


Dua bayi singa laut California Amanda dan Gina yang lahir bersamaan memulai penampilan perdananya kepada pengunjung di kebun binatang Berlin Jerman ( 19/08 ). Amanda dan Gina merupakan singa laut yang tergolong langka dalam berkembang biak, berasal dari ayah yang sama namun berbeda ibu. Para pengunjung di kebun binatang Berlin Jerman mendapatkan tontonan unik yang tak pernah mereka lihat selama proses kelahiran ini hingga penampilan perdananya kepada umum.
Meski berbeda induk uniknya kedua singa laut ini lahir pada hari sama yaitu 6 Juni 2010 lalu. Menurut dokter hewan setempat, Ragnar Kuehne, menyebutkan keturunan baru singa laut ini sangat dinanti pengunjung kebun binatang Berlin mengingat singa laut jarang bereproduksi.
Perkembang biakan singa laut yang berhasil pertama kali nya di kebun binatang Berlin terjadi pada tahun 1933. Sejak itu hingga 2008 singa laut tidak pernah bereproduksi menghasilkan keturunan. Perkembang biakan singa laut kemudian terjadi kembali pada tahun 2008. Keberadaan singa laut liar California di pantai Pasifik Amerika Utara kini kembali meningkat dalam beberapa dekade.
Sumber : Reuters/Germany - Sea Lions.
Read More..Gelombang pasang menerpa kawasan Pantai Copacabana Rio De Janeiro Brasil menyusul badai dan hujan terus menerus yang terjadi akhir-akhir ini. Kantor Ramalan Cuaca memprediksi keganasan gelombang akan mencapai lima meter lebih dalam beberapa hari mendatang.
Setelah hujan lebat melanda ibukota Rio De Janeiro selama tiga hari berturut-turut, wilayah Pantai Copacabana yang biasanya tenang, mengalami gelombang pasang hingga mencapai ketinggian dua meter lebih. Kantor Ramalan Cuaca memprediksi ketinggian gelombang akan mencapai 16 kaki atau lebih dari 5 meter dalam beberapa hari mendatang.
Pihak keamanan pantai juga telah memperingatkan pengunjung agar tidak berenang atau berselancar hingga situasi kembali normal. Namun sejumlah penggila olah raga ekstrim tidak mengindahkan seruan tersebut dan tetap memutuskan untuk melakukan aktivitas seperti mengendarai jet ski atau berselancar.
- Ribuan pengunjung dari manca negara datang setiap tahunnya ke tempat ini. Para wisatawan itu bukan saja para peziarah beragama Katholik dan Kristen tetapi juga dari agama lain yang ingin menikmati keindahan lokasi patung itu. Di puncak bukit dengan ketinggian 710 meter dari permukaan laut, dalam naungan patung Yesus dan bentang lebar tangannya seakan berkah perlindungan Kristus memancar lekat ke ratusan pengunjung yang berada di bawahnya. Wajah dan tangan patung Christ Redeemer itu menghadap ke arah kota Rio dan pantai Copacabana di bawahnya seakan menerima segala kesalahan dan dosa umat untuk ditebusnya.
Sebagian lainnya menikmati keganasan gelombang dan membandingkannya dengan Pantai Puerto Escondido Meksiko atau Laut Hawai. Menurut seorang photographer gelombang pasang kali ini merupakan yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Beberapa dasawarsa lalu Brazil mengalami badai Tarmac yang menimbulkan gelombang pasang di wilayah pesisir kota Rio De Janeiro menyebabkan 173 orang meninggal dunia.
Sumber : AFP/Garit/Rio Waves at Copacabana Beach
Read More..

Pesona Nusa Tenggara Barat saat ini mulai menggeliat dalam bidang pariwisata. Pebruari 2009 kemaren pada saat orang-orang merayakan Valentine Day, puluhan ribu manusia berkumpul di Pantai Selatan Pulau Lombok, tepatnya di Pantai Seger sebelah timur Teluk Kuta, Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah. Apakah berkumpulnya orang-orang tadi ingin merayakan Valentine Day? Bukan sahabat. Mereka berkumpul di tempat ini untuk merayakan pesta Bau Nyale.
Demikian pula peristiwa di tahun 1993, sehat dengan reiki bersama tim dokumentasi film melakukan liputan Bahu Nyale yang merupakan peristiwa tahunan yang sudah diagendakan sebagai pesta rakyat di Lombok. Sayang di tahun itu peristiwa pesta Bahu Nyale tidak bertepatan dengan Valentine Day tetapi kemeriahan pesta tetap berlangsung dengan meriah.
