ON LINE

Followers

Tampilkan postingan dengan label sel otak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sel otak. Tampilkan semua postingan

TERAPI MUSIK.

Diposting oleh BLOG SEHAT ALAMI Minggu, 03 April 2011 0 komentar

Hari perkabungan nasional selama tujuh hari wafatnya Mantan Presiden Abdulrahman Wahid telah usai. Tentu kita sebagai warganegara Indonesia yang ditinggalkan almarhum masih merasakan kesedihan mendalam. Demikian pula nun jauh di belahan dunia sana tepatnya Haiti, bencana gempa bumi hebat tengah melanda negeri itu. Diberitakan korban tewas dalam jumlah besar menimbulkan trauma bagi warga Haiti yang selamat. Kedua ilustrasi peristiwa tadi menceritakan bagaimana setiap orang dalam hidup ini akan merasakan kesedihan semacam ini.



Tentu Anda pernah merasakan situasi seperti itu karena ditinggal oleh orang tercinta atau gagal dalam sebuah ujian masuk perguruan tinggi. Dalam suasana sedih sambil merebahkan tubuh di kasur atau sofa ruang tamu, Anda menyetel musik lembut untuk menghilangkan kesedihan ini. Sayup-sayup musik pun terdengar lirih memenuhi ruangan. Tak berapa lama kemudian perasaan sedih berangsur-angsur hilang dan digantikan perasaan nyaman. Mood Anda pun menjadi lebih baik dan hati pun menjadi tenang dan ceria lagi.



Begitulah tanpa Anda sadari musik memiliki efek positip dalam menata perasaan yang sedang gundah gulana karena dirundung kesedihan. Musik tak hanya menenteramkan jiwa tetapi juga menyembuhkan rasa sedih. "Wah...menyembuhkan," begitu celetuk sahabat sehat bersama waskita reiki begitu selesai menerima transfer energi reiki dalam penyembuhan sosial di Gedung Kridha Bhakti beberapa waktu lalu. Betul... karena alasan inilah mengapa Apollo dalam mitos Yunani Kuno disebut sebagai dewa musik sekaligus pengobatan. Dengan kata lain musik memberi energi bagi hidup ini bila diperdengarkan kepada orang yang tengah sakit.


Musik klasik karya Mozart sering diperdengarkan di jaringan Radio Sonora Jakarta setiap Minggu malam pukul 22-24 wib.


Musik tanpa Anda sadari memiliki efek positif dalam menata perasaan. Kajian tentang musik tidak hanya sekedar bunyi-bunyian yang enak didengar di telinga, tetapi musik sebagai pelengkap sarana penyembuhan dan peningkatan kecerdasan. Jika sesorang sakit tentu berpikir supaya cepat sembuh ya minum obat lalu istirahat. Kalau mau cerdas pintar ya rajin belajar. Memang benar itulah pikiran logika seseorang dalam menghadapi rasa sakit atau mendapatkan dirinya bodoh dalam sekolahnya.



Kondisi pikiran itu sudah terprogram erat dalam alam bawah sadarnya. Apa yang diprogam dalam alam bawah sadar tadi sudah harga mati. Tetapi sebenarnya progam pikiran bawah sadar itu bisa kita siasati dengan memodifikasi perasaan sedih menjadi tenang gembira. Caranya kita mendengarkan musik teduh untuk menghilangkan rasa sakit. Kuncinya ada pada mood kita sendiri untuk mencernanya.



Musik membuat kita sehat bukan dalam arti jika kita sakit lalu diperdengarkan musik terus sehat. Merujuk pada penelitian yang dilakukan Dr. Joanne Loewy di Beth Israel Medical Centre, NY AS sejak 1997 hingga sekarang, musik ternyata mampu membantu pasien untuk mengelola sakitnya. Maksudnya penderitaan sakit bisa direkayasa menjadi hilang, kadar sakitnya diturunkan menggunakan alunan musik lembut.



Masih menurut penelitian ini saraf untuk mendengarkan musik dan saraf perasa sakit itu sama saling berhubungan dengan saraf di otak dan sumsum tulang belakang. Saat pasien menjalani pembedahan dan saat itu juga diperdengarkan musik, saraf perasa sakit sibuk berdebat antara merasakan sakit dan mendengarkan lagu lembut. Akibatnya pasien tidak merasa sakit ketika pembedahan.



Penderita sakit berat yang penyakitnya sudah parah bahkan sedang menunggu sakaratul maut, terapi musik dan bimbingan khusus rohaniawan dapat membuat pasien tenang dan mengerti apa yang yang tengah dia derita. Pasien pun pasrah siap mati, tenang dan rasa sakitnya pun tidak terasakan lagi. Dalam kondisi pasrah inilah sering terjadi pasien lebih lama bertahan hidup.



