Jumlah
ini akan terus meningkat seiring makin banyaknya energi fosil yang
dibakar manusia. ini akan mengancam kehidupan laut dan jutaan manusia
yang menggantungkan hidup pada lautan. Pengasaman laut membunuh aneka
biota laut, seperti tirem, remis dan kijing, memperlambat pertumbuhan
terumbu karang. Selain itu juga menipiskan cangkang siput laut dimana
ahli kelautan Matt Huelsenbeck di Livescience, Selasa ( 16/7 ),
mengatakan, tidak ada mekanisme untuk mengembalikan pengasaman laut yang
terjadi.



Siapa yang tidak kenal dengan Dinosaurus, binatang purba yang sudah punah dari muka bumi. Ia hidup sekitar 150 juta dan 100 juta tahun lalu. Salah satu spesies dinosaurus, Sauropod rela berjalan jauh demi mencari makanan dan air saat musim kemarau.
Teori selama ini menyebutkan ada spesies dinosaurus yang bermigrasi menghindari kemarau. Salah satunya adalah Sauropod yang dalam perjalanannya mencari air dan makanan kemungkinan menempuh hingga 600 kilometer di daerah pegunungan. Penelitian terbaru yang dipublikasikan di jurnal Nature pekan ini mendapatkan hasil analisis fosil gigi Sauropod.
Peneliti Henry Fricke dari Colorado College menjelaskan, fosil gigi Sauropod yang ditemukan di lembah sungai mengandung isotop-isotop dari pegunungan. Petunjuk menjelaskan gigi Sauropod tanggal setiap lima atau enam bulan sekali sepanjang hidupnya. Gigi baru mengandung elemen-elemen dari air dan makanan yang diambil dari daerah berbeda-beda. " Butuh waktu beberapa bulan isotop menempel pada email gigi. Teori migrasi Sauropod kita selama ini terbukti, " kata Fricke.
Sumber : Livescience/LUK.
Read More..Lebih dari 200 juta tahun lalu, lapisan keras sedimen laut yang berasal dari laut purba membentuk apa yang kemudian menjadi Eropa Selatan yang terlihat sekarang ini. Wilayah ini dipenuhi segudang fosil yang berasal dari kehidupan laut. Timbunan bantuan karbonat ini tak tersentuh selama hampir 150 juta tahun.
Sekitar 150 juta tahun lalu dikisahkan Benua Afrika menabrak Benua Eropa, mendeformasi kerak bumi dan mendorong ke permukaan sedimen laut. Angin, air dan erosi kemudian memahat timbunan tersebut lalu membentuk puncak-puncak gunung, dinding-dinding vertikal, jurang dan lembah-lembah yang curam di wilayah yang kita kenal sekarang ini sebagai Pegunungan Alpen.
Pegunungan Alpen memiliki keindahan alam yang memesona, di antaranya wilayah di sebelah utara Italia, di mana batu-batu karangnya berwarna rona merah jambu. Mineral yang memberi warna pada bebatuan tersebut sehingga wilayah itu dikenal dengan sebutan Pegunungan Pucat, adalah kalsium magnesium karbonat, yang merupakan batuan sedimen yang disebut dolomit.
Dolomit berwarna putih keabu-abuan atau kebiru-biruan dengan kekerasan lebih lunak dari batu gamping, yaitu berkisar antara 3,50 – 4,00, bersifat pejal, berat jenis antara 2,80 – 2,90, berbutir halus hingga kasar dan mempunyai sifat mudah menyerap air serta mudah dihancurkan. Klasifikasi dolomit dalam perdagangan mineral industri didasarkan atas kandungan unsur magnesium, Mg (kimia), mineral dolomit (mineralogi) dan unsur kalsium (Ca) dan magnesium (Mg). Kandungan unsur magnesium ini menentukan nama dolomit tersebut. Misalnya, batugamping mengandung ± 10 % MgCO3 disebut batugamping dolomitan, sedangkan bila mengandung 19 % MgCO3 disebut dolomit.
Batuan itu pertama kali dianalisis oleh ahli geologi Perancis, Deodat Gratet de Dolomieu pada tahun 1791. Mineral ataupun gunungnya kemudian hari diberi nama sesuai dengan nama belakang ahli geologi ini. Selanjutnya menurut Situs GeoWeek sebagaimana dilansir Kompas, menyebut Dolomit memiliki 18 puncak yang tingginya lebih dari 3000 meter, melingkupi 142.000 hektar area di sepanjang perbatasan Austria.
Dolomit yang terletak di jantung pegunungan Alpen Italia, merupakan salah satu obyek wisata utama dan juga merupakan tempat yang populer untuk berolahraga. Salah satu olahraga yang cukup dikenal di tempat ini adalah olahrag mendaki gunung, memanjat tebing dan ski. Tahun 2009 dolomit diakui sebagai Situs Warisan Dunia.
