
Petugas taman perlindungan satwa di daerah Zonag, China berhasil merekam kejadian yang menarik, yaitu seekor beruang Tibet memakan bangkai kijang, Kamis ( 7/7 ). Pada musim beranak tahun ini, puluhan ribu kijang hamil mendatangai kawasan Danau Zonag untuk melahirkan. Taman perlindungan satwa di kawasan danau Zonag dilengkapi berbagai fasilitas pengawasan yang memungkinkan para karyawan dan sukarelawan memantau proses melahirkan kijang dan mengawasi anak-anak kijang dalam penangkaran.
Di setiap sudut taman perlindungan satwa tersebut dilengkapi dengan kamera. Salah satu kamera menangkap kejadian yang tidak biasa terjadi, saat seekor beruang Tibet sedang makan dua bangkai kijang. Dua ekor kijang yang telah mati tersebut diperkirakan dibunuh oleh serigala yang sering berkeliaran di kawasan rimba dekat taman perlindungan satwa.
Dua ekor kijang yang telah mati tersebut terdiri dari kijang betina dan bayinya. Saat beruang Tibet tersebut menikmati santapan daging kijang, sekawanan kijang Tibet berlarian di sekitarnya, namun sang beruang tidak mengejarnya.
Sumber : Reuters/China - Tibetan Antelope.
Read More..Badak Jawa ( Rhinoceros sondaicus ) adalah salah satu spesies terlangka di dunia dengan perkiraan jumlah populasi tak lebih dari 50 ekor di Taman Nasional Ujung Kulon ( TNUK ), Sekitar 5 ekor di Taman Nasional Cat Tien, Vietnam ( 2000 ). Badak Jawa sebagai spesies badak paling langka di antara lima spesies badak di dunia dan saat ini masuk dalam daftar merah Badan Konservasi Dunia ( ICN), yaitu dalam kategori sangat terancam atau critically endangered.
Badak diyakini ada sejak zaman tersier ( 65 juta tahun lalu ). Seperti Dinosaurus yang punah, badak pada 60 juta tahun lalu memiliki 30 jenis. Saat ini tersisa 5 spesies badak, 2 spesies di antaranya ada di Indonesia. Badak Jawa pernah hidup hampir di semua gunung di Jawa Barat, di antaranya hingga di atas ketinggian 3.000 meter di atas permukaan laut.
Pada tahun 1960-an diperkirakan 20 - 30 ekor badak tersisa di TNUK. Sejak tahun 1970 -an, jumlah populasi badak Jawa tampak stabil. WWF - Indonesia memperkirakan populasi badak Jawa di Ujung Kulon dalam kisaran 26 - 58 ekor dengan nilai rata-rata 42 ekor ( tahun 2000 ). Tahun 2007 diperkirakan 56 - 69 ekor.
Rhinoceros berasal dari bahasa Yunani, yaitu rhino yang berarti hidung dan ceros yang berarti cula. Sondaicus merujuk pada kepulauan Sunda di Indonesia. Sunda berarti Jawa, sedangkan icus dalam bahasa Latin mengindikasikan lokasi.
Di Indonesia, badak Jawa dahulu diperkirakan tersebar di Pulau Sumatera, dari Aceh sampai Lampung dan tersebar di seluruh Pulau Jawa. Di Jawa Tengah ditemukan badak Jawa di antaranya, di Wonosobo ( tahun 1833 ), Nusakambangan ( tahun 1834 ), Telaga Warna ( tahun 1866 ) dan Gunung Slamet ( 1867 ).
Sementara di Jawa Barat ditemukan di Tangkubanperahu ( 1870 ), sekitar Gunung Gede Pangrango ( 1880 ), Gunung Papandayan ( 1881 ), Gunung Ciremai ( 1897 ) dan sekitar daerah Karawang ( 1912 ). Tahun 1934 seekor badak Jawa jantan sengaja ditembak di Tasikmalaya untuk diawetkan. Spesimen - nya disimpan di Museum Zoologi Bogor. Menurut catatan itu merupakan badak terakhir yang dijumpai di luar daerah Ujung Kulon.
