ON LINE

Followers

Tampilkan postingan dengan label habitat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label habitat. Tampilkan semua postingan

ADA KATAK BISA TERBANG.

Diposting oleh BLOG SEHAT ALAMI Senin, 06 April 2015 0 komentar

Idiom yang mengatakan, seandainya katak punya sayap, pasti bokongnya tidak akan terbentur, sepertinya tak akan berlaku lagi. Nyatanya, ada lebih dari 80 spesies yang dijuluki katak terbang. Mirip dengan tupai, katak juga bisa meloncat tinggi dan meluncur meskipun tidak benar-benar terbang.

Spesies baru dari katak terbang baru-baru ini teridentifikasi oleh biolog asal Australia di dekat Ho Chi Minh City, Vietnam. Sang kodok menggunakan kaki yang memiliki selaput di antara jari-jarinya untuk dijadikan parasut dari satu pohon ke pohon lain.

Read More..

BURUNG PEKAKAK JAWA MAKIN LANGKA.

Diposting oleh BLOG SEHAT ALAMI Minggu, 16 November 2014 0 komentar

Untuk menentukan apakah seekor burung memiliki keunikan dibandingkan dengan burung lain dalam spesiesnya, itu menjadi tantangan tersendiri bagi para ahli biologi. Meski demikian, teknologi modern, seperti DNA, menjadi hal umum dilakukan. Burung pekakak alias Kingfisher Jawa yang memiliki lingkaran biru di tubuhnya telah naik pangkat di dalam daftar spesies burung.

Tadinya para peneliti menempatkan burung ini sebagai varian dari burung pekakak berlingkaran biru Melayu. Miturt Situs Geo Week dalam paparannya, Birdlife Internasional telah mengidentifikasi lebih dari 360 spesies burung baru untuk International Union for the Conservation of Nature. Sayangnya, tak semua kabar menggembirakan karena sekitar seperempat dari jumlah spesies baru itu terancam punah.

Read More..

SPESIES BARU KATAK MENARI.

Diposting oleh BLOG SEHAT ALAMI Minggu, 08 Juni 2014 0 komentar

Profesor Sathyabhama Das Biju, peneliti kepala proyek yang menemukan 14 spesies baru katak-katak menari, di hutan pegunungan di selatan India, menunjukkan salah satu spesimen awetan di laboratoriomnnya di New Delhi, India. Pada foto yang ditayangkan 1 Mei 2014 menunjukkan,   jumlah spesies katak menari yang diketahui di India bertambah menjadi 24 jenis. Katak laki-laki mendapatkan julukan yang tidak biasa saat musim kawin tiba.

Namun, para ilmuwan telah memperingatkan bahwa 80 persen  katak dari spesies yang baru ditemukan ini, hidup di luar kawasan hutan lindung dan habitat mereka sedang terancam habis.  Setelah 12 tahun penelitian di hutan, tim peneliti menemukan keunikan katak menari ini" Penemuan tak terduga dari sejumlah besar spesies," kata ilmuwan yang memimpin penelitian,  Sathyabhama Das Biju kepada BBC layanan berbahasa Tamil.

Read More..

MENU ULAR PITON DI KEDAI PIZA.

Diposting oleh BLOG SEHAT ALAMI Senin, 19 Mei 2014 0 komentar

Sebuah kedai piza di Florida, Amerika Serikat, menawarkan menu baru, ular piton burma, yang diberi nama everglades pizza, merujuk pada nama taman nasional di Florida, tempat ular itu diburu karena populasinya berlebihan. " Awalnya hanya kreativitas agar toko kami jadi pembicaraan orang dan memang langsung heboh, " ujar Evan Daniell, pemilik Evan's Neighborhood Pizza, di Fort Myers.

" Orang terus membicarakan ini. Baik atau buruk tak masalah karena kami bisa memasaknya dan rasanya sungguh lezat, " ujarnya promosi. Seperti apa rasanya ? " Enak meski agak kenyal, " kata Mike, wisatawan asal Minnesota.

Read More..

BURUNG API MENARI DI AREAL KLIRING.

Diposting oleh BLOG SEHAT ALAMI Jumat, 27 Desember 2013 0 komentar

Burung belibis berekor tajam alias tympanuchus phasianellus merupakan satu dari tiga spesies ayam padang rumput di Amerika Utara. Masyarakat pribumi Amerika menamakan hewan ini burung api. Alasan diberi nama burung api karena padang rumput yang terbakar api memunculkan area kliring bagi belibis.

Areal kliring ini menjadi tempat favorit bagi belibis untuk menari, mengundang kedatangan lawan jenis burung belibis. Di tempat ini si ekor tajam untuk julukan belibis spesies lekking, didatangi belibis jantan pada musim semi. Belibis jantan datang ke areal kliring untuk melakukan  ritual tari demi menarik belibis betina.

