, Sarawak, Semenanjung Malaka, Brunei, Kalimantan dan Sumatera harus dilindungi keberadaannya dari perburuan liar yang mengancam kehidupannya.
Selain burung Kuau Raja yang terancam punah masih ada tiga jenis burung lain mendekati kepunahan. Menurut Lembaga Konservasi Dunia atau International Union for Conservation of Nature (IUCN), dinyatakan mendekati terancam punah, meliputi luntur kasumba (Harpactes kasumba), julang jambul hitam (Aceros corrugatus) dan cekakak hutan melayu (Actenoides concretus).
Sumber : International Union for Conservation of Nature, BirdLife.
Read More..Sejarah keberadaan Jalak Bali tidak bisa dilepaskan dari laporan penemuan
Dr. Baron Stressmann seorang ahli burung berkebangsaan Inggeris pada tanggal 24 Maret 1911. Atas rekomendasi Stressmann, Dr. Baron Victor Von Plessenn mengadakan penelitian lanjutan (tahun 1925) dan menemukan penyebaran burung Jalak Bali mulai dari Bubunan sampai dengan Gilimanuk dengan perkiraan luas penyebaran 320 km2. Pada tahun 1928 sejumlah 5 ekor Jalak Bali di bawa ke Inggeris dan berhasil dibiakkan pada tahun 1931. Kebun Binatang Sandiego di Amerika Serikat mengembangbiakkan Jalak Bali dalam tahun 1962 (Rindjin, 1989).
Habitat terakhir Jalak Bali di Taman Nasional Bali Barat hanya terdapat di Semenanjung Prapat Agung (tepatnya Teluk Brumbun dan Teluk Kelor). Hal ini menarik karena dalam catatan sejarah penyebaran Jalak Bali pernah sampai ke daerah Bubunan - Singaraja (± 50 km sebelah Timur kawasan). Keberadaan burung jalak Bali masuk katagori apendiks satu atau hewan yang sudah langka dan jelas-jelas dilindungi. Burung ini hanya ditemukan di Bali, kini sudah bertambah jumlahnya seiring suksesnya penangkaran yang dilakukan Mario Blanco seniman lukis putera Maestro Seni Antonio Blanco.
Mario berupaya melestarikan dan mengembangan burung jalak yang mempunyai ciri khas khusus yaitu bulu berwarna biru di sekitar matanya ini, telah mulai menangkarkan jalak Bali sejak empat tahun lalu. Diawali dengan sepasang indukan dan dibantu oleh empat karyawan yang bertugas merawat, burung jalak Bali kini jumlahnya telah mencapai tujuh puluh ekor. Untuk mendapatkan izin memelihara jalak Bali yang merupakan kebanggaan masyarakat Bali, Mario Blanco harus mendapatkan izin dari Badan Konservasi Sumber Daya Alam- KSDA Pusat di Jakarta.
Di samping adanya musium lukis yang sering didatangi wisatawan asing, berbagai jenis burung dan ayam juga ada di halaman musium ini. Tidak jarang wisatawan yang tujuan utamanya mengunjungi musium menjadi berubah pikiran dan asyik bercengkerama dengan berbagai burung. Menurut Wikipedia berbahasa Indonesia, Jalak bali (Leucopsar rothschildi) adalah sejenis burung pengicau berukuran sedang, dengan panjang lebih kurang 25cm, dari suku Sturnidae.
Jalak Bali memiliki ciri-ciri khusus, di antaranya memiliki bulu yang putih di seluruh tubuhnya kecuali pada ujung ekor dan sayapnya yang berwarna hitam. Bagian pipi yang tidak ditumbuhi bulu, berwarna biru cerah dan kaki yang berwarna keabu-abuan. Burung jantan dan betina serupa. Jalak bali hanya ditemukan di hutan bagian barat Pulau Bali. Burung ini juga merupakan satu-satunya spesies endemik Bali dan pada tahun 1991 dinobatkan sebagai lambang fauna Provinsi Bali. Keberadaan hewan endemik ini dilindungi undang-undang.
Sumber : Wikipedia Bahasa Indonesia/www.tnbalibarat.com/FTP
Read More..Bali memang makin terang benderang namanya disebut warga belahan dunia lain di luar Indonesia. Tentu saja aroma mistiknya selalu mengundang siapa saja untuk datang ke sini. Masih teringat dalam ingatan sehat dengan kundalini reiki tatkala mendapat tugas membuat film dokumenter budaya Masyarakat Trunyan tahun 1988 lalu. Di daerah ini kita bisa melihat dan merasakan suasana mistis ketika kaki melangkah masuk ke areal pekuburan Desa Trunyan di mana mayat manusia dikuburkan di atas tanah dan tidak ditutupi dan dibiarkan saja membusuk. Anehnya tidak ada aroma bau busuk mayat menyebar di areal makam ini. Yang ada bau daun kering Pohon Tarumenyan yang jatuh berserakan di areal makam ini. Konon menurut cerita masyarakat adat Trunyan, bau mayat membusuk sudah diserap oleh Pohon Tarumenyan sehingga bau busuk tidak menyebar kemana-mana.