- Taman Nasional Ujung Kulon merupakan obyek wisata alam yang menarik. Keunikan alam berupa sungai-sungai dengan jeramnya, air terjun, pantai pasir putih, sumber air panas, taman laut dan peninggalan budaya/sejarah (Arca Ganesha, di Gunung Raksa Pulau Panaitan). Kesemuanya merupakan pesona alam yang sangat menarik untuk dikunjungi dan sulit ditemukan di tempat lain.
Pada tahun 1910 badak Jawa sebagai binatang liar secara resmi dilindungi undang-undang oleh Pemerintah Hindia Belanda. Tahun 1923, berdasarkan rekomendasi The Neterlands Indies Society for Protection of Nature, Ujung Kulon oleh pemerintah dinyatakan sebagai cagar alam. Keadaan ini berlangsung terus sampai status Ujung Kulon diubah menjadi suaka margasatwa di bawah perngelolaan Jawatan Kehutanan dan Taman Nasional pada tahun 1982.
Terletak di bagian paling ujung barat Pulau Jawa, Taman Nasional Ujung Kulon merupakan habitat satu-satunya paling baik bagi populasi badak Jawa di dunia. Oleh karena memiliki nilai ekologi dan kekayaan alam yang tinggi, pada tahun 1992 UNESCO menetapkan Taman Nasional Ujung Kulon sebagai Situs Warisan Dunia. Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon secara administratif di Kecamatan Sumur dan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, Propinsi Banten.
Sumber tulisan : Departeman Kehutanan, Yayasan Badak Indonesia, WWW Indonesia, Ujung Kulon org/Foto Balai TNUK dan WWF.
Read More..Kelelawar buah satu dari 200 spesies baru yang ditemukan di Papua Niugini diberi nama Yoda kerena bentuknya mengingatkan penggemar film pada sosok Yoda, master Jedi dalam film Star Wars. Spesies ini mempunyai telinga besar yang mencuat ke samping dan wajahnya sangat mirip dengan tokoh sakti mandraguna dalam film terkenal itu.
Sebagaimana dirilis situs GeoWeek yang menjelaskan bahwa nama itu belum dipatenkan, sebutannya akan mudah diingat penggemar film dalam waktu lama. Karena telinganya besar maka kelelawar buah ini sangat senang menyebarkan biji-bijian dari buah-buahan yang dimakannya. Sebagai mamalia yang hobi terbang dan senang berpindah tempat, kontribusi kelelawar ini terhadap pelestarian hutan hujan tidak optimal.
Dalam survei tahun 2010 lalu di sebuah wilayah terpencil di Papua Nuigini yang jarang dijamah manusia, Kelelawar Yoda ditemukan di pegunungan Nakanal dan Muller. Survei tersebut merupakan misi gabungan Institut Papua Niugini dan Rocha International and Conservation International. Selain kelelawar Yoda ditemukan juga sejumlah tanaman dan binatang lainnya yang menarik perhatian para peneliti, seperti laba-laba orange, tonggeret dengan mata merah jambu, tikus berekor putih serta ratusan serangga dan laba-laba lainnya.
Secara keseluruhan, para peneliti telah menemukan sekitar 200 spesies baru, termasuk 24 katak, dua mamalia, 100 serangga dan berbagai jenis laba-laba. Dengan begitu survei menunjukkan, betapa miskinnya pengetahuan kita tentang spesies lokal yang hidup di wilayah terpencil di planet ini. Puncak dari semua penemuan, adalah kelelawar buah berhidung tabung yang jarang dilihat sebelumnya ( Nyctimene sp.). Yaitu seekor hewan mirip Yoda, mamalia bersayap dengan telinga runcing, hidung aneh, dengan kekuatan yang belum diketahui.
Untuk ikut mengonservasi wilayah ini, Pegunungan Nakanal dan Muller telah dinominasikan sebagai situs warisan budaya. Daerah ini telah dinominasikan untuk Situs Warisan Dunia PBB, seperti Great Barrier Reef dan Taman Nasional Yellowstone, dan penemuan ini dapat membantu menempatkan pengamanan internasional di tempat untuk melindunginya dari pembangunan.
