
Ada-ada ulah warga Israel ini. Setelah tentaranya menyerbu kapal kemanusiaan Mavi Marmara minggu lalu dan menimbulkan protes warga dunia yang cinta perdamaian dan kemanusiaan, kini ada saja ulah sebagian warganya mencari perhatian dengan menunjukkan kekuatan. Bukan kekuatan senjata perang tetapi kekuatan otot untuk menarik benda berat, Rabu (09/6).
Kemaren lomba adu kekuatan menarik 7 truk digelar di pinggir pantai kota Tel Aviv. Peserta yang memenangkan lomba ini mendapat julukan laki-laki atau perempuan terkuat di Israel. Warga pinggir pantai kota Tel Aviv tentu saja senang menyaksikan atraksi ini. Mereka disuguhi atraksi menarik truk.
Lomba yang diselenggarakan oleh Universal Trucks Israel - UTI tidak hanya diikuti peserta laki-laki saja tetapi ada juga peserta perempuan. Mereka menamakan dirinya sebagai manusia super-power dan ikut berpartisipasi dalam lomba menarik truk. Para peserta diharuskan menarik tujuh truk dengan berat setengah ton sepanjang 30 meter di lapangan parkir samping pantai.
Peserta yang tercepat menarik truk itulah yang keluar sebagai pemenang. Pada kompetisi laki-laki dimenangkan Denis Bundernko berusia 34 tahun dengan kecepatan menarik truk selama 20 menit 50 detik. Di kompetisi perempuan Vera Spanyav mendapat julukan wanita kuat setelah berhasil menarik 7 truk dalam waktu 29 menit 24 detik.
Spanyav mengungkapkan sangat bangga bisa memenangkan kompetisi tersebut sekaligus memecahkan rekor lomba tahun lalu. Meskipun sangat sulit, Spanyav mengaku sangat menikmati kompetisi ini dan ia mendapatkan hadiah wisata ke Yunani. Tidak hanya Spanyav, Burdenrko juga mendapatkan hadiah wisata ke Yunani.
Sumber : Reuters/ Truck Pulling in Tel Aviv.
Read More..Mumpung masih ada di kota kelahiran Solo minggu ketiga Juli 09 lalu, sehat dengan reiki juga hadir di Kampung Kauman yang terletak bersebelahan dengan Masjid Agung Solo dekat Pasar Klewer. Nah setelah ada Kampung Batik Laweyan di Solo juga ada Kampung Batik Kauman yang tak kalah menarik dalam hal produksi kain batik. Monggo pun lajengaken postingan bab Kota Solo?
Kampung Batik Kauman yang menyandang Kampung Wisata Batik berada di kelurahan Kauman, Kecamatan Pasar Kliwon, Surakarta. Letak kelurahan ini mendiami areal tanah seluas 20.10 hektare. Menurut data yang diperoleh dari Kelurahan Kauman, hingga bulan Juni 2009 terdapat 735 kepala keluarga dengan total warga 7.461 jiwa.
Ingatan sehat bersama reiki kembali mundur ke tahun 1966 di mana banjir besar sedang melanda Solo yang juga merendam 2/3 bagian kota termasuk di dalamnya Kampung Kauman yang ikut terendam air banjir akibat meluapnya Bengawan Solo. Saat itu penduduk kota Solo yang kebanjiran sebagian mengungsi ke Balai Kampung Laweyan. Kampung Kauman sendiri terendam air banjir hingga 5 hari.
Lahirnya Kampung Kauman ada setelah Pemerintahan Keraton Kartusuro berpindah ke Desa Solo yang kemudian berubah nama menjadi Kasunanan. Kauman menurut namanya jelas merupakan tempat para kaum ulama tinggal di mana lapisan masyarakat di dalamnya terdiri atas penghulu tafsir anom, ketip, modin serta suronoto. Karena adanya kaum yang menjadi penduduk mayoritas wilayah ini maka daerah ini disebut Kauman.
Kauman akhirnya menjadi kampung batik setelah banyak show room yang menjajakan batik di wilayah ini. Karena tidak semua show room menjual batik produksi sendiri maka ada inisiatip sebagian warga membuat batik. Batik yang diproduksi masyarakat Kauman pada awalnya merupakan batik-batik pesanan para abdi Dalem Kasunanan.
