ON LINE

Followers

Tampilkan postingan dengan label bumbon dapur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bumbon dapur. Tampilkan semua postingan

TEMPAT SAMPAH SARANG PENYAKIT

Diposting oleh BLOG SEHAT ALAMI Jumat, 19 Maret 2010 1 komentar

Setiap rumah tangga pasti mengenal sampah. Apakah sampah dari daun yang jatuh ke pekarangan, sampah rumah tangga yang biasanya berhubungan dengan dapur kita atau pun sampah dari limbah rumah tangga berupa asap dapur, cairan pembersih lantai, kaleng bekas minuman, cairan pembersih pakaian yang lalu kita buang ke saluran air. Sampah tadi tentunya sangat berbahaya bila tidak kita kelola dengan baik. Artinya kita harus bisa menanamkan disiplin dalam diri bahwa sampah bagaimana pun ujudnya tentunya sangat menjijikkan, kotor dan dipenuhi dengan bakteri penyakit. Karena itu menjaga kebersihan atas sampah harus dilakukan setiap hari tanpa kenal lelah dan rasa malas.



Boleh jadi kita ambil contoh dari sampah dapur yang selalu memenuhi tempat sampah. Setiap hari kita memasak dan dengan sendirinya limbah dapur yang sudah tidak terpakai akan kita masukkan ke dalam kotak sampah lalu menutupnya rapat-rapat. Tapi jangan buru-buru merasa aman jika kita tidak membuang sampah pada tempatnya lalu tempat sampah penuh, maka sampah ini dapat berkembang menjadi biang penyakit.


Membiasakan membuang sampah dapur ke kotak langkah tepat dalam mencegah bakteri penyakit.

Konsil Higiene yang didirikan oleh perusahaan Reckitt Benckiser melakukan studi dan survei tentang sampah dengan mungunjungi 35 rumah di Amerika. Kemudian para peneliti mengambil sampel bakteri di 32 lokasi di setiap rumah. Hasilnya, tempat sampah menduduki peringkat ke-14 dari 32 lokasi yang mengandung bakteri dengan jumlah bakteri sebanyak 411 bakteri/inchi kuadrat.


Dengan mendaur ulang sampah dapur bisa dimanfaatkan menjadi pupuk kompos.


Meskipun tampak bersih dan tertutup, tempat sampah bisa menjadi sarang bakteri dan bibit penyakit. Indikasinya adalah munculnya bau tidak sedap. Bau ini pertanda bahwa bakteri pengurai sedang bekerja dan mengeluarkan bau busuk. Jika sampah didiamkan selama berhari-hari, selain menebarkan aroma tak sedap, kuman dan bakteri akan berkembang biak di dalam sampah. Tidak hanya di dalam sampah, tempat sampah pun menjadi rumah baru bakteri dan kuman. Oleh karena itu kebersihan tempat sampah perlu diperhatikan.



Menurut fitur klasika kompas yang sehat dengan reiki kutip mengatakan, sebenarnya cara membersihkan tempat sampah tidak terlalu sulit. Yang sulit adalah sikap malas kita sendiri yang tidak peduli akan arti kebersihan dan kesehatan. Anda tentu tahu cairan cuka yang tersedia di dapur? Ambil cuka itu lalu tuangkan sebanyak 3-4 cangkir untuk membersihkan tempat sampah seminggu sekali. Bila perlu bilas dengan air panas kemudian jemur tempat sampah hingga kering di bawah teriknya sinar matahari. Jangan lupa untuk mencuci tangan setelah membuang sampah dan menyentuh tempat sampah.



Sebaliknya pisahkan sampah organik dan sampah non-organik. Pastikan sampah organik seperti kulit buah dan sayur dibuang di tempat sampah yang tertutup. Dengan suhu ruangan yang stabil, sampah sayuran dan buah ini tidak mudah membusuk. Sampah dapur organik yang berasal dari bahan-bahan alam juga bisa dimanfaatkan sebagai pupuk kompos. Sedangkan sampah non-organik yang berupa plastik, kaleng dan barang pecah belah bisa diolah menjadi barang-barang daur ulang.