Sumber : GeoWeek Kompas.
Read More..Energi nuklir memang memiliki bahaya besar jika pengelolaannya tidak dilakukan dengan baik. Namun tingkat bahaya energi nuklir jauh lebih kecil ketimbang penggunaan energi lain, seperti batu bara, gas alam dan minyak bumi. Dana Christensen dalam majalah Scientific American pada 2007 menyebutkan batu bara mengeluarkan bahan radioaktif 100 kali lebih banyak dibandingkan dengan yang dihasilkan nuklir untuk menghasilkan energi dalam jumlah sama.
p>Data Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO ) menyebutkan, perbandingan tingkat kematian akibat penggunaan energi nuklir dan batu bara adalah 1 berbanding 4,025. Penggunaan gas alam 100 kali lebih mematikan dibandingkan dengan energi nuklir dan pembakaran minyak bumi 900 kali lebih mematikan daripada nuklir. Christopher Wanjek dalam LiveScienc, Selasa ( 26/4 ) mengungkapkan, pembakaran batu bara menyebabkan kematian lebih dari 1 juta orang setiap tahun.
Jumlah ini termasuk ribuan petambang yang meninggal akibat tambang runtuh dan ribuan petambang lain meninggal karena penyakit paru-paru. Hanya kasus runtuhnya tambang Chili tahun lalu merupakan keajaiban, dimana 33 petambang bertahan hidup selama dua bulan lebih di dalam tanah yang akhirnya berhasil dikeluarkan dengan selamat. Selain pembakaran batubara, ratusan ribu orang awam juga meninggal karena penyakit jantung dan paru-paru akibat menghirup gas pembakaran batu bara serta berbagai dampak negative lain.
Sumber : Livescience/Mzw.
Read More..Fosil yang bentuknya unik dan memiliki kaki 10 itu ditemukan di kawasan pegunungan di sebelah selatan China. Fosil tersebut dinamakan kaktus berjalan karena bentuknya yang menyerupai rangka tulang belakang, disebut Diania Cactiformis merupakan turunan dari artropoda modern. Diania Cactiformis hidup 520 juta tahun lalu....wooww.
Jika fosil itu diamati terlihat tungkai berdurinya melebar dari tubuh ke arah sisi lengkap dengan belalai di bagian kepala nya. Panjang Diania hanya sekitar 6 cm atau tak lebih dari lebar telapak tangan kita. Duri-duri kecil yang mengelilingi tubuhnya sama kerasnya dengan kulit lobster.
Sedangkan kaki-kaki nya dibentuk dari segmen-segmen berbentuk cincin yang mampu melakukan regangan secara ekstensif. Kaki-kaki yang memiliki sendi, merupakan salah satu ciri khas artropoda. Meskipun Diania merupakan pendahulu bagi munculnya spesies modern namun hubungan keduanya masih belum diketahui.
Terlepas dari persoalan itu, Diania telah masuk dalam daftar binatang yang dikategorikan ganjil. Fosil kaktus berjalan ini ditemukan di wilayah yang dikenal sebagai situs fosil, yaitu di Chengjiang, Provinsi Yunnan. Chengjiang dikenal sebagai tempat penemuan fosil yang sangat beragam, hingga merujuk pada sebutan ledakan Kambrium ( Cambrian Explotion ), yaitu di mana sebagian besar fosil kelompok-kelompok binatang ditemukan untuk pertama kalinya.
Sumber : GeoWeek.
Read More..Dua Fosil kerangka binatang purbakala yang berasal dari zaman sebelum masa kemunculan manusia di muka bumi ini ditemukan di Afrika Selatan. Fosil kerangka dari spesies hewan tak dikenal ini akan dipamerkan untuk pertama kalinya di Kota Maropeng sekitar 40 kilometer dari Ibukota Johannesburg.
Pakar purbakala dari Universitas Witwatersrand Afrika Selatan, Profesor Lee Berger mempublikasikan penemuan fossil spesies hewan baru yang kemungkinan adalah mata rantai yang hilang dalam sejarah evolusi manusia. Tim purbakala yang beranggotakan 60 ilmuwan mengungkapkan fossil hewan purbakala yang dinamakan Australopithecus Sediba, memiliki ciri fisik layaknya seperti manusia.
Salah satu fosil kerangka hewan purba, Mamut adalah genus gajah purba yang telah punah. Ukuran tubuhnya lebih besar daripada gajah normal yang ada di dunia saat ini. Gadingnya melingkar membentuk kurva ke arah dalam dan, dalam spesies utara, dengan rambut panjang. Mereka hidup dalam epos Pleistocene sejak 1,6 juta tahun lalu sampai sekitar 10.000 tahun lalu. Kata mamut berasal dari bahasa Rusia мамонт.
