Artefak
batu kapur kuno suku Maya dipertontonkan Tim Kejahatan Benda Seni Biro
Investigasi Federal AS ( FBI ) di Los Angeles, California, AS, Jumat (
22/7 ). Tujuh artefak, yang semuanya berumur lebih dari 1.000 tahun,
sudah diperbaiki dan dikembalikan FBI kepada Pemerintah Guatemala,
Jumat.
Tampilkan postingan dengan label kuno. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kuno. Tampilkan semua postingan
Dr
Marta Mirazon Lahr ( kanan ) dan Justus Edung berada di lahan ekskavasi
kerangka perempuan dalam endapan laguna, 30 kilometer barat Danau
Turkana, Kenya, Rabu ( 2o/1 ). Miturut ilmuwan temuan kerangka itu bukti
tertua dampak peperangan antarmanusia, fosil sekelompok orang yang
dibantai menggunakan berbagai jenis alat perang. Pembantaian itu sekitar
10.000 tahun lalu.
Read More..
Foto
tak bertanggal oleh Cooperative Archeologis menunjukkan alat pertanian
semacam trisula yang ditemukan dalam penggalian proyek kereta bawah
tanah di Roma, Italia. Penemuan di bekas sumber air kuno yang disebut
masyarakat setempat Aqua Cabra. Temuan itu bukti berlangsungnya bisnis
alat pertanian pada era Kekaisaran Roma.
Read More..
Kartu
pos tertanggal 17 Mei 1913 yang ditempatkan di dalam botol oleh nelayan
Jerman tercatat sebagai pesan dalam botol tertua yang pernah ditemukan.
Katu pos itu dikirim dari Denmark oleh Richard Platz ke rumahnya
sendiri di Berlin, dengan pesan siapa pun yang menemukan agar
mengirimkannya lewat pos.
Kegiatan
pekan raya di dunia telah berlangsung lebih dari 160 tahun dan terus
berkembang seiring kemajuan teknologi dan kebudayaan. Kegiatan
pengumpulan massa yang bertujuan memamerkan penemuan, produk industri,
juga pertukaran budaya antarnegara terpolakan setelah pameran nasional
Pameran Industri Perancis tahun 1884. Menurut situs Geo Week, pekan raya
dunia pertama berlangsung di Crystal Palace London tahun 1851.
Tajuk
resmi acara itu adalah Pameran Besar Hasil Industri Negara-negara.
Pameran itu melibatkan 14.000 peserta dari seluruh dunia itu, merupakan
prakarsa Pangeran Albert, suami Ratu Inggris, Victoria. Pekan raya tahun
1851 itu juga menjadi tonggak penyelenggaraan sebuah pameran besar yang
menyertakan pembangunan arena yang luas dan megah.
Pemandangan
benteng kuno Gonur-Tepe yang telah digali dan direstorasi, Selasa ( 2/4
). Kota ini terletak 50 kilometer di luar kota modern Mary. Letak
benteng berada di areal Gurun Kara Kum pedalaman Turkmenistan bagian
barat.
Setelah
digali oleh arkeolog Soviet, Viktor Sarianidi, pada abad lalu, misteri
benteng kota kuno itu terbuka. Secara bertahap setiap kali penggalian
dilakukan pada musim panas, ditemukan artefak-artefak baru. Selama
berabad-abad kota kuno Gonur-Tepe terkubur di bawah gurun Kara Kum,
wilayah barat Turkmenistan.

Masih
ingat dengan lagu Angsa Putih yang dinyanyikan oleh Anna Mantovani di
era tahun 1960 an? Bagi sebagian orang mungkin lagu itu sudah dianggap
old dies alias kuno yang dikemas dalam lagu kenangan, akan tetapi tidak
demikian dengan si angsa itu sendiri. Dari jaman ke jaman, angsa
tetaplah angsa yang mempunyai keunikan tersendiri atas bentuk badannya
yang berleher jenjang dan panjang dengan kepakan sayapnya yang
membentang di kanan dan kiri tubuhnya.
Setiap
pergantian musim, gerombolan angsa datang dalam jumlah ribuan, bahkan
puluhan ribu sekali terbang di setiap tahunnya. Rombongan angsa yang
memenuhi angkasa sedang menunjukkan keahliannya sebagai juru terbang,
lalu menukik tajam ke bawah meluncur ke danau-danau dan pantai pesisir
di Atlantik.
Para
sejarawan dan ahli konservasi Inggris berusaha keras menyatukan kembali
sebuah helm kavaleri Romawi yang berusia 2.000 tahun. Helm kuno ini
ditemukan di sebuah kuil Zaman Besi. Sepuluh tahun kemudian setelah
penemuan itu, para ahli purbakala Inggris berusaha merestorasi helm
Romawi itu.

Di
kedalaman 70 meter di bawah tanah, tim arkeolog Yunani menemukan
potongan konstruksi jalan kuno berusia sekitar 1800 tahun. Lokasi
penemuan itu berada di Thessaloniki, kota kedua terbesar di Yunani,
Selasa ( 25/6 ). Potongan jalan itu diperkirakan dibangun pada zaman
Romawi dan berfungsi sebagai jalur transportasi persenjataan.

