
Puing-puing
bangunan seperti bagian rumah, kapal, bangunan pabrik ada yang
hanyut sampai ke pantai barat Amerika Serikat setelah
diombang-ambingkan gelombang air Samudra Pasifik. Salah satu barang yang
hanyut ditemukan adalah perahu untuk memancing. Perahu itu terdampar
di Kota Pesisir Crescent City California, AS.
Kawasan
Lindung Pulau Phoenix ( PIPA ) meliputi area hampir 158.000 mil persegi
atau 410.000 km2. Di dalamnya termasuk 8 atol ( pulau karang melingkar
) dan sejumlah pulau karang rendah, sedikitnya 5 area berkarang lain
serta sekitar 30 gunung bawah laut. Kawasan ini pertama kali ditetapkan
sebagai kawasan lindung oleh Kiribati pada 2006.



Seorang petualang wanita asal Perancis melakukan aksi nekat menyeberangi laut Pasifik seorang diri dari Peru menuju negara asalnya. Perjalanan yang ia lakukan seorang diri ini harus ditempuh dengan jarak 7.778 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 2 bulan. Petualang wanita berumur 44 tahun bernama Anne Quemere dalam aksinya dari Peru menuju Tahiti mengunakan perahu layar buatannya.
Untuk sampai di Polenesia Perancis, petualang laut berpengalaman ini sebelumnya mendayung melintasi Samudra Atlantik dengan perahu layarnya tersebut. Quemere menyatakan perjalanannya ini diperkirakan akan memakan waktu 2 bulan. Perahu istimewa buatannya ini memiliki lebar enam meter dan panjang 1,9 meter.
Menurutnya ini adalah aksinya yang kesekian kalin untuk menyeberangi Laut Pasifik. Aksi pertamanya gagal dilakukan karena kondisi angin yang buruk. Aksi keduanya juga bermasalah di Ekuador karena itu dalam aksinya ini, ia berharap dapat berjalan lancar sejak dari Peru hingga Tahiti.
Menurutnya aksinya ini telah direncanakan sejak tahun 2008 lalu. Perahu milik Quemere kini dipajang di klub kapal pesiar di resor Pantai Lima La Punta. Tak jarang banyak yang bertanya mengenai aksi Quemere ini baik dari kalangan pers maupun para penonton.
- Anne Quéméré is the only woman to row across the Atlantic Ocean in both directions on the Southern and Northern routes and she has also cross the Atlantic on a third occasion by kite sailing from New York to France. This time, Anne Quéméré will attempt to cross 7000 kilometers over the Pacific Ocean in a tiny kite boat, from Lima in Peru to Tahiti.
Sumber : Reuters/Peru - French Sailor in Kite Boarding.
Read More..GeoWeek mewartakan bahwa sebuah pulau karang kecil di Belize dianggap sebagai model konservasi alam terbaik. Ditetapkan tahun 1993 sebagai wilayah laut yang dilindungi pulau karang tersebut sebagai rumah bagi sejumlah mahkluk laut seperti ikan, ikan pari, hiu dan terumbu karang.
Karang Golver demikianlah gugusan pulau itu berada diambil dari dua nama pembajak bersaudara sekitar tahun 1750, letaknya 47 kilometer dari pesisir Belize dan satu dari sedikit pulau karang yang ditemukan di Samudra Atlantik. Kegiatan nelayan untuk menangkap ikan secara terbatas di wilayah sepanjang laut yang dilindungi ini tetap diperbolehkan. Alasannya untuk menjaga keseimbangan alam, khususnya di antara para predator seperti hiu dan barakuda.
- Pada gambar kita bisa melihat, ada dua pelangi yang melewati atol pada Glover, salah satu situs warisan dunia di Belize. Atoll adalah cincin koral yang pertama kali tumbuh di sekeliling garis pantai suatu pulau, namun terus berkembang ke atas dan "menimpa" pulau tsb. Atoll Glover Reef terdapat di Laut Karibia. Dan merupakan tempat yang menarik untuk berenang, snorkling, dan menyelam. Atoll Glover memiliki 700 karang pada lagoonnya dan dengan ketinggian yang variatif, antara 25 hingga 2.700 kaki.
Keberadaan hiu tetap penting bagi keseimbangan ekosistem karena mereka memberi kehidupan bagi terumbu karang. Keberadaan hiu juga membuat barakuda tetap terawasi sepak terjangnya sehingga ikan yang menjadi makanan barakuda, bisa leluasa menyantap gangang. Alhasil, ganggang tidak sampai menyumbat terumbu karang.
Sekalipun upaya-upaya proteksi cukup efektif, polusi dan perubahan iklim tetap mengancam keberadaan karang. Karena itu The Belize Barrier Reef Reserve System, termasuk Karang Glover merupakan karang penghalang terbesar di belahan bumi utara yang pada tahun 1996 ditetapkan sebagai warisan dunia Unesco.
Sumber : GeoWeek Kompas. Photo by : www.hadinisme.blogspot.com
Read More..Lokasi yang terletak antara California dan Jepang, di sebelah utara Samudra Pasifik, dijuluki sebagai tempat pembuangan sampah terbesar di lautan. Titik ini merupakan pembuangan sampah terbesar di bumi, luasnya hampir sama dengan Amerika Serikat dan penghuninya lebih banyak sampah plastik daripada kehidupan dasar laut itu sendiri.
