ON LINE

Followers

Tampilkan postingan dengan label banjir kota solo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label banjir kota solo. Tampilkan semua postingan

PABRIK ES SARIPETOJO SOLO TINGGAL KENANGAN.

Diposting oleh BLOG SEHAT ALAMI Kamis, 22 September 2011 0 komentar

Bulan puasa kali ini udara kota Solo masih cukup cerah. Matahari begitu terik menyinari kota budaya yang masih sarat dengan peninggalan budaya yang perlu dilestarikan. Namun sesekali udara cerah itu juga sering diselimuti mendung kendatipun tidak sampai menurunkan air hujan. Jika hujan telah datang boleh jadi udara bersih akan sedikit membuat tumbuh-tumbuhan menjadi segar.



Hujan yang diharapkan turun boleh jadi tertunda hingga lebaran minggu mendatang, akan tetapi hujan kesedihan boleh jadi sedang menimpa sebuah bangunan bersejarah yang kini sedang dirobohkan. Bangunan bersejarah Pabrik Es Saripetojo Solo menurut Kompas edisi 21/8/11 mewartakan, saat ini bangunan pabrik sedang dirobohkan oleh alat-alat berat yang boleh jadi akan menyisakan puing-puing bangunan. Sangat disayangkan jika bangunan bersejarah akhirnya hilang dan tinggal kenangan bagi warga kota Solo yang sudah tidak memiliki bangunan pabrik Es Saripetojo lagi.



Pabrik Es Saripetojo I yang terletak di Jalan Slamet Riyadi berseberangan dengan bangunan Stasiun Kereta Api Purwosari memang mempunyai sejarah akan keberadaan sebuah pabrik es di kota Solo. Bangunan pabrik yang berdiri pada 1888 dengan nama Soloche Ist Wastahoppy dan pernah direnovasi pada tahun 1953 karena terbakar, saat ini tinggal menyisakan kenangan saja. Sejumlah alat berat saat ini tengah merobohkannya dan konon di bekas pabrik Es Saripetojo ini kelak akan didirikan sebuah mall.


Bangunan bekas pabrik Es Saripetojo di Purwosari Solo. Foto : SoloPos/Agoes Rudianto


Lahan pabrik es seluas 12.500 meter persegi di masa jayanya pada tahun 1985 - 1990 dalam sehari produksi mampu menjual 90 ton es berbentuk balok. Masing-masing balok es memiliki berat setengah kwintal alias 50 kilogram. Produksi es sempat dipasarkan jauh sampai Surabaya, Pacitan, Madiun, Purwodadi dan Salatiga. Karena besarnya permintaan konsumen, maka dalam sehari kerja pabrik ini memperkerjakan karyawan dalam tiga shif kerja. Hanya karena kondisi keuangan perusahaaan yang terus merugi, membuat operasional Es Saripetojo terpaksa dihentikan.



Warga Solo yang masih peduli dengan bangunan warisan sejarah tentu saja menolak rencana pendirian mall di bekas lahan pabrik es Saripetojo. Namun sayang pabrik telah dirobohkan. Peralatan mesin pembuat es telah dilepas dari tempatnya menyusul tandon air sebagai bahan baku pembuat es yang telah dihancurkan lebih dulu sebagai akses alat berat masuk kawasan pabrik.



Jika Anda sempat datang ke kota Solo dengan menggunakan kereta api, begitu kereta melintas di stasiun kereta api Purwosari, Anda bisa melihat bekas bangunan pabrik es tersebut lewat jendela gerbong yang Anda naiki. Sayang bangunan pabrik es megah itu tinggal cerita saja. Yang ada tinggal kenangan bagi warga Solo bahwa di saat awal kemerdekaan republik ini, Solo pernah mempunyai pabrik es yang besar di jamannya.

Read More..

MAESTRO KERONCONG TELAH TIADA.

