ON LINE

Followers

Tampilkan postingan dengan label etnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label etnis. Tampilkan semua postingan

PERTEMPURAN MELETUS DI PERBATASAN MYANMAR.

Diposting oleh BLOG SEHAT ALAMI Jumat, 12 November 2010 0 komentar

Kekerasan meletus antara faksi pemberontak etnis minoritas dengan tentara pemerintah Myanmar di wilayah perbatasan antara Myanmar dengan Thailand Senin ( 08/11 ) lalu. Lebih dari seribu warga Myanmar di evakuasi dari Myanmar ke wilayah Thailand, termasuk beberapa orang yang mengalami luka-luka.



Tentara dari pasukan Buddha demokratik Karen D-K-B-A memasuki wilayah pemerintah dan menyerang sejumlah lokasi di sepanjang Sungai Moei yang terletak di perbatasan antara Thailand dengan Myanmar. Sejumlah ledakan yang diduga berasal dari bom dan mortir terdengar di kota perbatasan Mya-Waddi.


Last batch of Myanmar refugees with their belongings disembark from a boat as they arrive home in Myawaddy township, Myanmar Wednesday, Nov. 10, 2010. Clashes starting Sunday between ethnic rebels and government troops prompted an exodus of about 20,000 refugees across the border in to Thailand.


Di wilayah tersebut etnis pemberontak Karen melancarkan aksi perlawanan terhadap pasukan pemerintah Myanmar. Tentara pemberontak Karen D-K-B-A beraliansi dengan militer Myanmar setelah faksi tersebut memisahkan diri dari Serikat Nasional Karen, K-N-U yang melawan pemerintah selama setengah abad.


Boats carrying Myanmar refugees heading to Myawaddy town on the Moei river in Mae Sot, Thailand Tuesday, Nov. 9, 2010.

Myanmar refugees, who crossed over from Myanmar to Thailand when a battle erupted between Myanmar's soldiers and rebels, receive food from officials at the Thai-Myanmar border town of Mae Sot November 8, 2010.

A group of Myanmar refugees, who crossed over from Myanmar to Thailand when a battle erupted between Myanmar's soldiers and rebels, walk along a street side at the Thai border town of Mae Sot November 8, 2010. (Reuters)


Saksi mata menuturkan sejumlah mortir, roket dan granat jatuh di wilayah Thailand yang berseberangan dengan Mya-Waddy, lokasi pertempuran antara pasukan pemerintah dengan pemberontak Karen. Lebih dari seribu warga Myanmar dievakuasi dari Myanmar ke wilayah Thailand termasuk beberapa orang yang mengalami luka-luka. Pasukan Thailand menutup perbatasan Thailand dan mengamankan para pengungsi.


Thai soldiers patrol on the bank of the Moei River in Mae Sot, on the border with Myanmar, Thailand Sunday, Nov. 7, 2010.


Sumber : Asia/Reuters/Thailand - Myanmar Border Clash. Photo by : Thaiphotoblogs/AP/Reuters.

Read More..

SEJARAH BATIK LASEM

Diposting oleh BLOG SEHAT ALAMI Minggu, 22 Maret 2009 6 komentar





Bila orang menyebut batik Jawa Tengah tentu segera menyebut Solo, Jogja, Pekalongan dan Banyumas sebagai sentra perajin batik. Padahal selain empat daerah tadi masih ada daerah lain yang juga menghasilkan batik tulis yang tidak kalah indahnya, yaitu Lasem. Nah di Lasem inilah sehat dengan reiki bersama kerabat kerja produksi film 28 tahun silam berkunjung dan menyapa penduduk di sini.

Namun dalam kunjungan kedua kalinya saat ini yang bisa saya saksikan dari Kota Lasem adalah tetap terpeliharanya warisan budaya Etnis China dengan koleksi rumah kunonya berjajar berhadap-hadapan di seluruh pelosok kota. Masing-masing rumah kuno ini dipagari oleh tembok tinggi yang mengelilingi bangunan utama terbuat dari batu bata dengan pintu gerbang tebal dari kayu jati kuno.

Kota kecamatan Lasem terletak 12 km arah timur Ibukota Kabupaten Rembang berbatasan dengan Laut Jawa sebelah Utara luasnya 45,04 kilometer persegi dengan jumlah penduduk 44.879 orang ( Litbang Kompas, 2003 ). Di kota ini juga terdapat sentra industri batik kendatipun tidak setenar batik produksi Solo atau Jogja atau Pekalongan. Namun kehadiran Batik Lasem merupakan kebanggaan sendiri bagi penduduk kota nelayan ini.

