ON LINE

Followers

Tampilkan postingan dengan label komunitas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label komunitas. Tampilkan semua postingan

DEWAN KOTA KOPENHAGEN DISOROT.

Diposting oleh BLOG SEHAT ALAMI Selasa, 10 September 2013 0 komentar

Dewan kota Kopenhagen, Denmark, tengah jadi sorotan. Pasalnya, lembaga resmi itu mempromosikan ramalan bintang yang mengatakan, pasangan yang menikah pada 7 September akan memperoleh kebahagiaan abadi. Harian The Copenhagen Post melaporkan ( 26/7 ), Dewan Kota mengutip ahli astrologi yang memaparkan diagram bintang dan mengatakan, pada 7 September itu Venus dan Mars berada dalam satu garis.

" Kedua planet itu mewakili energi feminin dan maskulin dalam kehidupan dan pernikahan. Energi kedua planet itu sangat kuat pada saat bersamaan dan akan menguntungkan pasangan yang menikah pada hari itu, " ujar Karl Aage Jensen, ahli astrologi kota itu. Henrik Christoffersen, kepada lembaga riset Cepos, mengkritik promosi ramalan bintang tersebut.

Read More..

DUKUNGAN MEMBANGUN MESJID DI GROUND ZERO.

Diposting oleh BLOG SEHAT ALAMI Jumat, 27 Agustus 2010 0 komentar

Lebih dari 40 kelompok agama dan kemasyarakatan di New York, Amerika Serikat mengumumkan pembentukan organisasi bersama guna mendukung kebebasan beragama untuk menghindari konflik perpecahan. Sebelumnya terjadi pro dan kontra berbagai kalangan, termasuk para politisi konservatif menyusul rencana pembangunan mesjid di bekas lokasi serangan 11 September atau Ground Zero.



Kalangan kelompok Islam, Yahudi, Nasrani dan sejumlah organisasi masyarakat Amerika mendukung rencana pembangunan mesjid dan pusat kebudayaan Islam di lokasi Ground Zero. Para politisi konservatif memandang rencana tersebut mengabaikan perasaan para anggota keluarga korban yang tewas dari tragedi 11 September 2001 lalu.




Pro kontra rencana pembangunan masjid di lokasi Ground Zero, akhirnya merembet ke aksi demonstrasi. Ratusan orang yang terbagi dalam dua kelompok pro dan anti rencana pembangunan masjid, berunjuk rasa di sekitar kawasan Ground Zero kota New York, Minggu (22/8). Kedua kelompok ini berada di lokasi yang saling berdekatan, dan hanya terpisah oleh barisan polisi yang berjaga-jaga.


Namun organisasi masyarakat New York Neighbors for American Value yang beranggotakan lebih dari 40 organisasi agama dan kelompok masyarakat menyatakan perdebatan itu menciptakan rasa ketakutan dan perpecahan. Kelompok koalisi masyarakat itu juga menghimbau para politisi, kalangan tokoh akademisi dan para pemimpin untuk mendukung kebebasan beragama. Gedung kebudayaan Islam sendiri rencananya berlantai 13 sedangkan mesjidnya tidak memiliki kubah.




Rencana pembangunan masjid di lokasi Ground Zero, New York USA.


Sumber : Garit/AP/USA - Freedom.

Read More..

PENERBANG LINTAS BENUA MENDARAT DI SINI.

Diposting oleh BLOG SEHAT ALAMI Rabu, 28 April 2010 0 komentar


Kuburan masyarakat desa Adat Trunyan. Kawasan ini terdapat Pohon Tarumenyan yang diyakini menyerap aroma bau busuk mayat sehingga mayat tidak bau ketika didekati.


