

Para insinyur Jepang sampai kini masih berjuang untuk mengatasi krisis nuklir terburuk sejak Chernobyl dengan bocornya reaktor PLTN Daiichi Fukushima. Zona bahaya masih ditetapkan oleh pemerintah Jepang, namun satu keluarga yang memiliki rumah di dalam zona bahaya radiasi nuklir bertekad segera kembali ke rumahnya untuk menyelamatkan harta benda dan hewan peliharaan yang masih tersisa.
Hanya berjarak 18 kilometer dari reaktor nuklir Daiichi yang bocor, polisi berpakaian pelindung terus melakukan pencarian mayat. Nekatnya penduduk untuk kembali ke rumahnya dikhawatirkan terkena paparan radiasi jika masuk ke dalam areal zona bahaya. Zona bahaya reaktor Daiichi ditetapkan memiliki radius 20 kilometer dari tempat para warga mengungsi.
Mereka yang tinggal di zona 10 kilometer di luar daerah itu pun terus dihimbau untuk meninggalkan lokasi. Bagi yang masih bertahan tinggal di kawasan itu agar tetap tinggal di dalam rumah. Di sebuah bukit di atas zona pencarian, keluarga Tsunakawa dan keluarga lainnya bertekad kembali ke rumahnya untuk mengambil harta benda yang tersisa yang kemungkinan hewan ternak peliharaannya masih hidup.
Setelah krisis nuklir memasuki kurun waktu 1 bulan lebih, keluarga Tsunakawa berharap situasi ini bisa segera diatasi, sehingga mereka dapat tinggal di tempat yang bisa mereka sebut rumah baru. Sampai saat ini para insinyur Jepang masih kesulitan untuk mengendalikan reaktor yang rusak dan bisa memakan waktu berbulan-bulan untuk menstabilkan kembali. Tentu saja hal ini butuh waktu bertahun-tahun untuk membersihkan racun yang tertinggal dan sudah terlanjur terpapar di lokasi PLTN yang menyebar ke daerah sekitarnya.
Sumber : Reuters/Nuclear in Evakuation Zone.
Read More..Para pengungsi gempa dan tsunami Jepang di Rikuzentakata saling memberikan semangat untuk memberikan semangat untuk menatap masa depan yang lebih baik. Selain itu hiburan dan motivasi para relawan membantu pengungsi melupakan kesedihannya.
Lebih dari 650 orang masih tinggal di tempat pengungsian di sekolah menengah pertama di Rikuzentakata. Sebagian lainnya sudah kembali ke rumah masing-masing namun mereka kembali ke tempat ini hanya sekedar untuk mengambil jatah makan dan kebutuhan hidup sehari-harinya.
Tempat ini merupakan salah satu lokasi terburuk terkena hantaman tsunami. Yang bertahan di penampungan ini tidak saja yang berasal dari Iwate tetapi juga dari perfecture lain di kawasan yang terkena bencana tsunami. Sebagian besar pengungsi mengakui telah kehilangan tempat tinggal dan anggota keluarganya.
Untuk menghilangkan kesedihan berlarut-larut mereka saling memberikan semangat untuk menghadapi masa depan. Para relawan China dengan sabar memberikan penghiburan untuk mereka. Awalnya mereka kesulitan beradaptasi karena kendala bahasa. Namun setelah para relawan China pulang kembali ke negaranya para pengungsi sudah bisa menyesuikan kembali kehidupannya.
Sumber : Reuters/Japan - Rikuzentaka Shelter.
Read More..Para insinyur Jepang sampai kini masih berjuang untuk mengatasi krisis nuklir terburuk sejak Chernobyl dengan bocornya reaktor PLTN Daiichi Fukushima. Zona bahaya masih ditetapkan oleh pemerintah Jepang, namun satu keluarga yang memiliki rumah di dalam zona bahaya radiasi nuklir bertekad segera kembali ke rumahnya untuk menyelamatkan harta benda dan hewan peliharaan yang masih tersisa.