Diposting oleh BLOG SEHAT ALAMI Kamis, 20 Mei 2010 0 komentar

Bengawan Solo , riwayatmu kini, sungai yang mengalir jauh hingga wilayah Gresik Jawa Timur dan Jembatan Merah Surabaya, adalah dua lagu yang cukup populer di kalangan pencinta musik Keroncong. Kini pencipta lagu legendaris itu telah tiada meninggalkan semua ciptaannya dan telah berpulang ke Rahmattullah Kamis sore waktu Solo di RS PKU Muhamaddiyah Solo. Seniman gaek Pak Gesang Martohartono begitu orang menyapa dia , masuk rumah sakit sejak tanggal 12 Mei 2010 lalu. Menurut Ketua Tim Dokter Dr Suryo Adi Wibowo, Gesang meninggal pada pukul 18.10 WIB. “Kondisinya memang semakin drop semenjak setengah dua siang,” kata Suryo saat di temui di RS PKU Muhammdyah, Solo, Kamis (20/5/2010).



Selama dirawat di RS Pemerintah Kota Surakarta menanggung seluruh biaya perawatan Pak Gesang. Mengingat jasa beliau bagi Kota Solo yang dianggap sebagai tokoh yang memiliki jasa di bidang seni dan budaya dan telah melambungkan Solo sebagai kota Budaya ke mancanegara, maka Pemberian Kartu Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Surakarta ( PKMS ) katagori Gold diberikan kepada beliau selama dirawat. Kartu tersebut diberikan Gesang secara khusus. "Bapak Gesang merupakan pemegang kartu PKMS, kategori gold. Pemegang Kartu jenis ini biaya pengobatan yang akan ditanggung tidak terbatas," ujar Budi Suharto, Sekda Pemkot Solo.



Pemerintah Kota Surakarta mengambil kebijakan khusus untuk Pak Gesang dengan pertimbangan sebagai tokoh masyarakat Solo. Melalui karyanya " Bengawan Solo " beliau telah berjasa melambungkan kota Solo ke seluruh penjuru dunia lewat musik keroncong. Bahkan masyarakat Jepang sendiri telah mengundang Pak Gesang untuk tampil menyanyi di Jepang beberapa tahun lalu dan mendapatkan Bintang penghargaan dari Kaisar Akihito, Jepang ( 1992 ). Beliau juga mencipta Lagu/musik Seto Ohasi (diterjemahkan ke dalam bahasa Jepang ( 1988 ).




Gesang lahir dengan nama lengkap Gesang Martohartono di Solo, Jawa Tengah, 1 Oktober 1917. Ia sempat mengenyam pendidikan di Sekolah Muhammadiyah, Solo (1929.


Karena jasanya itulah maka pemberian kartu perawatan jenis Gold layak diberikan kepada beliau. Pihak keluarga yang diwakili Yani Effendi membenarkan bahwa selama Pak Gesang dirawat semua biaya perawatan ditanggung Pemkot Solo. Sejak dirawat beberapa hari di rumah sakit tersebut, kondisi kesehatan Gesang sempat membaik, bahkan sempat bisa berbicara. Namun, kondisi kesehatannya menurun sejak Kamis siang hingga mengembuskan napas terakhirnya. Gesang lahir dengan nama lengkap Gesang Martohartono di Solo, Jawa Tengah, 1 Oktober 1917. Ia sempat mengenyam pendidikan di Sekolah Muhammadiyah, Solo (1929).



PERJALANAN KARIER :
Pekerjaan :
- Pemain orkes keroncong
- Penyanyi
- Pencipta Lagu
- Membantu perusahaan batik orang tua ( 1935 – 1941 )
- Pengusaha Warung ( 1941 – 1945 )

KARYA :
- Lagu/musik : Keroncong Tembok Besar
- Lagu/musik : Keroncong Piatu ( 1938 )
- Lagu/musik : Keroncong Roda dunia ( 1939 )
- Lagu/musik : Bengawan Solo ( 1940 )
- Lagu/musik : Saputangan ( 1941 )
- Lagu/musik : Tirtonadi ( 1942 )
- Lagu/musik : Keroncong Pemuda Dewasa ( 1942 )
- Lagu/musik : Dunia Berdamai ( 1942 )
- Lagu/musik : Jembatan Merah ( 1943 )
- Lagu/musik : Dongengan Jawa ( 1950 )
- Lagu/musik : Sebelum Aku Mati ( 1962 )
- Lagu/musik : Keroncong Bumi Emas Tanah Airku ( 1963 )
- Lagu/musik : Langgam Luntur ( 1970 )
- Lagu/musik : Seto Ohasi (diterjemahkan ke dalam bahasa Jepang ( 1988 )

