Frekuensi
sonar yang digunakan militer ditengarai mengganggu kehidupan mamalia
latu terbesar, paus biru. Seperti diketahui, paus menggunakan suara yang
dipantulkan untuk berkomunikasi dengan sesamanya. Sistem serupa berupa
sonar, digunakan armada militer untuk navigasi bawah air, mendeteksi
obyek dan berkomunikasi.
Ternyata,
frekuensi sonar ini menghalangi panggilan pasu sehingga memisahkan paus
dari kawanannya. Frekuensi itu juga merusak pendengaran paus. Sinyal
sonar fekuensi menengah ( 1 - 10 kilohertz ) selama ini dituding sebagai
penyebab terdamparnya paus berparuh yang biasa menyelam sangat dalam di
air.