Hanya berjarak 18 kilometer dari reaktor nuklir Daiichi yang bocor, polisi berpakaian pelindung terus melakukan pencarian mayat. Nekatnya penduduk untuk kembali ke rumahnya dikhawatirkan terkena paparan radiasi jika masuk ke dalam areal zona bahaya. Zona bahaya reaktor Daiichi ditetapkan memiliki radius 20 kilometer dari tempat para warga mengungsi.
Mereka yang tinggal di zona 10 kilometer di luar daerah itu pun terus dihimbau untuk meninggalkan lokasi. Bagi yang masih bertahan tinggal di kawasan itu agar tetap tinggal di dalam rumah. Di sebuah bukit di atas zona pencarian, keluarga Tsunakawa dan keluarga lainnya bertekad kembali ke rumahnya untuk mengambil harta benda yang tersisa yang kemungkinan hewan ternak peliharaannya masih hidup.
Setelah krisis nuklir memasuki kurun waktu 1 bulan lebih, keluarga Tsunakawa berharap situasi ini bisa segera diatasi, sehingga mereka dapat tinggal di tempat yang bisa mereka sebut rumah baru. Sampai saat ini para insinyur Jepang masih kesulitan untuk mengendalikan reaktor yang rusak dan bisa memakan waktu berbulan-bulan untuk menstabilkan kembali. Tentu saja hal ini butuh waktu bertahun-tahun untuk membersihkan racun yang tertinggal dan sudah terlanjur terpapar di lokasi PLTN yang menyebar ke daerah sekitarnya.
Sumber : Reuters/Nuclear in Evakuation Zone.
Read More..Gelombang pengungsi Libya ke perbatasan dengan Tunisia mulai berkurang. Warga sipil di Libya masih dilanda ketakutan untuk keluar dari daerah konflik. Kedatangan pengungsi asal Libya ke sekitar perbatasan Tunisia - Libya mulai berkurang, Rabu 06/04/2011. Gelombang pengungsi terbanyak terjadi saat masih berlangsungnya perang Maret lalu.
Terlihat sejumlah pengungsi yang dievakuasi dengan kendaraan karena warga masih takut keluar dari medan pertempuran. Selain itu mereka juga takut dengan pemerintah Tunisia. Salah seorang pengungsi mengungkapkan sepanjang perjalanan mereka diperiksa di pos pemeriksaan yang jumlahnya sangat banyak hingga 50 pos.
- Menurut Ibrahim Osman dari organisasi bantuan kemanusiaan Bulan Sabit Merah, dilansir dari laman Associated Press, Selasa, 8 Maret 2011, sekitar 30.000 orang berkumpul di perbatasan antara Libya dan Tunisia di Ras Ajdir pada minggu lalu. Mereka adalah para pekerja migran asal Bangladesh, Mesir dan negara-negara Afrika lainnya.
Pejabat badan pengungsi Tunisia menjelaskan sejak kekacauan di Libya 15 Pebruari lalu sekitar 400 ribu pengungsi Libya telah melarikan diri ke daerah perbatasan Tunisia, Mesir, Sudah dan negara-negara tetangga lainnya. Jumlah ini diperkirakan akan meningkat, sementara pasokan air dan makanan makin menipis. Di pengungsian warga Libya mencoba hidup mandiri dengan membuka kios dagang atau jasa untuk menyambung hidup sehari-hari.
Sumber : Reuters/Tunisia - Refugee Flows from Libya.
Read More..Gempa bumi dan tsunami yang melanda Jepang 11 Maret 2011 lalu menghancurkan hampir seluruh lahan pertanian di daerah Sendai. Akibatnya masyarakat setempat tidak lagi memiliki mata pencaharian. Pemulihan lahan pertanian di Sendai diperkirakan membutuhkan waktu lebih dari satu dasa warsa.