PENGHARGAAN :
- Piagam dari Komando Wilayah Pertahanan (Kowilhan) II ( 1976 )
- Piagam Hadiah Seni 1977 dari Menteri Pendidikan & Kebudayaan RI (Mendikbud) ( 1977 )
- Penghargaan TVRI stasiun Yogyakarta ( 1978 )
- Piagam Penghargaan dari OISCA International Indonesia ( 1978 )
- Hadiah rumah Perumnas Palur dari Gubernur Jawa Tengah ( 1979 )
- Penghargaan PWI HUT XXXIX dan HUT VI Museum Pers Nasional ( 1985 )
- Penghargaan Walikota Surakarta, Dalam rangka Fespic Games IV ( 1986 )
- Bintang penghargaan dari Kaisar Akihito, Jepang ( 1992 )
- Tanda Kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma dari Presiden RI ( 1992 ).



Selamat jalan Pak Gesang, semoga segala amal kebajikan yang telah Bapak perbuat mendapatkan balasan setimpal dari Tuhan Yang Maha Kuasa dan bagi keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dalam menerima musibah ini. Kami....warga Solo dan tentu juga warga pencinta musik Keroncong yang ada di Indonesia dan mancanegara menghantar kepergian Bapak menghadap Sang Khalik dan beristirahatlah dengan tenang di Makam Keluarga Hastana Pracimaloyo Makamhaji Sukoharjo Jawa Tengah.



Sumber tulisan : Joglo Pos dan diedit seperlunya.

Read More..

PRAKTEKKAN REIKI DENGAN SELF HEALING

Diposting oleh BLOG SEHAT ALAMI Jumat, 19 Februari 2010 0 komentar

Sahabat sehat dengan reiki merasa sudah mendaftar untuk ikut attunement Minggu 21/02/2010 baik untuk level Kundalini Reiki 1 dan 2 mohon diperhatikan jam sesuai dengan level yang diikutinya. Pemberitahuan ini saya buat demi kenyamanan Anda semua dalam menguasai Reiki lewat proses attunement. Artinya jam yang saya buat sesuai dengan level yang diikuti dimaksudkan untuk menyalurkan energi reiki agar segera mampu diakses oleh peserta semua. Dengan kata lain pada saat peserta level 2 selesai mengikuti attunement maka sejatinya energi attunement masih terus mengalir hingga 1 atau 2 hari kedepan. Sedangkan untuk peserta level 1 pun mengalami sensasi adanya energi yang terus mengalir hingga 1 atau 2 hari kedepan.



Yang sehat dengan reiki harapkan dari Anda semua adalah segera praktekkan reiki agar tubuh energi Anda segera bersih dan mulai sekarang ini belajar dan praktek meditasi kundalini reiki. Ada banyak buku teknik meditasi telah ditulis oleh Master Reiki dari berbagai tradisi Reiki yang ada di Indonesia ini. Satu hal yang perlu Anda ketahui jikalau dalam proses attunement tadi Anda tidak merasakan sensasi apa pun itu bukan berarti attunement pada diri Anda gagal. Hanya saja Anda tidak peka dan tentunya untuk dapat merasakan kepekaan akan energi reiki perlu latihan intensif dan berkelanjutan setelah attunement selesai. Dengan praktek reiki saja lewat self healing dan healing ke orang lain saja maka hasil dari praktek reiki dapat segera dirasakan. Sekali lagi proses attunement pada Anda yang tidak merasakan apa-apa bukan berarti attunement gagal dan membuat Anda kecewa. Banyak kasus terjadi demikian....tapi setelah yang bersangkutan menyalurkan reiki kepada orang lain, orang yang disalurkan reiki akan merasakan sensasi reiki berupa hawa panas, dingin, sejuk dan hawa dingin sejuk bahkan panas menyengat menerpa orang yang disalurkan reiki.



