




Polisi Panama menghancurkan enam koma empat ton narkotika berbagai jenis termasuk kokain, ganja dan heroin yang berhasil disita Kamis, 23/12. Sejak awal tahun ini kepolisian Panama telah menghancurkan lebih dari 50 ton narkotika yang hendak diselundupkan ke Amerika Serikat. Barang pengiriman yang disita tersebut dihancurkan dengan dibakar di tempat pembuangan sampah di pinggir ibukota Panama City.
Wakil Komisaris Polisi Panama, Manuel Moreno mengungkapkan penghancuran barang illegal tersebut merupakan salah satu yang terbesar tahun ini. Berdasarkan data resmi kepolisian nasional Panama, pihak keamanan telah menghancurkan lebih dari 50 ton narkotika. Ditambah dengan penghancuran narkotika yang akan dilakukan menutup tahun 2010 minggu depan.
Wilayah Amerika Tengah dan Meksiko meruapakan titik transit utama pendistribusian kokain dari Amerika Selatan menuju Amerika Serikat. Oktober lalu Presiden Kolombia, Meksiko dan Pejabat dari berbagai negara di Amerika Tengah menggelar koordinasi untuk memerangi perdagangan narkotika yang juga menjadi upaya pemberantasan jaringan internasional obat bius.
Sumber : Reuters/Panama - Drugs Cocaine.
Read More..Lokasi yang terletak antara California dan Jepang, di sebelah utara Samudra Pasifik, dijuluki sebagai tempat pembuangan sampah terbesar di lautan. Titik ini merupakan pembuangan sampah terbesar di bumi, luasnya hampir sama dengan Amerika Serikat dan penghuninya lebih banyak sampah plastik daripada kehidupan dasar laut itu sendiri.
Arus dasar laut yang terus berputar mengocok sampah-sampah yang terkumpul di lokasi itu semakin lama semakin menumpuk dan meluas sampai mencapai ribuan mil. Namun, karena tak terlihat kasatmata, tempat pembuangan sampah tersebut nyari tidak diketahui semua orang. Demikian yang dilansir Kompas dari Situs GeoWeek yang peduli pada kelestarian lingkungan hidup.
Disebutkan hampir 90 persen sampah yang terbuang ke lokasi itu berasal dari daratan dan terbawa oleh aliran sungai ke laut. Jenis sampah yang menumpuk di dasar laut lautan itu sebagian besar adalah plastik, alas kaki, kantong plastik dan berton-ton mainan anak-anak. Timbunan sampah ini mengancam kehidupan binatang laut, khususnya penyu laut yang sering mati sia-sia karena terperangkap dalam sampah kantong plastik.
Meskipun kini sampah plastik perlahan mulai berkurang, tetap saja mematikan. Lihatlah burung-burung laut sulit membedakan antara sobekan plastik dan telur-telur ikan. Memamah sobekan plastik dapat membuat burung-burung itu mati perlahan. Para ilmuwan yang sedang mempelajari tempat sampah yang ada di Samudra Pasifik saat ini juga tengah mengamati tempat sampah serupa di Samudra Atlantik. Mereka berharap dapat menemukan solusi mengurangi dampak yang mematikan tersebut.
Yang pasti hal ini memberi pelajaran kepada publik tentang daur ulang dan penggunaan material yang sedikit mungkin mengancam lingkungan, merupakan upaya pencegahan terpenting. Tentu saja kita menginginkan kondisi air laut tetap jernih bebas dari polusi sehingga kehidupan binatang laut tetap lestari keberadaannya dan manusia pun bisa menggunakan air laut untuk sarana berekreasi sebagaimana terlihat seorang penyelam wanita tengah menyelam di kejernihan air laut Kepulauan Maldives sebagaimana terpampang di header blog ini.
Sumber : GeoWeek.
Read More..Setiap rumah tangga pasti mengenal sampah. Apakah sampah dari daun yang jatuh ke pekarangan, sampah rumah tangga yang biasanya berhubungan dengan dapur kita atau pun sampah dari limbah rumah tangga berupa asap dapur, cairan pembersih lantai, kaleng bekas minuman, cairan pembersih pakaian yang lalu kita buang ke saluran air. Sampah tadi tentunya sangat berbahaya bila tidak kita kelola dengan baik. Artinya kita harus bisa menanamkan disiplin dalam diri bahwa sampah bagaimana pun ujudnya tentunya sangat menjijikkan, kotor dan dipenuhi dengan bakteri penyakit. Karena itu menjaga kebersihan atas sampah harus dilakukan setiap hari tanpa kenal lelah dan rasa malas.
Boleh jadi kita ambil contoh dari sampah dapur yang selalu memenuhi tempat sampah. Setiap hari kita memasak dan dengan sendirinya limbah dapur yang sudah tidak terpakai akan kita masukkan ke dalam kotak sampah lalu menutupnya rapat-rapat. Tapi jangan buru-buru merasa aman jika kita tidak membuang sampah pada tempatnya lalu tempat sampah penuh, maka sampah ini dapat berkembang menjadi biang penyakit.
Konsil Higiene yang didirikan oleh perusahaan Reckitt Benckiser melakukan studi dan survei tentang sampah dengan mungunjungi 35 rumah di Amerika. Kemudian para peneliti mengambil sampel bakteri di 32 lokasi di setiap rumah. Hasilnya, tempat sampah menduduki peringkat ke-14 dari 32 lokasi yang mengandung bakteri dengan jumlah bakteri sebanyak 411 bakteri/inchi kuadrat.
