

Saudaraku semua sahabat sehat dengan kundalini reiki...kasus penganiayaan yang menimpa Sumiyati saat bekerja sebagai penata laksana rumah tangga di Arab Saudi, telah menggoreskan luka di benak kita semua. Sejumlah kasus serupa terjadi dan telah menimpa tenaga kerja kita di luar negeri sebelumnya.
Reaksi cepat para penyelenggara negara perlu diapresiasi untuk memastikan hal serupa tak terjadi lagi di waktu-waktu yang akan datang. Saudaraku...aforisma kali ini akan mengangkat fenomena tenaga kerja kita di luar negeri dengan tajuk Luka buruh migran, luka kehormatan kita.Usulan moratoriom pengiriman tenaga kerja bisa saja dipertimbangkan sekalipun itu berarti hilangnya pendapatan 60 triliun devisa negara. Namun apa artinya sejumlah besar uang bila kita hilang harga diri dan kehormatan. Kita melihat wajah mereka yang dibalut luka dan di sana pula kita melihat wajah Indonesia yang dibelit ketidakberdayaan. Dan inilah sebuah saat bagi penyelenggara negara untuk berbuat dan bertindak. Karena diam dan membiarkan, serupa maknanya dengan kejahatan itu sendiri.
Jeritan parau dari tragedi-tragedi sejenis itu masih bisa kita dengar dengan jelas. Dan kita bertanya-tanya, bagaimana negara diberi makna, ketika jutaan warga yang tengah mempertaruhkan nasib di negeri orang justru terhempas tak tergapai oleh tangan-tangan negara yang seharusnya melindungi mereka. Kementrian yang mengurus tenaga kerja dan warga negara Indonesia yang berada di luar negeri semestinya tak sekedar bersikap reaktif.
Inilah kisah lama yang selalu berulang dan tak pernah berubah tentang jutaan tenaga kerja yang mengais rejeki di negeri orang tanpa perlindungan. Tentang jutaan tenaga kerja yang menyumbang tak kurang dari 60 triliun rupiah setiap tahunnya bagi negara. Yang sebagiannya barangkali digunakan para pejabatnya untuk studi banding seraya menikmati liburan ke luar negeri.
Merekalah orang-orang yang karena dedikasinya digelari pahlawan devisa, namun hidupnya bergelimang luka dan kesedian. Ada nyeri di sana dan kita menyimak seunggun cerita tua dan adegan lama, namun dengan tokohnya yang selalu baru. Tentang mereka yang disiksa. Tentang mereka yang hidupnya tak jarang berakhir dengan kematian-kematian tragis dan tak wajar.
- TEGAL, 18/6 - PEMBERANGKATAN TENAGA KERJA. Sejumlah tenaga kerja wanita mengikuti pembelajaran tentang tata cara bekerja dan doa bersama sebelum pemberangkatan di Kantor Dinas Sosial, Tegal, Jateng, Kamis (17/6) malam. Sebanyak 71 dari 175 tenaga kerja wanita diberangkatkan ke pulau Batam untuk bekerja di perusahaan. FOTO ANTARA/Oky Lukmansyah/ss/ama/10
Kementerian hanya bergerak ketika sebuah kasus penganiayaan dan pembunuhan terungkap ke media massa. Para penyelenggara negara semestinya mengambil sikap preventif demi memastikan semua tenaga kerja kita di luar negeri tak terperangkap terus menerus dalam labirin kekerasan yang baru. Tak cukup hanya dengan berkata-kata, karena yang dibutuhkan adalah ketegasan dan keberanian yang sungguh.
Naskah narator : Agus Haryadi/Editor Mas Budi.Read More..
Geografi dari situasi politik pada abad ke-13 berperan besar dalam pendirian Kerajaan Monako, negara terkecil kedua di dunia. Negara kecil ini terletak di pinggir Laut Mediterania, antara kota Nice ( Perancis ) dan perbatasan Italia. Sejarah Monako dimulai dari sebuah benteng yang dibangun di atas perbukitan karang yang menjorok ke Laut Mediterania.
Pada Januri 1297 wilayah ini dikuasai faksi-faksi di Italia yang menentang Paus, sampai akhirnya sekelompok kecil tentara yang dipimpin oleh Francois Grimaldi yang memasuki benteng dengan menyamar biarawan, mengambil alih benteng itu. Setelah kematiannya tahun 1309, Francois digantikan sepupunya, Rainer I, Lord of Cagnes, sekaligus mengawali kekuasaan keturunan keluarga Grimaldi yang terus berlangsung sampai hari ini.
