ON LINE

Followers

Tampilkan postingan dengan label mesjid agung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mesjid agung. Tampilkan semua postingan

DUKUNGAN MEMBANGUN MESJID DI GROUND ZERO.

Diposting oleh BLOG SEHAT ALAMI Jumat, 27 Agustus 2010 0 komentar

Lebih dari 40 kelompok agama dan kemasyarakatan di New York, Amerika Serikat mengumumkan pembentukan organisasi bersama guna mendukung kebebasan beragama untuk menghindari konflik perpecahan. Sebelumnya terjadi pro dan kontra berbagai kalangan, termasuk para politisi konservatif menyusul rencana pembangunan mesjid di bekas lokasi serangan 11 September atau Ground Zero.



Kalangan kelompok Islam, Yahudi, Nasrani dan sejumlah organisasi masyarakat Amerika mendukung rencana pembangunan mesjid dan pusat kebudayaan Islam di lokasi Ground Zero. Para politisi konservatif memandang rencana tersebut mengabaikan perasaan para anggota keluarga korban yang tewas dari tragedi 11 September 2001 lalu.




Pro kontra rencana pembangunan masjid di lokasi Ground Zero, akhirnya merembet ke aksi demonstrasi. Ratusan orang yang terbagi dalam dua kelompok pro dan anti rencana pembangunan masjid, berunjuk rasa di sekitar kawasan Ground Zero kota New York, Minggu (22/8). Kedua kelompok ini berada di lokasi yang saling berdekatan, dan hanya terpisah oleh barisan polisi yang berjaga-jaga.


Namun organisasi masyarakat New York Neighbors for American Value yang beranggotakan lebih dari 40 organisasi agama dan kelompok masyarakat menyatakan perdebatan itu menciptakan rasa ketakutan dan perpecahan. Kelompok koalisi masyarakat itu juga menghimbau para politisi, kalangan tokoh akademisi dan para pemimpin untuk mendukung kebebasan beragama. Gedung kebudayaan Islam sendiri rencananya berlantai 13 sedangkan mesjidnya tidak memiliki kubah.




Rencana pembangunan masjid di lokasi Ground Zero, New York USA.


Sumber : Garit/AP/USA - Freedom.

Read More..

GARUT KOTA KENANGAN

Diposting oleh BLOG SEHAT ALAMI Sabtu, 13 Februari 2010 0 komentar

Garut kota yang pernah saya kenal dan pertama kali saya kunjungi tahun 1980 tampaknya masih menyimpan kenangan indah sampai saat ini. Betapa tidak...kota yang dahulu kala disinggahi kereta api uap trayek Cikajang ke Cibatu pulang pergi ternyata mempunyai kerajinan kulit berskala UKM terbesar di Indonesia. Beragam produk kerajinan kulit bisa ditemui mulai dari jaket, dompet, sepatu, sandal hingga aksesori seperti tas wanita, topi dan sabuk.



Kunjungan ke Garut kali ini sekedar mampir dalam perjalanan dari Tasikmalaya. Wilayah Sukaregang di Garut tempat usaha penyamakan dan kerajinan kulit memang sudah terkenal namanya hingga mancanegara. Industri penyamakan kulit pun telah mendapatkan pasar lokal yang ditandai kehadiran wisatawan domestik. Mereka datang dan berbelanja untuk mendapatkan harga murah di tempat kerajinan dibuat. Seandainya mereka datang berbelanja ke toko di sepanjang jalan Sukaregang tentunya harga sedikit mahal mengingat harga sudah jatuh ke pedagang toko.




Industri dodol garut menggunakan tenaga kerja lokal penduduk setempat bisa ditemui di sentra industri dodol garut.

Salah satu industri rumahan Dodol Garut merekrut tenaga kerja wanita penduduk setempat. Dibutuhkan ketelitian dalam proses produksi menyangkut cita dan rasa dodol yang cenderung manis.


Menikmati pemandangan sebuah kota, menjelajahi sudut-sudut pasar tradisional dan menyaksikan upacara adat perkawinan Sunda tempo dulu di Cikajang Garut rasanya terulang kembali saat kaki ini melangkah masuk ke Hotel Herlina. Di sinilah dulu kami bermarkas saat melakukan liputan pembuatan ceritera akhir pekan televisi. Selama 3 minggu kerja perjalanan bolak balik ke lokasi shooting ke Cikajang Garut terasa tidak melelahkan mengingat pemandangan alam di kanan kiri jalan yang dilalui terhampar perkebunan teh, kol, jagung dan kebun bunga. Semuanya serba hijau menyejukkan mata. Terlebih lagi di tahun 1980 sarana transportasi masih minim. Hanya kereta uap saja yang menyinggahi Garut dalam perjalanan kembali dari Cikajang menuju Cibatu.



