ON LINE

Followers

Tampilkan postingan dengan label sel darah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sel darah. Tampilkan semua postingan

TES DARAH APA ADA VIRUS DI DALAMNYA.

Diposting oleh BLOG SEHAT ALAMI Jumat, 04 Oktober 2013 0 komentar

Gambar di bawah yang disiarkan  Universitas  Duke, Selasa ( 17/9 ) , analis riset laboratorium Marshall Nichols meneliti tes darah baru. Para peneliti di Universitas Duke, Durham, Amerika Serikat, mengembangkan tes darah untuk lebih mudah memastikan, apakah suatu penyakit saluran pernapasan disebabkan oleh virus, bukan bakteri. Hal ini diharapkan mengurangi penggunaan antibiotik yang berlebihan dan mempercepat diagnosis penyakit.

Menurut scientisthomeind.com dengan meninjau kesehatan bentuk sel-sel darah Anda, seorang analis darah dapat mengindentifikasi apakah nutrisi tertentu  di tubuh Anda berkurang atau terinfeksi bakteri, parasit, ataupun jamur yang dapat menyebabkan penyakit. Semua orang tahu bahwa olahraga itu perlu selain makan dan minuman sehat demi menjaga kesehatan kita.

Read More..

DONOR DARAH DI BULAN PUASA KENAPA TAKUT?

Diposting oleh BLOG SEHAT ALAMI Selasa, 09 Agustus 2011 0 komentar

Salah satu pertanyaan dalam isian formulir saat ingin mendonorkan darah adalah, " Apakah Anda bersedia mendonorkan darah di bulan puasa? " Tentu saja pertanyaan itu sudah lama sekali sehat dengan puasa hadapi saat ingin mendonorkan darah. Pertanyaan dalam formulir itu saya jawab ya yang artinya dalam kondisi darurat ketika diminta saya menjadi donor darah di bulan puasa harus siap mendonorkan darahnya. Tentu saja saya nyatakan siap jika saat mendonorkan darah, aksi mulia donor terakhir yang saya lakukan sudah menginjak bulan ke -3 sebagai syarat seseorang bisa diambil lagi darahnya.



Pertanyaan itu sehat dengan puasa baca lalu ditandatangani saat mengisi formulir donor darah di Markas Alumni Sekolah Tionghoa di Jalan Batutulis, Jakarta Pusat Sabtu ( 26/6 ). Dengan kondisi itu, berarti di bulan September atau awal Oktober nanti sehat dengan puasa baru bisa kembali mendonorkan darah. Jadi dalam bulan puasa Agustus 2011 ini belum diperbolehkan mendonorkan darah karena jarak minimal mendonorkan darah belum mencapai syarat minimal yaitu 3 bulan. OK... tak mengapa jika di bulan mulia penuh ampunan dan Rahmat Sang Khalik, saya tidak mendonorkan darah.



Tentu sahabat yang belum pernah mendonorkan darah akan bertanya, kenapa darah kita perlu dikeluarkan dalam aksi donor darah? Terus terang saya jawab bahwa manfaat dari melakukan donor darah sudah saya peroleh selama ini sejak mendonorkan darah pertama kali tahun 1987. Dari sekian manfaat dari mendonorkan darah adalah di samping menjadi kegiatan sosial yang dapat menyelamatkan jiwa manusia, melakukan donor darah juga bisa memberikan kualitas kesehatan yang lebih baik bagi pendonor.



Menjadi pendonor darah akan menambah stok darah, sebagaimana diungkap dalam Ragam Klasika Kompas, Senin ( 1/8 ). Disebutkan melalui kegiatan donor darah, jumlah ketersediaan darah diharapkan dapat mencapai angka idel yang telah ditetapkan oleh World Health Organization ( WHO ), yaitu minimal dua persen dari jumlah penduduk. Sebagai negara berkembang dan mempunyai jumlah penduduk hampir mencapai sekitar 240 juta, Indonesia idealnya memiliki stok darah sebanyak 4,5 juta sampai 4,8 juta kantong darah. Yang tersedia sampai akhir Juni 2011 adalah 60 persen dari jumlah idealnya.


Sejumlah mitos mengatakan bahwa donor darah membuat tubuh gemuk bagi wanita. Itu tidak benar, karena tidak ada korelasi antara donor darah dengan kegemukan. Mbak Cantik ini gemuk tubuhnya karena malas berolahraga.