Read More..

MONYET LAUT EKOR PANJANG MENEROR PENDUDUK.

Diposting oleh BLOG SEHAT ALAMI Sabtu, 21 September 2013 0 komentar

Akibat adanya teror tentu menakutkan semua orang jika korbannya yang tidak tahu apa-apa langsung menemui ajal. Tindakan teror sudah meresahkan semua orang sehingga perlu penanganan serius oleh pihak berwajib agar tidak memakan korban lagi. Sedemikian mencekamnya teror itu membuat warga desa Khlong Charon Wai di Provinsi Chachoengsao, Thailand menjadi resah.

Teror yang sudah berlangsung selama satu dekade ini  membuat Chaluay Khamkajit, wanita berusia 72 tahun ditemani suaminya berpikir, bagaimana mencegah teror itu agar tidak masuk rumahnya lalu merambat ke tetangganya. Untuk mengatasi teror ini terpaksa keduanya memasang gembok dan katapel untuk menangkal  teror itu.  Gerakan melawan teror ini lalu diikuti 150 keluarga di desa yang terletak 80 kilometer dari Bangkok.

Read More..

TEMPAT TINGGAL TUPAI TERBANG.

Diposting oleh BLOG SEHAT ALAMI Senin, 16 September 2013 0 komentar

Puluhan spesies tupai terbang ditemukan di wilayah tenggara Asia, Malaysia dan Indonesia. Satu spesies ditemukan di China dan baru-baru ini dua spesies ditemukan di India.  Dua spesies yang berasal dari Amerika Serikat, merupakan satu-satunya spesies tupai terbang yang tinggal di luar Asia.

Tupai terbang spesies ini juga ditemukan di Kanada dan di wilayah barat dan utara Amerika Serikat. Apa betul tupai terbang bisa terbang? Tupai terbang tidak benar-benar terbang, tetapi mereka melompat di udara dengan menggunakan sayap yang membentang sebagai airfoil.

Read More..

MENYELAMATKAN ANAK SINGA LAUT.

Diposting oleh BLOG SEHAT ALAMI Rabu, 08 Mei 2013 0 komentar

Anak-anak singa laut yang kekurangan gizi mendapatkan pemulihan kondisi di Pusat Pemeliharaan  Mamalia Laut Fort MacArthur, San Pedro, California, AS Selasa ( 9/4 ). Jumlah anak-anak singa laut yang kurus dan sakit di pesisir California meningkat drastis sejak Januari tahun ini. Jumlah yang terdampar hampir tiga kali lipat dari rata-rata yang terjadi sepanjang sejarah.

Read More..

ORANGUTAN JUGA BUTUH TEMAN LHO.

Diposting oleh BLOG SEHAT ALAMI Rabu, 17 Oktober 2012 0 komentar

Orangutan yang mempunyai  teman baik di lingkungannya, menikmati kesehatan lebih baik dan umur panjang, seperti halnya manusia dia juga cerdas. Menurut penelitian yang dilakukan  Robert Seyfarth dari Universitas Pennsylvania, Amerika Serikat, Senin ( 1/10 ) menyatakan, kami melihat hubungan karakteristik kepribadian, keterampilan sosial dan kesuksesan reproduksi untuk pertama kalinya pada primata liar ini.

Read More..

BURUNG PITA MERAH DI KEPALANYA.

Diposting oleh BLOG SEHAT ALAMI Minggu, 05 Agustus 2012 0 komentar

Burung saat ingin berkembang biak tentu akan membuat sarang di pohon yang tinggi, atau pada rongga pohon yang sudah tua kayunya untuk dilobangi dan dijadikan sarang yang nyaman untuk ditempati. Salah satu jenis burung yang membuat sarang di pohon pinus adalah burung pelatuk. Burung pelatuk ini membutuhkan pohon pinus yang sudah tua, terutama buah pinus yang bentuknya seperti granat.

Burung pelatuk yang memiliki simpul pita merah di kepalanya itu, merupakan satu-satunya spesies yang mempunyai kebiasaan menggali rongga di pohon dan kemudian dijadikan sarang. Tentu saja jenis burung pelatuk ini tersebar di seluruh wilayah tenggara Amerika Serikat.  Kerusakan habitat ditambah pola reproduksi burung pelatuk yang khas, menjadikannya sebagai salah satu spesies yang kini terancam punah.

Read More..

MENELITI MIGRASI ANTELOP.

Diposting oleh BLOG SEHAT ALAMI Kamis, 14 Juli 2011 0 komentar

Para ilmuwan China berhasil melakukan penelitian migrasi Antelop Tibet dengan menggunakan sistem satelit. Ilmuwan mendapatkan data migrasi musiman antelop hanya terjadi pada jenis betina, sementara migrasi besar antelop berlangsung setiap tahun. Penelitian dilakukan sekelompok ilmuwan dari Institut Zoologi Di Xian Propinsi Shaanxi China, Minggu ( 03/07 ).



