Setelah
tempat tinggal ilegal ini ditulis oleh harian Global Times terbitan
China edisi Kamis ( 5/12 ), terungkaplah berita yang cukup mengejutkan.
Dalam ulasan beritanya, seorang pria warga Bejing China, telah mendiami
gorong-gorong selama hampir 20 tahun untuk menghemat sewa rumah agar
bisa menyekolahkan anak-anaknya. Sementara istri pria ini dan tiga
anaknya tinggal di Distrik Huairon, sekitar 40 kilometer dari pusat kota
Beijing.
Setelah
tempat tinggal ilegal ini ditulis oleh harian Global Times terbitan
China edisi Kamis ( 5/12 ), terungkaplah berita yang cukup mengejutkan.
Dalam ulasan beritanya, seorang pria warga Bejing China, telah mendiami
gorong-gorong selama hampir 20 tahun untuk menghemat sewa rumah agar
bisa menyekolahkan anak-anaknya. Sementara istri pria ini dan tiga
anaknya tinggal di Distrik Huairon, sekitar 40 kilometer dari pusat kota
Beijing.
Saudaraku semua sahabat sehat dengan kundalini reiki...kasus penganiayaan yang menimpa Sumiyati saat bekerja sebagai penata laksana rumah tangga di Arab Saudi, telah menggoreskan luka di benak kita semua. Sejumlah kasus serupa terjadi dan telah menimpa tenaga kerja kita di luar negeri sebelumnya.
Reaksi cepat para penyelenggara negara perlu diapresiasi untuk memastikan hal serupa tak terjadi lagi di waktu-waktu yang akan datang. Saudaraku...aforisma kali ini akan mengangkat fenomena tenaga kerja kita di luar negeri dengan tajuk Luka buruh migran, luka kehormatan kita.Usulan moratoriom pengiriman tenaga kerja bisa saja dipertimbangkan sekalipun itu berarti hilangnya pendapatan 60 triliun devisa negara. Namun apa artinya sejumlah besar uang bila kita hilang harga diri dan kehormatan. Kita melihat wajah mereka yang dibalut luka dan di sana pula kita melihat wajah Indonesia yang dibelit ketidakberdayaan. Dan inilah sebuah saat bagi penyelenggara negara untuk berbuat dan bertindak. Karena diam dan membiarkan, serupa maknanya dengan kejahatan itu sendiri.
Jeritan parau dari tragedi-tragedi sejenis itu masih bisa kita dengar dengan jelas. Dan kita bertanya-tanya, bagaimana negara diberi makna, ketika jutaan warga yang tengah mempertaruhkan nasib di negeri orang justru terhempas tak tergapai oleh tangan-tangan negara yang seharusnya melindungi mereka. Kementrian yang mengurus tenaga kerja dan warga negara Indonesia yang berada di luar negeri semestinya tak sekedar bersikap reaktif.
Inilah kisah lama yang selalu berulang dan tak pernah berubah tentang jutaan tenaga kerja yang mengais rejeki di negeri orang tanpa perlindungan. Tentang jutaan tenaga kerja yang menyumbang tak kurang dari 60 triliun rupiah setiap tahunnya bagi negara. Yang sebagiannya barangkali digunakan para pejabatnya untuk studi banding seraya menikmati liburan ke luar negeri.
Merekalah orang-orang yang karena dedikasinya digelari pahlawan devisa, namun hidupnya bergelimang luka dan kesedian. Ada nyeri di sana dan kita menyimak seunggun cerita tua dan adegan lama, namun dengan tokohnya yang selalu baru. Tentang mereka yang disiksa. Tentang mereka yang hidupnya tak jarang berakhir dengan kematian-kematian tragis dan tak wajar.