Sejak di Jakarta kami sudah merancang jadwal kerja sehingga kedatangan ke Nusa Tenggara Barat tidak sia-sia. Script liputan, lokasi, materi dokumentasi sudah dipersiapkan dengan matang sehingga begitu kita tiba di Pesta Rakyat ini liputan segera dapat dilaksanakan.Tim kerja yang ditugaskan meliput harus juga membuat reportase di luar shooting script berdasarkan peristiwa on the spot di luar skenario yang telah direncanakan.
Memang Pesta Rakyat Bahu Nyale merupakan pesta rakyat yang melibatkan warga yang datang dari berbagai wilayah, terutama di Kabupaten Lombok Tengah yang sampai saat ini masih meyakini kebenaran Legenda Puteri Mandalika yang lebih terkenal sebagai Putri Nyale. Bahkan sehari sebelum pesta rakyat itu berlangsung areal pesta disulap layaknya tempat pesta dengan hadirnya pasar tiban di mana penjual makanan dan minuman hadir di lokasi ini bertemu melakukan transaksi jual beli.
Tentu Anda yang belum pernah berkunjung ke Lombok bertanya-tanya apa sih itu Pesta Bahu Nyale? Baiklah sehat dengan reiki gambarkan bahwa Pesta Bahu Nyale adalah pesta tahunan yang sudah berlangsung turun temurun dari generasi ke generasi masyarakat adat Pantai Selatan Lombok dari timur ke barat yaitu masyarakat adat Blowam, Jerowaru, Awang, Terasak, Aan dan Seger.
Sebenarnya apa sih itu Nyale? Para ahli biologi menyebut nyale sebagai jenis cacing laut (anelida polycaetae) atau cacing kelabang yang tergolong bangsa anelida tetapi bukan termasuk jenis anthropoda (binatang beruas) yang muncul setahun sekali di Pantai Selatan Lombok ini. Cacing kelabang ini disebut sesuai dengan lokasi masyarakat adat tinggal, misalnya di Lombok disebut Nyale, Sumbawa disebut Nyale Sorban Nabi Adam dan di Ambon Maluku disebut Cacing Hujan karena dianggap cacing itu jatuh dari langit bersamaan air hujan.
Di Lombok Nyale ditangkap tanggal 20 bulan kesepuluh dan awal tahun Sasak yang ditandai dengan terbitnya bintang Rowot ( tanda alam yang dikaitkan dengan pertanian) di mana bulan kesatu menurut Suku Sasak dimulai tanggal 25 Mei dan umur setiap bulan dihitung 30 hari. Bila dibanding dengan tahun Masehi perbedaannya siklusnya sedikit dan bulan kesepuluh dan kesebelas jatuh bulan Pebruari dan Maret.
Malam telah tiba di Pantai Seger. Ribuan peserta Nyale telah siap di pinggir pantai. Mereka membawa serok, jaring dan hanya ditemani lampu senter dan petromak siap menceburkan diri ke air laut dangkal yang malam itu terasa dingin sekali. Tiupan angin laut selatan Pantai Lombok terasa menggigit badan dan semilir angin dingin menerpa wajah yang ditutup handuk.
Nyale yang hendak ditangkap berukuran 10-15 sentimeter yang tiba-tiba mengambang di permukaan laut dengan jumlah yang tidak terduga jumlahnya.Mungkin jutaan nyale malam itu muncul mengambang di permukaan laut persis ikan mengapung di perairan dangkal.Tanpa dikomando peserta nyale lalu menangkap nyale dan memasukan ke wadah yang telah disiapkan.
Nyale yang ditangkap warnanya ada yang putih, hitam,kuning,hijau gadung dan coklat. Warna nyale lengkap yang menyiratkan pertanda bahwa padi akan tumbuh subur dan panen akan melimpah. Apalagi semalam sebelum pesta Nyale tiba hujan turun dengan deras disertai kilat yang menyambar di kawasan Pantai Seger.
Menurut hikayat yang berkembang di kalangan masyarakat Lombok secara turun temurun dikisahkan bahwa Nyale yang ditangkap malam itu diyakini merupakan jelmaan Putri Mandalika yang hidup ratusan tahun lalu. Sang putri memilih menceburkan diri ke Laut Selatan Pulau Lombok karena kesulitan memilih satu dari tiga Pangeran yang sangat ingin sekali menyunting Sang Putri Mandalika.
Tersebut dalam kisah dahulu pernah ada Kerajaan Seger yang diperintah oleh Raja Seger yang arif dan bijaksana mempunyai permaisuri bernama Lale Bulu Kuning ( Lining Kuning ) serta mempunyai seorang puteri yang cantik jelita. Sang puteri raja ini sejak kecil diberi julukan Tunjung Beru yang berarti "baru muncul".
