ON LINE

Followers

Tampilkan postingan dengan label sunan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sunan. Tampilkan semua postingan

SANGGIRING KOLAK ISTIMEWA GRESIK DARI AYAM.

Diposting oleh BLOG SEHAT ALAMI Sabtu, 04 September 2010 0 komentar

Berbuka puasa menyantap kolak barangkali sudah menjadi hal biasa bagi sahabat sehat dengan kundalini reiki. Ketika di tahun 1994 saat melakukan liputan film dokumenter ke Sulawesi Tengah, saya menjumpai dan ikut acara buka puasa cukup unik dengan warga setempat, yaitu didahului menyantap buah durian kemudian ketan putih dan ditutup dengan makanan buka puasa berupa ikan laut bakar plus nasi putih dengan seteguk teh manis hangat. Tradisi buka puasa itu ada di pemukiman Suku Laut di perairan Sulawesi Tengah bagian timur tepatnya di Kabupaten Banggai.



Didaerah itu santapan buka puasa tidak mengenal kolak apalagi minuman es dingin kelapa muda sekalipun di daerah itu buah kelapa tumbuh subur di sepanjang pantai. Yang ada hanya buah durian sebagai pencuci mulut dan kalau takut kena effek kolesterol tinggi bolehlah air kelapa hijau diminum selepas kita menikmati santap buah durian. Jika tiba datang bulan Romadhon kebetulan tidak sedang musim durian, maka buah cempedak pun enak menemani santap buka puasa sebagai gantinya.



Kembali ke tanah Jawa tepatnya di daerah Gresik, Anda akan bertambah heran lagi manakala mendapati hidangan kolak yang bahan utamanya adalah ayam. Barangkali anda akan merasa aneh membayangkan rasanya. Sedikit geli atau heran apakah bisa ayam disandingkan dengan rasa manis layaknya ubi atau pisang sebagai penyerta resep kolak pisang pada umumnya. Tidak usah heran sahabat...hal itu biasa bagi warga Desa Gumeno, Kecamatan Manyar Gresik, Jawa Timur. Setiap tanggal 23 Ramadhan seperti hari kemaren itu, hidangan istimewa ini menjadi santapan berbuka puasa bagi warga desa setempat.


Hidangan ini setiap kali disajikan pada malam 23 Ramadhan, dan sudah menjadi tradisi warga desa Gumeno untuk menyantap menu buka puasa. Bahkan masyarakat setempat meyakini kolak ayam yang disajikan dalam menu khas berbuka puasa ini bisa menyembuhkan segala penyakit bila dimakan.


Sebagaimana kita ketahui bersama selama ini bahwa pada umumnya hidangan kolak terbuat dari bahan pisang atau ubi. Namun kolak istimewa sebagai santapan buka puasa ini juga terasa manis. Masyarakat desa menyebutnya Sanggiring. Untuk menyantapnya biasanya dipadukan dengan nasi ketan. Bahan baku sanggiring terdiri dari ayam jantan ( jago ) yang telah berumur satu tahun, bawang daun, gula merah, jinten serta santan kelapa.



Hidangan ini dalam proses pembuatannya cukup unik. Semua juru masak kolak ayam yang disebut sangguring ini, mulai dari yang menyediakan bahan hingga yang memasaknya harus laki-laki. Cara memasaknya juga tergolong cukup rumit hingga membutuhkan waktu hampir tiga hari. Bayangkan jika Anda memasak kolak untuk berbuka puasa paling banter 2 jam memasak, maka hidangan kolak akan sudah siap tersaji di meja dapur menjelang bedug azan Mahgrib tiba.


Kolak umumnya menggunakan bahan baku Buah Pisang, Ketela maupun singkong, tetapi di Gresik Jawa Timur, kolak justeru dibuat dengan bahan baku daging Ayam, Santan Buah Kelapa, dan Daun Berambang. Menu tradisional warisan Sunan Dalem, Putera Sulung Sunan Giri ini, hanya tersedia pada malam ke 23 bulan Suci Ramadhan, dan diyakini berkhasiat bangkitkan Stamina dan Sembuhkan berbagai macam penyakit.