Dua pertiga lahan pertanian di daerah Sendai terendam air laut setinggi lebih dari empat meter ketika tsunami menerjang kawasan pesisir pantai timur Jepang beberapa waktu lalu. Hancurnya lahan pertanian membuat masyarakat yang mayoritas berprofesi sebagai petani tidak lagi lahan untuk bertani. Salah seorang petani, Aizawa Shin, kini tinggal di tempat penampungan sementara.
Rumah dan seluruh mesin di pabrik penggilingan padi miliknya musnah tersapu tsunami. Menurut Aizawa Shin, pemerintah Sendai telah berjanji akan memberikan bantuan dana sebesar 2,5 juta yen atau sekitar 29.000 dollar Amerika kepada masing-masing keluarga untuk perbaikan kembali rumahnya. Namun hingga 1 bulan paska bencana gempa bumi diikuti tsunami janji pemerintah setempat belum terwujud.
Aizawa Shin memperkirakan pemulihan lahan pertanian membutuhkan waktu lebih dari sepuluh tahun. Selama dalam pengungsian para petani Sendai tidak lagi mempunyai penghasilan. Di desa Sendai yang terkena tsunami terdapat 106 keluarga petani. Mereka menghadapi masalah sama yaitu tidak memiliki lagi tempat tinggal dan lahan pertanian. Para petani sangat mengharapkan bantuan dari pemerintah daerah. Bencana Gempa dan diikuti tsunami 11 Maret 2011 lalu membuat Jepang berduka.
Sumber : Reuters/Japan Farmland Affected.
Read More..Setidaknya enam ribu penduduk telah dievakuasi menyusul tanah longsor yang terjadi di Bolivia Kamis, 03/03/11. Para penduduk mengungsi ke daerah yang aman dari longsor di pos penampungan dan gedung sekolah di daerah La Paz Bolivia.
Tanah longsor yang terjadi beberapa waktu lalu di Bolivia menyebabkan warga setempat harus menyelamatkan diri ke daerah yang lebih aman guna menghindari longsor susulan. Sebanyak enam ribu penduduk terpaksa dievakuasi ke pos penampungan.
Curah hujan lebat dan akibat badai La Nina yang terjadi baru-baru ini di Bolivia menyebabkan tanah longsor. Sekitar seribu lima ratus bangunan telah hancur dan banyak jalan-jalan utama mengalami kerusakan berat. Selain itu banyak rumah warga yang terancam tanah longor.
PBB melalui program bantuan pangan dunia telah mengirimkan bantuan sepuluh ton beras, tepung, minyak goreng dan garam guna diberikan kepada para korban yang berada di pos penampungan. Jose Silva salah seorang warga Bolivia yang berada di pengungsian, menyatakan dirinya dan seluruh warga yang mengungsi tinggal dengan kondisi yang kurang memadai. Tidak ada tempat untuk berlindung, hanya gedung sekolah ini yang aman digunakan untuk mengungsi.
Sumber : Reuters/Bolivia in Mud Slides/Up date.
Read More..Para penduduk di Pulau YeonPyeong Korea Selatan berlindung di bunker saat militer mengadakan latihan penembakan rudal di pulau itu Senin 20/12 lalu. Sejauh ini Korea Utara belum memberikan respon terhadap latihan militer Korea Selatan di lokasi yang dekat dengan perbatasan kedua negara itu. Selama berlangsungnya latihan penembakan rudal di Pulau YeonPyeong, tentara Korea Selatan berjaga di dekat bunker dan membagikan makanan, selimut dan masker gas kepada warga yang berlindung di dalam bunker.
Seorang warga Oh Gyi Im berusia 69 tahun yang telah tinggal di Pulau YeonPyeong selama 50 tahun mengatakan ia merasa gugup ketika pertama kali memasuki bunker. Kini Oh Gyi Im merasa sedikit nyaman namun ia khawatir Korea Utara akan melancarkan serangan militer ke Korea Selatan.
Di dalam bunker Oh Gyi Im dan warga lainnya duduk di lantai yang dingin dengan memakai jaket tebal. Setelah sembilan jam berada di dalam bunker anti serangan udara, warga lainnya diijinkan keluar untuk menghirup udara segar. Sebagian besar penduduk Pulau YeonPyeong yang seluruhnya berjumlah 1600 jiwa mengungsi ke daerah lain ketika Korea Selatan melancarkan serangan artileri tanggal 23 November lalu.
