Peneliti
mendapati, menghabiskan sebagian besar waktu dengan duduk dan tidur
bisa memicu kematian sedini akibat terlalu banyak merokok dan minum
minuman beralkohol. Itu berdasarkan studi " 45 and Up " oleh The Sax
Institute, melibatkan lebih dari 230.000 partisipan, termasuk usia 45
tahun atau lebih di Australia. Peneliti menghitung kegiatan tak sehat
tiap partisipan, termasuk merokok, konsumsi minuman beralkohol dan
makanan tak sehat, kurang gerak, dan terlalu banyak tidur ( lebih dari 9 jam per malam ).
Tampilkan postingan dengan label duduk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label duduk. Tampilkan semua postingan
Ada
sahabat yang menanyakan posisi tubuh yang nyaman untuk melakukan
grounding seperti apa ? Saya jawab singkat, umumnya grounding versi
reiki konvensional adalah dengan duduk bermeditasi, memejamkan mata,
mengkondisikan rileks, nyaman dan memusatkan perhatian pada keluar
masuknya nafas. Selama duduk bermeditasi versi grounding ini, praktisi
reiki bisa merentangkan kedua telapak tangan kanan dan kiri menghadap ke
bumi atau tanah, atau kedua telapak tangan berada di atas lutut, atau
di atas organ fital.
Merentangkan
tangan tidak perlu penuh, tapi cukup apabila kedua telapak tangan dalam
posisi siku dilipat atau ditekuk. Setelah nyaman dalam posisi seperti
ini, chakra mahkota dan kedua telapak tangan yang sudah aktif akan
merasakan getaran masuknya energi. Energi reiki akan masuk tubuh lewat
chakra mahkota lalu mengalir dalam sistem tubuh energi, keluar lewat
chakra kedua telapak tangan.

Bagi
Anda atau saya pribadi yang barangkali karena sesuatu hal tidak banyak
waktu luang untuk main game di internet dan takut jangan-jangan
ketularan diabetes jika banyak duduk di depan komputer, tidak usah
khawatir. Pasalnya ada ada angin surga dari tim peneliti Inggris bahwa
kebiasaan banyak duduk yang dilakukan para pekerja saat ini, bisa
dikurangi waktunya sebanyak 90 menit per hari. Misalnya di saat sudah
lama duduk bekerja, ada baiknya rehat sejenak dengan meninggalkan meja
kerja, lalu berdiri mengobrol dengan rekan kerja untuk beberapa saat.
Kebiasaan
jeda sejenak di tengah aktifitas duduk yang cukup lama, jika dibiasakan
untuk langsung berdiri lalu berjalan, dapat mencegah terjadinya
penyakit diabetes tipe 2. Peneliti Inggris menemukan bahwa faktor risiko
diabetes tipe 2 seperti kadar gula darah dan kolesterol akan membaik
pada orang-orang yang diminta mengurangi waktu duduknya. Kebalikannya
dengan orang-orang yang terus bekerja duduk berjam-jam lamanya tanpa
jeda sedikit untuk berdiri dari tempat duduknya lalu berjalan, akan
mudah terkena penyakit diabetes tipe 2.

Pembicaraan
tentang kanker payudara sering diulas dalam talk show baik di radio,
televisi atau off air dengan tema lokakarya sehari pentingnya menjaga
buah dada dari kemungkinan terkena kanker payudara.Tentu saja begitu
mendengar kanker payudara wanita akan kaget dan berusaha cari tahu
referensi tentang penyakit itu dan bagaimana cara penanganannya.
Sebenarnya, penyakit ini bisa dicegah dengan mengubah gaya hidup mulai
dari sekarang.
Gaya
hidup manalagi yang harus menyesuaikan diri agar wanita tidak terkena
kanker payudara? Jawabannya gampang-gampang susah dan perlu
kebijaksanaan untuk mengatakan apa yang sebenarnya harus jadi pegangan
setiap wanita agar dirinya waspada akan bahaya penyakit ini. Salah satu
jawaban simpel dan mungkin bisa dilakukan wanita yang ingin sehat
adalah, jangan banyak duduk tapi mulailah aktif berberak dengan latihan
aerobik.
Anda
sahabat sehat dengan puasa juga saya yang sering duduk berjam-jam saat
bekerja harus mewaspadai peringatan dini ini. Masalahnya dengan
mengurangi waktu duduk tiga jam per hari dapat menambah usia harapan
hidup selama dua tahun. Demikian hasil penelitian yang dimuat dalam
British Medical Journal, seperti dikutip BBC, Senin ( 9/7 ).
Puasa
sudah sembilan hari saya jalani dalam kondisi udara panas di luar rumah.
Tentu saja kegiatan olahraga yang sudah biasa saya lakukan untuk
sementara libur dulu. Sebagai gantinya saya melakukan grounding yang
sudah hampir sebulan ini saya tinggalkan untuk tujuan membuang kelebihan
energi reiki yang ada dalam tubuh sehingga rasa panas tubuh bisa
diredam.

Penelitian
menunjukkan, gaya hidup kurang aktif atau sedentari dapat meningkatkan
risiko mengidap penyakit kronis, meskipun Anda telah meluangkan waktu
untuk berolahraga. "Jika orang-orang menghabiskan sebagian besar
waktunya dengan duduk, meski telah berolahraga secara rutin, mereka
tetap berisiko tinggi terkena penyakit kronis. Jika mereka mau menambah
gerakan dalam rutinitasnya sepanjang hari, mereka akan merasa lebih baik
dan terhindar dari masalah kesehatan," ujar John Thyfault, asisten
profesor nutrisi dan fisiologi dari Universitas Missouri.
Dalam sebuah artikel terbaru yang dipublikasikan Journal of Applied Physiology,
para peneliti berpendapat, gaya hidup kurang aktif merupakan penyebab
utama penyakit kronis seperti diabetes, obesitas, juga penyakit
perlemakan hati. Berolahraga secara teratur pun mungkin belum cukup bagi
mereka yang banyak duduk untuk menekan risiko penyakit ini. Beberapa penelitian juga membuktikan bahwa menghabiskan sebagian besar waktu dengan duduk dapat memicu risiko kematian.
Bagaimana
sikap duduk Anda dalam kegiatan keseharian, baik di rumah, kantor dan
ditempat umum? Apakah Anda merasa ada perasaan nyeri pada persendian
yang tiba-tiba muncul sebagai bentuk rasa tidak nyaman akibat duduk
itu? Lalu jika sudah merasakan ketidaknyamanan akibat duduk terlalu
lama misalnya, langkah apa yang harus diambil untuk mengatasi hal itu?
Saat
ini banyak orang yang menghabiskan banyak waktunya dengan duduk, baik
di belakang meja maupun di depan televisi, main game, internet
berjam-jam sehingga lupa makan dan minum, lebih cepat mati dibandingkan
dengan mereka yang hanya duduk beberapa jam. Kondisi ini berlaku meski
orang bersangkutan kondisi kesehatannya baik, rajin berolahraga dan
memiliki berat badan normal.