Sekalipun unik cara memasaknya yang melibatkan juru masak semua laki-laki, warga desa setempat menolak jika terdapat unsur sirik di dalam tradisi memasak kolak ayam alias si sanggiring ini. Memang sampai saat ini warga tetap mengadakan tradisi tersebut semata-mata hanyalah untuk mempertahankan tradisi Desa Gumeno yang diwariskan leluhurnya sejak dulu kala. Tradisi ini ternyata sudah ada sejak lima abad lalu sejak dimulai pertama kalinnya ketika Sunan Dalem, putra Sunan Giri membangun mesjid untuk syiar agama Islam di daerah tersebut.



Balik ke masa lima abad lalu ketika tiba-tiba Sunan Dalem sakit yang tidak mampu disembuhkan dengan obat apapun. Hingga akhirnya pada malam ke-23 bulan Ramadhan, Sunan Dalem menjalankan sholat istikhoroh dan akhirnya mendapat petunjuk dari Allah. Keesokan harinya Sunan Dalem meminta pada santrinya untuk menyiapkan ayam jago kampung untuk dimasak menjadi kolak ayam jago. Ajaib, ketika petunjuk itu dilaksanakan, penyakit Sunan Dalem yang sebelumnya tidak bisa disembuhkan dengan cara apa pun baik obat dan metode kesembuhan yang digunakan memberi terapi kepada Sunan Dalem, tiba-tiba berangsur sembuh.



Maka sejak saat itu, sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan YME, Sunan Dalem lalu menganjurkan para santrinya untuk melestarikan tradisi memasak kolak ayam si Sanggiring yang memang sangat manis kuahnya. Seandainya semua sahabat sehat dengan reiki tertarik dengan masakan kolak rasa ayam tak ada salahnya jika tanggal 23 Ramadhan tahun depan nanti, Anda berkunjung ke Desa Gumeno untuk mencicipi sekaligus melihat sendiri proses pembuatan si Sangguring ini.

Read More..

WISATA SEJARAH SUNAN BONANG

Diposting oleh BLOG SEHAT ALAMI Senin, 23 Maret 2009 3 komentar


Berkunjung ke Lasem kota kecamatan yang terletak 12 km timur Rembang di pantura timur Jawa Tengah rasanya tidak lengkap bila tidak menyempatkan diri berkunjung ke Makam Sunan Bonang di Desa Bonang. Setelah berkunjung ke Indusri batik Lasem, sehat dengan reiki bersama teman-teman liputan melangkahkan kaki menapak tangga petilasan tempat tinggal Sunan Bonang Minggu kemaren. Lokasi makam Sunan Bonang sekitar 5 km timur Lasem dan berada di pinggir Pantai Binangun Indah Lasem.

Cuaca siang itu begitu terik. Makam Sunan Bonang saat itu banyak dikunjungi wisatawan. Ini terlihat dengan adanya bus-bus wisata yang parkir di area pantai Binangun Indah. Lokasi yang indah berada di bibir pantai laut Jawa yang tenang ombaknya, teduh suasananya semilir angin lautnya. Raden Maulana Makdum Ibrahim atau yang kemudian dikenal dengan sebutan Sunan Bonang adalah seorang Putera Sunan Ampel. Beliau dikenal juga dengan sebutan Wali Songo yang ikut membuat Mesjid Agung Demak bersama wali songo lainnya.

Beliau adalah putera Sunan Ampel yang beristri Nyai Ageng Manila seorang putera Arya Teja, salah seorang Tumenggung Majapahit yang berkuasa di Tuban dan sekitarnya. Menurut sejarah wali songo Sunan Bonang lahir tahun 1465 dan wafat tahun 1525. Semasa hidupnya Sunan Bonang menyebarkan Agama Islam di daerah Jawa Timur sekitar Tuban.

Sebagai halnya Sang ayah Sunan Ampel, Sunan Bonang mendirikan pondok pesantren di daerah Tuban dan mendidik murid-muridnya yang kelak juga ikut menyebarkan Agama Islam ke pelosok Pulau Jawa.Konon beliaulah yang menciptakan gending Dharma serta berusaha mengganti nama-nama nahas/sial, nama dewa-dewa menurut kepercayaan Hindu menjadi nama-nama malaikat serta nabi-nabi.Hal ini dimaksudkan untuk mendekati rakyat Jawa waktu itu dan mengenalkan ajaran baru sehingga memeluk Islam.

