
Saat
ini 40 pasien di Leicester General Hospital, Inggris ambil bagian dalam
penelitian untuk melihat efek pil kurkumin yang diberikan tujuh hari
sebelum kemoterapi standar. Prof William Steward, pemimpin penelitian
menyatakan kombinasi kurkumin dan kemoterapi 100 kali lebih baik
daripada pemberian kedua terapi secara sendiri-sendiri.Anda tentu pernah dan sering digigit nyamuk nakal bukan? Tatkala senja tiba dan matahari mulai beranjak ke peraduan, nyamuk akan datang pada Anda lalu menggigit. Gigitan nyamuk nakal boleh jadi akan meninggalkan jejak berupa rasa gatal pada kulit. Kalau sudah begitu krem anti nyamuk dioleskan pada kulit. Terkadang cairan pembasmi nyamuk akan disemprotkan ke segala ruangan rumah. Tujuannya agar rumah tidak dimasuki nyamuk.
Nyamuk boleh nakal dan menggigit kulit manusia karena gas karbon dioksida ( CO 2 ) yang diembuskan napas dan bau badan merupakan petunjuk nyamuk betina untuk memburu manusia. Karena itu nyamuk betina sebagai inang penyebaran penyakit malaria, demam berdarah atau demam kuning sangat ditakuti manusia karena sudah banyak korban meninggal dunia karena gigitan nyamuk.
Peneliti pada Universitas California meneliti bagaimana Aedes Aegypti betina yang menyebarkan demam berdarah dan yellow fever, merespon CO2 dan bau tubuh manusia. Seperti diungkap di Science daily 5 Oktober 2011 menyebutkan, embusan CO2 adalah yang paling awal menarik bagi nyamuk untuk datang ke manusia.
Jumlahnya bisa satu yang datang menggigit. Akan tetapi temannya ribuan ekor jumlahnya. Jika satu nyamuk saja sudah sangat mematikan gigitannya, apalagi kalau ribuan nyamuk menggigit pada waktu bersamaan kepada orang lain.
Di Laboratoriom peneliti melepaskan nyamuk betina ke dalam saluran angin dan mengambil gambar bagian jalur penerbangan nyamuk. Hasil penelitian menyatakan, nyamuk melawan arah angin hanya saat mereka mendapati karbon dioksida.
Orientasi nyamuk pada aroma tubuh manusia bervariasi. Tergantung intensitas aromanya. " CO2 merangsang lebih cepat dan langsung, dibandingkan bau tubuh manusia, " ucap Ring Carde, profesor tamu pada bidang entomologi di Universitas California.
Sumber : Science Daily/ICH.
Read More..Kepolisian anti narkotika Bolivia menghancurkan 281 laboratoriom narkoba di daerah Santa Cruz, Senin ( 18/7 ). Polisi juga menyita empat kilogram kokain dan menahan sejumlah anggota kartel narkotika. Pihak kepolisian anti-narkotika Bolivia melancarkan operasi besar-besaran di daerah Santa Cruz untuk memberantas perdagangan narkoba.
Dalam operasi yang berlangsung dua hari, aparat dari satuan khusus anti-narkoba juga menemukan sebuah jenazah, beberapa kendaraan dan sejumlah senjata yang disembunyikan di dalam rumah. Menteri Pemerintah Sacha Liorenti menyebut operasi tersebut sebagai operasi pemberantasan narkoba terbesar di Bolivia.
Liorenti menambahkan sejak Presiden Evo Morales mengusir agen-agen dari Badan Pengawasan Narkotika Amerika Serikat pada tahun 2008, negara-negara Amerika Latin bergabung dengan Bolivia untuk memerangi perdagangan narkoba. Saat ini Bolivia sedang berusaha memperkuat kerja sama dengan dengan negara tetangga seperti Brasil, Peru, Kolombia dan Chili.
Menurut sumber pemerintah, pada paruh pertama tahun 2011 Bolivia telah menyita 10 ton kokain dan menahan 1.633 tersangka pengedar narkoba. Semua tersangka ada 39 warga negara Peru dan 31 warga Kolombia.
Sumber : Latin/AP/Bolivia in Drugs Operation.