Bali memang makin terang benderang namanya disebut warga belahan dunia lain di luar Indonesia. Tentu saja aroma mistiknya selalu mengundang siapa saja untuk datang ke sini. Masih teringat dalam ingatan sehat dengan kundalini reiki tatkala mendapat tugas membuat film dokumenter budaya Masyarakat Trunyan tahun 1988 lalu. Di daerah ini kita bisa melihat dan merasakan suasana mistis ketika kaki melangkah masuk ke areal pekuburan Desa Trunyan di mana mayat manusia dikuburkan di atas tanah dan tidak ditutupi dan dibiarkan saja membusuk. Anehnya tidak ada aroma bau busuk mayat menyebar di areal makam ini. Yang ada bau daun kering Pohon Tarumenyan yang jatuh berserakan di areal makam ini. Konon menurut cerita masyarakat adat Trunyan, bau mayat membusuk sudah diserap oleh Pohon Tarumenyan sehingga bau busuk tidak menyebar kemana-mana.



Itulah salah satu sisi magis dari keberadaan Pohon Taru Menyan yang legendaris itu. Namun Bali masih banyak menyimpan cerita unik berkaitan dengan satu kawasan yang sangat erat sekali hubungannya dengan kehidupan binatang. Tengok saja kawasan Lagoon seluas 30 hektar di kawasan Nusa Dua. Lagoon saat itu menjadi tempat tinggal persinggahan burung yang terbang lintas benua. Setidaknya ada 77 spesies burung yang mendarat dan tinggal sebentar setelah itu terbang kembali meninggalkan kawasan ini. Menurut Made Mandra, Direktur Utama Bali Tourism Development Corporation ( BTDC ) Lagoon ini sekarang ini juga menjadi tempat tinggal beberapa jenis ikan. " Keberadaan ikan akhirnya mengundang berbagai komunitas burung untuk bermukim dan membuat ekosistem baru di wilayah ini, " katanya.




TRUNYAN, INDONESIA - MARCH 21: Skulls are positioned at a village cemetery in Kuban, on March 21, 2007 near Trunyan, Bali resort island, Indonesia. Unlike the Balinese people, the people of Trunyan do not cremate or bury their dead but lay them out in bamboo cages to decompose. The stench is masked by the perfumed scents from a huge Banyan tree growing nearby. Trunyan ancient village is inhabited by people who call themselves "Bali Aga" or original Balinese who have maintained many of the old Balinese customs. (Photo by Dimas Ardian/Getty Images)

Kawasan Danau Batur dilihat dari arah Penelokan Kintamani. Nun jauh di bawah seberang danau bermukim Masyarakat Trunyan. Di kejauhan berdiri kokoh Gunung Batur, menyambut wisatawan berkunjung ke Kawasan Desa Trunyan.


Kawasan pariwisata berbasis pada alam tampaknya akan diwujudkan di Lagoon ini. Lahan hijau terbuka yang tersisa di Kawasan Nusa Dua dibiarkan terbuka yang dapat diakses masyarakat umum. Dengan dibangunnya fasilitas pengamatan burung untuk pengunjung berupa menara pandang, dengan sendirinya akan membuat pengunjung betah berlama-lama mengamati tingkah polah burung hinggap di dahan pohon. Keunikan satwa lain seperti biawak kecil yang disebut alu pun ada di sini. Banyaknya burung lokal di tambah burung migran tinggal di Lagoon ini mulai dilirik wisatawan domestik dan mancanegara sebagai wisata pengamatan burung atau bird watching.



Pada bulan Oktober hingga November misalnya, dari Lagoon ini kita bisa menikmati dan mengamati burung-burung yang singgah dalam penerbangan mereka dari Siberia menuju belahan bumi Selatan. Karena itulah penerbangan burung ini disebut penerbangan lintas benua. Burung-burung Siberia seperti burung trinil dan cerek cukup banyak. " Kalau sekitar bulan Juni umumnya burung-burung dari Australia seperti jenis kirik-kirik dan cekakak suci terbang dan hinggap tinggal di sini beberapa saat lamanya, " ujar Deni Purwandana, seorang penggiat Komunitas Kokokan Denpasar seraya mengungkapkan Lagoon yang ada di Nusa Dua ini memang menjadi habitat bagus bagi burung-burung lokal dan tempat transit beberapa jenis burung migran.