Namun dalam kunjungan kedua kalinya saat ini yang bisa saya saksikan dari Kota Lasem adalah tetap terpeliharanya warisan budaya Etnis China dengan koleksi rumah kunonya berjajar berhadap-hadapan di seluruh pelosok kota. Masing-masing rumah kuno ini dipagari oleh tembok tinggi yang mengelilingi bangunan utama terbuat dari batu bata dengan pintu gerbang tebal dari kayu jati kuno.
Kota kecamatan Lasem terletak 12 km arah timur Ibukota Kabupaten Rembang berbatasan dengan Laut Jawa sebelah Utara luasnya 45,04 kilometer persegi dengan jumlah penduduk 44.879 orang ( Litbang Kompas, 2003 ). Di kota ini juga terdapat sentra industri batik kendatipun tidak setenar batik produksi Solo atau Jogja atau Pekalongan. Namun kehadiran Batik Lasem merupakan kebanggaan sendiri bagi penduduk kota nelayan ini.
Batik produksi Lasem bercorak khas dengan warna merah darah ayam yang konon tidak dapat ditiru oleh pembatik dari daerah lain. Kekhasan lain Batik Lasem ini terletak pada coraknya yang merupakan gabungan pengaruh budaya Tionghoa, budaya lokal masyarakat pesisir utara Jawa Tengah serta Budaya Keraton Solo dan Yogyakarta. Konon para pedagang Tionghoa perantauan yang datang ke Lasem memberi pengaruh terhadap corak batik di daerah ini. Bahkan banyak pedagang ini yang kemudian beralih menjadi pengusaha batik di kota Lasem ini.
Menurut sejarah industri batik nusantara kehadiran batik Lasem ini sudah ada sejak berabad silam, sempat menjadi komoditi di Asia dan sempat mengharumkan kota Rembang. Awalnya batik Lasem ini menjadi batik Encim, batik yang dipakai oleh wanita keturunan Tionghoa yang berusia lanjut. Pengaruh keraton juga ikut mewarnai corak,motif dan ragam batik tulis Lasem ini. Terbukti dengan adanya motif/ornamen kawung dan parang.
Pengaruh budaya China terasa kental di sini. Sedang pengaruh masyarakat pesisir utara terlihat pada kombinasi warna cerah merah, biru,kuning dan hijau.Ketika membuat desain motif batik tulis para pengusaha batik Lasem sangat dipengaruhi budaya leluhur mereka seperti kepercayaan dan legendanya. Misalnya terdapat corak ragam hias burung Hong dan binatang legendaris kilin atau singa.
Bahkan cerita klasik Tiongkok seperti Sam Pek Eng Tey pernah menjadi motif batik tulis Lasem ini. Oleh karena itu batik tulis Lasem ini kemudian dikenal sebagai batik Encim tadi. Batik Lasem bisa bersaing dengan batik Solo karena motifnya yang unik dan pernah diekspor ke Suriname. Namun saat Anda datang ke Lasem dan mencari batik tulis Lasem akan mengalami kesulitan bagaikan mencari barang antik saja.
Memang sentra industri batik Lasem agak lesu mengingat pengusaha batik yang masih bertahan tinggal 12 orang saja. Pada masa kejayaan batik tulis Lasem setiap rumah tinggal orang Tionghoa mengusahakan pembatikan dengan merekrut tenaga pembatik dari daerah desa sekitar Lasem, seperti Sarang dan Pamotan. Tenaga kerja ini melakukan pekerjaan sebagai sambilan saat menunggu musim panen dan musim tanam padi di sawah.
Nah karena tenaga kerja yang direkut adalah petani desa sekitar Lasem, pada saat musim tanam dan panen padi mereka pulang ke desa. Akibatnya tenaga pembatik ini berkurang dan dengan sendirinya proses produksi batik terganggu. Anak pengusaha batik pun lebih senang bekerja sebagai pegawai kantor dan merantau keluar kota Lasem.
Menurut Sigit Wicaksono pengusaha batik tulis Lasem yang pernah diwawancarai Kompas beberapa waktu lalu mengatakan,"Teknologi sablon ikut andil mematikan Batik tulis Lasem ini. Batik sablon harganya sekitar Rp. 25.000,- per lembar jauh lebih murah dari batik tulis yang harganya ratusan ribu rupiah per lembar," katanya sambil terus bertahan menjadi pengusaha batik demi menghidupi karyawannya yang tinggal beberapa orang ini. "Kasihan kalau saya tutup pabrik ini, mereka akan bekerja di mana? ungkapnya.
Apakah batik tulis Lasem hanya akan tinggal kenangan saja mengingat generasi penerus pengusaha ini sudah tidak mau meneruskan usaha orang tuanya ini? Tentunya kita semua berharap kejayaan batik tulis Lasem akan tetap bertahan lalu bangkit menjadi besar kembali seperti jaman dulu.Entah kapan waktu yang akan menjawabnya.
Sehat dengan reiki menulis dari Lasem untuk Sekolah Internet.