Meskipun tampak bersih dan tertutup, tempat sampah bisa menjadi sarang bakteri dan bibit penyakit. Indikasinya adalah munculnya bau tidak sedap. Bau ini pertanda bahwa bakteri pengurai sedang bekerja dan mengeluarkan bau busuk. Jika sampah didiamkan selama berhari-hari, selain menebarkan aroma tak sedap, kuman dan bakteri akan berkembang biak di dalam sampah. Tidak hanya di dalam sampah, tempat sampah pun menjadi rumah baru bakteri dan kuman. Oleh karena itu kebersihan tempat sampah perlu diperhatikan.
Menurut fitur klasika kompas yang sehat dengan reiki kutip mengatakan, sebenarnya cara membersihkan tempat sampah tidak terlalu sulit. Yang sulit adalah sikap malas kita sendiri yang tidak peduli akan arti kebersihan dan kesehatan. Anda tentu tahu cairan cuka yang tersedia di dapur? Ambil cuka itu lalu tuangkan sebanyak 3-4 cangkir untuk membersihkan tempat sampah seminggu sekali. Bila perlu bilas dengan air panas kemudian jemur tempat sampah hingga kering di bawah teriknya sinar matahari. Jangan lupa untuk mencuci tangan setelah membuang sampah dan menyentuh tempat sampah.
Sebaliknya pisahkan sampah organik dan sampah non-organik. Pastikan sampah organik seperti kulit buah dan sayur dibuang di tempat sampah yang tertutup. Dengan suhu ruangan yang stabil, sampah sayuran dan buah ini tidak mudah membusuk. Sampah dapur organik yang berasal dari bahan-bahan alam juga bisa dimanfaatkan sebagai pupuk kompos. Sedangkan sampah non-organik yang berupa plastik, kaleng dan barang pecah belah bisa diolah menjadi barang-barang daur ulang.
Agar tidak memicu pertumbuhan bakteri dan jamur, jauhkan tempat sampah dari daerah basah dan lembab. Ada baiknya tempat sampah dilapisi dengan plastik. Saat sampah dibuang atau dipisahkan tempat sampah, tempat sampah tetap terjaga kebersihannya. Tidak kalah penting, buanglah sampah sehari sekali. Jika lebih dari sehari sahabat sehat dengan reiki tidak membuang sampah, sampah itu tentu saja mengganggu pemandangan dan tentu saja akan mempengaruhi kesehatan penghuni rumah. Jadi mulai sekarang ini buanglah sampah pada tempatnya dan bersihkan sampah setiap hari. Inilah kiat sederhana yang harus kita perhatikan agar rumah kita tetap bersih dan sehat.
Read More..


Menanamkan budaya mencintai lingkungan serta memanfaatkan sampah menjadi barang bermanfaat dapat dilakukan sejak dini dengan melibatkan siswa sekolah lanjutan tingkat pertama di Bengkulu. Setidaknya ini yang dapat sehat dengan reiki lihat di Sabtu pagi kemaren ketika melihat beberapa siswa sekolah lanjutan tadi sedang sibuk mengumpulkan sampah di halaman belakang sekolahnya.
Akhir-akhir ini kebutuhan petani terhadap pupuk kompos khususnya di kota Bengkulu semakin meningkat. Seiring dengan meningkatnya kesadaran petani untuk menggunakan pupuk alami dan semakin naiknya harga pupuk kimia. Namun permasalahannya produksi pupuk kompos di kota Bengkulu terbilang masih sangat minim.
Kebutuhan pupuk kompos petani masih dipasok dari daerah-daerah lain seperti Rejang Lebong dan Bengkulu Utara. Dilatari dari terbatasnya produksi pupuk kompos serta untuk menanamkan budaya mencintai lingkungan serta pemanfaatan sampah sejak dini, maka SMP Negeri 11 Kota Bengkulu mulai tahun 2008 lalu mulai memproduksi pupuk kompos dengan melibatkan para siswanya.
Untuk memproduksi pupuk kompos diperlukan sampah-sampah organik seperti dedaunan yang selama ini sulit diolah. Untuk memisahkan sampah organik dan non organik, pihak sekolah telah menyediakan 2 kotak sampah besar di setiap kelas. Sampah an organik sebagian didaur ulang sebagian lagi dibakar.
Sampah organik ditempatkan di sebuah bak besar lalu disemprotkan cairan yang mengandung bakteri E-M-4 dan keadaan ini dibiarkan selama sebulan hingga 3 bulan. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal setiap seminggu sekali sampah yang telah membusuk disemprotkan lagi cairan yang mengandung bakteri E-M-4.
Melihat kreatifnya siswa-siswa sekolah ini mendaur ulang sampah dedaunan yang berserakan di halaman sekolah, tiba saatnya pula contoh positif ini ditiru juga oleh sekolah-sekolah lain yang ada di tanah air agar kelangkaan pupuk petani dapat sementara diatasi oleh tersedianya pupuk kompos buatan siswa-siswa sekolah.
Nah sudahkah Anda paham cara mendaur ulang sampah di sekitar Anda dan membuatnya bermanfaat? Ataukah Anda melihat sampah adalah sesuatu yang menjijikkan dan perlu dijauhi, padahal kita sadar bahwa membuang sampah sembarangan ke sungai akan menimbulkan bencana banjir? Coba kita renungkan bersama ya? Dari Bengkulu sehat dengan reiki menulis untuk sekolah internet.
