Tampilkan postingan dengan label gletser. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gletser. Tampilkan semua postingan
Analisis
citra wahana New Horizons yang melintas di dekat Pluto selama Juli ini
menunjukkan adanya gletser yang terentang luas dan mengalir di permukaan
planet katai ini. Di wilayah yang dinamai Sputnik Planum, terdapat arus
es yang menciptakan pola pusaran seperti gletser di Bumi. Bedanya,
gletser itu tidak terbuat dari air, tetapi dari nitogren,
kabonmonoksida, dan metana.
"
Dengan suhu 235 derajat celsius di permukaan Pluto, maka air tidak akan
bergerak kemana-mana, " kata geolog dari tim New Horizons yang juga
meneliti di Universitas Washington, St Louis, Amerika Serikat, Bill
McKinnon, kepada space.com, Jumat ( 24/7 ). Di antara lapisan gletser
itu, terdapat gunung dan kawah yang tertutup es. Selain itu, Pluto juga
diselubungi atmosfer tebal hingga ketinggian 160 kilometer dari
permukaannya atau 5 kali lebih tebal dari perkiraan sebelumnya.
Read More..
Mencairnya
lapisan es membuat permukaan air laut di sekitar Benua Antartika lebih
tinggi 1,4 milimeter dibandingkan ketinggian permukaan air laut
rata-rata di Samudra Antartika pada 1992 - 2011. Melelehnya gletser dan
penipisan lapisan es membuat 350 miliar ton air terbuang ke laut setiap
tahun. Penambahan air tawar itu membuat permukaan lapisan es terdorong
ke atas.
Gempa
bumi berkekuatan 8,8 skala Richter pada 27 Februari 2010 di Maule,
Cile, yang berjarak 4,700 kilometer di utara Antartika, mampu menyentak
lapisan es di Antartika hingga menimbulkan gempa es. Gempa es dipicu
oleh getaran akibat gerakan tiba-tiba gletser atau lapisan es. Ini
adalah bukti pertama bahwa gempa di belahan Bumi yang jauh bisa memicu
gempa es di Antartika.
Sebelumnya,
gempa dan tsunami di Tohoku, Jepang, 11 Maret 2011, yang berjarak
13.000 kilometer dari Antartika, berhasil merobek gunung es di daerah
Sulzberger, Antartika. Studi yang dipublikasikan di jurnal Nature
Geoscience, Minggu ( 10/8 ), menunjukkan gempa Cile meniumbulkan gempa
es selama 1 - 10 detik. " Gempa es reguler terjadi sepanjang waktu di
Antartika, " kata peneliti utama Zhigang Peng, seismolog dari Institut
Teknologi Georgia, Atlanta, Amerika Serikat, kepada Livescience.
Studi terbaru yang dipublikasikan dalam Jurnal Glasiologi ( Journal of Glaciology ), Senin ( 8/8 ), menyebutkan tsunami yang dipicu oleh gempa tektonik berkekuatan 9 magnitudo di perairan Jepang pada 11 Maret menghancurkan bongkahan gletser di Antartika. Padahal jarak antara pusat tsunami dan Antartika mencapai 13.600 kilometer.
Pecahnya gletser di daerah Sulzberger, Antartika, itu terdeteksi melalui satelit yang mengamati wilayah pesisir Antartika. Pengamatan dilakukan oleh Kelly Briunt, ahli kriosfer ( lapisan es bumi ) dari Pusat Penerbangan Antartika Goddard di Greenbelt, Maryland, AS. Pecahnya gletser terjadi 18 jam sejak gempa atau sesaat sesudah gelombang tsunami menghantam wilayah Antartika.
Sumber : LiveScience/ MZW.
Read More..