Menurut situs GeoWeek sebagaimana dilansir oleh Kompas, meskipun sangat mungil negara Monako dengan luas hanya 1.8 kilometer persegi, Monako merupakan pelabuhan penting dan pos militer strategis di awal sejarahnya. Tahun 1861, kerajaan ini menyerahkan sebagian teritorinya kepada Perancis dengan imbalan kemerdekaan dan bantuan keuangan. Penguasa Monako saat itu, Charles III memfokuskan diri pada pembangunan ekonomi lewat pariwisata dan perjudian.
- Selain kasino, Monaco juga memiliki objek wisata lainnya. Apalagi kalau bukan Istana, tempat tinggal Pangeran Rainier III. Upacara pergantian pengawal istana yang berlangsung setiap pukul 11.55 itu, cukup menarik minat wisatawan maupun penduduk lokal. Yang penasaran melihat Istana bisa terpuaskan dengan membayar 6 euro.
- Karena letaknya di tepi laut, Monaco juga memiliki museum andalan Oceanographic Museum, yang digagas oleh Pangeran Albert I dari Monaco, mantan Angkatan Laut sekaligus peneliti kelautan. Di sini digelar berbagai koleksi ilmiah beliau yang terdiri dari berbagai jenis ikan, spesimen hingga kerangka tulang ikan.
Sejarah modern Monako mencakup pernikahan Pangeran Rainier III yang naik tahta tahun 1949 dengan bintang film AS, Grace Kelly. Putri Grace meninggal dunia tahun 1982 dalam suatu kecelakaan mobil di Monako. Diduga ia terkena stroke saat berkendara dan tak mampu lagi mengontrol kendaraannya yang dikemudikannya.
Rainer naik tahta lebih dari 50 tahun, menjadikannya sebagai salah satu pemimpin negara terlama pada abad ke-20. Ia melakukan diversifikasi dengan menjadikan Monako sebagai pusat perusahaan perbankan dan pusat konvensi. Ia digantikan putranya, Pangeran Albert II tak lama sebelum ia meninggal dunia tahun 2005.
Sumber : GeoWeek. Photo by : Aneh77 blogspot.com
Selama berabad-abad, San Marino, sebuah negara kecil di sebelah utara Italia, mengklaim sebagai negara terkecil ketiga di dunia. Akan tetapi sekitar 40 tahun silam, dua bekas negara di Mikronesia, menggantikan San Marino dan menggesernya ke tempat kelima dari daftar negara terkecil di dunia. Jadi geser menggeser posisi ini ibarat tangga lagu-lagu di acara pilihan pendengar di era RRI tempo dulu, di mana lagu terpopuler bertengger di puncak tangga untuk beberapa waktu dan kemudian turun tangga digantikan oleh lagu baru berikutnya.
Kembali ke soal San Marino sebagai cikal bakal Republik, cerita San Marino bermula dari tukang batu bernama Marinus pada abad keempat. Menghindar dari Kaisar Roma Diocletian yang anti Kristen, Marinus melarikan diri dari Pulau Arbe dekat Kroasia, lalu menyeberangi Laut Adriatik menuju Italia. Di tempat ini dia bersembunyi di Gunung Titano dan mendirikan komunitas kecil umat Kristiani yang kemudian hari menjadi sebuah negara merdeka.
Kata sahibul hayat pada mulanya wilayah negeri mungil itu hanya di Gunung Titano, tetapi pada tahun 1463 Paus Pius II menambahkan tiga kota di sekitarnya ke dalam Republik. Sebuah kota lagi ikut bergabung atas kehendak sendiri. Hanya berukuran luas 61.2 kilometer persegi atau sekitar sepertiga luas Washington DC kira-kira setengah luas kota Bogor, ternyata San Marino menjamin standar kehidupan tertinggi di dunia bagi 31.400 jiwa warganya.
Sangat bergantung pada pariwisata, San Marino menerima 3 juta wisatawan setiap tahun. Perbankan dan prangko juga memberi kontribusi pada perekonomian San Marino yang tidak mempunyai utang nasional dan surplus anggaran tahunan. Di kelilingi Italia di seluruh sisinya, San Marino mempunyai ikatan yang kuat, termasuk dalam hal budaya dengan tetangganya, Italia.
Pemerintahan San Marino yang mengklaim sebagai republik konstitusional tertua di dunia dijalankan dengan konstitusi yang dibuat pada tahun 1600. Negara itu dijalankan oleh 60 anggota parlemen yang memilih dua pengawas yang bertindak sebagai wakil kepala pemerintahan.