Memang musik sebagai terapi penyembuh masih terus digali kesahiannya. "Terapi musik masih terus dikembangkan untuk pasien kanker, alzheimer, depresi dan penyakit lainnya," ujar Loewy. Musik memang tidak langsung menyembuhkan penyakit. Hasil akhir yang hendak dicapai adalah kondisi relaksasi yang dicapai melewati entrainment dan musik vibration table (MVT).



Entrainment adalah sebuah teknik yang digunakan untuk mengubah persepsi atau tanggapan akan rasa sakit dengan stimulasi musik yang cocok. Misal rasa sakit ngilu diobati dengan suara denting lonceng. MVT sendiri adalah penggunaan vibrasi musik terstruktur yang berefek pada persepsi pasien akan rasa sakit, baik secara psikologis maupun pisik.



Dengan kondisi pasien dibuat rileks, rasa sakit bisa hilang dan kondisi tubuhnya menjadi semakin membaik. Efek domino pun terjadi. Kondisi pasien semakin membaik akan memperbaiki metabolisme tubuhnya. Anti bodi sebagai perisai alami dari segala penyakit pun terbentuk dalam tubuh pasien. Itulah jalan panjang musik berperan dalam penyembuhan.



Tiap individu itu unik maka menurut Loewy, terapi musik sangat individualistik. Artinya pilihan musik masing-masing orang bisa berbeda-beda. Pak Subagyo lebih senang mendengarkan Gending Jawa Klenengan Ketawang Subokastowo dengan nada slendro patet songo. Sementara pasien Praktisi Reiki lebih senang mendengarkan musik klasik saat dihealing dan Endah Astuti yang sekarang ini tinggal di Kyoto lebih senang mendengarkan instrumentalia Jepang Kitaro jika kangen orang tuanya yang tinggal di Solo.



Karena musik begitu unik dan individual maka Hartadi Eko Pradigdo Alumnus Ilmu Komputer UGM yang juga penggemar metafisika mempunyai ide membuat piranti lunak Mind Sound yang digunakan untuk terapi migren. Untuk terapi migren ini ada syaratnya bagi pasien yaitu mendengarkan musik dan membayangkan bola cahaya terang mengitari atas kepala kemudian masuk ke dalam rongga kepala.



Masih terus membayangkan terangnya bola cahaya sehingga merasakan ketenangan. Berikan senyum pada diri sendiri sehingga Anda semakin ringan dan rileks. Lalu sugestikan ke dalam alam bawah sadar Anda, "Kepalaku semakin ringan dan nyaman, semakin rileks dan segar." Ulangi kalimat ini berulang-ulang selama 15 menit.


Mozart komposer musik klasik.


Menurut Addie MS konduktor musik klasik Indonesia menyatakan, "Musik klasik secara ilmiah terbukti memiliki khasiat. Semua musik memberikan efek. Soalnya suasana hening saja memberikan efek apalagi musik yang ada nadanya. Alunan musik sudah dapat memberikan rangsangan otak dan menenangkan," katanya.



Addie menyebut musik klasik yang sifatnya membakar sel otak lebih aktip lagi seperti karya Mozart, Vivaldi dan Bach yang bertempo cepat. Ada juga musik klasik untuk rileksasi yang temponya lambat. Musik klasik bertempo lambat inilah yang mengiringi sehat dengan reiki saat memberikan distance healing kundalini reiki malam ini.



Sumber : Effek Mozart di Mind Body and Soul ( diedit ).

Read More..

OBAT ANTI KANKER DARI KALAJENGKING.

Diposting oleh BLOG SEHAT ALAMI Sabtu, 01 Mei 2010 0 komentar

Kalangan ilmuwan Kuba menggiatkan riset medis untuk mengembangkan ramuan tradisional racun kalajengking sebagai obat anti kanker. Demikian prolog artikel bersumber dari Garit 7 April 2010 lalu sebagaimana sehat dengan kundalini reiki kutip untuk blog kesehatan alami. Dikatakan Kementerian Kesehatan dan Kalangan Pakar Kuba juga mengundang peneliti Amerika Serikat dan para pengusaha guna mengembangkan obat yang diyakini dapat mengobati penyakit kanker stadium akhir.