Karena itu sehat dengan reiki menghimbau bagi Anda yang tidak peka banyak latihan reiki. Latihan ini juga berlaku untuk rekan-rekan lain yang merasakan kepekaan energi luar biasa. Bagi Anda yang tidak peka...jangan kaget bila suatu saat nanti energi akan keluar menghentak dari chakra telapak tangan Anda dan merasakan sensasi hawa panas menyengat, itu berarti tubuh energi Anda telah beradaptasi dengan energi alam semesta dan memerlukan penyaluran energi untuk keluar lewat chakra telapak tangan Anda. Harapan Anda untuk meraih kesehatan dan kebugaran tubuh semoga segera terlaksana dan jadikan REIKI ini sebagai ladang Amal Anda selama hidup di dunia untuk mau peduli mengasihani orang lain yang sedang menderita sakit dan sedapatnya kita bantu dengan mengalirkan energi penyembuhan Reiki. Di sekitar Anda semua ada banyak pasien yang memerlukan penyembuhan, entah itu saudara dekat kita sendiri, tetangga bahkan tetangga yang tidak kita kenal yaitu para pasien di seluruh rumah sakit. Jadi mari kita praktekkan Reiki untuk berbagi kasih. Bagi rekan-rekan pengunjung blog ini yang memohon untuk ikut attunement tetap saya layani dengan baik, di mana nama Anda sudah sehat dengan reiki catat dan progam untuk attunnement sekali pun saya belum sempat menjawab satu persatu permohonan Anda dikarenakan kesibukan saya dalam tugas dan kendala jaringan internet yang ada di tempat saya tugas.

Read More..

KAMPUNG BATIK KAUMAN SOLO

Diposting oleh BLOG SEHAT ALAMI Minggu, 30 Agustus 2009 2 komentar


Mumpung masih ada di kota kelahiran Solo minggu ketiga Juli 09 lalu, sehat dengan reiki juga hadir di Kampung Kauman yang terletak bersebelahan dengan Masjid Agung Solo dekat Pasar Klewer. Nah setelah ada Kampung Batik Laweyan di Solo juga ada Kampung Batik Kauman yang tak kalah menarik dalam hal produksi kain batik. Monggo pun lajengaken postingan bab Kota Solo?

Kampung Batik Kauman yang menyandang Kampung Wisata Batik berada di kelurahan Kauman, Kecamatan Pasar Kliwon, Surakarta. Letak kelurahan ini mendiami areal tanah seluas 20.10 hektare. Menurut data yang diperoleh dari Kelurahan Kauman, hingga bulan Juni 2009 terdapat 735 kepala keluarga dengan total warga 7.461 jiwa.

Ingatan sehat bersama reiki kembali mundur ke tahun 1966 di mana banjir besar sedang melanda Solo yang juga merendam 2/3 bagian kota termasuk di dalamnya Kampung Kauman yang ikut terendam air banjir akibat meluapnya Bengawan Solo. Saat itu penduduk kota Solo yang kebanjiran sebagian mengungsi ke Balai Kampung Laweyan. Kampung Kauman sendiri terendam air banjir hingga 5 hari.

Lahirnya Kampung Kauman ada setelah Pemerintahan Keraton Kartusuro berpindah ke Desa Solo yang kemudian berubah nama menjadi Kasunanan. Kauman menurut namanya jelas merupakan tempat para kaum ulama tinggal di mana lapisan masyarakat di dalamnya terdiri atas penghulu tafsir anom, ketip, modin serta suronoto. Karena adanya kaum yang menjadi penduduk mayoritas wilayah ini maka daerah ini disebut Kauman.

Kauman akhirnya menjadi kampung batik setelah banyak show room yang menjajakan batik di wilayah ini. Karena tidak semua show room menjual batik produksi sendiri maka ada inisiatip sebagian warga membuat batik. Batik yang diproduksi masyarakat Kauman pada awalnya merupakan batik-batik pesanan para abdi Dalem Kasunanan.

Awalnya motif batik yang dihasilkan merupakan motif khas keraton. Seiring dengan berkembangnya pasar, motif yang dihasilkan juga bervariatif, bahkan berani menggunakan warna sebagai variasi. Dalam perkembangannya seni batik yang ada di Kauman dapat dibedakan menjadi tiga jenis yaitu batik tulis, cap dan kombinasi batik cap dan batik tulis.

Produksi batik Kauman menggunakan bahan sutra alam dan sutra tenun, katun jenis primisima dan prima serta rayon. Menurut Gunawan Setiawan, Ketua Paguyuban Kampung Batik Kauman bersama rekan-rekannya di Paguyuban ini berinisiatif mengubah nama wilayah Kauman menjadi Kampung Batik Wisata Batik Kauman.