Agar tidak memicu pertumbuhan bakteri dan jamur, jauhkan tempat sampah dari daerah basah dan lembab. Ada baiknya tempat sampah dilapisi dengan plastik. Saat sampah dibuang atau dipisahkan tempat sampah, tempat sampah tetap terjaga kebersihannya. Tidak kalah penting, buanglah sampah sehari sekali. Jika lebih dari sehari sahabat sehat dengan reiki tidak membuang sampah, sampah itu tentu saja mengganggu pemandangan dan tentu saja akan mempengaruhi kesehatan penghuni rumah. Jadi mulai sekarang ini buanglah sampah pada tempatnya dan bersihkan sampah setiap hari. Inilah kiat sederhana yang harus kita perhatikan agar rumah kita tetap bersih dan sehat.

Tempat pembuangan sampah menjadi ladang rejeki sendiri bagi pemulung. Ada kalanya ada barang bekas laku jual yang dibuang bersama sampah misalnya kardus, plastik dan botol kemasan air minum.

Read More..

MALAM HARI DI PASAR KABANGAN SOLO

Diposting oleh BLOG SEHAT ALAMI Minggu, 26 Juli 2009 5 komentar




Salah satu Pasar Tradisionil yang sehat dengan reiki datangi di minggu ketiga Juli 09 ini adalah Pasar Kabangan di daerah Solo Barat tepatnya berada di Utara Balai Kampung Laweyan. Sesuai dengan namanya yang agak aneh ditelinga orang luar Solo sebenarnya pasar ini telah ada sejak zaman penjajahan Belanda dulu. Lokasi tepatnya pasar ini ada di Kelurahan Sondakan berada di sudut persimpangan antara Jalan Perintis Kemerdekaan dengan Jalan Dr. Rajiman.

Menurut ceritera dari warga Kampung Klaseman Laweyan yang sudah sepuh, pasar ini telah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Sewaktu pemerintahan Paku Buwono IX pasar ini disebut Pasar Laweyan. Disebut demikian karena pasar ini berada di utara Kampung Laweyan yang lebih dikenal dengan Kampung Batik Laweyan saat ini. Letak persisnya berhadapan dengan Balai Kelurahan Laweyan sebelum kepindahan dari Kantor Kelurahan Laweyan lama di Jalan Sidoluhur.

Sebelum menjadi kantor Kelurahan Laweyan sekarang ini, lokasi Balai Kelurahan ini dahulu adalah tempat pemakaman umum Kampung Lor Pasar Laweyan dan makam ini lalu dipindah sekitar tahun 1963. Pasar Kabangan sendiri sejak berdiri memang menjadi pasar tradisional bagi warga Laweyan, Sondakan, Kabangan, Bumi Laweyan dan warga Kidul Kali Jenes atau warga Talang Banaran..

Dahulu pasar Kabangan ini memiliki luas lahan 3.660 meter persegi dan menyediakan berbagai variasi barang kebutuhan seperti sembako, sayur mayur dan lebih dikenal dengan istilah bumbon pasar. Dengan datangnya pedagang pindahan dari Pasar Kadipolo yang mengkhususkan berdagang plastik dan seng di tahun 1989 maka perubahan perdagangan terjadi. Sejak itu pasar ini menjadi sepi dari aktivitas jual beli sembako dan pedagang pindahan ini pun mulai berusaha dengan membuat barang-barang kebutuhan berbahan dasar plastik dan seng.