Seiring bertambah usia kecantikan sang puteri semakin memesona bangsawan dan rakyat Kerajaan Seger. Nama sang puteri raja akhirnya diubah menjadi Puteri Sarah Wulan yang berarti puteri yang memiliki cahaya kejelitaan. Karena kecantikan sang puteri raja ini membuat beberapa pangeran putera mahkota kerajaan lain terpikat dan segera ingin melamarnya. Ketiga pangeran putera mahkota itu adalah Pangeran Arya Rembitan, Arya Bumbang dan Pangeran Johor.
Ketiga pangeran ini melamar sang puteri raja dan pucuk dicinta ulam tiba ternyata lamaran ketiga pangeran mahkota ini diterima oleh Sang Raja. Namun timbul masalah, bila salah satu pangeran diterima maka kedua pangeran lainnya akan cemburu yang akhirnya mengajak perang saudara dan menimbulkan korban rakyat banyak negeri ini. Untuk menghindari tragedi berdarah kerajaan akibat perang saudara Sang Putri merenung untuk sementara waktu mohon petunjuk kepada Yang Maha Kuasa.
Setelah menerima wangsit melalui mimpi Sang Puteri akhirnya menceburkan diri ke laut Pantai Selatan Lombok pada tanggal 20 bulan kesepuluh tahun Sasak. Sebelum menceburkan diri ke laut Sang puteri mengumumkan lebih dahulu keputusan ini kepada pangeran dan rakyat kerajaan. Nah sejak saat itu Sang Puteri Sarah Wulan diberi nama baru Puteri Mandalika. Manda berarti bingung atau bimbang dan Lika berarti perbuatan.
Puteri Mandalika yang diliputi kebimbangan akhirnya diabadikan secara turun temurun dalam pesta rakyat Nyale oleh masyarakat Pantai Selatan Lombok, tepatnya masyarakat Lombok Tengah. Mereka mengenang dan merayakan pesta itu semalam suntuk dengan menjaring nyale dan meyakini bahwa Nyale ini penjelmaan Sang Puteri Sarah Wulan. Kini peristiwa Nyale sudah menjadi ikon pariwisata tahunan Pemda NTB yang bisa mendatangkan devisa karena pengunjung bukan saja dari Lombok sendiri tetapi juga dari wilayah lain di luar NTB.
Legenda Puteri Mandalika atau Putri Nyale terus dikenang dan dirayakan setiap tahun khususnya masyarakat Lombok Tengah.Tinggal Pemda NTB saja menangkap peluang ini dan menjadikan peristiwa tahunan untuk menjaring pengunjung melalui promosi baik di dalam negeri atau luar negeri melalui internet, brosur wisata dan publikasi media nasional dan lokal.
Betapa penatnya membuat dokumentasi Nyale semalam suntuk. Tak terasa fajar telah menyingsing di ufuk timur Pantai Seger. Para peserta Nyale yang telah berhasil menangkap Nyale membubarkan diri dan pulang kerumah masing-masing. Nyale yang ditangkap dijadikan lauk pauk, sebagai pupuk tanaman pertanian, untuk emping Nyale dan yang lebih wah dijadikan obat kuat bagi pria loyo.Kegunaan Nyale memang sudah terbukti bagi masyarakat Lombok yang meyakininya.Kalau anda penasaran dengan Nyale silakan berkunjung ke Lombok tahun depan dan saksikan sendiri kemeriahan pesta Nyale ini.
Ah andaikan Putri Sarah Wulan masih ada di abad ini kita tentu saja bisa menyaksikan kecantikan sang puteri bukan dari dongeng saja tetapi bisa menatap langsung wajahnya. Ataukah anda saja yang menjadi Puteri Sarah Wulan?
Sumber: brosur wisata pemda ntb, ceritera adat sasak dan film dokumentasi (telah disunting)
Berkunjung ke Lasem kota kecamatan yang terletak 12 km timur Rembang di pantura timur Jawa Tengah rasanya tidak lengkap bila tidak menyempatkan diri berkunjung ke Makam Sunan Bonang di Desa Bonang. Setelah berkunjung ke Indusri batik Lasem, sehat dengan reiki bersama teman-teman liputan melangkahkan kaki menapak tangga petilasan tempat tinggal Sunan Bonang Minggu kemaren. Lokasi makam Sunan Bonang sekitar 5 km timur Lasem dan berada di pinggir Pantai Binangun Indah Lasem.
Cuaca siang itu begitu terik. Makam Sunan Bonang saat itu banyak dikunjungi wisatawan. Ini terlihat dengan adanya bus-bus wisata yang parkir di area pantai Binangun Indah. Lokasi yang indah berada di bibir pantai laut Jawa yang tenang ombaknya, teduh suasananya semilir angin lautnya. Raden Maulana Makdum Ibrahim atau yang kemudian dikenal dengan sebutan Sunan Bonang adalah seorang Putera Sunan Ampel. Beliau dikenal juga dengan sebutan Wali Songo yang ikut membuat Mesjid Agung Demak bersama wali songo lainnya.