Dalam keterangan pers di Havana Kuba, Dokter Jose Fraga dari Laboratoriom Farmasi dan Biologi Kuba, mengungkapkan racun kalajengking biru dapat menghambat pertumbuhan sel kanker. Dokter Fraga juga telah mendaftarkan obat tradisional Kuba yang dikenal dengan nama Escozul tersebut untuk penjualan internasional. Peneliti terakhir terhadap 8 ribu pasien kanker hasil positip.



Racun kalajengking tidak berbahaya bagi manusia serta tidak menimbulkan efek samping jika diberikan secara oral. Obat tradisional anti nyeri itu sesungguhnya telah digunakan secara luas oleh warga Kuba, namun pertama kali dikembangkan di tahun 1990-an di Provinsi Guantanamo. Effektifitas obat dari racun kalajengking kini semakin meningkatkan penelitian akademis terhadap kalajengking. Pihak berwenang Brasil juga mengundang peneliti asing untuk bekerja sama dengan Kuba mengembangkan anti kanker.




Tahun 1998 saja, Badan Pengawas Makanan dan Obat AS (FDA) mengkaji dan menyetujui peredaran empat obat berbahan dasar racun, baik bisa ular, kalajengking maupun kerang kerucut, yaitu Aggrostatin untuk mengobati angina, Captopril untuk tekanan darah tinggi, Conotoxin untuk anestesi saraf tulang belakang, serta Chlorotoxin untuk pengobatan tumor otak.


Kalajengking pun mempunyai ceritera tersendiri. Dikisahkan ada seorang gembala India yang kebetulan melihat seekor kalajengking mengambang berputar-putar di air. Ia memutuskan untuk menolong kalajengking itu keluar dengan mengulurkan jarinya, tetapi kalajengking itu menyengatnya.
Orang itu masih tetap berusaha mengeluarkan kalajengking itu keluar dari air, tetapi binatang itu lagi-lagi menyengat dia. Seorang pejalan kaki yang melihat kejadian itu mendekat dan melarang orang India itu menyelamatkan kalajengking yang terus saja menyengat orang yang mencoba menyelamatkannya.



Tetapi orang India itu berkata, “Secara alamiah kalajengking itu menyengat. Secara alamiah saya ini mengasihi. Mengapa saya harus melepaskan naluri alamiah saya untuk mengasihi gara-gara kalajengking itu secara alamiah menyengat saya?” Racun kalajengking ternyata dapat dipakai sebagai pembersih tumor. Para peneliti menggunakan bahan sintetisnya sebagai pembawa yodium yang bersifat radioaktif ke sel-sel tumor otak yang masih tertinggal setelah pembedahan.



Sejauh ini teknik ini telah diuji pada 18 pasien dan percobaan medis masih terus dilakukan, hasilnya sementara menunjukkan bahwa peruses pengobatan ini dapat diterima tubuh dan efektif. Analisis menunjukkan bahwa sifat radio aktif akan hilang secara keseluruhan setelah 24 jam zat disuntikkan. Radiasi tersebut juga bekerja disekitar luka operasi saja sehingga tidak merusak sel-sel otak yang sehat.



BISA dan racun tak selamanya berbahaya. Mekanisme kerja bisa dan racun bisa dimanfaatkan untuk kepentingan pengobatan. Di antaranya untuk penghilang rasa sakit, pengencer darah, pereda ketegangan otot, antikanker, antimikroba, antikejang bahkan diteliti untuk anti-HIV. Pemanfaatan bisa dan racun itu dipaparkan oleh Prof P Gopalakrishnakone PhD DSc dari Fakultas Kedokteran National University of Singapore dalam the 2nd National Symposium “The Recent Advances in Critical Care Management of Trauma Cases” yang diselenggarakan Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto, Sabtu (19/7) dua tahun silam.



Sumber : Garit/Cuba - Medicine/www.ceritakan.com

Read More..

SOFTWARE PSR.

ARUMSEKAR ON FACE BOOK.

REIKI LIKE

KOTA DAN NEGARA

STATISTIK ALEXA

About Me

Foto saya
Saya adalah manusia biasa seperti Anda juga yang sama-sama mengarungi hidup ini dengan menjalin tali persahabatan.Masih ingin belajar untuk meningkatkan pengetahuan khususnya bidang kesehatan alami. Karena itu saya tertarik belajar REIKI dan dengan REIKI pula saya belajar menyembuhkan diri sendiri dari gangguan penyakit. Namun demikian saya juga berteman dengan kalangan medis yang berprofesi dokter, perawat sekaligus sebagai Praktisi Reiki. Dengan merekalah saya belajar untuk menjadi manusia sehat baik jasmani dan rukhani. Senang melakukan perjalanan dinas karena tuntutan pekerjaan.

Blog Archive

ARUM ON BLOG SPOT COM.