Para ilmuwan melacak dan merekam migrasi musiman antelop Tibet selama tujuh tahun terakhir. Wu Xiaoming beserta peneliti lainnya memulai penelitian di wilayah Hoh Xil di propinsi Qinghai saat pembangunan rel kereta api yang menghubungkan Qinghai - Tibet masih dalam tahap awal pada tahun 2004. Mereka terus mencermati kondisi hidup satwa liar termasuk antelop Tibet.


Antelope Tibet sedang mencari makan di pinggir sungai Qingshui dekat jalur rel kereta api Qingshui - Tibet.

Seekor antelope Tibet sedang minum air sungai Qingshui di dekat lintasan rel kereta api Qingshui - Tibet.

Jalur rel kereta api QInghai - Tibet mulai dioperasikan melewati wilayah Tibet yang bergunung-gunung.


Sementara sistem pelacakan satelit telah diterapkan dalam survei mereka sejak tahun 2007. Satelit tersebut terhubung dengan sensor yang dipasang pada antelop. Pemantauan dengan satelit biasanya hanya digunakan untuk meneliti migrasi burung. Dengan sistem ini peneliti dapat mengumpulkan informasi koordinat lokasi pergerakan antelop, sehingga bisa menyimpulkan rute dan jarak migrasi hewan tersebut.



Peneliti sudah mendapatkan beberapa kesimpulan di antaranya migrasi musiman hanya melibatkan antilop betina. Dalam skala besar migrasi antelop terjadi setiap tahun. Sekalipun habitat antelop tidak jauh dari rel kereta api, namun mereka tidak terpengaruh kereta api yang melintas setiap hari.



Sumber : Reuters/China and Tibetan Antelope Research.

Read More..

SPESIES BARU DITEMUKAN LAGI DI FILIPINA.

Diposting oleh BLOG SEHAT ALAMI Minggu, 10 Juli 2011 0 komentar

Ratusan spesies baru baru ditemukan di Filipina menyusul kegiatan eksplorasi darat dan laut selama 42 hari di Filipina. Kegiatan eksplorasi dilakukan oleh The California Academy of Science menemukan lebih dari 300 spesies baru. Filipina dipilih karena termasuk kawasan kaya akan flora dan fauna yang belum dikenal dan tengah terancam.



Pemimpin ekspedisi, Terrence Gosliner menjelaskan, keanekaragaman bawah laut di Filipina belum tersentuh sehingga setiap kali menyelam atau mendaki gunung, selalu ada spesies baru ditemukan. Salah satu spesies yang ditemukan adalah hiu laut dalam yang bisa menggelembungkan badan dengan mengisi air untuk menakut-nakuti hewan pemangsa lain.


Hiu laut dalam jenis Bigeye Thresher dapat di temukan di daerah laut khatulistiwa dunia dan dapat di temukan di kedalaman 1650 kaki di dasar laut.


Tim ekspedisi juga menemukan tiga spesies lobster baru yang bentuk giginya mirip jarum. Spesies langka lain adalah tanaman spikemoss di dataran tinggi Gunung Isarog. Sebelum itu tim peneliti lain juga menemukan salah satu dari tujuh spesies yaitu binatang kecil mengerat yang habitatnya ada di hutan Luzon dan hanya makan biji-bijian dan cacing.



Sumber : AP/LUK.

Read More..

PENYU BELIMBING SANG PENJELAJAH SAMUDRA.

Diposting oleh BLOG SEHAT ALAMI Jumat, 17 Juni 2011 0 komentar

Sejauh ini para ilmuwan tahu bahwa penyu belimbing raksasa yang berada di Samudra Atlantik Selatan perlu menjelajah jauh untuk mencari makan. Perjalanan tersebut sungguh melelahkan memakan waktu lama sekitar lima tahun sebelum penyu belimbing ini pulang ke perairan asalnya. Sebagaimana hasil penelitian yang dikeluarkan para ilmuwan dari University of Exeter, Inggris, mengungkapkan sejumlah misteri tentang ke mana penyu belimbing ini pergi menjelajah meninggalkan perairan kampung halamannya.



Dalam melacak keberadaan penyu belimbing para ilmuwan menggunakan sampel dua lusin penyu betina dengan memasang alat pelacak digital di tubuhnya sehingga pergerakan mereka bisa dimonitor. Selanjutnya data-data yang terkumpul dianalisa, menunjukkan para penyu ini menyusuri tiga jalur penjelajahan di antaranya jalur yang menyeberangi Samudra Atlantik yang panjangnya sampai 7,500 kilometer.