Itulah salah satu sisi magis dari keberadaan Pohon Taru Menyan yang legendaris itu. Namun Bali masih banyak menyimpan cerita unik berkaitan dengan satu kawasan yang sangat erat sekali hubungannya dengan kehidupan binatang. Tengok saja kawasan Lagoon seluas 30 hektar di kawasan Nusa Dua. Lagoon saat itu menjadi tempat tinggal persinggahan burung yang terbang lintas benua. Setidaknya ada 77 spesies burung yang mendarat dan tinggal sebentar setelah itu terbang kembali meninggalkan kawasan ini. Menurut Made Mandra, Direktur Utama Bali Tourism Development Corporation ( BTDC ) Lagoon ini sekarang ini juga menjadi tempat tinggal beberapa jenis ikan. " Keberadaan ikan akhirnya mengundang berbagai komunitas burung untuk bermukim dan membuat ekosistem baru di wilayah ini, " katanya.
- TRUNYAN, INDONESIA - MARCH 21: Skulls are positioned at a village cemetery in Kuban, on March 21, 2007 near Trunyan, Bali resort island, Indonesia. Unlike the Balinese people, the people of Trunyan do not cremate or bury their dead but lay them out in bamboo cages to decompose. The stench is masked by the perfumed scents from a huge Banyan tree growing nearby. Trunyan ancient village is inhabited by people who call themselves "Bali Aga" or original Balinese who have maintained many of the old Balinese customs. (Photo by Dimas Ardian/Getty Images)
Kawasan pariwisata berbasis pada alam tampaknya akan diwujudkan di Lagoon ini. Lahan hijau terbuka yang tersisa di Kawasan Nusa Dua dibiarkan terbuka yang dapat diakses masyarakat umum. Dengan dibangunnya fasilitas pengamatan burung untuk pengunjung berupa menara pandang, dengan sendirinya akan membuat pengunjung betah berlama-lama mengamati tingkah polah burung hinggap di dahan pohon. Keunikan satwa lain seperti biawak kecil yang disebut alu pun ada di sini. Banyaknya burung lokal di tambah burung migran tinggal di Lagoon ini mulai dilirik wisatawan domestik dan mancanegara sebagai wisata pengamatan burung atau bird watching.
Pada bulan Oktober hingga November misalnya, dari Lagoon ini kita bisa menikmati dan mengamati burung-burung yang singgah dalam penerbangan mereka dari Siberia menuju belahan bumi Selatan. Karena itulah penerbangan burung ini disebut penerbangan lintas benua. Burung-burung Siberia seperti burung trinil dan cerek cukup banyak. " Kalau sekitar bulan Juni umumnya burung-burung dari Australia seperti jenis kirik-kirik dan cekakak suci terbang dan hinggap tinggal di sini beberapa saat lamanya, " ujar Deni Purwandana, seorang penggiat Komunitas Kokokan Denpasar seraya mengungkapkan Lagoon yang ada di Nusa Dua ini memang menjadi habitat bagus bagi burung-burung lokal dan tempat transit beberapa jenis burung migran.
Kenapa burung memiliki peran penting bagi perkembangan ekosistem? Menurut Inspiratorial Kompas yang sehat dengan kundalini reiki kutip, satwa ini turut membantu penyebaran tumbuhan di suatu daerah. Dalam rantai makanan, posisi burung berada di bagian atas. Burung dianggap juga sensitip terhadap pencemaran lingkungan dan penurunan kualitas makanannya. Oleh para peneliti burung sering dijadikan indikator untuk menilai tingkat kerusakan lingkungan atau hutan. Penelitian burung sendiri di kawasan Nusa Dua sudah dilakukan beberapa tahun silam, antara bulan Januari 1999 sampai tiga tahun berikutnya jakni bulan Januari 20o2.
Menurut Jurnal Elektronik Universitas Udayana Bali, mencatat pada penelitian tersebut berhasil diamati berbagai jenis burung yang hidup di kawasan itu dimana keberadaannya sangat mendukung pengembangan atraksi ekowisata pengamatan burung. Kesimpulan tersebut diambil para peneliti Unud dengan sandaran fakta bahwa 83 jenis burung ditemukan di kawasan ini. Dalam persentasi angka tersebut mencapai 27 persen dari total spesies burung yang ada di Pulau Bali. Burung-burung itu banyak tinggal di daerah Lagoon. Burung yang ada di Nusa Dua sebagian besar merupakan burung non-migran yang jumlahnya mencapai 87 persen. Sementara burung migran sebanyak 13 persen dan burung endemik Indonesia sebanyak 6 persen.
