Masyarakat
di Afrika memakai burung untuk mengetahui lokasi sarang lebah dan madu.
Komunitas itu punya pawang untuk memanggil burung demi mengumpulkan
madu. Itu merupakan relasi simbiosis mutualisme karena manusia mendapat
madu dan burung memperoleh lilin sebagai makanannya.
Burung
penuntun itu punya panggilan khusus untuk menarik perhatian manusia
lalu terbang menunjukkan sarang lebah berisi madu. Manusia diperlukan
burung untuk menangkal sengatan lebah serta membuka sarang madu dan
lilin.
Burung
pelatuk yang memiliki simpul pita merah di kepalanya itu, merupakan
satu-satunya spesies yang mempunyai kebiasaan menggali rongga di pohon
dan kemudian dijadikan sarang. Tentu saja jenis burung pelatuk ini
tersebar di seluruh wilayah tenggara Amerika Serikat. Kerusakan habitat
ditambah pola reproduksi burung pelatuk yang khas, menjadikannya
sebagai salah satu spesies yang kini terancam punah.