Jalur migrasi ini sebagaimana dirilis situs GeoWeek membawa penyu-penyu tersebut pada wilayah perairan di Atlantik yang ternyata kaya akan bahan makanan. Wilayah perairan itu berada di bawah pengawasan belasan negara yang berbeda letak geografisnya. Selanjutnya upaya-upaya konservasi itu bisa membuat wilayah perairan ini kondusif bagi komunitas penyu belimbing.



Kondisi berbeda terjadi di wilayah Pasifik, yang sejak lama mengalami pencemaran akibat aktivitas penangkapan ikan dengan pukat. Selain itu adanya pembangunan berkelanjutan yang terjadi di sepanjang pesisir yang menjadi area pengembangbiakan penyu belimbing. Penyu belimbing berkembang biak dengan cara bertelur.



Upaya menyelamatkan penyu itu adalah dengan tidak memutuskan mata rantai pengembangbiakannya, diantaranya tidak memburu telurnya untuk diperjualbelikan. Penyu belimbing juga memiliki tubuh terbesar dengan kemampuan menyelam terbaik. Penyu penjelajah ini panjangnya bisa sampai dua meter dan beratnya bisa mencapai 900 kilogram.



Menurut carelingkungan.blogspot.com dalam artikelnya tentang penyu menyebutkan, Penyu adalah kura-kura laut. Penyu ditemukan di semua samudra di dunia. Menurut data para ilmuwan, penyu sudah ada sejak akhir zaman Jura (145 - 208 juta tahun yang lalu) atau seusia dengan dinosaurus. Pada masa itu Archelon, yang berukuran panjang badan enam meter, dan Cimochelys telah berenang di laut purba seperti penyu masa kini.



Penyu memiliki sepasang tungkai depan yang berupa kaki pendayung yang memberinya ketangkasan berenang di dalam air. Walaupun seumur hidupnya berkelana di dalam air, sesekali hewan kelompok vertebrata, kelas reptilia itu tetap harus sesekali naik ke permukaan air untuk mengambil napas. Itu karena penyu bernapas dengan paru-paru. Penyu pada umumnya bermigrasi dengan jarak yang cukup jauh dengan waktu yang tidak terlalu lama. Jarak 3.000 kilometer dapat ditempuh 58 - 73 hari.


Dalam pengembaraannya seekor Penyu Belimbing mampu menyeberangi Samudra Attlantik yang panjangnya sampai 7,500 kilometer terbentang antara Benua Amerika Selatan dan Afrika Barat.


Tidak banyak informasi yang diketahui tentang Penyu Belimbing ( Dermochelys coriacea ) karena hampir seluruh hidupnya dihabiskan untuk bermigrasi menjelajahi samudera. Penelitian menggunakan satelit transmisi oleh WWF Indonesia di Jamursba Medi, Papua, bekerjasama dengan lembaga penelitian internasional NOAA ( National Oceanic and Atmospheric Administration ), belum lama ini berhasil menyibak rahasia pengembaraan hewan langka tersebut.



Sepuluh ekor Penyu Belimbing yang dipasangi transmitter dipunggungnya dan dilepas dari pantai Jamursba Medi Papua pada Juli 2003 lalu. Menurut pantauan satelit, kini salah satunya berada di Pantai Barat Amerika Serikat, tepatnya di Monteray Bay, sekitar 25 km dari Golden Bridge, San Fransisco. Ini berarti, Penyu Belimbing tersebut telah mengarungi Samudera Pasifik dan menempuh jarak sekitar 6000 mil dari habitat asalnya di Papua dalam jangka waktu lebih dari satu tahun!



Sumber : GeoWeek Kompas.

Read More..

BURUNG KUAU RAJA.

Diposting oleh BLOG SEHAT ALAMI Selasa, 08 Maret 2011 0 komentar

Ciri fisik burung kuau raja memiliki bulu sayap dan ekor yang panjang, berwarna coklat kemerahan dengan motif bulat menyerupai mata serangga. Burung ini memiliki jambul tipis di atas kepala dan kulit kepala berwarna biru. Burung betina berukuran lebih kecil daripada burung jantan dan bulunya dihiasi sedikit motif bulat.



Kuau raja mengeluarkan suara bunyi ku-wau mungkin hal tersebut untuk menjelaskan nama spesies ini. Interval suara itu berkisar antara 15 - 30 detik. Burung ini biasa terbang pada jarak pendek di mana habitatnya hidup di permukaan tanah pada hutan tropis di dataran rendah.



Burung Kuau Raja sayapnya mekar seperti burung merak dengan jambul tipis di atas kepala.


Populasi burung kuau raja atau nama latinnya Argusianus argus terus menurun walaupun tidak terlalu cepat, karena kehilangan habitat dan diburu manusia. Populasi diperkirakan saat ini mencapai 100.000 burung dewasa. Menurut International Union for Conservation of Nature, burung ini dikategorikan sebagai Near Threatened atau mendekati terancam punah.