Lantas manfaat apa yang sebenarnya bisa dipetik dari pelaku pendonor darah bagi kesehatan fisiknya? Tentu saja sehat dengan puasa jawab dengan sejujurnya bahwa apa yang telah saya alami sampai saat ini tidak menimbulkan kekhawatiran berarti bagi kondisi fisik saya. Justru dengan semakin sering mendonorkan darah minimal 3 bulan sekali, akan sangat bermanfaat untuk kesehatan fisik. Setidaknya ada empat manfaat kesehatan bagi mereka yang royal mendonorkan darahnya.



( 1 ) Menjaga kesehatan jantung pendonor karena sudah menjadi gaya hidup sehat sebagai pilihan dalam keseharian untuk hidup lebih baik. Darah sebagaimana kita ketahui bersama saat belajar ilmu hayat, mengandung kadar zat besi yang jika kadarnya tinggi akan membuat rentan terhadap penyakit jantung. Singkat kata tingginya kadar zat besi dalam darah akan membuat seseorang menjadi lebih rentan terhadap penyakit jantung. Saat kita rutin tanpa terpaksa mendonorkan darah, maka jumlah zat besi dalam darah bisa lebih stabil. Artinya menurunkan risiko penyakit jantung, mengingat zat besi berlebihan dalam darah bisa menyebabkan oksidasi kolesterol.



( 2 ) Dengan rutin mendonorkan darah, pendonor juga akan mendapatkan pasokan darah baru setiap kali kita mendonorkan darah. Menjadi donor darah juga salah satu metode diet dan pembakaran kalori yang ampuh. Memberikan sekitar 250 - 450 ml darah akan membantu proses pembakaran kalori kira-kira 650.



( 3 ) Menjadi donor darah berpengaruh positif bagi kesehatan psikologis seserorang. Berdasarkan sebuah penelitian, orang usia lanjut yang rutin menjadi pendonor darah akan merasakan tetap berenergi dan bugar. Donor darah juga bisa menjadi mendeteksi penyakit serius.



( 4 ) Saat akan mendonorkan darah, maka pendonor darah akan diperiksa kondisi tubuhnya lebih dulu mencakup tekanan darah dan kadar hb darahnya. Dengan prosedur standar bagi calon pendonor darah dapat mengetahui hasil pemeriksaan awal tadi, maka hal ini baik bagi pendonor untuk lebih perhatian terhadap kondisi kesehatan sendiri. Selain itu syarat pendonor darah jika dimulai sejak usia 18 tahun hingga 60 tahun, adalah periode baik untuk take action mendonorkan darahnya secara rutin. Dengan mendonorkan darahnya secara rutin diharapkan kulitas kesehatan seseorang akan meningkat.



Tidak ada alasan Anda takut akan jarum suntik saat akan mendonorkan darah. Sakit jarum suntik toh sebentar saja efeknya. Effek yang lebih baik bagi pendonor adalah menjaga kesehatan jantung dan menstimulasi regenerasi sel darah baru. Dengan mendonorkan darah, seseorang akan mendapatkan pasokan darah baru yang dikeluarkan oleh tubuh.



Yang menarik dari dikeluarkannya darah pendonor sebanyak 250 - 450 cc darah, produksi sel darah baru akan terangsang karena jumlah darah keseluruhan dalam tubuh berkurang. Karena berkurangnya jumlah darah membuat sumsum tulang belakang akan segera mengisi ulang sel darah merah. Effeknya, tanpa kita sadari setelah mendonorkan darah, seseorang akan mendapatkan pasokan darah baru yang dikeluarkan tubuh. Dengan memberi berarti menerima juga.

Read More..

AKSI MULIA DONOR DARAH.

Diposting oleh BLOG SEHAT ALAMI Selasa, 19 Oktober 2010 0 komentar

Manusia sebagai makhluk sosial, selalu ingin hidup berdampingan dengan sesama sebagai sesuatu yang wajar. Hidup bertetangga, kerja sama dengan teman sejawat, teman kantor, bersosialisasi bersama teman sekolah, kuliah bahkan lewat situs pertemanan you tube, twitter ataupun face book sudah menjadi kebutuhan sehari-hari di jaman teknologi informasi ini. Namun dari sekian banyak kegiatan bersosialisasi di atas tadi, apakah kita semua sudah peduli kepada sesama yang sedang dirundung petaka, misalnya sakit dan harus memerlukan pertolongan segera?



