Menjaga
otak tetap aktif sejak kanak-kanak hingga tua dapat membantu mengatasi
demensia dan kehilangan memori saat tua. Demensia ditandai dengan
penurunan daya ingat, kemampuan menalar dan menilai, serta kemampuan
berbahasa. Demensia berbeda dengan pikun. Pikun biasanya hanya lupa
pada hal-hal yang detail, sedangkan demensia adalah lupa sama sekali
dengan apa yang terjadi pada diri, termasuk kebutuhan dasar seperti
makan, minum, buang air atau bicara.
Sekitar
sepertiga penurunan kemampuan kognitif pada orang tua disebabkan
abnormalitas otak, seperti kerusakan otak akibat stroke atau adanya plak
dari protein amiloid beta terkait dengan penyakit alzheimer. Namun,
aktivitas yang membuat otak aktif juga memengaruhi tingkat penurunan
kognitif. " Aktivitas kognitif otak memengaruhi seberapa cepat dan parah
penyakit otak. Itu ditandai oleh persoalan memori dan kemampuan
berpikir, " kata peneliti Robert S Wilson, ahli neuropsikologi dari
Universitas Rush, Chicago, Amerika Serikat, kepada Livescience, Rabu (
3/7 ).