Batik produksi Lasem bercorak khas dengan warna merah darah ayam yang konon tidak dapat ditiru oleh pembatik dari daerah lain. Kekhasan lain Batik Lasem ini terletak pada coraknya yang merupakan gabungan pengaruh budaya Tionghoa, budaya lokal masyarakat pesisir utara Jawa Tengah serta Budaya Keraton Solo dan Yogyakarta. Konon para pedagang Tionghoa perantauan yang datang ke Lasem memberi pengaruh terhadap corak batik di daerah ini. Bahkan banyak pedagang ini yang kemudian beralih menjadi pengusaha batik di kota Lasem ini.

Menurut sejarah industri batik nusantara kehadiran batik Lasem ini sudah ada sejak berabad silam, sempat menjadi komoditi di Asia dan sempat mengharumkan kota Rembang. Awalnya batik Lasem ini menjadi batik Encim, batik yang dipakai oleh wanita keturunan Tionghoa yang berusia lanjut. Pengaruh keraton juga ikut mewarnai corak,motif dan ragam batik tulis Lasem ini. Terbukti dengan adanya motif/ornamen kawung dan parang.

Pengaruh budaya China terasa kental di sini. Sedang pengaruh masyarakat pesisir utara terlihat pada kombinasi warna cerah merah, biru,kuning dan hijau.Ketika membuat desain motif batik tulis para pengusaha batik Lasem sangat dipengaruhi budaya leluhur mereka seperti kepercayaan dan legendanya. Misalnya terdapat corak ragam hias burung Hong dan binatang legendaris kilin atau singa.

Bahkan cerita klasik Tiongkok seperti Sam Pek Eng Tey pernah menjadi motif batik tulis Lasem ini. Oleh karena itu batik tulis Lasem ini kemudian dikenal sebagai batik Encim tadi. Batik Lasem bisa bersaing dengan batik Solo karena motifnya yang unik dan pernah diekspor ke Suriname. Namun saat Anda datang ke Lasem dan mencari batik tulis Lasem akan mengalami kesulitan bagaikan mencari barang antik saja.

Memang sentra industri batik Lasem agak lesu mengingat pengusaha batik yang masih bertahan tinggal 12 orang saja. Pada masa kejayaan batik tulis Lasem setiap rumah tinggal orang Tionghoa mengusahakan pembatikan dengan merekrut tenaga pembatik dari daerah desa sekitar Lasem, seperti Sarang dan Pamotan. Tenaga kerja ini melakukan pekerjaan sebagai sambilan saat menunggu musim panen dan musim tanam padi di sawah.

Nah karena tenaga kerja yang direkut adalah petani desa sekitar Lasem, pada saat musim tanam dan panen padi mereka pulang ke desa. Akibatnya tenaga pembatik ini berkurang dan dengan sendirinya proses produksi batik terganggu. Anak pengusaha batik pun lebih senang bekerja sebagai pegawai kantor dan merantau keluar kota Lasem.

Menurut Sigit Wicaksono pengusaha batik tulis Lasem yang pernah diwawancarai Kompas beberapa waktu lalu mengatakan,"Teknologi sablon ikut andil mematikan Batik tulis Lasem ini. Batik sablon harganya sekitar Rp. 25.000,- per lembar jauh lebih murah dari batik tulis yang harganya ratusan ribu rupiah per lembar," katanya sambil terus bertahan menjadi pengusaha batik demi menghidupi karyawannya yang tinggal beberapa orang ini. "Kasihan kalau saya tutup pabrik ini, mereka akan bekerja di mana? ungkapnya.

Apakah batik tulis Lasem hanya akan tinggal kenangan saja mengingat generasi penerus pengusaha ini sudah tidak mau meneruskan usaha orang tuanya ini? Tentunya kita semua berharap kejayaan batik tulis Lasem akan tetap bertahan lalu bangkit menjadi besar kembali seperti jaman dulu.Entah kapan waktu yang akan menjawabnya.

Sehat dengan reiki menulis dari Lasem untuk Sekolah Internet.







Read More..

SOFTWARE PSR.

ARUMSEKAR ON FACE BOOK.

REIKI LIKE

KOTA DAN NEGARA

STATISTIK ALEXA

About Me

Foto saya
Saya adalah manusia biasa seperti Anda juga yang sama-sama mengarungi hidup ini dengan menjalin tali persahabatan.Masih ingin belajar untuk meningkatkan pengetahuan khususnya bidang kesehatan alami. Karena itu saya tertarik belajar REIKI dan dengan REIKI pula saya belajar menyembuhkan diri sendiri dari gangguan penyakit. Namun demikian saya juga berteman dengan kalangan medis yang berprofesi dokter, perawat sekaligus sebagai Praktisi Reiki. Dengan merekalah saya belajar untuk menjadi manusia sehat baik jasmani dan rukhani. Senang melakukan perjalanan dinas karena tuntutan pekerjaan.

Blog Archive

ARUM ON BLOG SPOT COM.