Pertimbangan perubahan status nama kampung ini dikarenakan wilayah Kauman tidak saja kampung yang menampilkan batik saja. Tengok saja wisatawan asing dan domestik yang berkunjung ke Pasar Klewer juga menyempatkan diri berbelanja batik di kampung ini. Selain berbelanja mereka juga menikmati jejak bangunan bersejarah seperti musium batik dan rumah kuno khas Jawa bergaya Eropa. Sebuah perpaduan unik antara wisata budaya dan sejarah.

Wisata religi disamping mengunjungi Mesjid Agung Solo, Pasar Klewer dan Keraton Kasunanan Solo tidak lengkap bila tidak melangkahkan kaki di Kauman. Bila nanti Pemda Solo jadi menjalankan kereta api wisata dengan Lokomotif Uap melintas Jalan Slamet Riyadi mulai dari Stasiun Purwosari menuju Stasiun Sangkrah, tak ada salahnya Anda...sahabat sehat bersama reiki juga mencoba kereta uap ini dan minta diturunkan di Perempatan Gladag. Dari perempatan Gladag ini Anda tinggal melangkahkan kaki melewati Gapuro Gladag dan sampailah di Kauman.

Di era tahun 1960 kereta api uap masih melintas di tengah kota Solo. Sejak Musium kereta api Ambarawa dibuka lokomotif uap mulai dipensiunkan. Menurut rencana wisata dengan kereta uap dari stasiun Purwosari menuju Sangkrah akan dihidupkan kembali. Saat ini perbaikan bantalan rel kereta api sedang dikerjakan dan diharapkan kereta uap kembali lewat di tengah kota. Di tahun itu saya sering naik kereta uap ini, kini giliran Anda semua nantinya juga bisa menikmati kereta uap yang sama.

Gambar atas tengah salah satu sudut Kampung Batik Kauman Solo.

Read More..

BENGAWAN SOLO MELUAP LAGI

Diposting oleh BLOG SEHAT ALAMI Minggu, 01 Februari 2009 0 komentar




Akibat diguyur hujan hingga lebih dari 10 jam, air Sungai Bengawan Solo Jawa Tengah sejak Jumat malam (30/1) terlihat terus meluap hingga merambah pemukiman warga. Hingga Sabtu dinihari (31/1) ratusan rumah warga di sejumlah kawasan termasuk kampung hidup sehat dengan reiki di Klaseman Laweyan Solo, masih tergenang air sehingga warga harus mengungsi. Air baru surut Sabtu siang (31/1) dengan meninggalkan jejak banjir berupa tumpukan sampah dan lumpur yang menerjang perkampungan.

Luapan air Bengawan Solo mulai masuk pemukiman sekitar pukul 23.00 wib, setelah hujan deras mengguyur kawasan kota Solo sejak siang hari. Kawasan terparah terkena banjir ini terjadi di sejumlah kawasan bantaran Sungai Bengawan Solo, seperti Kampung Sewu, Jagalan, Pucangsawit, Jebres, Gandekan, Sangkrah, Semanggi, Joyotakan. Kawasan tersebut memang merupakan daerah langganan banjir.

Tak hanya di wilayah tersebut, luapan air juga terjadi di sejumlah kawasan yang berdekatan dengan anak Sungai Bengawan Solo seperti Laweyan, Pajang, Premulung, Tipes dan Baron. Akibatnya ribuan warga harus mengungsi ke lokasi lain untuk menyelamatkan diri, seperti sekolah, balai desa atau membangun tenda-tenda darurat di lokasi yang lebih tinggi.

Akibat luapan Sungai Bengawan Solo, sebelas ribu 2 ratus 86 rumah di kecamatan Jebres Banjarsari, Laweyan, Pasar Kliwon dan Serengan terendam air. Banjir di kota Solo kali ini diluar perkiraan merendam pemukiman yang tahun lalu tidak kebanjiran seperti di daerah Pajang dan Bumi Laweyan. Sampai Minggu sore (1/2) warga masih membersihkan tumpukan sampah yang berserakan di pemukiman dan jalan-jalan kampung.

Di Kabupaten Sukoharjo banjir melanda empat ribu seratus 30 keluarga di Kecamatan Gatak, Polokarto, Grogol, Mojolaban dan Kartosura. Sedangkan di Sragen Banjir melanda 34 desa di delapan kecamatan diantaranya kecamatan Sidoharjo, Sragen dan Gondang. Ribuan warga Solo dan Sukoharjo yang tinggal di pinggiran Bengawan Solo mengungsi di tenda yang dibangun di bantaran sungai atau posko di kelurahan setempat.