Sungguh sayang jika mendekati terancam punah. Burung yang hidup di Paparan Sunda mencakup mulai dari selatan Bukit Tenasserim, Myanmar, Tenggara Thailand, Sabah, Sarawak, Semenanjung Malaka, Brunei, Kalimantan dan Sumatera harus dilindungi keberadaannya dari perburuan liar yang mengancam kehidupannya.



Selain burung Kuau Raja yang terancam punah masih ada tiga jenis burung lain mendekati kepunahan. Menurut Lembaga Konservasi Dunia atau International Union for Conservation of Nature (IUCN), dinyatakan mendekati terancam punah, meliputi luntur kasumba (Harpactes kasumba), julang jambul hitam (Aceros corrugatus) dan cekakak hutan melayu (Actenoides concretus).



Sumber : International Union for Conservation of Nature, BirdLife.

Read More..

PENANGKARAN JALAK BALI DI UBUD.

Diposting oleh BLOG SEHAT ALAMI Sabtu, 01 Mei 2010 0 komentar

Sejarah keberadaan Jalak Bali tidak bisa dilepaskan dari laporan penemuan
Dr. Baron Stressmann seorang ahli burung berkebangsaan Inggeris pada tanggal 24 Maret 1911. Atas rekomendasi Stressmann, Dr. Baron Victor Von Plessenn mengadakan penelitian lanjutan (tahun 1925) dan menemukan penyebaran burung Jalak Bali mulai dari Bubunan sampai dengan Gilimanuk dengan perkiraan luas penyebaran 320 km2. Pada tahun 1928 sejumlah 5 ekor Jalak Bali di bawa ke Inggeris dan berhasil dibiakkan pada tahun 1931. Kebun Binatang Sandiego di Amerika Serikat mengembangbiakkan Jalak Bali dalam tahun 1962 (Rindjin, 1989).



Habitat terakhir Jalak Bali di Taman Nasional Bali Barat hanya terdapat di Semenanjung Prapat Agung (tepatnya Teluk Brumbun dan Teluk Kelor). Hal ini menarik karena dalam catatan sejarah penyebaran Jalak Bali pernah sampai ke daerah Bubunan - Singaraja (± 50 km sebelah Timur kawasan). Keberadaan burung jalak Bali masuk katagori apendiks satu atau hewan yang sudah langka dan jelas-jelas dilindungi. Burung ini hanya ditemukan di Bali, kini sudah bertambah jumlahnya seiring suksesnya penangkaran yang dilakukan Mario Blanco seniman lukis putera Maestro Seni Antonio Blanco.



Mario berupaya melestarikan dan mengembangan burung jalak yang mempunyai ciri khas khusus yaitu bulu berwarna biru di sekitar matanya ini, telah mulai menangkarkan jalak Bali sejak empat tahun lalu. Diawali dengan sepasang indukan dan dibantu oleh empat karyawan yang bertugas merawat, burung jalak Bali kini jumlahnya telah mencapai tujuh puluh ekor. Untuk mendapatkan izin memelihara jalak Bali yang merupakan kebanggaan masyarakat Bali, Mario Blanco harus mendapatkan izin dari Badan Konservasi Sumber Daya Alam- KSDA Pusat di Jakarta.




Sebagai jenis satwa endemik Bali, satwa tersebut hanya terdapat di Pulau Bali, saat ini hanya ada di dalam kawasan Taman Nasional Bali Barat, hidup liar tidak pernah dijumpai dibelahan bumi manapun di dunia ini.


Di samping adanya musium lukis yang sering didatangi wisatawan asing, berbagai jenis burung dan ayam juga ada di halaman musium ini. Tidak jarang wisatawan yang tujuan utamanya mengunjungi musium menjadi berubah pikiran dan asyik bercengkerama dengan berbagai burung. Menurut Wikipedia berbahasa Indonesia, Jalak bali (Leucopsar rothschildi) adalah sejenis burung pengicau berukuran sedang, dengan panjang lebih kurang 25cm, dari suku Sturnidae.


Di habitat (alam) Jalak Bali menunjukkan proses berbiak pada periode musim penghujan, berkisar pada bulan Nopember sampai dengan Mei.


Jalak Bali memiliki ciri-ciri khusus, di antaranya memiliki bulu yang putih di seluruh tubuhnya kecuali pada ujung ekor dan sayapnya yang berwarna hitam. Bagian pipi yang tidak ditumbuhi bulu, berwarna biru cerah dan kaki yang berwarna keabu-abuan. Burung jantan dan betina serupa. Jalak bali hanya ditemukan di hutan bagian barat Pulau Bali. Burung ini juga merupakan satu-satunya spesies endemik Bali dan pada tahun 1991 dinobatkan sebagai lambang fauna Provinsi Bali. Keberadaan hewan endemik ini dilindungi undang-undang.