Awalnya motif batik yang dihasilkan merupakan motif khas keraton. Seiring dengan berkembangnya pasar, motif yang dihasilkan juga bervariatif, bahkan berani menggunakan warna sebagai variasi. Dalam perkembangannya seni batik yang ada di Kauman dapat dibedakan menjadi tiga jenis yaitu batik tulis, cap dan kombinasi batik cap dan batik tulis.
Produksi batik Kauman menggunakan bahan sutra alam dan sutra tenun, katun jenis primisima dan prima serta rayon. Menurut Gunawan Setiawan, Ketua Paguyuban Kampung Batik Kauman bersama rekan-rekannya di Paguyuban ini berinisiatif mengubah nama wilayah Kauman menjadi Kampung Batik Wisata Batik Kauman.
Pertimbangan perubahan status nama kampung ini dikarenakan wilayah Kauman tidak saja kampung yang menampilkan batik saja. Tengok saja wisatawan asing dan domestik yang berkunjung ke Pasar Klewer juga menyempatkan diri berbelanja batik di kampung ini. Selain berbelanja mereka juga menikmati jejak bangunan bersejarah seperti musium batik dan rumah kuno khas Jawa bergaya Eropa. Sebuah perpaduan unik antara wisata budaya dan sejarah.
Wisata religi disamping mengunjungi Mesjid Agung Solo, Pasar Klewer dan Keraton Kasunanan Solo tidak lengkap bila tidak melangkahkan kaki di Kauman. Bila nanti Pemda Solo jadi menjalankan kereta api wisata dengan Lokomotif Uap melintas Jalan Slamet Riyadi mulai dari Stasiun Purwosari menuju Stasiun Sangkrah, tak ada salahnya Anda...sahabat sehat bersama reiki juga mencoba kereta uap ini dan minta diturunkan di Perempatan Gladag. Dari perempatan Gladag ini Anda tinggal melangkahkan kaki melewati Gapuro Gladag dan sampailah di Kauman.
Di era tahun 1960 kereta api uap masih melintas di tengah kota Solo. Sejak Musium kereta api Ambarawa dibuka lokomotif uap mulai dipensiunkan. Menurut rencana wisata dengan kereta uap dari stasiun Purwosari menuju Sangkrah akan dihidupkan kembali. Saat ini perbaikan bantalan rel kereta api sedang dikerjakan dan diharapkan kereta uap kembali lewat di tengah kota. Di tahun itu saya sering naik kereta uap ini, kini giliran Anda semua nantinya juga bisa menikmati kereta uap yang sama.Gambar atas tengah salah satu sudut Kampung Batik Kauman Solo.
Read More..
Berkunjung ke Lasem kota kecamatan yang terletak 12 km timur Rembang di pantura timur Jawa Tengah rasanya tidak lengkap bila tidak menyempatkan diri berkunjung ke Makam Sunan Bonang di Desa Bonang. Setelah berkunjung ke Indusri batik Lasem, sehat dengan reiki bersama teman-teman liputan melangkahkan kaki menapak tangga petilasan tempat tinggal Sunan Bonang Minggu kemaren. Lokasi makam Sunan Bonang sekitar 5 km timur Lasem dan berada di pinggir Pantai Binangun Indah Lasem.
Cuaca siang itu begitu terik. Makam Sunan Bonang saat itu banyak dikunjungi wisatawan. Ini terlihat dengan adanya bus-bus wisata yang parkir di area pantai Binangun Indah. Lokasi yang indah berada di bibir pantai laut Jawa yang tenang ombaknya, teduh suasananya semilir angin lautnya. Raden Maulana Makdum Ibrahim atau yang kemudian dikenal dengan sebutan Sunan Bonang adalah seorang Putera Sunan Ampel. Beliau dikenal juga dengan sebutan Wali Songo yang ikut membuat Mesjid Agung Demak bersama wali songo lainnya.
Beliau adalah putera Sunan Ampel yang beristri Nyai Ageng Manila seorang putera Arya Teja, salah seorang Tumenggung Majapahit yang berkuasa di Tuban dan sekitarnya. Menurut sejarah wali songo Sunan Bonang lahir tahun 1465 dan wafat tahun 1525. Semasa hidupnya Sunan Bonang menyebarkan Agama Islam di daerah Jawa Timur sekitar Tuban.