Melihat dagangan yang teronggok di pinggir jalan Dr. Rajiman ingatan sehat berkat reiki pun berputar mundur ke waktu menjelang peristiwa G-30-S di tahun 1965. Waktu itu keramaian pasar ini hampir terjadi setiap hari. Transaksi jual beli sembako pun ramai. Keramaian pasar tidak mengenal hari pasaran. Kendaraan becak, dokar dan sepeda memenuhi ruang parkir di sisi selatan pasar di ruas jalan Dr. Rajiman. Bahkan pedagang makanan dan minuman pun selalu menjajakan makanan siap saji bagi keperluan pengunjung pasar. Tengok saja Makanan Bakmi Pak Mangun yang cukup terkenal di era tahun 60. Beliau kini telah tiada dan bekas warungnya pun telah berganti menjadi warung kelontong.

Saat ini pedagang Pasar Kabangan telah menjadi Pasar Gembreng. Kenapa berubah menjadi gembreng? Sebab, mayoritas pedagang rata-rata berjualan barang keperluan rumah tangga selain sembako yaitu kompor minyak, dandang besar, kubah mesjid, wajan, jerigen dan pernak pernik kebutuhan rumah seperti tong sampah. Pasar Kabangan juga menyediakan barang-barang bahan bekas misal ember plastik, pot bunga dari ban bekas.

Selain kios jualan dipenuhi barang dari seng pedagang di sini juga menerima pesanan pembuatan barang-barang yang terbuat dari seng atau aluminium. Karena riuh rendahnya suara palu beradu bersautan-sautan di hampir setiap kios maka dentuman tong bekas yang dipukul bertalu-talu menjadikan pasar ini lebih dikenal dengan pasar Gembreng. Memang wong Solo pintar menggunakan istilah. Dari Pasar Kabangan menjadi Pasar Gembreng.

Jumat malam 24 Juli 09 kemaren sehat bersama reiki dan teman-teman sekampung dulu mampir ke Pasar Gembreng bukan untuk mendengarkan pukulan tong bertalu-talu melainkan ingin bernostalgia dengan menikmati kafe angkringan hik. Sambil kaki selonjor mereguk wedang jahe kami ingin menikmati sepenggal malam hari di Solo bukan untuk bicara Bom Kuningan melainkan bicara ke masa lalu saat Pasar Kabangan masih berjualan bumbon dapur di tahun 1963.

Lamat-lamat suara radio milik Mas Penjual Hik terdengar Irama Klasik Gending Jawa Klenengan. Solo memang identik dengan Keroncong dan Klenengan dan di Pasar Kabangan inilah sehat berkat reiki telah menemukan jawaban. Jawaban yang tidak ada di Jakarta dan hanya ke Solo saja jawaban ini didapat. Mari ikut saya sambil bersantai gaya khas wong Solo. Malam itu makanan hik terasa sedap untuk dinikmati. Pria dan wanita pelanggan makanan hik ini tidak canggung linggih lincak atau berselonjor di tikar di emperan toko sambil makan sego kucing.

Anda ingin ke Solo...jangan lupa ya mencoba cafe selonjor dan hirup wedang jahe agar badan menjadi hangat pengusir masuk angin di malam hari sambil mendengarkan klenengan musik tradisional Jawa.

Sumber gambar : www.tentangsolo.wordpress.com/www.kampunglaweyan.com




Read More..

SOFTWARE PSR.

ARUMSEKAR ON FACE BOOK.

REIKI LIKE

KOTA DAN NEGARA

STATISTIK ALEXA

About Me

Foto saya
Saya adalah manusia biasa seperti Anda juga yang sama-sama mengarungi hidup ini dengan menjalin tali persahabatan.Masih ingin belajar untuk meningkatkan pengetahuan khususnya bidang kesehatan alami. Karena itu saya tertarik belajar REIKI dan dengan REIKI pula saya belajar menyembuhkan diri sendiri dari gangguan penyakit. Namun demikian saya juga berteman dengan kalangan medis yang berprofesi dokter, perawat sekaligus sebagai Praktisi Reiki. Dengan merekalah saya belajar untuk menjadi manusia sehat baik jasmani dan rukhani. Senang melakukan perjalanan dinas karena tuntutan pekerjaan.

Blog Archive

ARUM ON BLOG SPOT COM.