Jalak bali ditemukan pertama kali pada tahun 1910. Nama ilmiah Jalak bali dinamakan menurut pakar hewan berkebangsaan Inggris, Walter Rothschild, sebagai orang pertama yang mendeskripsikan spesies ini ke dunia pengetahuan pada tahun 1912. Karena penampilannya yang indah dan elok, jalak bali menjadi salah satu burung yang paling diminati oleh para kolektor dan pemelihara burung. Penangkapan liar, hilangnya habitat hutan, serta daerah burung ini ditemukan sangat terbatas, menyebabkan populasi burung ini cepat menyusut dan terancam punah dalam waktu singkat. Untuk mencegah hal ini sampai terjadi, sebagian besar kebun binatang di seluruh dunia menjalankan program penangkaran jalak bali.


Sumber : Wikipedia Bahasa Indonesia/www.tnbalibarat.com/FTP

Read More..

PENERBANG LINTAS BENUA MENDARAT DI SINI.

Diposting oleh BLOG SEHAT ALAMI Rabu, 28 April 2010 0 komentar


Kuburan masyarakat desa Adat Trunyan. Kawasan ini terdapat Pohon Tarumenyan yang diyakini menyerap aroma bau busuk mayat sehingga mayat tidak bau ketika didekati.


Bali memang makin terang benderang namanya disebut warga belahan dunia lain di luar Indonesia. Tentu saja aroma mistiknya selalu mengundang siapa saja untuk datang ke sini. Masih teringat dalam ingatan sehat dengan kundalini reiki tatkala mendapat tugas membuat film dokumenter budaya Masyarakat Trunyan tahun 1988 lalu. Di daerah ini kita bisa melihat dan merasakan suasana mistis ketika kaki melangkah masuk ke areal pekuburan Desa Trunyan di mana mayat manusia dikuburkan di atas tanah dan tidak ditutupi dan dibiarkan saja membusuk. Anehnya tidak ada aroma bau busuk mayat menyebar di areal makam ini. Yang ada bau daun kering Pohon Tarumenyan yang jatuh berserakan di areal makam ini. Konon menurut cerita masyarakat adat Trunyan, bau mayat membusuk sudah diserap oleh Pohon Tarumenyan sehingga bau busuk tidak menyebar kemana-mana.



Itulah salah satu sisi magis dari keberadaan Pohon Taru Menyan yang legendaris itu. Namun Bali masih banyak menyimpan cerita unik berkaitan dengan satu kawasan yang sangat erat sekali hubungannya dengan kehidupan binatang. Tengok saja kawasan Lagoon seluas 30 hektar di kawasan Nusa Dua. Lagoon saat itu menjadi tempat tinggal persinggahan burung yang terbang lintas benua. Setidaknya ada 77 spesies burung yang mendarat dan tinggal sebentar setelah itu terbang kembali meninggalkan kawasan ini. Menurut Made Mandra, Direktur Utama Bali Tourism Development Corporation ( BTDC ) Lagoon ini sekarang ini juga menjadi tempat tinggal beberapa jenis ikan. " Keberadaan ikan akhirnya mengundang berbagai komunitas burung untuk bermukim dan membuat ekosistem baru di wilayah ini, " katanya.




TRUNYAN, INDONESIA - MARCH 21: Skulls are positioned at a village cemetery in Kuban, on March 21, 2007 near Trunyan, Bali resort island, Indonesia. Unlike the Balinese people, the people of Trunyan do not cremate or bury their dead but lay them out in bamboo cages to decompose. The stench is masked by the perfumed scents from a huge Banyan tree growing nearby. Trunyan ancient village is inhabited by people who call themselves "Bali Aga" or original Balinese who have maintained many of the old Balinese customs. (Photo by Dimas Ardian/Getty Images)

Kawasan Danau Batur dilihat dari arah Penelokan Kintamani. Nun jauh di bawah seberang danau bermukim Masyarakat Trunyan. Di kejauhan berdiri kokoh Gunung Batur, menyambut wisatawan berkunjung ke Kawasan Desa Trunyan.


Kawasan pariwisata berbasis pada alam tampaknya akan diwujudkan di Lagoon ini. Lahan hijau terbuka yang tersisa di Kawasan Nusa Dua dibiarkan terbuka yang dapat diakses masyarakat umum. Dengan dibangunnya fasilitas pengamatan burung untuk pengunjung berupa menara pandang, dengan sendirinya akan membuat pengunjung betah berlama-lama mengamati tingkah polah burung hinggap di dahan pohon. Keunikan satwa lain seperti biawak kecil yang disebut alu pun ada di sini. Banyaknya burung lokal di tambah burung migran tinggal di Lagoon ini mulai dilirik wisatawan domestik dan mancanegara sebagai wisata pengamatan burung atau bird watching.