Read More..Kalangan ilmuwan Kuba menggiatkan riset medis untuk mengembangkan ramuan tradisional racun kalajengking sebagai obat anti kanker. Demikian prolog artikel bersumber dari Garit 7 April 2010 lalu sebagaimana sehat dengan kundalini reiki kutip untuk blog kesehatan alami. Dikatakan Kementerian Kesehatan dan Kalangan Pakar Kuba juga mengundang peneliti Amerika Serikat dan para pengusaha guna mengembangkan obat yang diyakini dapat mengobati penyakit kanker stadium akhir.
Dalam keterangan pers di Havana Kuba, Dokter Jose Fraga dari Laboratoriom Farmasi dan Biologi Kuba, mengungkapkan racun kalajengking biru dapat menghambat pertumbuhan sel kanker. Dokter Fraga juga telah mendaftarkan obat tradisional Kuba yang dikenal dengan nama Escozul tersebut untuk penjualan internasional. Peneliti terakhir terhadap 8 ribu pasien kanker hasil positip.
Racun kalajengking tidak berbahaya bagi manusia serta tidak menimbulkan efek samping jika diberikan secara oral. Obat tradisional anti nyeri itu sesungguhnya telah digunakan secara luas oleh warga Kuba, namun pertama kali dikembangkan di tahun 1990-an di Provinsi Guantanamo. Effektifitas obat dari racun kalajengking kini semakin meningkatkan penelitian akademis terhadap kalajengking. Pihak berwenang Brasil juga mengundang peneliti asing untuk bekerja sama dengan Kuba mengembangkan anti kanker.
- Tahun 1998 saja, Badan Pengawas Makanan dan Obat AS (FDA) mengkaji dan menyetujui peredaran empat obat berbahan dasar racun, baik bisa ular, kalajengking maupun kerang kerucut, yaitu Aggrostatin untuk mengobati angina, Captopril untuk tekanan darah tinggi, Conotoxin untuk anestesi saraf tulang belakang, serta Chlorotoxin untuk pengobatan tumor otak.
Kalajengking pun mempunyai ceritera tersendiri. Dikisahkan ada seorang gembala India yang kebetulan melihat seekor kalajengking mengambang berputar-putar di air. Ia memutuskan untuk menolong kalajengking itu keluar dengan mengulurkan jarinya, tetapi kalajengking itu menyengatnya.
Orang itu masih tetap berusaha mengeluarkan kalajengking itu keluar dari air, tetapi binatang itu lagi-lagi menyengat dia. Seorang pejalan kaki yang melihat kejadian itu mendekat dan melarang orang India itu menyelamatkan kalajengking yang terus saja menyengat orang yang mencoba menyelamatkannya.
Tetapi orang India itu berkata, “Secara alamiah kalajengking itu menyengat. Secara alamiah saya ini mengasihi. Mengapa saya harus melepaskan naluri alamiah saya untuk mengasihi gara-gara kalajengking itu secara alamiah menyengat saya?” Racun kalajengking ternyata dapat dipakai sebagai pembersih tumor. Para peneliti menggunakan bahan sintetisnya sebagai pembawa yodium yang bersifat radioaktif ke sel-sel tumor otak yang masih tertinggal setelah pembedahan.
Sejauh ini teknik ini telah diuji pada 18 pasien dan percobaan medis masih terus dilakukan, hasilnya sementara menunjukkan bahwa peruses pengobatan ini dapat diterima tubuh dan efektif. Analisis menunjukkan bahwa sifat radio aktif akan hilang secara keseluruhan setelah 24 jam zat disuntikkan. Radiasi tersebut juga bekerja disekitar luka operasi saja sehingga tidak merusak sel-sel otak yang sehat.
BISA dan racun tak selamanya berbahaya. Mekanisme kerja bisa dan racun bisa dimanfaatkan untuk kepentingan pengobatan. Di antaranya untuk penghilang rasa sakit, pengencer darah, pereda ketegangan otot, antikanker, antimikroba, antikejang bahkan diteliti untuk anti-HIV. Pemanfaatan bisa dan racun itu dipaparkan oleh Prof P Gopalakrishnakone PhD DSc dari Fakultas Kedokteran National University of Singapore dalam the 2nd National Symposium “The Recent Advances in Critical Care Management of Trauma Cases” yang diselenggarakan Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto, Sabtu (19/7) dua tahun silam.
Sumber : Garit/Cuba - Medicine/www.ceritakan.com
Read More..