Di samping kerajinan kulit Garut juga mempunyai industri batik yang disebut Batik Garutan. Ciri khas batik ini terlihat antara lain bentuk geometrik mengarah diagonal, mengambil pola bentuk flora dan fauna. Warna cerah seperti krem, merah, hijau dan kuning mendominasi lembaran kain batik yang sudah jadi. Ini menandakan ritme pola batik Garut yang lain dengan pola batik pedalaman seperti Banyumas sudah menjadikan daya tarik tersendiri bagi pecinta Batik. Setiap pembeli yang datang ke sentra batik atau kerajinan kulit harus pandai-pandai menawar dan lebih menguntungkan jika Anda bisa berbahasa Sunda untuk mendapatkan harga miring alias murah bagi bagi kantong.




Pemandangan Kampung Sampireun Garut. Begitu asri, teduh dan tenang suasananya.


Garut pun mempunyai kerajinan tangan lain yang bisa dijadikan oleh-oleh. Kerajinan akar wangi dan sutra alam sedikit menyebut suvenir khas Garut di samping suvenir kerajinan kulit tadi. Kerajinan tangan ini pun sudah dikenal sejak masa kolonial Belanda dan terus bertahan hingga sekarang ini. Salah satu simbol nama yang cukup melekat bagi pecinta kuliner adalah Dodol Garut. Memang berkunjung ke suatu tempat tanpa membawa buah tangan, rasanya kurang lengkap. Garut pun punya beberapa simbol makanan berhubungan dengan nama kota. Salah satunya Dodol Garut itu sendiri yang sudah terkenal hingga sekarang ini.




Gunung Cikurai Garut terlihat dari jalan raya Garut ke Cikajang.


Saat kendaraan yang sehat dengan reiki dan kerabat kerja tumpangi lewat depan Pengadilan Negeri Garut menuju Mesjid Besar Garut di siang hari yang mendung Rabu lalu, pikiran kembali melayang ke ruang sidang di tahun 1980. Suasana sidang tahun itu riuh sekali dengan pengunjung yang melihat jalannya sidang. Mereka ingin melihat jalannya sidang pembunuhan yang melibatkan wanita ayu di jamannya saat membunuh majikannya karena hendak diperkosa. Adegan shooting persidangan ini menjadi salah satu bagian ceritera akhir pekan televisi berjudul Pembelaan Garut juga dibintangi oleh Almarhum Didu, dikenal dalam serial televisi Keluarga Marlia Hardi. Sedangkan peran Pembela dimainkan Sultan Saladin, Dadi Jaya berperan sebagai Hakim dan Ani Kusuma memerankan polisi wanita. Peran terdakwa dimainkan oleh artis serba bisa Yatti Surahman yang pernah memerankan Sum Kuning dalam film bioskop besutan tahan 1979. Ceritera akhir pekan televisi dengan judul Pembelaan Garut lah yang menghadirkan memori kembali tentang Garut dengan Dodol Garutnya itu.

Read More..

KAMPUNG BATIK KAUMAN SOLO

Diposting oleh BLOG SEHAT ALAMI Minggu, 30 Agustus 2009 2 komentar


Mumpung masih ada di kota kelahiran Solo minggu ketiga Juli 09 lalu, sehat dengan reiki juga hadir di Kampung Kauman yang terletak bersebelahan dengan Masjid Agung Solo dekat Pasar Klewer. Nah setelah ada Kampung Batik Laweyan di Solo juga ada Kampung Batik Kauman yang tak kalah menarik dalam hal produksi kain batik. Monggo pun lajengaken postingan bab Kota Solo?

Kampung Batik Kauman yang menyandang Kampung Wisata Batik berada di kelurahan Kauman, Kecamatan Pasar Kliwon, Surakarta. Letak kelurahan ini mendiami areal tanah seluas 20.10 hektare. Menurut data yang diperoleh dari Kelurahan Kauman, hingga bulan Juni 2009 terdapat 735 kepala keluarga dengan total warga 7.461 jiwa.

Ingatan sehat bersama reiki kembali mundur ke tahun 1966 di mana banjir besar sedang melanda Solo yang juga merendam 2/3 bagian kota termasuk di dalamnya Kampung Kauman yang ikut terendam air banjir akibat meluapnya Bengawan Solo. Saat itu penduduk kota Solo yang kebanjiran sebagian mengungsi ke Balai Kampung Laweyan. Kampung Kauman sendiri terendam air banjir hingga 5 hari.