Kawasan Lagoon sebagai surganya burung memanjakan mata bagi pencinta burung untuk mengabadikan ke dalam pita seluloid atau digital kamera.

Burung jangkung dengan warna dominan hitam, coklat dan putih sedang berjemur di pinggir kolam.

Sekelompok Cakakan Sungai yang berada dipohon kering membuat formasi berjajar di seluruh batang pohon tersebut terlihat biru mengkilap menggantikan dedaunan yang hilang.


Kenapa burung memiliki peran penting bagi perkembangan ekosistem? Menurut Inspiratorial Kompas yang sehat dengan kundalini reiki kutip, satwa ini turut membantu penyebaran tumbuhan di suatu daerah. Dalam rantai makanan, posisi burung berada di bagian atas. Burung dianggap juga sensitip terhadap pencemaran lingkungan dan penurunan kualitas makanannya. Oleh para peneliti burung sering dijadikan indikator untuk menilai tingkat kerusakan lingkungan atau hutan. Penelitian burung sendiri di kawasan Nusa Dua sudah dilakukan beberapa tahun silam, antara bulan Januari 1999 sampai tiga tahun berikutnya jakni bulan Januari 20o2.



Menurut Jurnal Elektronik Universitas Udayana Bali, mencatat pada penelitian tersebut berhasil diamati berbagai jenis burung yang hidup di kawasan itu dimana keberadaannya sangat mendukung pengembangan atraksi ekowisata pengamatan burung. Kesimpulan tersebut diambil para peneliti Unud dengan sandaran fakta bahwa 83 jenis burung ditemukan di kawasan ini. Dalam persentasi angka tersebut mencapai 27 persen dari total spesies burung yang ada di Pulau Bali. Burung-burung itu banyak tinggal di daerah Lagoon. Burung yang ada di Nusa Dua sebagian besar merupakan burung non-migran yang jumlahnya mencapai 87 persen. Sementara burung migran sebanyak 13 persen dan burung endemik Indonesia sebanyak 6 persen.



Di luar Nusa Dua kawasan yang strategis untuk menjadi lahan konservasi burung dan dapat dikembangkan menjadi tempat wisata adalah sekitar Bedugul Bali bagian tengah. Objek yang mendukung lokasi ini adalah Kebun Raya Ekakatya, Danau Beratan, Danau Buyan dan Tambingan. Selain itu daerah Karangasem di Bali Timur yang banyak disinggahi burung-burung migran pemangsa seperti elang. Atau Taman Nasional Bali Barat yang menjadi lahan konservasi jalak Bali ( culik Bali ) yang nyaris punah itu. Bila semakin banyak daerah di Bali dikembangkan sebagai habitat burung , liburan kita ke Bali makin variatip saja. Selain Anda dapat mengunjungi Penelokan di Kintamani sambil menikmati hamparan Danau Batur di mana di seberang danau tinggal Masyarakat Adat Bali Trunyan sebagaimana prolog postingan ini, Anda pun dapat melihat penangkaran burung Jalak Bali di Ubud.



Sumber : Inspiratorial Kompas ( diedit ) / Foto : Andry Khusnul/Dimas Ardian.

Read More..

SOFTWARE PSR.

ARUMSEKAR ON FACE BOOK.

REIKI LIKE

KOTA DAN NEGARA

STATISTIK ALEXA

About Me

Foto saya
Saya adalah manusia biasa seperti Anda juga yang sama-sama mengarungi hidup ini dengan menjalin tali persahabatan.Masih ingin belajar untuk meningkatkan pengetahuan khususnya bidang kesehatan alami. Karena itu saya tertarik belajar REIKI dan dengan REIKI pula saya belajar menyembuhkan diri sendiri dari gangguan penyakit. Namun demikian saya juga berteman dengan kalangan medis yang berprofesi dokter, perawat sekaligus sebagai Praktisi Reiki. Dengan merekalah saya belajar untuk menjadi manusia sehat baik jasmani dan rukhani. Senang melakukan perjalanan dinas karena tuntutan pekerjaan.

Blog Archive

ARUM ON BLOG SPOT COM.