Pada bulan Oktober hingga November misalnya, dari Lagoon ini kita bisa menikmati dan mengamati burung-burung yang singgah dalam penerbangan mereka dari Siberia menuju belahan bumi Selatan. Karena itulah penerbangan burung ini disebut penerbangan lintas benua. Burung-burung Siberia seperti burung trinil dan cerek cukup banyak. " Kalau sekitar bulan Juni umumnya burung-burung dari Australia seperti jenis kirik-kirik dan cekakak suci terbang dan hinggap tinggal di sini beberapa saat lamanya, " ujar Deni Purwandana, seorang penggiat Komunitas Kokokan Denpasar seraya mengungkapkan Lagoon yang ada di Nusa Dua ini memang menjadi habitat bagus bagi burung-burung lokal dan tempat transit beberapa jenis burung migran.




Kawasan Lagoon sebagai surganya burung memanjakan mata bagi pencinta burung untuk mengabadikan ke dalam pita seluloid atau digital kamera.

Burung jangkung dengan warna dominan hitam, coklat dan putih sedang berjemur di pinggir kolam.

Sekelompok Cakakan Sungai yang berada dipohon kering membuat formasi berjajar di seluruh batang pohon tersebut terlihat biru mengkilap menggantikan dedaunan yang hilang.


Kenapa burung memiliki peran penting bagi perkembangan ekosistem? Menurut Inspiratorial Kompas yang sehat dengan kundalini reiki kutip, satwa ini turut membantu penyebaran tumbuhan di suatu daerah. Dalam rantai makanan, posisi burung berada di bagian atas. Burung dianggap juga sensitip terhadap pencemaran lingkungan dan penurunan kualitas makanannya. Oleh para peneliti burung sering dijadikan indikator untuk menilai tingkat kerusakan lingkungan atau hutan. Penelitian burung sendiri di kawasan Nusa Dua sudah dilakukan beberapa tahun silam, antara bulan Januari 1999 sampai tiga tahun berikutnya jakni bulan Januari 20o2.



Menurut Jurnal Elektronik Universitas Udayana Bali, mencatat pada penelitian tersebut berhasil diamati berbagai jenis burung yang hidup di kawasan itu dimana keberadaannya sangat mendukung pengembangan atraksi ekowisata pengamatan burung. Kesimpulan tersebut diambil para peneliti Unud dengan sandaran fakta bahwa 83 jenis burung ditemukan di kawasan ini. Dalam persentasi angka tersebut mencapai 27 persen dari total spesies burung yang ada di Pulau Bali. Burung-burung itu banyak tinggal di daerah Lagoon. Burung yang ada di Nusa Dua sebagian besar merupakan burung non-migran yang jumlahnya mencapai 87 persen. Sementara burung migran sebanyak 13 persen dan burung endemik Indonesia sebanyak 6 persen.



Di luar Nusa Dua kawasan yang strategis untuk menjadi lahan konservasi burung dan dapat dikembangkan menjadi tempat wisata adalah sekitar Bedugul Bali bagian tengah. Objek yang mendukung lokasi ini adalah Kebun Raya Ekakatya, Danau Beratan, Danau Buyan dan Tambingan. Selain itu daerah Karangasem di Bali Timur yang banyak disinggahi burung-burung migran pemangsa seperti elang. Atau Taman Nasional Bali Barat yang menjadi lahan konservasi jalak Bali ( culik Bali ) yang nyaris punah itu. Bila semakin banyak daerah di Bali dikembangkan sebagai habitat burung , liburan kita ke Bali makin variatip saja. Selain Anda dapat mengunjungi Penelokan di Kintamani sambil menikmati hamparan Danau Batur di mana di seberang danau tinggal Masyarakat Adat Bali Trunyan sebagaimana prolog postingan ini, Anda pun dapat melihat penangkaran burung Jalak Bali di Ubud.



Sumber : Inspiratorial Kompas ( diedit ) / Foto : Andry Khusnul/Dimas Ardian.

Read More..

BISA ULAR SEBAGAI OBAT

Diposting oleh BLOG SEHAT ALAMI Senin, 02 Maret 2009 2 komentar




Ular berbisa merupakan salah satu hewan yang paling ditakuti, karena bisa nya sangat berbahaya dan mematikan. Namun di balik itu semua bisa ular ternyata bermanfaat sebagai obat yang dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Itulah sekelumit prolog dari Snake Hunter Club Indonesia yang merayakan hari jadinya di Gedung Departemen Kehutanan yang juga dihadiri sehat dengan reiki bersama kerabat kerja televisi progama 2 DKI Jakarta Minggu 1/3 kemaren.