Dari jumlah tersebut hanya 100 warga yang kembali ke desanya yang telah porak poranda diterjang roket Korea Utara. Kementerian luar negeri Korea Selatan mengatakan latihan militer dengan penembakan rudal bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pertahanan Korea Selatan menghadapi agresi militer Korea Utara jika terjadi perang.
Sumber : Asia/Reuters/South Korea - Bunker.
Read More..Jumlah korban tewas akibat wabah kolera di Haiti terus meningkat hingga jumlahnya mencapai lebih dari 500 orang. Tenaga medis masih terus berupaya memberikan pengobatan Rabu ( 10/11 ) lalu kepada para korban yang terjangkit kolera dan mengantisipasi meluasnya penyebaran wabah penyakit tersebut. Sebagian besar warga yang terjangkit wabah kolera tersebut merupakan para korban bencana gempa bumi yang telah meluluhlantakkan Haiti 12 Januari lalu.
Upaya membangun Haiti yang telah hancur kini bertambah berat dengan munculnya wabah kolera yang menyebar begitu cepat. Berdasarkan data lembaga kesehatan internasional dan pejabat kesehatan Haiti, korban jiwa akibat wabah kolera mencapai 544 orang dengan jumlah kasus kolera yang tercatat di rumah sakit mencapai 8100 kasus. Wabah kolera saat ini mulai menyebar ke kawasan pedesaan di luar Ibukota Port Au Prince.
Namun demikian kasus kolera dikabarkan juga telah mencapai sebagian wilayah ibukota yakni Cite Soleil yang dikenal memiliki penduduk yang padat. Direktur departemen kesehatan Haiti, Dokter Gabriel Thimote menyatakan sejak wabah kolera terdeteksi untuk pertama kalinya tanggal 22 Oktober lalu wabah tersebut telah meluas dengan cepat.
Sumber : Reuters/Haiti - Cholera Health Minister.
Read More..Kekerasan meletus antara faksi pemberontak etnis minoritas dengan tentara pemerintah Myanmar di wilayah perbatasan antara Myanmar dengan Thailand Senin ( 08/11 ) lalu. Lebih dari seribu warga Myanmar di evakuasi dari Myanmar ke wilayah Thailand, termasuk beberapa orang yang mengalami luka-luka.
Tentara dari pasukan Buddha demokratik Karen D-K-B-A memasuki wilayah pemerintah dan menyerang sejumlah lokasi di sepanjang Sungai Moei yang terletak di perbatasan antara Thailand dengan Myanmar. Sejumlah ledakan yang diduga berasal dari bom dan mortir terdengar di kota perbatasan Mya-Waddi.
Di wilayah tersebut etnis pemberontak Karen melancarkan aksi perlawanan terhadap pasukan pemerintah Myanmar. Tentara pemberontak Karen D-K-B-A beraliansi dengan militer Myanmar setelah faksi tersebut memisahkan diri dari Serikat Nasional Karen, K-N-U yang melawan pemerintah selama setengah abad.
Saksi mata menuturkan sejumlah mortir, roket dan granat jatuh di wilayah Thailand yang berseberangan dengan Mya-Waddy, lokasi pertempuran antara pasukan pemerintah dengan pemberontak Karen. Lebih dari seribu warga Myanmar dievakuasi dari Myanmar ke wilayah Thailand termasuk beberapa orang yang mengalami luka-luka. Pasukan Thailand menutup perbatasan Thailand dan mengamankan para pengungsi.
Sumber : Asia/Reuters/Thailand - Myanmar Border Clash. Photo by : Thaiphotoblogs/AP/Reuters.
