Sekitar
sepertiga penurunan kemampuan kognitif pada orang tua disebabkan
abnormalitas otak, seperti kerusakan otak akibat stroke atau adanya plak
dari protein amiloid beta terkait dengan penyakit alzheimer. Namun,
aktivitas yang membuat otak aktif juga memengaruhi tingkat penurunan
kognitif. " Aktivitas kognitif otak memengaruhi seberapa cepat dan parah
penyakit otak. Itu ditandai oleh persoalan memori dan kemampuan
berpikir, " kata peneliti Robert S Wilson, ahli neuropsikologi dari
Universitas Rush, Chicago, Amerika Serikat, kepada Livescience, Rabu (
3/7 ).
Pembuat
film dokumenter Kanada, Michael Jorgensen mengklaim telah menemukan
prajurit AS yang tewas itu ternyata masih hidup. News com au, Senin (
29/4/2013 ) mewartakan, Michael menemukan Sersan John Hartley di sebuah
desa di selatan negara itu pada sebuah perkampungan. Atas dasar
penemuannya itu, Michael mendalaminya dan membuat film dokumenter kisah
Sersan John Hartley Robertson.

Para peneliti dari Universitas Bonn dan Universitas Mainz di Jerman menemukan mekanisme dalam tubuh yang melindungi otak dari penuaan. Pada saat berlangsung percobaan mereka mematikan saraf cannabinoid-1( CB1 ) tikus. Dampaknya hewan itu menunjukkan tanda degenerasi otak seperti pada penderita demensia, hanya saja prosesnya lebih cepat.
Hal ini dipublikasikan di Science Daily, Rabu ( 13/7 ). Manusia semakin tua dan jumlah penderita demensia semakin meningkat dari tahun ke tahun. Namun, faktor pengontrol degenerasi otak masih belum diketahui. Para peneliti mengasumsikan faktor-faktor seperti stres dan akumulasi limbah beracun mempercepat penuaan.
Ada mekanisme yang melindungi otak dari degenerasi. Para peneliti kini menemukan fungsi yang sebelumnya tidak diketahui dari CB1. Reseptor sinyal itu merupakan protein yang dapat mengikat substansi lain dan memicu sederet rantai sinyal. Cannabionids seperti THC, agen aktif pada ganja ( Cannabis sativa ) membentuk ikatan yang menutup reseptor CB1.
"Jika kita mematikan reseptor menggunakan teknologi genetika, penuaan otak pada tikus lebih cepat. Sistem sinyal CB1 memiliki efek melindungi pada sel saraf," kata Onder Albayram, salah seorang peneliti.
Sumber : Science Daily/ICH.
Read More..