Hujan deras yang mengguyur menyebabkan air anak Kali Pepe yang bermuara di Bengawan Solo membanjiri sejumlah desa di Kecamatan Ngemplak. Sementara akibat luapan Sungai Bengawan Madiun yang bersatu dengan Sungai Bengawan Solo dan sejumlah anak sungainya juga merendam ratusan rumah warga di sejumlah desa di Kabupaten Madiun, Ngawi dan Magetan. Dilaporkan pula tanggul Sungai Pemali sungai terbesar di Kabupaten Brebes ambrol.

Banjir terbesar yang pernah terjadi merendam 2/3 luas kota Solo terjadi di tahun 1966. Selanjutnya banjir terulang kembali di tahun 2006. Saat itu perkampungan dan perkantoran di dalam kota termasuk ruas jalan utama dan jalan perkampungan terendam air selama 4 hari.

Sumber : hasil penyuntingan dan play back berita banjir redaksi tvri (1/2/09)
Foto : Arief Fajar Nursyamsu/ arief-disolo-com

Read More..

DRAINASE YANG BAIK CEGAH BANJIR

Diposting oleh BLOG SEHAT ALAMI Sabtu, 31 Januari 2009 0 komentar





Berita penting mengenai daerah aliran sungai yang hidup sehat dengan reiki terima dari koresponden Televisi Stasiun Jawa Tengah yang meliput di Brebes Jawa Tengah kemaren (30/1).

Pematusan atau sistem drainase yang baik di perkotaan sangat dibutuhkan guna mencegah terjadinya banjir yang diakibatkan aliran air dari daerah yang lebih tinggi. Salah satu penyebab bencana banjir di daerah rendah selama ini, akibatnya derasnya air sungai yang mengalir dari wilayah yang berada di atasnya.

Di samping minimnya tanaman hutan, bencana banjir juga diperparah akibat pendangkalan yang terjadi di dasar sungai sehingga mempercepat aliran air ke daerah hilir. Bencana banjir yang kerap terjadi di musim penghujan menimpa sejumlah wilayah Pantura bagian Timur seperti Kudus, Demak, Pati dan Jepara.

Menurut Kepala Balai Pengairan Daerah Aliran Sungai Pemali kepada pers, Kukuh Sutoto mengatakan, "Perlu didukung dengan sistem drainase yang baik di wilayah perkotaan. Masyarakat diminta berperan aktif untuk menyelamatkan lingkungan mereka dengan memperhatikan daya dukung aliran sungai di wilayahnya." Selain banjir, tanah longsor juga merupakan bencana yang kerap menghampiri warga di wilayah perbukitan.

Penyebab longsor kebanyakan terjadi di daerah perbukitan yang tidak dapat menyerap air pada struktur tanah bagian dalam, sehingga penanaman pohon di wilayah tersebut dapat memicu terjadinya longsor. Ke depan DAS Jratus Pemali akan menyesuaikan daerah penanaman lahan dengan data geologi yang ada.

Sudahkah Anda waspada terhadap bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di musim penghujan saat ini? Di Karanganyar Solo terjadi bencana tanah longsor (30/1) dan sebagian daerah Jateng lainnya terendam banjir khususnya kota Solo di mana Sungai Jenes Laweyan yang bermuara ke Sungai Bengawan Solo telah meluap sejak Jumat 30/1 sore hingga Sabtu dinihari (31/1) akibat hujan deras dari jam 3 sore hingga Sabtu dinihari. Di kampung Klaseman Laweyan beberapa penduduk yang tinggal di pinggir sungai telah mengungsi ke rumah tetangga yang letak rumahnya lebih tinggi.

Kampung Batik Laweyan tempat tinggal hidup sehat dengan reiki juga tergenang air banjir setinggi mata kaki dan air masuk ke Museum Batik Haji Samanhudi di Kampung Kwanggan. Museum batik ini terletak persis di pinggir Kali Jenes Laweyan. Mari hadapi bencana banjir dengan waspada secara gotong royong. Ingat sampah ingat banjir, karenanya jangan buang sampah sembarangan ke sungai.

Sabtu Pagi (31/1) begitu selesai menyiarkan video liputan tadi, hidup sehat dengan reiki kontak ke Solo dan membaca Edisi Solo Pos via internet yang memberitakan hujan telah
mengguyur wilayah Soloraya, Jumat (30/1) sore hingga malam mengakibatkan banjir. Puluhan wilayah tergenang, ratusan warga mengungsi.