Sumber : GeoWeek.
Read More..Sejak awal Perang Dingin, telah beredar rumor dan spekulasi mengenai pulai berbentuk aneh, sekitar 3,2 kilometer di ujung timur Long Island, Amerika Serikat. Sejak tahun 1954 pulau yang luasnya sekitar 387 hekatar itu menjadi laboratoriom untuk penelitian penyakit hewan menular dan berbahaya, seperti penyakit mulut dan kuku juga anthrax.
Setidaknya itu menurut GeoWeek yang mengatakan menurut sejumlah peneliti yang mengetahui kondisi pulau tersebut, uji coba senjata biologis juga berlangsung di pulau tersebut pada tahun 1950. Pulau itu dilengkapi patroli keamanan, kamera-kamera serta pintu-pintu pemeriksaan dan pagar yang membatasi akses menuju para ilmuwan dan staf yang bekerja di areal itu. Dalam beberapa kesempatan langka, pengunjung diizinkan menengok pulau itu tetapi secara terbatas.
Pulau Plum demikian orang menyebutnya sebagai pulau penuh misteri. Pulau Plum sebelumnya merupakan pos artileri sewaktu berlangsungnya perang Spanyol melawan Amerika. Sesudah Perang Dunia II, pulau Plum dioperasikan oleh korps tentara AS. Kehadiran mereka menimbulkan aneka spekulasi mengenai kegiatan yang berlangsung di pulau itu.
Saat ini pulau yang penuh misteri ini mulai terkuak dengan dibangunnya fasilitas baru di Kansas dengan area yang lebih luas. Fasilitas yang dibangun dengan biaya 32 juta dollar AS itu akan dijadikan fasilitas pertahanan nasional biologi dan agro. Alhasil, laboratorium di Pulau Plum akan ditutup.
Akibatnya orang-orang mulai bertanya mengenai masa depan Pulau Plum itu. Adanya apartemen, lapangan golf, taman bermain atau taman nasional mungkin menjadi opsi di masa depan. Meskipun demikian, pembersihan pulau ini diperkirakan akan memperlambat rencana pembangunan fisik di pulau oenuh misteri tersebut.
Sumber: GeoWeek.
Read More..Masih ingat film cowboy yang seringkali mengambil setting Sungai Colorado sebagai latar belakang ceritera? Sungai Colorado merupakan salah satu sungai tertua dan boleh jadi terindah di Amerika Serikat. Sungai yang berhulu dari Pegunungan Roky, airnya mengalir ke arah barat daya sejauh 2.300 kilometer menyeberangi Gurun Mojave dan Sonoran, sampai kemudian mencapai Meksiko dan bermuara di Laut Cortez.
Selama jutaan tahun konon ceriteranya, aliran dari Sungai Colorado membentuk Grand-Canyon, sebuah ngarai yang luar biasa indahnya sebagai karunia Tuhan Yang Maha Pencipta bagi umat manusia di bumi Amerika. Meskipun demikian selama 100 tahun terakhir, Sungai Colorado menjadi sumber air yang paling banyak dikeruk di muka bumi. Sebagai contoh enam bendungan yang mengambil air dari sungai ini, termasuk Bendungan Glen Canyon dan Hoover, memanfaatkan sungai ini untuk kepentingan arigasi dan juga pasokan listrik bagi kota metropolis seperti Los Angeles dan Phoenix.
Menetapkan seberapa lama waktu yang dibutuhkan aliran air untuk menyusuri Colorado, penting bagi instansi maupun petugas yang bertanggungjawab mengontrol penggunaan sumber daya air dari sungai ini. Untuk mengetahui seberapa lama perjalanan setetes air menyusuri Colorado, para peneliti menggunakan cairan celup yang berpendar ( fluorescent dye ) yang tidak membahayakan binatang atau tumbuhan yang dapat dideteksi alat pengukur khusus.
