Dr
Marta Mirazon Lahr ( kanan ) dan Justus Edung berada di lahan ekskavasi
kerangka perempuan dalam endapan laguna, 30 kilometer barat Danau
Turkana, Kenya, Rabu ( 2o/1 ). Miturut ilmuwan temuan kerangka itu bukti
tertua dampak peperangan antarmanusia, fosil sekelompok orang yang
dibantai menggunakan berbagai jenis alat perang. Pembantaian itu sekitar
10.000 tahun lalu.
Read More..
Tampilkan postingan dengan label ekskavasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ekskavasi. Tampilkan semua postingan
Reruntuhan
Romawi Purba di tengah gurun pasir di Suriah menandai lokasi sebuah
kota metropolis yang dahulunya begitu berkembang dan memiliki penduduk
sekitar 200.000 orang. Kota itu bernama Palmyra. Kota ini menjadi pusat
perdagangan, pusat pemberhentian para penjelajah dan merupakan kota yang
menghubungkan Damaskus dan Mesopotamia.
Menurut
situs GeoWeek, kehebatan kota purba ini ada dalam catatan pada abad ke -
2 sebelum Masehi. Lalu pada abad ke - 16, Palmyra betul-betul
ditinggalkan dan diterlantarkan warganya. Akibatnya tidak ada yang
memelihara bangunan bersejarah kedua kota itu sehingga bangunan kota
banyak yang rusak. Bangunan-bangunan yang dulu sangat mengagumkan
seperti teater, gedung parlemen dan kuil besar, semuanya tinggal
kenangan menyisakan puing reruntuhan di sana-sini.
Soal
proses punahnya binatang-binatang mamalia di zaman es, seperti gajah
purba dan mastodon sudah banyak orang yang tahu. Termasuk di antaranya
juga binatang purba yang kurang populer, yaitu Singa Amerika ( Panthera
Atrox ). Singa Amerika menjelajah Benua Amerika sebelum akhirnya punah
sekitar 13.000 ribu tahun lalu bersama binatang lain di zaman es.
Saat
ini seekor singa Afrika atau nama ilmiahnya Panthera Leo terbesar,
memiliki berat kurang dari 227 kilogram. Sedangkan singa Amerika purba
memiliki berat sampai 340 kilogram. Berbeda dengan saudaranya yang hidup
di jaman modern, singa-singa Amerika berburu mangsa sendirian atau
berpasangan.