Lahirnya Kampung Kauman ada setelah Pemerintahan Keraton Kartusuro berpindah ke Desa Solo yang kemudian berubah nama menjadi Kasunanan. Kauman menurut namanya jelas merupakan tempat para kaum ulama tinggal di mana lapisan masyarakat di dalamnya terdiri atas penghulu tafsir anom, ketip, modin serta suronoto. Karena adanya kaum yang menjadi penduduk mayoritas wilayah ini maka daerah ini disebut Kauman.

Kauman akhirnya menjadi kampung batik setelah banyak show room yang menjajakan batik di wilayah ini. Karena tidak semua show room menjual batik produksi sendiri maka ada inisiatip sebagian warga membuat batik. Batik yang diproduksi masyarakat Kauman pada awalnya merupakan batik-batik pesanan para abdi Dalem Kasunanan.

Awalnya motif batik yang dihasilkan merupakan motif khas keraton. Seiring dengan berkembangnya pasar, motif yang dihasilkan juga bervariatif, bahkan berani menggunakan warna sebagai variasi. Dalam perkembangannya seni batik yang ada di Kauman dapat dibedakan menjadi tiga jenis yaitu batik tulis, cap dan kombinasi batik cap dan batik tulis.

Produksi batik Kauman menggunakan bahan sutra alam dan sutra tenun, katun jenis primisima dan prima serta rayon. Menurut Gunawan Setiawan, Ketua Paguyuban Kampung Batik Kauman bersama rekan-rekannya di Paguyuban ini berinisiatif mengubah nama wilayah Kauman menjadi Kampung Batik Wisata Batik Kauman.

Pertimbangan perubahan status nama kampung ini dikarenakan wilayah Kauman tidak saja kampung yang menampilkan batik saja. Tengok saja wisatawan asing dan domestik yang berkunjung ke Pasar Klewer juga menyempatkan diri berbelanja batik di kampung ini. Selain berbelanja mereka juga menikmati jejak bangunan bersejarah seperti musium batik dan rumah kuno khas Jawa bergaya Eropa. Sebuah perpaduan unik antara wisata budaya dan sejarah.

Wisata religi disamping mengunjungi Mesjid Agung Solo, Pasar Klewer dan Keraton Kasunanan Solo tidak lengkap bila tidak melangkahkan kaki di Kauman. Bila nanti Pemda Solo jadi menjalankan kereta api wisata dengan Lokomotif Uap melintas Jalan Slamet Riyadi mulai dari Stasiun Purwosari menuju Stasiun Sangkrah, tak ada salahnya Anda...sahabat sehat bersama reiki juga mencoba kereta uap ini dan minta diturunkan di Perempatan Gladag. Dari perempatan Gladag ini Anda tinggal melangkahkan kaki melewati Gapuro Gladag dan sampailah di Kauman.

Di era tahun 1960 kereta api uap masih melintas di tengah kota Solo. Sejak Musium kereta api Ambarawa dibuka lokomotif uap mulai dipensiunkan. Menurut rencana wisata dengan kereta uap dari stasiun Purwosari menuju Sangkrah akan dihidupkan kembali. Saat ini perbaikan bantalan rel kereta api sedang dikerjakan dan diharapkan kereta uap kembali lewat di tengah kota. Di tahun itu saya sering naik kereta uap ini, kini giliran Anda semua nantinya juga bisa menikmati kereta uap yang sama.

Gambar atas tengah salah satu sudut Kampung Batik Kauman Solo.

Read More..

SOFTWARE PSR.

ARUMSEKAR ON FACE BOOK.

REIKI LIKE

KOTA DAN NEGARA

STATISTIK ALEXA

About Me

Foto saya
Saya adalah manusia biasa seperti Anda juga yang sama-sama mengarungi hidup ini dengan menjalin tali persahabatan.Masih ingin belajar untuk meningkatkan pengetahuan khususnya bidang kesehatan alami. Karena itu saya tertarik belajar REIKI dan dengan REIKI pula saya belajar menyembuhkan diri sendiri dari gangguan penyakit. Namun demikian saya juga berteman dengan kalangan medis yang berprofesi dokter, perawat sekaligus sebagai Praktisi Reiki. Dengan merekalah saya belajar untuk menjadi manusia sehat baik jasmani dan rukhani. Senang melakukan perjalanan dinas karena tuntutan pekerjaan.

Blog Archive

ARUM ON BLOG SPOT COM.