Beliau adalah putera Sunan Ampel yang beristri Nyai Ageng Manila seorang putera Arya Teja, salah seorang Tumenggung Majapahit yang berkuasa di Tuban dan sekitarnya. Menurut sejarah wali songo Sunan Bonang lahir tahun 1465 dan wafat tahun 1525. Semasa hidupnya Sunan Bonang menyebarkan Agama Islam di daerah Jawa Timur sekitar Tuban.
Sebagai halnya Sang ayah Sunan Ampel, Sunan Bonang mendirikan pondok pesantren di daerah Tuban dan mendidik murid-muridnya yang kelak juga ikut menyebarkan Agama Islam ke pelosok Pulau Jawa.Konon beliaulah yang menciptakan gending Dharma serta berusaha mengganti nama-nama nahas/sial, nama dewa-dewa menurut kepercayaan Hindu menjadi nama-nama malaikat serta nabi-nabi.Hal ini dimaksudkan untuk mendekati rakyat Jawa waktu itu dan mengenalkan ajaran baru sehingga memeluk Islam.
Semasa hidupnya dikatakan Sunan Bonang pernah belajar ke Pasai. Sekembalinya dari Pasai, Sunan Bonang memasukkan pengaruh Islam ke dalam bangsawan dari Keraton Majapahit dan mempergunakan Demak sebagai tempat berkumpul murid-muridnya.Perjuangan Sunan Bonang menanamkan pengaruh ke dalam. Siasat Sunan Bonang adalah memberikan didikan Islam kepada Raden Patah putera Brawijaya V dari Kerajaan Majapahit serta mendirikan kerajaan Islam pertama di tanah Jawa dengan Demak sebagai pusat pemerintahan Islam.
Objek wisata pantai bahari di Kabupaten Rembang antara lain memiliki hamparan pantai utara dengan panjang 60 km dengan kekayaan alam lain berupa perbukitan, hutan serta peninggalan sejarah petilasan Makam Sunan Bonang ini.Dengan potensi wisata alam Pemkab Rembang mengelompokkan daerah ini menjadi 3 sub sistem yaitu subsistem Rembang, Lasem dan Bonang.Setiap subsistem wisata budaya dan sejarah terangkai dalam kesatuan segregasi kewilayahan.Kekayaan potensi alam dan sejarah ini kini menjadi modal utama untuk pengembangan wisata.
Untuk menjangkau objek wisata ini mudah.Bila berkendara setelah tiba di Lasem arahkan kendaraan Anda menyusuri pantai sepanjang 5 km ke timut hingga tiba di desa Bonang yang terletak di pinggir laut.Jarak Lasem-Bonang sekitar 5 km. Subsistem Bonang misalnya memiliki objek pemandangan laut yang indah. Di samping makam Sunan Bonang ada juga makam Putri Champa, salah seorang pengikut setia Sunan Bonang. Selain makam ada juga petilasan batu pasujudan Sunan Bonang dan Bende Beca.
Sunan Bonang wafat dalam usia 60 tahun dan dimakamkan di halaman rumah kediamannya yang terletak di Desa Bonang, Kecamatan Lasem Kabupaten Rembang.Sekarang situs peninggalan makam Sunan Bonang hanya berupa pelataran yang dikelilingi oleh batu bata merah.
Sunan Bonang mempunyai banyak murid. Mereka berasal dari daerah yang ada di Pulau Jawa.Tetapi yang paling banyak berasal dari daerah Tuban,Rembang dan Madura.Ketika Sunan Bonang meninggal, jenazahnya menjadi rebutan murid-muridnya yang berasal dari berbagai daerah.Mereka ingin memakamkan Sang Guru di tempat masing-masing.Ketika terjadi rebutan, setiap murid merasa berhasil mendapatkan jenazah Sunan Bonang.Setelah itu mereka pulang ke daerah asal untuk memakamkan jenazah.
Jadi tidak aneh kalau disebut makam Sunan Bonang ada di tiga tempat, yakni di Bonang Lasem ( Jawa Tengah ), Tuban ( Jatim ) dan Madura ( Jatim ). Soal mana yang benar kita serahkan kepada Sang Pencipta Tuhan Yang Maha Tahu.Memang karomah Sang Wali Songo merupakan anugerah dari Tuhan yang diberikan kepada hamba-Nya, salah satunya Sunan Bonang ini.
Bila kebetulan berkendara lewat pantura Jawa Tengah antara Lasem ke Sarang sehat dengan reiki sarankan Anda mampir istirahat sejenak dan berkunjung ke Makam Sunan Bonang.Dari halaman makam Anda dapat menatap air laut Jawa yang jernih dan hanya berjarak sekitar 200 meter dari bibir pantai.
Sehat dengan reiki menulis dari Lasem.