Semasa hidupnya dikatakan Sunan Bonang pernah belajar ke Pasai. Sekembalinya dari Pasai, Sunan Bonang memasukkan pengaruh Islam ke dalam bangsawan dari Keraton Majapahit dan mempergunakan Demak sebagai tempat berkumpul murid-muridnya.Perjuangan Sunan Bonang menanamkan pengaruh ke dalam. Siasat Sunan Bonang adalah memberikan didikan Islam kepada Raden Patah putera Brawijaya V dari Kerajaan Majapahit serta mendirikan kerajaan Islam pertama di tanah Jawa dengan Demak sebagai pusat pemerintahan Islam.

Objek wisata pantai bahari di Kabupaten Rembang antara lain memiliki hamparan pantai utara dengan panjang 60 km dengan kekayaan alam lain berupa perbukitan, hutan serta peninggalan sejarah petilasan Makam Sunan Bonang ini.Dengan potensi wisata alam Pemkab Rembang mengelompokkan daerah ini menjadi 3 sub sistem yaitu subsistem Rembang, Lasem dan Bonang.Setiap subsistem wisata budaya dan sejarah terangkai dalam kesatuan segregasi kewilayahan.Kekayaan potensi alam dan sejarah ini kini menjadi modal utama untuk pengembangan wisata.

Untuk menjangkau objek wisata ini mudah.Bila berkendara setelah tiba di Lasem arahkan kendaraan Anda menyusuri pantai sepanjang 5 km ke timut hingga tiba di desa Bonang yang terletak di pinggir laut.Jarak Lasem-Bonang sekitar 5 km. Subsistem Bonang misalnya memiliki objek pemandangan laut yang indah. Di samping makam Sunan Bonang ada juga makam Putri Champa, salah seorang pengikut setia Sunan Bonang. Selain makam ada juga petilasan batu pasujudan Sunan Bonang dan Bende Beca.

Sunan Bonang wafat dalam usia 60 tahun dan dimakamkan di halaman rumah kediamannya yang terletak di Desa Bonang, Kecamatan Lasem Kabupaten Rembang.Sekarang situs peninggalan makam Sunan Bonang hanya berupa pelataran yang dikelilingi oleh batu bata merah.

Sunan Bonang mempunyai banyak murid. Mereka berasal dari daerah yang ada di Pulau Jawa.Tetapi yang paling banyak berasal dari daerah Tuban,Rembang dan Madura.Ketika Sunan Bonang meninggal, jenazahnya menjadi rebutan murid-muridnya yang berasal dari berbagai daerah.Mereka ingin memakamkan Sang Guru di tempat masing-masing.Ketika terjadi rebutan, setiap murid merasa berhasil mendapatkan jenazah Sunan Bonang.Setelah itu mereka pulang ke daerah asal untuk memakamkan jenazah.

Jadi tidak aneh kalau disebut makam Sunan Bonang ada di tiga tempat, yakni di Bonang Lasem ( Jawa Tengah ), Tuban ( Jatim ) dan Madura ( Jatim ). Soal mana yang benar kita serahkan kepada Sang Pencipta Tuhan Yang Maha Tahu.Memang karomah Sang Wali Songo merupakan anugerah dari Tuhan yang diberikan kepada hamba-Nya, salah satunya Sunan Bonang ini.

Bila kebetulan berkendara lewat pantura Jawa Tengah antara Lasem ke Sarang sehat dengan reiki sarankan Anda mampir istirahat sejenak dan berkunjung ke Makam Sunan Bonang.Dari halaman makam Anda dapat menatap air laut Jawa yang jernih dan hanya berjarak sekitar 200 meter dari bibir pantai.

Sehat dengan reiki menulis dari Lasem.

Read More..

SOFTWARE PSR.

ARUMSEKAR ON FACE BOOK.

REIKI LIKE

KOTA DAN NEGARA

STATISTIK ALEXA

About Me

Foto saya
Saya adalah manusia biasa seperti Anda juga yang sama-sama mengarungi hidup ini dengan menjalin tali persahabatan.Masih ingin belajar untuk meningkatkan pengetahuan khususnya bidang kesehatan alami. Karena itu saya tertarik belajar REIKI dan dengan REIKI pula saya belajar menyembuhkan diri sendiri dari gangguan penyakit. Namun demikian saya juga berteman dengan kalangan medis yang berprofesi dokter, perawat sekaligus sebagai Praktisi Reiki. Dengan merekalah saya belajar untuk menjadi manusia sehat baik jasmani dan rukhani. Senang melakukan perjalanan dinas karena tuntutan pekerjaan.

Blog Archive

ARUM ON BLOG SPOT COM.