Celupan itu ditempatkan di suatu lokasi khusus di sungai dan sampelnya kemudian diambil dari beberapa tempat di hilir untuk mengetahui kapan pertama kali celupan itu melintas. Data diambil dari sampel tersebut memungkinkan para peneliti menentukan secara akurat kecepatan aliran air. Aliran air tercatat menempuh jarak 1.250 kilometer antara Bendungan Glen Canyon dan laut dengan waktu tempuh 15 hari. Kini Sungai Colorado tidak lagi mengalir ke Laut Cartez. Sebagian besar air yang mengalir di selatan dari Bendungan Imperial dialihkan ke Laut Salton. Muara tersebut sekarang terlihat tandus dan rata. Bagaimana pun Sungai Colorado mempunyai kenangan tersendiri akan keindahan alamnya bagi orang yang sudah melihatnya. Aliran sungainya membentuk ngarai yang luar biasa indahnya yaitu Grand Canyon Colorado.
Keajaiban dari Sungai Colorado adalah Grand Canyon, sebuah jurang tebing-terjal, diukir oleh Sungai Colorado, di utara Arizona. Jurang ini merupakan satu dari Tujuh Keajaiban Dunia dan sebagian besar berada di Taman Nasional Grand Canyon, salah satu taman nasional pertama di Amerika Serikat. Presiden Theodore Roosevelt merupakan salah satu pendukung utama wilayah Grand Canyon, mengunjunginya dalam beberapa kesempatan untuk berburu singa gunung dan menikmati pemandangan alam yang luar biasa.
Sumber : GeoWeek Kompas.
Read More..Bali memang makin terang benderang namanya disebut warga belahan dunia lain di luar Indonesia. Tentu saja aroma mistiknya selalu mengundang siapa saja untuk datang ke sini. Masih teringat dalam ingatan sehat dengan kundalini reiki tatkala mendapat tugas membuat film dokumenter budaya Masyarakat Trunyan tahun 1988 lalu. Di daerah ini kita bisa melihat dan merasakan suasana mistis ketika kaki melangkah masuk ke areal pekuburan Desa Trunyan di mana mayat manusia dikuburkan di atas tanah dan tidak ditutupi dan dibiarkan saja membusuk. Anehnya tidak ada aroma bau busuk mayat menyebar di areal makam ini. Yang ada bau daun kering Pohon Tarumenyan yang jatuh berserakan di areal makam ini. Konon menurut cerita masyarakat adat Trunyan, bau mayat membusuk sudah diserap oleh Pohon Tarumenyan sehingga bau busuk tidak menyebar kemana-mana.
Itulah salah satu sisi magis dari keberadaan Pohon Taru Menyan yang legendaris itu. Namun Bali masih banyak menyimpan cerita unik berkaitan dengan satu kawasan yang sangat erat sekali hubungannya dengan kehidupan binatang. Tengok saja kawasan Lagoon seluas 30 hektar di kawasan Nusa Dua. Lagoon saat itu menjadi tempat tinggal persinggahan burung yang terbang lintas benua. Setidaknya ada 77 spesies burung yang mendarat dan tinggal sebentar setelah itu terbang kembali meninggalkan kawasan ini. Menurut Made Mandra, Direktur Utama Bali Tourism Development Corporation ( BTDC ) Lagoon ini sekarang ini juga menjadi tempat tinggal beberapa jenis ikan. " Keberadaan ikan akhirnya mengundang berbagai komunitas burung untuk bermukim dan membuat ekosistem baru di wilayah ini, " katanya.
- TRUNYAN, INDONESIA - MARCH 21: Skulls are positioned at a village cemetery in Kuban, on March 21, 2007 near Trunyan, Bali resort island, Indonesia. Unlike the Balinese people, the people of Trunyan do not cremate or bury their dead but lay them out in bamboo cages to decompose. The stench is masked by the perfumed scents from a huge Banyan tree growing nearby. Trunyan ancient village is inhabited by people who call themselves "Bali Aga" or original Balinese who have maintained many of the old Balinese customs. (Photo by Dimas Ardian/Getty Images)
Kawasan pariwisata berbasis pada alam tampaknya akan diwujudkan di Lagoon ini. Lahan hijau terbuka yang tersisa di Kawasan Nusa Dua dibiarkan terbuka yang dapat diakses masyarakat umum. Dengan dibangunnya fasilitas pengamatan burung untuk pengunjung berupa menara pandang, dengan sendirinya akan membuat pengunjung betah berlama-lama mengamati tingkah polah burung hinggap di dahan pohon. Keunikan satwa lain seperti biawak kecil yang disebut alu pun ada di sini. Banyaknya burung lokal di tambah burung migran tinggal di Lagoon ini mulai dilirik wisatawan domestik dan mancanegara sebagai wisata pengamatan burung atau bird watching.