Sebagai halnya Sang ayah Sunan Ampel, Sunan Bonang mendirikan pondok pesantren di daerah Tuban dan mendidik murid-muridnya yang kelak juga ikut menyebarkan Agama Islam ke pelosok Pulau Jawa.Konon beliaulah yang menciptakan gending Dharma serta berusaha mengganti nama-nama nahas/sial, nama dewa-dewa menurut kepercayaan Hindu menjadi nama-nama malaikat serta nabi-nabi.Hal ini dimaksudkan untuk mendekati rakyat Jawa waktu itu dan mengenalkan ajaran baru sehingga memeluk Islam.
Semasa hidupnya dikatakan Sunan Bonang pernah belajar ke Pasai. Sekembalinya dari Pasai, Sunan Bonang memasukkan pengaruh Islam ke dalam bangsawan dari Keraton Majapahit dan mempergunakan Demak sebagai tempat berkumpul murid-muridnya.Perjuangan Sunan Bonang menanamkan pengaruh ke dalam. Siasat Sunan Bonang adalah memberikan didikan Islam kepada Raden Patah putera Brawijaya V dari Kerajaan Majapahit serta mendirikan kerajaan Islam pertama di tanah Jawa dengan Demak sebagai pusat pemerintahan Islam.
Objek wisata pantai bahari di Kabupaten Rembang antara lain memiliki hamparan pantai utara dengan panjang 60 km dengan kekayaan alam lain berupa perbukitan, hutan serta peninggalan sejarah petilasan Makam Sunan Bonang ini.Dengan potensi wisata alam Pemkab Rembang mengelompokkan daerah ini menjadi 3 sub sistem yaitu subsistem Rembang, Lasem dan Bonang.Setiap subsistem wisata budaya dan sejarah terangkai dalam kesatuan segregasi kewilayahan.Kekayaan potensi alam dan sejarah ini kini menjadi modal utama untuk pengembangan wisata.
Untuk menjangkau objek wisata ini mudah.Bila berkendara setelah tiba di Lasem arahkan kendaraan Anda menyusuri pantai sepanjang 5 km ke timut hingga tiba di desa Bonang yang terletak di pinggir laut.Jarak Lasem-Bonang sekitar 5 km. Subsistem Bonang misalnya memiliki objek pemandangan laut yang indah. Di samping makam Sunan Bonang ada juga makam Putri Champa, salah seorang pengikut setia Sunan Bonang. Selain makam ada juga petilasan batu pasujudan Sunan Bonang dan Bende Beca.
Sunan Bonang wafat dalam usia 60 tahun dan dimakamkan di halaman rumah kediamannya yang terletak di Desa Bonang, Kecamatan Lasem Kabupaten Rembang.Sekarang situs peninggalan makam Sunan Bonang hanya berupa pelataran yang dikelilingi oleh batu bata merah.
Sunan Bonang mempunyai banyak murid. Mereka berasal dari daerah yang ada di Pulau Jawa.Tetapi yang paling banyak berasal dari daerah Tuban,Rembang dan Madura.Ketika Sunan Bonang meninggal, jenazahnya menjadi rebutan murid-muridnya yang berasal dari berbagai daerah.Mereka ingin memakamkan Sang Guru di tempat masing-masing.Ketika terjadi rebutan, setiap murid merasa berhasil mendapatkan jenazah Sunan Bonang.Setelah itu mereka pulang ke daerah asal untuk memakamkan jenazah.
Jadi tidak aneh kalau disebut makam Sunan Bonang ada di tiga tempat, yakni di Bonang Lasem ( Jawa Tengah ), Tuban ( Jatim ) dan Madura ( Jatim ). Soal mana yang benar kita serahkan kepada Sang Pencipta Tuhan Yang Maha Tahu.Memang karomah Sang Wali Songo merupakan anugerah dari Tuhan yang diberikan kepada hamba-Nya, salah satunya Sunan Bonang ini.
Bila kebetulan berkendara lewat pantura Jawa Tengah antara Lasem ke Sarang sehat dengan reiki sarankan Anda mampir istirahat sejenak dan berkunjung ke Makam Sunan Bonang.Dari halaman makam Anda dapat menatap air laut Jawa yang jernih dan hanya berjarak sekitar 200 meter dari bibir pantai.
Sehat dengan reiki menulis dari Lasem.