Sumber : GeoWeek.
Read More..

Tentunya Anda sudah mengenal Pulau Kalimantan bukan? baik dalam kesempatan ini sehat dengan reiki akan ajak Anda berkunjung ke Masyarakat Sungkung Komplek Kabupaten Bengkayang Kalimantan Barat untuk melihat kearifan tradisional masyarakat setempat. Kali ini tim film dokumenter kembali berkunjung ke sini untuk melakukan liputan seputar Upacara Adat Tanung.
Pebruari 1996 udara pedesaan tempat dilakukannya upacara adat Tanung begitu cerah kendatipun waktu itu masih di musim penghujan. Pagi-pagi sekali kesibukan persiapan sudah dimulai baik oleh tetua adat maupun warga desa. Peserta upacara adat semuanya sudah hadir mengenakan pakaian adat dan berkumpul di suatu tempat tanah lapang.
Di sini masyarakat Sungkung Komplek masih memiliki sebuah tradisi yang masih dipertahankan hingga kini.Tradisi tersebut ialah cara menentukan lokasi lahan baru untuk bercocok tanam padi. Mengingat areal penanaman padi semakin lama membutuhkan lahan baru maka diadakan upacara yang dipimpin oleh tetua adat setempat untuk menentukan lokasi pembukaan lahan persawahan.
Sudah menjadi tradisi usai panen padi, masyarakat Sub-Etnis Dayak Bidayuh yang berada di perbatasan Indonesia-Malaysia ini melangsungkan serangkaian upacara adat Tanung. Ketua adat dan pemuka adat setempat berkumpul di suatu tempat menyatakan pendapat agar muncul kesepakatan cara membuka lahan baru pertanian.
Yang unik dari upacara ini adalah menyatakan kesepakatan dengan cara memilih dua biji pinang muda, kemudian pinang ini dibelah dua untuk selanjutnya dibacakan mantera oleh ketua adat. Belahan pinang lalu dibuang di atas tampik ( tampah ) beralaskan kain putih. Semua peserta upacara diminta menyaksikan jatuhnya dua belah pinang ini.
Belahan pinang yang jatuh terlungkup diartikan lelaki sedangkan belahan pinang satunya lagi bila jatuh terlentang dimaknai perempuan. Kalau jarak antara keduanya sebanyak dua jari, berarti lahan yang dicari cocok untuk digarap menjadi lahan persawahan baru.
Nah pertanyaannya apabila kedua belah pinang yang dilempar jatuh terlungkup atau terlentang semuanya, belahan buah pinang itu harus diulang kembali cara melemparnya, sehingga pasangan buah pinang itu jatuh terlungkup dan satunya lagi jatuh terlentang. "Ini baru pasangan cocok dan kita siap membuka lahan baru," ujar tetua adat dalam bahasa Dayak.
Di samping upacara menentukan lahan persawahan baru, Tanung hingga kini juga dipakai masyarakat Subetnis Dayak Bidayuh di Sungkung Komplek untuk menentukan lokasi rumah tinggal dan mencari jodoh bagi pemuda pemudi warga desa itu. Nah bila hasil panen melimpah, tanaman padi polowijo tumbuh subur dan bebas serangan hama, tiba saatnya mengungkapkan kegembiraan ini dengan main gasing.
Permainan gasing hanya boleh dimainkan usai panen padi. Ungkapan kegembiraan atas keberhasilan produksi padi dengan main gasing ini oleh Masyarakat Sub-Etnis Dayak Bidayuh mempunyai makna filosofi , kendatipun panen lambat tetapi hasilnya banyak. Selain permainan gasing ungkapan kegembiraan juga diwujudkan dalam bentuk permainan alat tiup berupa suling serta perkusi berupa Sabang Taley dan Kulintang.
Dengan iringan musik inilah semua peserta upacara larut dalam kegembiraan pada siang hari yang panas di Desa Sungkung Komplek di pedalaman hutan Borneo yang masih perawan yang berbatasan antara Kalimantan Barat dengan Malasia. Tak terasa pendokumentasian upacara adat ini ke dalam seluloid film 16 mm telah menghabiskan 5 roll film 400 feet dan 3 pita magnetic 1/4 inchi.
Di desa ini sehat dengan reiki beserta kerabat kerja liputan film bisa merasakan kehangatan dan keakraban masyarakat setempat. Di sini pula kita bebas menghirup udara segar sambil menikmati indahnya alam pedesaan sambil menatap lebatnya hutan nun jauh di seberang lembah. Semua tenang...tenang dan menyatu dengan alam.