Berdasarkan pantauan Espos, hingga Sabtu (31/1) dini hari, banjir merata di semua wilayah Solo. PLN memadamkan aliran listrik di wilayah yang terkena banjir. Di Solo bagian barat banjir terjadi di Pajang, Laweyan, Baron hingga Tipes. Di Pajang, Laweyan, banjir setinggi dua meter menerjang wilayah RW X, RW XIV Griyan, Pajang.

Demikian halnya di RT 1dan RT 2/RW I Kelurahan Laweyan, banjir menggenangi puluhan rumah yang ada di wilayah itu. Warga menyebut banjir Jumat malam, merupakan banjir terbesar sejak 30 tahun terakhir. ”Ini seperti siklus 30 tahunan. Sejak pukul 19.00 WIB air sudah mulai naik, karena Kali Jenes meluap. Hingga pukul 23.00 WIB banjir sudah sampai meteran listrik sehingga aliran listrik satu kampung dimatikan,” ujar Supriyanto, warga RT 8/RW X Pajang.

Hingga berita ini diturunkan air belum surut. Warga pun mengungsi ke tempat yang lebih tinggi termasuk barang-barang berharga milik mereka ikut diungsikan.

Apriyanto, RT 01/RW XIV Pajang mengatakan sejak pukul 18.00 WIB air terus naik, hingga malam ketinggian telah mencapai dua meter. Sebanyak 73 unit rumah di RT 01 tergenang air demikian halnya 70 unit rumah di RT III. ”Ini banjir terbesar sejak tahun 1992. Warga sudah pada mengungsi.”

Air juga menggenangi ruas-ruas jalan di kawasan Baron dan Tipes. Jl dr Radjiman mulai Baron hingga perempatan Pasar Kembang ditutup karena tergenang air. Di Baron ketinggian air yang menggenangi rumah mencapai dagu orang dewasa. ”Banjir terjadi di RW V, VI, VII warga sudah diungsikan,” jelas Wakil Walikota FX Hadi Rudyatmo (Rudy).

Di Baron RT 3/RW V Bumi, Laweyan, sebanyak 41 unit rumah tergenang air. Satu rumah milik Wakidi, warga RT 3/RW V bahkan ambruk karena terjangan air. Warga menyebut banjir yang terjadi di wilayah itu terbesar sejak 1980.

Banjir juga terjadi di Sumber, Kadipiro, Nusukan, Banjarsari. Luapan air Kali Komplang menggenangi rumah warga yang ada di sekitar sungai. Pengurus LPMK Kadipiro, Baihaki, mengatakan ketinggian air di Plelen RT 5/RW V Kadipiro telah mencapai satu meter dan menggenangi rumah warga. Demikian halnya di kawasan Banyuanyar air telah mencapai satu meter.

Ny Taripan, warga RT 01/RW V Sumpringan, Nusukan, mengatakan puluhan rumah warga terendam banjir setinggi satu meter, warga telah mengungsi ke rumah-rumah tingkat milik tetangga mereka. ”Ini banjir terbesar dalam lima tahun. Sebelumnya tidak pernah separah ini,” tukas dia.

Luapan Kali Anyar depan Terminal Tirtonadi menggenangi perumahan yang ada di kawasan itu. Demikian halnya jalan protokol Kota Solo, Jl Slamet Riyadi tak lepas dari genangan air mulai dari Pengadilan Negeri (PN) Solo hingga perempatan Hotel Novotel ketinggian air mencapai 50 cm.

Penyelamatan

Di kawasan Solo bagian timur, sejak pukul 22.00 WIB, rumah warga di kawasan Jagalan, Kampung Sewu, Pucangsawit, Jebres, Gandekan, Sangkrah, Semanggi, Joyotakan yang merupakan daerah langgaran banjir, juga terendam air. Ketinggian air berkisar satu hingga dua meter. Ratusan warga juga telah diungsikan ke tanggul dan Posko yang telah didirikan, baik di kantor kelurahan maupun rumah warga yang tak tergenang. ”Warga sudah diungsikan di Posko Gandekan. Puluhan rumah tergenang air setinggi satu setengah meter,” sebut warga Gandekan YF Soekasno.