- TEGAL, 18/6 - PEMBERANGKATAN TENAGA KERJA. Sejumlah tenaga kerja wanita mengikuti pembelajaran tentang tata cara bekerja dan doa bersama sebelum pemberangkatan di Kantor Dinas Sosial, Tegal, Jateng, Kamis (17/6) malam. Sebanyak 71 dari 175 tenaga kerja wanita diberangkatkan ke pulau Batam untuk bekerja di perusahaan. FOTO ANTARA/Oky Lukmansyah/ss/ama/10
Kementerian hanya bergerak ketika sebuah kasus penganiayaan dan pembunuhan terungkap ke media massa. Para penyelenggara negara semestinya mengambil sikap preventif demi memastikan semua tenaga kerja kita di luar negeri tak terperangkap terus menerus dalam labirin kekerasan yang baru. Tak cukup hanya dengan berkata-kata, karena yang dibutuhkan adalah ketegasan dan keberanian yang sungguh.
Naskah narator : Agus Haryadi/Editor Mas Budi.Read More..
Kehidupan modern telah memicu banyak orang untuk beraktivitas dengan jadwal padat dan serba cepat tak dapat ditunda lagi. Semua seolah berpacu dengan waktu. Kalau berpacu dengan melodi sebagaimana pernah sehat dengan kundalini reiki alami ketika melihat rekaman acara ini di TVRI sekitar tahun 1987 lalu, berpacu di sini adalah menebak judul sepotong intro lagu yang diperdengarkan secara instrumentalia. Nah....berpacu dengan waktu di postingan ini adalah tenggat waktu pekerjaan dan aktivitas di hari kerja yang dihubungkan dengan kondisi sarapan seorang anak.
Akibatnya terjadi kecenderungan banyak orang melupakan sarapan sebagai kegiatan pembuka di pagi hari. Hal ini tidak hanya terjadi pada orang dewasa saja, tapi kerap pula dialami oleh anak kita di usia pertumbuhan. Karena begitu pentingnya sarapan terkadang sarapan sehat diabaikan, yang ada hanyalah sarapan seadanya untuk mengganjal perut sementara. Padahal sarapan bergizi harus mengandung gizi sehat dan seimbang untuk mendapatkan energi prima di siang hari.
Selain membantu memenuhi sepertiga kebutuhan nutrisi harian tubuh, banyak manfaat lain yang dapat ditilik dari sarapan itu sendiri. Apalagi untuk anak-anak yang masih mengalami masa pertumbuhan dan harus berkonsentrasi penuh saat belajar di sekolah. Manfaat sarapan bagi anak dapat membangun keeratan emosional anak dengan orang tuanya dan membangun mood yang baik bagi si buah hati. Ibarat kendaraan yang terus berjalan, maka kebutuhan bahan bakar bensin perlu dipersiapkan pada kendaraan yang tengah diioperasikan. Begitu pula tubuh di saat bekerja keras, kebutuhan energi harus diadakan sebagai penunjang aktivitas ini.
Banyak penelitian menyebutkan manfaat sarapan adalah memiliki dampak positif pada kapasitas belajar dan pencapaian akademik anak di sekolah. Sarapan dapat membantu meningkatkan daya ingat dan membantu meningkatkan perfoma si anak. Dari segi psikologi, sarapan membuat mood anak lebih bagus dan jarang tidak masuk sekolah dan lebih dari itu bisa membantu anak dalam mengolola berat badannya.
Tidak heran jika 90% ibu di Asia Tenggara setuju bahwa sarapan adalah waktu makan yang paling penting di pagi hari. Lebih dari itu saat sarapan adalah momen penting untuk membina hubungan dengan anak dan anggota keluarga lain sebelum mereka beraktivitas. Si Bapak pergi bekerja, anak belajar di sekolah dan pembantu rumah tangga membantu si Nyonya rumah membereskan segala tetek bengek urusan rumah tangga. Sekali lagi peranan sarapan yang mengandung nutrisi pada gandum misalnya....banyak mengandung unsur karbohidrat, protein, serat, vitamin dan mineral sangat penting untuk bekal anak dalam masa pertumbuhan.
Sumber : Inspiratorial Kompas ( diedit ).
Read More..