Read More..Kementerian kesehatan menganjurkan para pengungsi korban letusan Gunung Merapi tetap melakukan aktivitas dan tidak berdiam diri guna mengurangi tingkat kebosanan yang mengakibatkan depressi maupun kecemasan. Saat ini tercatat satu orang bunuh diri dan delapan lainnya mengalami depresi akibat letusan Gunung Merapi yang sudah berlangsung hampir 2 minggu.
Kehilangan materi dan sanak keluarga bukan satu-satunya yang harus ditanggung korban bencana baik banjir bandang di Wasior Papua, Tsunami di Mentawai Sumatera Barat maupun letusan Gunung Merapi di perbatasan DIY dan Jawa Tengah. Trauma atas peristiwa dan kehilangan harta benda dan sanak keluarga tercinta memunculkan masalah baru yaitu depresi bagi korban yang selamat.
Dari tiga lokasi bencana letusan Merapi yang telah memberikan laporan kepada Kementerian Kesehatan, satu orang dinyatakan bunuh diri dan delapan lainnya mengalami depressi gangguan kejiwaan. Tidak tertutup kemungkinan jumlah tesebut akan terus bertambah. Kementerian Kesehatan melalui Dirjen Bina Pelayanan Medik, Dokter Supriyanto menganjurkan para pengungsi tetap melakukan aktivitas dan tidak berdiam diri guna mengurangi tingkat kebosanan yang mengakibatkan depresi.
Kementerian Kesehatan didampingi tim kesehatan jiwa, psikiater dan psikolog sejak pekan lalu telah melakukan pengawasan bersamaan dengan kegiatan promosi, pre-emtif dan preventif. Kegiatan-kegiatan tersebut akan terus berjalan hingga seluruh permasalahan terselesaikan. Pengungsi korban letusan Gunung Merapi bisa sedikit terhibur. Mereka yang ditampung di Gedung Olah Raga (GOR) mendapat layanan pijat gratis dari para mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).
"Pelayanan pijat gratis tersebut untuk mengurangi rasa lelah pengungsi, kebanyakan dari mereka kekurangan istirahat, ada juga yang terpaksa harus berpindah-pindah tempat mengungsi hingga tiga kali, tentunya mereka sangat lelah," kata salah seorang relawan UNY, Prasetyawan, di Yogyakarta, Minggu (7/11/2010). Prasetyawan yang juga mahasiswa Fakultas Olah Raga UNY mengatakan, dirinya dan sebanyak 40 temannya yang memberikan layanan pijat memang dibekali dengan mata kuliah memijat.
"Selain pengungsi, relawan juga mendapat giliran dipijat. Waktunya selang-seling dengan pengungsi, kemarin sudah relawan, hari ini giliran pengungsi," katanya.
Sumber : Warta Dunia/Tribun News/Photo by : Portal Berita.
Read More..Gunung Merapi yang kembali meletus Jumat dinihari ( 05/11 ) kembali memuntahkan awan panas dan meluluhlantakkan kawasan di sekitar gunung. Letusan kali ini merupakan yang paling dahsyat sejak tahun 1870. Korban tewas hingga Jumat pagi tadi sudah mencapai angka 30 orang, kemungkinan korban tewas akan terus bertambah karena para korban mengalami luka bakar cukup banyak dan harus memerlukan pertolongan segera untuk menyelamatkan jiwanya.
Awan panas yang dimuntahkan gunung Merapi menerjang sangat kuat hingga ketinggian 8 kilometer di saat banyak warga desa sedang tertidur lelap. Dusun-dusun yang berada di kecamatan Cangkringan Sleman luluh lantak dan sebagian rumah yang terletak 17 kilometer dari puncak Merapi hangus terbakar. Awan panas menerjang beberapa menit sebelum tengah malam. Penduduk yang tinggal di zona aman berjarak sekitar 17 km dari Merapi ternyata juga kena semburan awan wedhus gembel. Di daerah itu banyak warga tidak mengungsi karena merasa masih dalam jangkauan daerah aman.
