

Bolt
memegang rekor olimpiade dengan catatan waktu 9,63 detik dan rekor
dunia dengan 9,58 detik. Selain manusia, di dunia binatang ada rekor
tercepat untuk lari 100 meter yang dipegang oleh Sarah. Ia adalah seekor
cheetah berusia 11 tahun asal Kebun Binatang Cincinnati, Amerika
Serikat.

Spesies
baru ini memang memiliki kepala dengan bentuk palu tetapi dengan
lekukan bak kipas di sisinya. Hiu-hiu ini mulai terlihat berkeliaran di
perairan Teluk Bulls karena mencari makanan. Ditemukannya hiu jenis ini
beberapa waktu lalu di wilayah Florida dan Brasil menimbulkan dugaan
tentang kemungkinan mulai punahnya spesies ini.

Binatang bertubuh mungil kalau boleh dibilang imut-imut dengan mata bulat besar dan tinggal di sebuah pulau vulkanik yang terpencil di Indonesia itu adalah anggota terbaru daftar merah ( Red List ) yang perlu mendapat perhatian kita semua. Dalam daftar yang dirilis setiap tahun oleh Uni Internasional untuk Konservasi Alam, daftar merah untuk sebutan itu menyangkut keberadaan atas kelompok spesies yang sangat-sangat terancam punah dari kehidupan di muka bumi.
Spesies yang masuk kategori berisiko tinggi akan punah pada tahun 2011 itu di antaranya Tarsius yang mendiami Pulau Siau. Menurut situs GeoWeek, Tarsius itu juga dikenal sebagai Tarsius yang suka tersenyum karena wajahnya yang selalu sumringah. Keserakahan manusia atas nafsu berburu binatang, merupakan ancaman nyata terhadap kehidupan Tarsius yang tidak bisa mengelak dari kejaran pemburu liar yang masuk ke dalam habitatnya di pedalaman hutan tropis Indonesia.
Selain perburuan liar, masih ada lagi ancaman nyata yang berasal dari alam yaitu meletusnya gunung berapi yang masih aktif di daerah tersebut. Dengan sendirinya kondisi tarsius yang sudah tersudut karena ulah perburuan liar dan keberadaan gunun api yang masih aktif, akan ikut mendorong primata mungil yang tinggal hanya di satu pulau ini, ke gerbang kepunahan. Upaya menyelamatkan kehidupan Tarsius agar tidak diganggu manusia sudah dilakukan oleh kalangan pencinta alam demi menjaga kelestarian hidupnya.
Namun dalam kenyataan, populasi manusia di Pulau Siau telah menghancurkan habitat binatang ini. Hanya dalam satu dekade, hampir 80 persen tarsius di Pulau Siau telah punah. Sedangkan sebagian sisanya yang masih berdiam di sekitar gunung berapi Karengetang, juga terancam hidupnya karena aktivitas vulkanik gunung ini.
Keprihatinan akan masa depan Tarsius dari ancaman kepunahan sudah dilakukan dalam program pengembangbiakan yang dilakukan oleh kebun binatang dan pusat-pusat konservasi, sekali pun masih mengalami kegagalan. Mereka tidak menyerah dengan usaha ini demi terus mengupayakan kehidupan masa depan Tarsius dari ancaman kepunahan. Tujuannya menjaga agar Tarsius tetap bisa hidup di habitatnya dengan aman dari ancaman letusan gunung berapi.
Sekali pun upaya mewujudkannya perlu kerja keras oleh mereka yang peduli akan kelestarian hewan langka ini, dukungan kepada mereka perlu kita sokong. Kini harapan untuk masa depan kehidupan Tarsius agar tidak terancam punah hanya ada di Pulau Siau. Senyum manis Tarsius boleh jadi isyarat kepada manusia agar dirinya tidak diperlakukan semena-mena. Saat ini Tarsius sangat membutuhkan perhatian kita semua.
Read More..Lima dari delapan spesies ikan tuna saat ini keberadaannya mulai terancam dan mendekati punah. Dalam daftar merah spesies dilindungi Persatuan Internasional untuk Konservasi Alam ( IUCN ) yang dipublikasikan 7 Juli 2011, sebagian besar jumlah spesies tuna mengalami penurunan. Dalam laporan LiveScience 7 Juli 2011, Manajer Unit Keanekaragaman Hayati Laut IUCN Kent Carpenter mengatakan, " Spesies tuna sirip biru rentan punah jika terus dilakukan kegiatan pemancingan yang berlebihan. Keberadaan ikan tuna sirip biru di daerah selatan telah rusak dengan sedikit harapan terjadi perbaikan, " ucapnya.
Penangkapan berlebihan pada spesies tuna ini terjadi karena sulitnya meregulasikan aturan main perikanan multinegara. Sebagai salah satu solusi, IUCN mendesak agar pemerintah melakukan perlindungan dengan menerapkan harga tinggi bagi produk tuna. Menurut IUCN, spesies tuna yang sangat terancam adalah ikan tuna selatan ( Thunnus maccoyii ).
Sedangkan kategori terancam ikan tuna sirip biru Atlantik ( T. thynnus ) dan tuna mata besar ( T. obesus ). Katagori mendekati terancam, yaitu tuna sirip kuning ( T. albacares ) dan tuna albacor ( T. alalunga ). Karena posisi tuna sebagai predator, penurunan populasinya secara signifikan berdampak pada keseimbangan ekosistem laut. Hasil lengkap akan penilaian kondisi tuna akan dipublikasikan IUCN - Red List pada November 2011.
Sumber : LiveScience/ICH.
Read More..Ciri fisik burung kuau raja memiliki bulu sayap dan ekor yang panjang, berwarna coklat kemerahan dengan motif bulat menyerupai mata serangga. Burung ini memiliki jambul tipis di atas kepala dan kulit kepala berwarna biru. Burung betina berukuran lebih kecil daripada burung jantan dan bulunya dihiasi sedikit motif bulat.
Kuau raja mengeluarkan suara bunyi ku-wau mungkin hal tersebut untuk menjelaskan nama spesies ini. Interval suara itu berkisar antara 15 - 30 detik. Burung ini biasa terbang pada jarak pendek di mana habitatnya hidup di permukaan tanah pada hutan tropis di dataran rendah.
Populasi burung kuau raja atau nama latinnya Argusianus argus terus menurun walaupun tidak terlalu cepat, karena kehilangan habitat dan diburu manusia. Populasi diperkirakan saat ini mencapai 100.000 burung dewasa. Menurut International Union for Conservation of Nature, burung ini dikategorikan sebagai Near Threatened atau mendekati terancam punah.
Sungguh sayang jika mendekati terancam punah. Burung yang hidup di Paparan Sunda mencakup mulai dari selatan Bukit Tenasserim, Myanmar, Tenggara Thailand, Sabah, Sarawak, Semenanjung Malaka, Brunei, Kalimantan dan Sumatera harus dilindungi keberadaannya dari perburuan liar yang mengancam kehidupannya.
Selain burung Kuau Raja yang terancam punah masih ada tiga jenis burung lain mendekati kepunahan. Menurut Lembaga Konservasi Dunia atau International Union for Conservation of Nature (IUCN), dinyatakan mendekati terancam punah, meliputi luntur kasumba (Harpactes kasumba), julang jambul hitam (Aceros corrugatus) dan cekakak hutan melayu (Actenoides concretus).
Sumber : International Union for Conservation of Nature, BirdLife.
Read More..