Kalangan ilmuwan Afrika Selatan meyakini spesies manusia berevolusi dari Australopithecus sekitar dua juta tahun lalu sebelum masa kemunculan manusia. Presiden Afrika Selatan Kgalema Motlanthe menyatakan penemuan purbakala ini membuktikan salah satu teori yang menyebutkan bahwa manusia berasal dari benua Afrika.
Penemuan langka ini juga membuka perspektif baru bagi studi tentang evolusi manusia. Sementara itu Universitas Witwatersrand mengumumkan perlombaan bagi anak-anak Afrika Selatan untuk menamakan hewan purbakala yang diperkirakan mati di usia 11 tahun. Fossil kerangka hewan purbakala ini akan dipamerkan secara umum dalam beberapa hari mendatang di Kota Maropeng, pinggiran Ibukota Johanesburg.
Sumber : Reuters/Garit/South Africa-Fossil Discovery.
Read More..Tanda-tanda awal bencana terhadap situs kuno Pompeii di Italia terjadi ketika rumah gladiator runtuh pada bulan Nopember 2010. Rumah tersebut yang diketahui sebagai Scholai Armaturarium adalah tempat para gladiator di zaman Romawi kuno berlatih ketangkasan adu badan sambil menanti nasib mereka di gelanggang terbuka Pompeii.
Sejumlah pihak menyebut curah hujan yang sangat lebat yang menghunjam wilayah itu sebagai penyebab runtuhnya Rumah Gladiator. Namun tidak sedikit yang meyakini keruntuhan itu akibat kurangnya perhatian Pemerintah Italia terhadap warisan budaya terebut. Ketika tembok-tembok di situs kota kuno Pompeii mulai runtuh, terungkaplah krisis besar yang mengancam salah satu situs sejarah yang paling populer di dunia arkeologi tersebut.
Presiden Italia Giorgiao Napolitano menggambarkan situasi di Pompeii sebagai hal yang sangat memalukan bagi Italia. Tim penyidik dari Unesco sebagaimana dilansir GeoWeek telah mengunjungi situs kuno tersebut yang ditetapkan sebagai situs warisan dunia tahun 1997, untuk meneliti kerusakan yang ada. Mereka akan menyusun sejumlah usulan untuk melindungi situs sekaligus membantu otoritas Italia menyusun langkah-langkah terencana untuk restorasi.
Ketika Gunung Vesuvius yang terletak di dekat kota Pompeii meletus tahun 79 setelah Masehi, kota Pompeii beserta sekitar 20.000 penduduknya terkubur lava, batu dan abu. Kota tersebut terkubur sekitar 1500 tahun sampai kemudian arsitek Italia, Domenico Fontana menyingkap sedikit demi sedikit misteri situs kuta kuno tersebut yang hidup di zamannya.
Ekskavasi besar-besaran baru dimulai tahun 1700 an dan sejak itu Pompeii menjadi situs arkeologi yang penting di dunia. Informasi mengenai kehidupan sehari-hari masyarakat Romawi kuno mulai terungkap berkat reruntuhan Pompeii, yang telah membeku di bawah permukaan abu vulkanik selama 1500 tahun.
Ketika Pompei terkubur abu vulkanik Gunung Vesuvius tak seorang pun mampu meloloskan diri dari keganasan letusan Vesuvius. Hampir bisa dipastikan bahwa para penduduk yang ada di kota tersebut tidak mengetahui terjadinya bencana yang sangat sekejap tersebut, ini terlihat dari jasad - jasad mereka yang masih utuh membatu menunjukkan bahwa posisi jasad yang sedemikian alami tanpa menampakkan sebuah bahasa tubuh dan raut muka orang - orang yang sedang mengalami histeria masal, mendapatkan teror maut dan kebingungan.
Diantaranya banyak ditemukan wajah mereka terlihat berseri-seri, sedang tertidur, duduk dengan posisi normal, dan sedang melaksanakan aktivitas seperti biasanya. Bahkan ditemukan jasad dari satu keluarga yang sedang asyik menyantap makanan terawetkan pada detik tersebut. Banyak sekali pasangan-pasangan yang tubuhnya terawetkan berada pada posisi sedang melakukan persetubuhan.
Yang paling mengagetkan adalah terdapat sejumlah pasangan yang berkelamin sama, dengan kata lain mereka melakukan hubungan seks sesama jenis (homoseks). Ada pula pasangan-pasangan pria dan wanita yang masih belia. Hasil penggalian fosil juga menemukan sejumlah mayat yang terawetkan dengan raut muka yang masih utuh. Namun secara umum, raut-raut muka mereka menunjukkan ekspresi keterkejutan, seolah bencana yang terjadi datang secara tiba-tiba dalam sekejab kemudian merenggut nyawa seketika itu.
Sumber : GeoWeek/yan-worlds.blogspot.com.
Read More..