Kini daerah aman diperluas hingga 20 kilometer. Jumlah pengungsian pun kini mencapai 62.500 orang yang kini memadati pendopo Kabupaten Klaten. Kepala Badan Geologi Kementrian ESDM menyatakan desa-desa yang berada di areal 15 km dari puncak Merapi harus dievakuasi yaitu 8 desa di kabupaten Sleman, 17 desa di kabupaten Magelang, Boyolali 3 desa dan kota Klaten 4 desa. Jumlah korban tewas terus bertambah sementara korban luka-luka dan sedang dirawat di rumah sakit Dokter Sarjito mencapai 63 orang.
Menurut informasi dari tim SAR diduga masih banyak korban yang berada di dusun-dusun tersebut. Karena itu tim berencana kembali ke atas untuk mengevakuasi korban yang belum ditemukan dan korban luka lainnya yang masih hidup. Dampak hujan abu Merapi juga telah menyebar meluas hingga wilayah Jawa Barat seperti kota Banjar, Ciamis, Tasikmalaya, Garut dan kabupaten Bandung.
- Masyarakat melakukan aktivitas menggunakan masker saat melintas di Jalan Pangeran Diponegoro, Yogyakarta, Jumat (5/11). Erupsi Gunung Merapi yang kembali terjadi pada Kamis (5/11) mengeluarkan debu vulkanik yang menyelimuti Kota Yogyakarta, sehingga masyarakat diimbau menggunakan masker saat melakukan aktivitas di luar ruangan untuk mengantisipasi gangguan kesehatan akibat debu vulkanik. (Foto ANTARA Wahyu Putro A).
Sumber : Warta Siang /Photo by : Yahoo News Room.
Read More..Bafai tropis Tomas terus mendekati daratan Haiti dan menimbulkan kekhawatiran sekitar 1 juta warga korban gempa Januari lalu yang hingga kini masih tinggal di tenda-tenda darurat. Sepuluh bulan setelah gempa bumi dahsyat dan pekan lalu wabah kolera telah menelan ratusan korban jiwa, Haiti kini harus menghadapi ancaman bencana tak kalah dahsyatnya, yaitu badai tropis Tomas.
Hujan telah mengguyur kawasan Haiti Kamis ( 04/11 ) dan kantor ramalan cuaca memprakirakan badai Tomas telah mulai mendekati wilayah Haiti dan juga akan menimbulkan gelombang pasang serta hujan lebat. Badai Tomas telah mengakibatkan kekhawatiran warga korban gempa bumi Haiti yang masih tinggal di tenda-tenda darurat di ibukota Port Au Prince. Wilson Almoza, warga Haiti mengungkapkan ketakutan warga dengan menggunakan alat pengeras suara.
Sementara itu regu penyelamat Haiti kini mengkonsentrasikan diri di wilayah kamp penampungan darurat. Berbagai organisasi kemasyarakatan termasuk Palang Merah Internasional menyatakan telah melakukan persiapan maksimal, antara lain mendirikan 13 pusat bantuan darurat dan tenda untuk 17 ribu keluarga. Pusat informasi badai nasional Amerika Serikat melaporkan badai tropis Tomas diperkirakan akan melanda ibukota Port Au Prince akhir pekan ini dan terus bergerak menuju kawasan Jamaica dan Kuba Timur.
Sumber : Haiti - Storm/AP/CHRIS BRANDIS.
Read More..Di saat penduduk Jepang selatan mengungsi karena banjir bandang yang terjadi di Pulau Amami Oshima, banjir juga melanda kawasan Benin Afrika Barat, Kamis ( 21/10 ). Hujan deras yang turun dalam beberapa minggu terakhir menyebabkan banjir di sejumlah tempat. Banjir menewaskan 60 orang dan memaksa lebih dari 100.000 penduduk mengungsi ke daerah yang lebih tinggi.
Banjir musiman sering melanda Benin yang terletak di Afrika Barat. Namun tahun ini kondisi banjir jauh lebih dahsyat dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Banjir yang disebabkan hujan deras yang mengguyur Benin menyebabkan beberapa korban meninggal dunia karena terserang berbagai jenis penyakit seperti kolera dan malaria. Para pengungsi hingga kini masih tinggal di tempat penampungan dan tenda yang kondisinya sangat memprihatinkan.
