Masih
ingat dengan lagu Angsa Putih yang dinyanyikan oleh Anna Mantovani di
era tahun 1960 an? Bagi sebagian orang mungkin lagu itu sudah dianggap
old dies alias kuno yang dikemas dalam lagu kenangan, akan tetapi tidak
demikian dengan si angsa itu sendiri. Dari jaman ke jaman, angsa
tetaplah angsa yang mempunyai keunikan tersendiri atas bentuk badannya
yang berleher jenjang dan panjang dengan kepakan sayapnya yang
membentang di kanan dan kiri tubuhnya.
Setiap
pergantian musim, gerombolan angsa datang dalam jumlah ribuan, bahkan
puluhan ribu sekali terbang di setiap tahunnya. Rombongan angsa yang
memenuhi angkasa sedang menunjukkan keahliannya sebagai juru terbang,
lalu menukik tajam ke bawah meluncur ke danau-danau dan pantai pesisir
di Atlantik.
