
Brasil yang kali ini dipimpin oleh Presiden wanita Dilma Rousseff tengah menghadapi bencana besar banjir bandang yang terjadi di negara itu. Dilma Rousseff menyatakan akan melakukan tindakan kuat bagi pemerintahannya yang telah mengeluarkan 470 juta dollar AS bantuan darurat awal dan mengirim pula 7 ton obat-obatan. Ini semua karena terjadinya badai pada Rabu dinihari yang menjatuhkan curuh hujan di atas normal. "Pemandangannya sangat mengejutkan," kata Presiden Dilma Rousseff setelah mengunjungi daerah ini hari Kamis ( 13/01 ).
Badai yang menyebabkan lumpur longsor dan menyapu kota-kota dan desa-desa serta menghancurkan rumah-rumah, jalan dan jembatan lalu merobohkan tiang listrik dan telepon. Kota paling parah terkena bencana adalah Novo Friburgo dengan korban tewas 225 orang, Teresopolis dengan 223 orang tewas dan Petropolis dengan 39 korban tewas. Menurut para pejabat kota praja, sejumlah 19 korban tewas tercatat di desa Sumidouro.
Para regu penyelamat di Brasil dibayangi potensi bersiap menghadapi hujan lagi. Mereka berjuang mencapai daerah-daerah yang terputus oleh banjir dan tanah longsor yang telah menewaskan lebih dari 500 orang. Pejabat kota praja di wilayah Serrana, sebelah utara Rio de Janeiro mengatakan, sedikitnya 506 orang tewas. Jumlah itu melebihi angka 437 korban tewas dalam tragedi lumpur longsor tahun 1967, yang sebelumnya dianggap sebagai bencana terbesar Brasil.
Saat petugas penyelamat sampai ke desa akan lebih banyak jenazah diperkirakan akan ditemukan di desa-desa yang terputus karena rusaknya jalan dan jembatan-jembatan di kawasan itu. Upaya menemukan korban yang selamat dan tewas dilakukan dengan menghadapi ancaman lumpur longsor karena hujan terus turun di kawasan yang tak bisa lagi menyerap air, membuat tanah sebagian tidak stabil.
Seorang penduduk yang berlindung di sebuah gedung olahraga yang dijadikan tempat penampungan pengungsi di Teresopolis, Albertino Lazaro ( 54 ) mengatakan, " Apa yang terjadi di sini adalah absurd layaknya seperti perang Vietnam. Akan jauh lebih baik di sini daripada di dalam lumpur," katanya menggambarkan tempat penampungan itu. Tercatat lebih dari 13.500 orang kehilangan tempat tinggal.
Selain menimbulkan kerugian melayangnya nyawa dan harta benda, kerusakan akibat hujan itu juga akan semakin meningkatkan harga pangan di beberapa bagian Brasil tenggara. Kondisi ini menjadi keprihatinan pemerintah. Wilayah Serrana adalah penghasil penting buah dan sayuran bagi kawasan Rio. Namun banjir tak memengaruhi produksi utama Brasil, seperti kedelai, tebu, jeruk dan kopi.
Yang menyedihkan di Teresopolis, jenazah-jenazah dibawa ke sebuah gereja setelah kamar jenazah kota itu tak mampu lagi menampung. Para pejabat memperlihatkan foto jenazah untuk mengidentifikasi anggota keluarga. Pemakaman dilakukan sepanjang hari Kamis di tengah gerimis yang terus turun. Sebelumnya para petugas bekerja keras menarik orang-orang dari air banjir yang mengalir deras dan memeriksa rumah-rumah yang rusak untuk mencari korban selamat, tetapi hanya menemukan jenazah.
Dari reruntuhan rumah petugas menyelamatkan bayi berusia enam bulan. Seorang wanita memeluk anjingnya di reruntuhan rumahnya, sementara arus banjir yang sangat deras menyapu dinding rumah yang tersisa. Wanita itu menangkap sebuah tali yang dilemparkan dari atap di dekatnya. Namun malang untuk bisa memegang tali itu, dia harus melepas anjingya.
Sumber : Reuters/AP/AFP/Kompas.
Read More..Meski pada musim panas ini tingkat kelumeran es di Samudra Arktik tidak separah tahun 2007, para peneliti yakin proses menipisnya selimut es di samudra itu terus berlanjut. Apabila situasi ini tetap berlangsung, para ahli Arktik memprediksi, pada akhir abad ini, Kutub Utara akan menjadi perairan terbuka.
Demikian GeoWeek mewartakan bahwa melumernya es di Samudra Arktik pada musim panas merupakan gejala normal. Namun sejak satelit mulai memantau tingkat pelumeran es tahun 1979, terlihat kecenderungan bahwa tahun-tahun belakangan ini pelumeran tersebut semakin meningkat.
Untuk menggambarkan gawatnya tingkat pelumeran es di Samudra Arktik, dua penjelajah Norwegia Thorleif Thorleifsson dan Borge Ousland, awal tahun ini mengarungi Samudra Arktik melalui dua jalur sekaligus. Akhir September lalu dua penjelajah ini, yang didampingi kru asal Rusia, menyelesaikan penjelajahan pertama yang pernah dilakukan melalui Jalur Barat Laut dan Jalur Laut Utara.
Ketika sang legenda Ronald Amundsen pertama kali menjelajah Jalur Barat Laut pada awal tahun 19oo-an, ia membutuhkan waktu lebih dari tiga tahun untuk menjelajahinya karena tingkat ketebalan es yang ada saat itu. Ekspedisi Amundsen menggunakan kapal berlambung baja seberat 47 ton. Sedangkan ekspedisi bulan lalu mengarungi Samudra Arktik dengan menggunakan kapal sepanjang 9,5 meter yang dibuat dari fiberglass dan dilengkapi dengan motor 10 PK.
Apa yang dilakukan penjelajah Norwegia ini menunjukkan bahwa perubahan iklim yang terus berlangsung berdampak besar terhadap kondisi lapisan es di Samudra Arktik. Lumernya lapisan es itu mengancam kehidupan di sekitarnya, seperti pada beruang kutub dan anjing laut.
Sumber : GeoWeek.
Read More..