Para
ilmuwan di Singapura, Senin ( 30/7 ) mengumumkan telah menemukan
sejumlah besar karbon di kedalaman Samudra Hindia. Bentuknya berupa
pusaran raksasa arus laut selebar 1.000 km. Temuan ini meningkatkan
kemampuan peneliti dalam mendeteksi dampak perubahan iklim.