Di Semanggi, Pasar Kliwon, menurut anggota tim tanggap bencana Kelurahan Semanggi, Syahrir Rozie, hujan lebat menyebabkan sebagian wilayah Semanggi tergenang. Di antaranya, kawasan RW XII, RW IV, RW V dan RW XXVII.

Sementara di Joyotakan, Serengan, dilaporkan permukaan air di Kali Prewulung telah meluber. Ny Suwardi, isteri Ketua RW VI Joyoyakan mengatakan puluhan rumah sejak pukul 22.00 WIB tergenang air. ”Posko sudah didirikan di kediaman kami. Warga dan pengurus RW sudah memantau dan berjaga-jaga,” jelasnya.

Ketua Penanggulangan Bencana Kota Solo yang juga Sekretaris PMI Solo, Sumartono Hadinoto, mengatakan pihaknya telah mengirimkan petugas untuk menyelamatkan warga.

Ditambahkan petugas penjaga pintu air Demangan, Ny Waluyo, ketinggian air di bagian dalam pintu air telah mencapai 4,1 meter sementara di bagian luar mencapai 4,09 meter. ”Itu sudah melebihi batas normal. Pintu air ditutup dan kami sudah menyedot air dari bagian dalam pintu yang berasal dari sungai-sungai di dalam kota,” ujarnya.

Sementara, Kepala Divisi Jasa Air dan Sumber Air (ASA) Perum Jasa Tirta I, Suwartono, menyatakan sampai pukul 21.45 WIB, elevasi air di Bengawan Solo Jurug 7,4 m, dengan status mendekati Siaga II. Status menjadi Siaga II jika elevasi mencapai 7,5 m. Sedangkan elevasi Waduk Gajah Mungkur (WGM) masih di bawah normal.

Banjir yang terjadi di Solo hingga Sragen, ujar dia, berasal dari air dari sungai-sungai kecil di bawah WGM. Sedangkan banjir di Sragen berasal dari air dari lereng Gunung Lawu.

Wawali Solo mengatakan pihaknya telah menugaskan warga dan tim Pemkot untuk mendirikan Posko. ”Warga sudah mengungsi. Besok pagi (hari ini-red bantuan akan disalurkan,” jelasnya.

- Di Desa Gambiran, Cemani, Grogol ratusan rumah terendam, ketinggian air 1 meter. Warga diungsikan ke Balaidesa Cemani dan sekitar Batik Keris.

- Di Kecamatan Kartasura, ratusan rumah warga Desa Ngadirejo, Gembongan, Gonilan, Singopuran dan Pabelan terendam air, ketinggian mencapai 1,5 meter.

- Di Grompol, Kebakkramat, Karanganyar, ketinggian air di jalan mencapai ketinggian 70 cm. Terjadi kemacetan hingga 3 km.

- Di Kecamatan Gondangrejo, Colomadu, Kebakkramat, Jaten dan Tasikmadu, ratusan rumah terendam, ketinggian 1,5 meter. 425 Keluarga diungsikan.

- Ruas jalan Solo-Sragen, tepatnya di Kecamatan Sidoharjo ditutup karena banjir dan dialihkan melalui jalur alternatif yakni Kebakkramat-Mojogedang-Batujamus.

- Di Teras dan Sawit, Boyolali, ratusan rumah terendam sejak Jumat sore, ketinggian 1,5 meter.

Read More..

SOFTWARE PSR.

ARUMSEKAR ON FACE BOOK.

REIKI LIKE

KOTA DAN NEGARA

STATISTIK ALEXA

About Me

Foto saya
Saya adalah manusia biasa seperti Anda juga yang sama-sama mengarungi hidup ini dengan menjalin tali persahabatan.Masih ingin belajar untuk meningkatkan pengetahuan khususnya bidang kesehatan alami. Karena itu saya tertarik belajar REIKI dan dengan REIKI pula saya belajar menyembuhkan diri sendiri dari gangguan penyakit. Namun demikian saya juga berteman dengan kalangan medis yang berprofesi dokter, perawat sekaligus sebagai Praktisi Reiki. Dengan merekalah saya belajar untuk menjadi manusia sehat baik jasmani dan rukhani. Senang melakukan perjalanan dinas karena tuntutan pekerjaan.

Blog Archive

ARUM ON BLOG SPOT COM.