Arus dasar laut yang terus berputar mengocok sampah-sampah yang terkumpul di lokasi itu semakin lama semakin menumpuk dan meluas sampai mencapai ribuan mil. Namun, karena tak terlihat kasatmata, tempat pembuangan sampah tersebut nyari tidak diketahui semua orang. Demikian yang dilansir Kompas dari Situs GeoWeek yang peduli pada kelestarian lingkungan hidup.
Disebutkan hampir 90 persen sampah yang terbuang ke lokasi itu berasal dari daratan dan terbawa oleh aliran sungai ke laut. Jenis sampah yang menumpuk di dasar laut lautan itu sebagian besar adalah plastik, alas kaki, kantong plastik dan berton-ton mainan anak-anak. Timbunan sampah ini mengancam kehidupan binatang laut, khususnya penyu laut yang sering mati sia-sia karena terperangkap dalam sampah kantong plastik.
Meskipun kini sampah plastik perlahan mulai berkurang, tetap saja mematikan. Lihatlah burung-burung laut sulit membedakan antara sobekan plastik dan telur-telur ikan. Memamah sobekan plastik dapat membuat burung-burung itu mati perlahan. Para ilmuwan yang sedang mempelajari tempat sampah yang ada di Samudra Pasifik saat ini juga tengah mengamati tempat sampah serupa di Samudra Atlantik. Mereka berharap dapat menemukan solusi mengurangi dampak yang mematikan tersebut.
Yang pasti hal ini memberi pelajaran kepada publik tentang daur ulang dan penggunaan material yang sedikit mungkin mengancam lingkungan, merupakan upaya pencegahan terpenting. Tentu saja kita menginginkan kondisi air laut tetap jernih bebas dari polusi sehingga kehidupan binatang laut tetap lestari keberadaannya dan manusia pun bisa menggunakan air laut untuk sarana berekreasi sebagaimana terlihat seorang penyelam wanita tengah menyelam di kejernihan air laut Kepulauan Maldives sebagaimana terpampang di header blog ini.
Sumber : GeoWeek.
Read More..Sampai saat ini San Marino, sebuah negara kecil di sebelah utara Italia, mengklaim dirinya sebagai negara terkecil ketiga di dunia. Namun sekitar 40 tahun silam dua bekas negara di Mikronesia yaitu Nauru dan Tuvalu telah menggeser San Marino dan mendorongnya ke posisi lima dalam daftar negara-negara terkecil.
Dengan luas hanya 21 kilometer persegi, Nauru merupakan negara pulau terkecil di dunia dan negara terkecil ketiga secara umum. Terletak 3890 km sebelah timur Australia, wilayah ini sebelumnya dikenal sebagai Pleasant Island. Sebagaimana dirilis oleh Situs GeoWeek yang dipublikasikan Kompas menyebutkan Jerman menganeksasi Nauru pada tahun 1888, hanya beberapa waktu sebelum wilayah itu ditemukan kandungan fosfat yang sangat besar.
Setelah Perang Dunia I, Nauru menjadi protektorat Liga Bangsa-bangsa dan operasi pertambangan di wilayah itu di bawah pengawasan Komisi Fosfat Inggris. Ketika Nauru memproklamasikan kemerdekaannya tahun 1968, penghasilan dari pertambangan fosfat membuat penduduknya menjadi penduduk dengan pendapatan per kapita yang tertinggi di dunia. Meskipun demikian, pada era 1990-an, kandungan fosfat di Nauru menipis dan membuat negara pulau itu mengalami keguncangan ekonomi dan lingkungan. Sedangkan Tuvalu, negara yang terdiri dari sembilan pulau dan batu karang di Lautan Pasifik, merupakan negara terkecil keempat di dunia, yang sebelumnya dikenal sebagai Ellice Islands.
Tuvalu memperoleh kemerdekaan dari Inggris tahun 1978. Meskipun rantai kepulauan Tuvalu mencapai luas 579 kilometer, namun wilayah daratannya hanya seluas 26 kilometer persegi. Jumlah penduduknya yang hanya 12.300 orang menjadikan Tuvalu sebagai negara berpenduduk paling sedikit kedua di dunia. Hanya Vatikan saja yang memiliki jumlah penduduk lebih sedikit.
- Walau termasuk pulau karang yang berbatu, lapisan tanah Pulau Nauru tergolong subur. Karena hampir 70% plato pulau itu ditutupi lapisan fosfat. Sementara area tanah tersubur terdapat di sekitar laguna (semacam danau kecil) yang terletak di plato wilayah barat daya. Tak jauh dari daerah komunitas Yangor.
Meningkatnya permukaan air laut merupakan ancaman terbesar bagi Tuvalu. Jika kecenderungan alam saat ini terus berlanjut akibat pemanasan global, bukan tidak mungkin Tuvalu bisa menjadi wilayah yang tidak bisa lagi didiami dalam jangka waktu kurang dari 100 tahun. Tuvalu akan tenggelam dan terhapus dari peta dunia sebagai sebuah wilayah negara terkecil keempat di dunia. Tuvalu akan meninggalkan jejak sebagai bekas permukiman yang pernah ada dan sekarang menjadi tidak ada karena gejala naiknya air laut akibat pemanasan global dan mencairnya es di kutub utara dan selatan bumi.
Sumber : GeoWeek Kompas.
Read More..