Salah satu organisasi yang aktif mempublikasikan manfaat ular berbisa adalah Snake Hunter Club Indonesia. Organisasi ini terdiri para aktivis kehutanan yang aktif melakukan penelitian dan pelestarian satwa ular di hutan-hutan Indonesia. Dalam perayaan hari jadinya yang ke-45 di Gedung Departemen Kehutanan, organisasi ini melakukan aksi sosial dengan memberikan pengobatan gratis dengan menggunakan serum ular berbisa dan mempertontonkan atraksi menjinakkan ular berbisa.

Memanfaatkan bisa ular sebagai obat alternatif untuk beragam penyakit memang bukanlah hal yang baru. Pemanfaatan bisa ular sebagai obat sebenarnya sudah digunakan sejak jaman perang dunia dahulu oleh para prajurit perang dalam menghindari penyakit seperti malaria.

Para prajutit ini sering bergerilaya masuk keluar hutan, melewati rawa-rawa dan menyeberang arus sungai dalam dan lebar sehingga memerlukan stamina prima dalam melakukan gerilyanya ini. Mereka para prajurit perang ini selalu mengkonsumsi bisa ular yang berupa serum sehingga kekebalan tubuh tetap terjaga dari gigitan nyamuk dan ular berbisa.

Kini manfaat bisa ular sebagai obat beragam penyakit semakin diakui pula oleah para ahli farmasi dan medis. Bisa ular yang difermentasikan menghasilkan serum yang mengandung cairan berkhasiat. Serum hasil fermentasi inilah yang kemudian dapat dikonsumsi oleh semua orang, baik yang menderita penyakit serius atau hanya untuk ketahanan tubuh dari gigitan binatang berbisa.

Beberapa penderita penyakit serius seperti penyakit diabetes, penyakit jantung dan stroke terbukti banyak yang telah memperoleh khasiat serum ular berbisa. Trianti seorang ibu muda berwajah cantik mengatakan kepada tim liputan,"Saya menderita penyakit jantung dan telah sembuh dari gangguan jantung setelah mengkonsumsi serum ular berbisa secara rutin," katanya seraya menyaksikan atraksi menjinakkan ular berbisa. Trianti sendiri juga kepingin belajar menjinakkan ular berbisa dan berniat bergabung dalam komunitas Snake Hunter Club.

Meski belum diteliti secara ilmiah di laboratorium dan kandungannya belum pernah dibuat sebagai obat farmasi namun secara medis bisa ular pernah dimanfaatkan sebagai obat stroke oleh para dokter di luar negeri. Melihat fenomena ini, Menteri Kehutanan MS. Kaban mengungkapkan bahwa ular di hutan-hutan di Indonesia sudah sepatutnya dijaga habitatnya.

Melihat khasiatnya maka habitat ular tidak saja dapat menjaga ekosistem di hutan namun terbukti bermanfaat besar bagi manusia. Demikian ia ungkapkan dalam acara bhakti sosial dari hari ulang tahun Snake Hunter Club Indonesia yang ke-45 di Gedung Manggala Wanabhakti Jakarta.

Atraksi yang menarik dari bhakti sosial ialah mendemonstrasikan bagaimana menjinakkan ular berbisa dengan menangkap ular mengunakan tangan. Ular berbisa yang dijinakkan dari jenis King Kobra, Ular Weling, Ular Senduk dan jenis ular berbisa lainnya.

Nah... kira-kira apakah anda semua mencintai binatang berbisa? Kalau ya Anda bisa bergabung menjadi anggota Hunter Snake Club Perhutani di nomer telepon 081384294981. Di sini akan dilatih bagaimana mempelajari ciri-ciri ular berbisa dan cara menangani bila ada ular berbisa masuk rumah. Dari Gedung Manggala Wanabhakti Jakarta Sehat dengan Reiki menulis untuk Sekolah Internet.

Read More..

SOFTWARE PSR.

ARUMSEKAR ON FACE BOOK.

REIKI LIKE

KOTA DAN NEGARA

STATISTIK ALEXA

About Me

Foto saya
Saya adalah manusia biasa seperti Anda juga yang sama-sama mengarungi hidup ini dengan menjalin tali persahabatan.Masih ingin belajar untuk meningkatkan pengetahuan khususnya bidang kesehatan alami. Karena itu saya tertarik belajar REIKI dan dengan REIKI pula saya belajar menyembuhkan diri sendiri dari gangguan penyakit. Namun demikian saya juga berteman dengan kalangan medis yang berprofesi dokter, perawat sekaligus sebagai Praktisi Reiki. Dengan merekalah saya belajar untuk menjadi manusia sehat baik jasmani dan rukhani. Senang melakukan perjalanan dinas karena tuntutan pekerjaan.

Blog Archive

ARUM ON BLOG SPOT COM.