Di luar Nusa Dua kawasan yang strategis untuk menjadi lahan konservasi burung dan dapat dikembangkan menjadi tempat wisata adalah sekitar Bedugul Bali bagian tengah. Objek yang mendukung lokasi ini adalah Kebun Raya Ekakatya, Danau Beratan, Danau Buyan dan Tambingan. Selain itu daerah Karangasem di Bali Timur yang banyak disinggahi burung-burung migran pemangsa seperti elang. Atau Taman Nasional Bali Barat yang menjadi lahan konservasi jalak Bali ( culik Bali ) yang nyaris punah itu. Bila semakin banyak daerah di Bali dikembangkan sebagai habitat burung , liburan kita ke Bali makin variatip saja. Selain Anda dapat mengunjungi Penelokan di Kintamani sambil menikmati hamparan Danau Batur di mana di seberang danau tinggal Masyarakat Adat Bali Trunyan sebagaimana prolog postingan ini, Anda pun dapat melihat penangkaran burung Jalak Bali di Ubud.
Sumber : Inspiratorial Kompas ( diedit ) / Foto : Andry Khusnul/Dimas Ardian.
Read More..
Ular berbisa merupakan salah satu hewan yang paling ditakuti, karena bisa nya sangat berbahaya dan mematikan. Namun di balik itu semua bisa ular ternyata bermanfaat sebagai obat yang dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Itulah sekelumit prolog dari Snake Hunter Club Indonesia yang merayakan hari jadinya di Gedung Departemen Kehutanan yang juga dihadiri sehat dengan reiki bersama kerabat kerja televisi progama 2 DKI Jakarta Minggu 1/3 kemaren.
Salah satu organisasi yang aktif mempublikasikan manfaat ular berbisa adalah Snake Hunter Club Indonesia. Organisasi ini terdiri para aktivis kehutanan yang aktif melakukan penelitian dan pelestarian satwa ular di hutan-hutan Indonesia. Dalam perayaan hari jadinya yang ke-45 di Gedung Departemen Kehutanan, organisasi ini melakukan aksi sosial dengan memberikan pengobatan gratis dengan menggunakan serum ular berbisa dan mempertontonkan atraksi menjinakkan ular berbisa.
Memanfaatkan bisa ular sebagai obat alternatif untuk beragam penyakit memang bukanlah hal yang baru. Pemanfaatan bisa ular sebagai obat sebenarnya sudah digunakan sejak jaman perang dunia dahulu oleh para prajurit perang dalam menghindari penyakit seperti malaria.
Para prajutit ini sering bergerilaya masuk keluar hutan, melewati rawa-rawa dan menyeberang arus sungai dalam dan lebar sehingga memerlukan stamina prima dalam melakukan gerilyanya ini. Mereka para prajurit perang ini selalu mengkonsumsi bisa ular yang berupa serum sehingga kekebalan tubuh tetap terjaga dari gigitan nyamuk dan ular berbisa.
Kini manfaat bisa ular sebagai obat beragam penyakit semakin diakui pula oleah para ahli farmasi dan medis. Bisa ular yang difermentasikan menghasilkan serum yang mengandung cairan berkhasiat. Serum hasil fermentasi inilah yang kemudian dapat dikonsumsi oleh semua orang, baik yang menderita penyakit serius atau hanya untuk ketahanan tubuh dari gigitan binatang berbisa.
Beberapa penderita penyakit serius seperti penyakit diabetes, penyakit jantung dan stroke terbukti banyak yang telah memperoleh khasiat serum ular berbisa. Trianti seorang ibu muda berwajah cantik mengatakan kepada tim liputan,"Saya menderita penyakit jantung dan telah sembuh dari gangguan jantung setelah mengkonsumsi serum ular berbisa secara rutin," katanya seraya menyaksikan atraksi menjinakkan ular berbisa. Trianti sendiri juga kepingin belajar menjinakkan ular berbisa dan berniat bergabung dalam komunitas Snake Hunter Club.
Meski belum diteliti secara ilmiah di laboratorium dan kandungannya belum pernah dibuat sebagai obat farmasi namun secara medis bisa ular pernah dimanfaatkan sebagai obat stroke oleh para dokter di luar negeri. Melihat fenomena ini, Menteri Kehutanan MS. Kaban mengungkapkan bahwa ular di hutan-hutan di Indonesia sudah sepatutnya dijaga habitatnya.
Melihat khasiatnya maka habitat ular tidak saja dapat menjaga ekosistem di hutan namun terbukti bermanfaat besar bagi manusia. Demikian ia ungkapkan dalam acara bhakti sosial dari hari ulang tahun Snake Hunter Club Indonesia yang ke-45 di Gedung Manggala Wanabhakti Jakarta.
Atraksi yang menarik dari bhakti sosial ialah mendemonstrasikan bagaimana menjinakkan ular berbisa dengan menangkap ular mengunakan tangan. Ular berbisa yang dijinakkan dari jenis King Kobra, Ular Weling, Ular Senduk dan jenis ular berbisa lainnya.
Nah... kira-kira apakah anda semua mencintai binatang berbisa? Kalau ya Anda bisa bergabung menjadi anggota Hunter Snake Club Perhutani di nomer telepon 081384294981. Di sini akan dilatih bagaimana mempelajari ciri-ciri ular berbisa dan cara menangani bila ada ular berbisa masuk rumah. Dari Gedung Manggala Wanabhakti Jakarta Sehat dengan Reiki menulis untuk Sekolah Internet.