Pada bulan Oktober hingga November misalnya, dari Lagoon ini kita bisa menikmati dan mengamati burung-burung yang singgah dalam penerbangan mereka dari Siberia menuju belahan bumi Selatan. Karena itulah penerbangan burung ini disebut penerbangan lintas benua. Burung-burung Siberia seperti burung trinil dan cerek cukup banyak. " Kalau sekitar bulan Juni umumnya burung-burung dari Australia seperti jenis kirik-kirik dan cekakak suci terbang dan hinggap tinggal di sini beberapa saat lamanya, " ujar Deni Purwandana, seorang penggiat Komunitas Kokokan Denpasar seraya mengungkapkan Lagoon yang ada di Nusa Dua ini memang menjadi habitat bagus bagi burung-burung lokal dan tempat transit beberapa jenis burung migran.
Kenapa burung memiliki peran penting bagi perkembangan ekosistem? Menurut Inspiratorial Kompas yang sehat dengan kundalini reiki kutip, satwa ini turut membantu penyebaran tumbuhan di suatu daerah. Dalam rantai makanan, posisi burung berada di bagian atas. Burung dianggap juga sensitip terhadap pencemaran lingkungan dan penurunan kualitas makanannya. Oleh para peneliti burung sering dijadikan indikator untuk menilai tingkat kerusakan lingkungan atau hutan. Penelitian burung sendiri di kawasan Nusa Dua sudah dilakukan beberapa tahun silam, antara bulan Januari 1999 sampai tiga tahun berikutnya jakni bulan Januari 20o2.
Menurut Jurnal Elektronik Universitas Udayana Bali, mencatat pada penelitian tersebut berhasil diamati berbagai jenis burung yang hidup di kawasan itu dimana keberadaannya sangat mendukung pengembangan atraksi ekowisata pengamatan burung. Kesimpulan tersebut diambil para peneliti Unud dengan sandaran fakta bahwa 83 jenis burung ditemukan di kawasan ini. Dalam persentasi angka tersebut mencapai 27 persen dari total spesies burung yang ada di Pulau Bali. Burung-burung itu banyak tinggal di daerah Lagoon. Burung yang ada di Nusa Dua sebagian besar merupakan burung non-migran yang jumlahnya mencapai 87 persen. Sementara burung migran sebanyak 13 persen dan burung endemik Indonesia sebanyak 6 persen.
Di luar Nusa Dua kawasan yang strategis untuk menjadi lahan konservasi burung dan dapat dikembangkan menjadi tempat wisata adalah sekitar Bedugul Bali bagian tengah. Objek yang mendukung lokasi ini adalah Kebun Raya Ekakatya, Danau Beratan, Danau Buyan dan Tambingan. Selain itu daerah Karangasem di Bali Timur yang banyak disinggahi burung-burung migran pemangsa seperti elang. Atau Taman Nasional Bali Barat yang menjadi lahan konservasi jalak Bali ( culik Bali ) yang nyaris punah itu. Bila semakin banyak daerah di Bali dikembangkan sebagai habitat burung , liburan kita ke Bali makin variatip saja. Selain Anda dapat mengunjungi Penelokan di Kintamani sambil menikmati hamparan Danau Batur di mana di seberang danau tinggal Masyarakat Adat Bali Trunyan sebagaimana prolog postingan ini, Anda pun dapat melihat penangkaran burung Jalak Bali di Ubud.
Sumber : Inspiratorial Kompas ( diedit ) / Foto : Andry Khusnul/Dimas Ardian.
Read More..