Mereka sangat mengharapkan pemerintah pusat dan daerah segera memberikan bantuan makanan dan obat-obatan. Sebagian penduduk memilih untuk tetap tinggal di rumahnya yang sudah tergenang air. Mereka khawatir akan kehilangan barang-barangnya jika ikut mengungsi ke tempat lain. Banjir juga menghancurkan ribuan hektar lahan pertanian sehingga para petani tidak dapat memanen hasil pertaniannya.
Menurut kementerian pertanian sekitar 25.000 hektar lahan pertanian jagung, padi dan kacang rusak. Sementara itu Uni Eropa telah memulai program pembersihan pelabuhan Cotonou di Benin yang diperkirakan akan menghabiskan biaya 18 juta Euro. Pelabuhan Cotonou merupakan pelabuhan utama yang menghubungkan Afrika Barat dengan Eropa.
Sumber : World/Reuters/Benin - Floods.
Read More..Bantuan kemanusiaan bagi korban banjir Pakistan berupa makanan dan obat-obatan dari Pemerintah Jerman telah tiba di Pakistan. Banjir kali ini merupakan yang paling menyengsarakan penduduk dalam sejarah bencana banjir Pakistan. Pesawat yang membawa bantuan Palang Merah Jerman telah mendarat di Islamabad ( 19/8 ).
Pesawat yang membawa tambahan persediaan makanan dan obat-obatan yang sangat dibutuhkan para korban banjir Pakistan, juga membawa kain terpal, selimut, jaring anti nyamuk, alat-alat masak dan peralatan tenda. Seluruh bantuan ini akan didistribusikan ke sekitar 500 kepala keluarga oleh Yayasan Bulan Sabit Pakistan. Sejumlah penerbangan berisi bantuan kemanusiaan lain juga dikelola oleh Bulan Sabit Iran, Mesir, Turki dan Komite Palang Merah Internasional.
Bantuan ini merupakan wujud kepedulian dunia atas musibah banjir paling besar dalam sejarah bencana Pakistan. Sejumlah agen bantuan kemanusiaan mengatakan hanya sedikit yang belum tersalurkan bantuan. Semua bantuan makanan dan ketersediaan air bersih telah diberikan paska banjir yang telah menewaskan lebih dari 1600 orang dan sekitar dua juta orang telah kehilangan tempat tinggal.
Sumber : Reuters/ Pakistan - Floodds Germany Aid.
Sejumlah perahu karet milik tim Sar Cina menerobos banjir di jalan-jalan kota Fuzhou seiring meluapnya banjir melewati batas tanggul buatan. Banjir hebat yang melanda wilayah selatan Cina ini telah merenggut lebih dari 200 jiwa melayang. Sungai Fu di wilayah Propinsi Jianxi pertama kali meluap menyentuh tanggul pelindung Senin lalu, setelah hujan deras turun berhari-hari.
Air sungai Fu ini kembali meluap untuk kedua kalinya dalam sepekan ini. Rabu pagi lalu ribuan orang terpaksa mengungsi meninggalkan rumah mereka. Hujan deras yang turun di sebagian wilayah selatan Cina sejak pekan lalu telah menewaskan sedikitnya lebih dari 2 koma 38 juta orang telah dievakuasi, namun banyak juga yang hanya mengungsi tidak jauh dari rumah mereka.
Banjir telah menimbulkan kerugian materi sekitar 6 koma 20 juta dollar Amerika dan lebih dari 1 koma 6 hektar lahan pertanian terendam banjir dan sekitar 195 ribu rumah hancur. Hampir setiap tahun Cina menderita akibat banjir dan sekitar 195 ribu rumah hancur diterjang banjir. Badan cuaca setempat memperingatkan warga bahwa hujan masih akan terjadi di wilayah selatan hingga Sabtu esok.
Sumber : Reuters/China - Floods Update.
Read More..