Salah satu kasus yang sering kita dengar lewat siaran radio manakala ada seseorang tengah dirawat di rumah sakit dan padanya membutuhkan tetesan darah dari golongan darah tertentu dan harus ditransfusikan segera ke dalam tubuhnya. " Selamatkan jiwa sesama segera, donorkan darah Anda", begitulah pesan yang selalu digaungkan Palang Merah Indonesia ( PMI ). Donor darah amat membantu menambah stok darah bagi orang-orang yang membutuhkan.


Data PMI menunjukkan bahwa antara kebutuhan dan stok darah yang tersedia belum seimbang. Pasalnya kebutuhan darah nasional per tahun saat ini mencapai empat juta per liter, sedangkan yang dapat dipenuhi baru 40 persen saja. Salah satu kendala yang kerap menghalangi seseorang untuk mendonorkan darahnya adalah rasa takut dan mitos yang beredar di masyarakat. Mitos rasa takut terhadap jarum suntik menjadi salah satu alasan rendahnya jumlah pendonor wanita dibandingkan pria.


Donor darah dapat mempercepat proses penggantian sel-sel darah. Hasilnya, tubuh kita akan menjadi lebih sehat. Sel-sel darah dalam tubuh hanya mampu bertahan selama 100 hari. Jika darah tidak didonorkan, sel itu akan terbuang sia-sia.


Selain itu sejumlah mitos yang beredar bahwa seseorang kerap mengurungkan niatnya mendonorkan darahnya adalah bahwa donor darah dapat menyebabkan gemuk. Faktanya kegemukan terjadi karena jumlah kalori yang masuk lebih banyak dari yang dikeluarkan dan tidak berkaitan dengan donor darah. Mitos lain adalah menyebabkan lemas selepas mendonorkan darahnya. Padahal mendonorkan darah hanya dibutuhkan 250 - 500 cc darah yang diambil dari pendonor, sehingga jumlah tersebut tidak akan banyak berpengaruh terhadap persediaan darah yang mengalir dalam tubuh yang mencapai 5000 cc.



Itulah alasan mengapa saya yang saat itu belum menjadi praktisi reiki, berani mendonorkan darah. Dimulai sejak tahun 1982 ketika masuk ke Sekolah Tinggi Publisistik Jakarta lalu berlanjut ke Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Negara Jakarta di tahun 1987 yang mensyaratkan setiap mahasiswa yang tengah diplonco saat itu harus melewati bakti sosial donor darah. Tahun-tahun berikutnya lewat kegiatan donor darah lewat instansi kantor sendiri atau orang lain tetap berlanjut. Mulanya ada rasa takut akan jarum suntik yang masuk lengan hingga rasa lemas dan pusing sebagai dampak telah diambil darahnya ternyata rasa cemas itu tidak ada. Perasaan cemas itu terlalu dilebih-lebihkan oleh beberapa sahabat dan teman sekantor yang sebenarnya dirinya takut akan jarum suntik dan belum tertarik menjadi pendonor darah.



Malahan kegiatan donor darah itu akan membuat ketagihan pendonornya minimal setiap tiga bulan sekali harus mendonorkan darahnya. Effek tubuh pun jauh lebih sehat sekalipun donor darah dilakukan rutin setiap 3 - 4 bulan sekali, hal ini tidak akan mengubah proses metabolisme atau jam biologis tubuh. Donor darah baik bagi kita dan sesama. Kalau kita sehat dan memenuhi syarat sebagai pendonor darah, kenapa tidak kita lakukan dengan rutin sebagai wujud aksi sosial bagi sesama manusia?



"Hidup hanya sekali satu kali, jadi isi dan warnailah dengan kegiatan positif untuk mengembangkan diri dan berguna bagi sesama", demikian pesan mulia yang kerap disampaikan orang tua kepada anak-anaknya ketika mereka mulai beranjak dewasa sebagaimana dilansir oleh gaya hidup sehat akhir pekan Kompas, seputar sikap hidup mulia mau berbagi sesama dalam hal kegiatan donor darah. Mengisi hidup dengan memperhatikan sesama, tentu saja menjadi sebuah hal indah dan sarat makna. Aksi peduli ini bisa dilakukan siapa saja dan kapan saja. Mulai dari perorangan, kelompok masyarakat, perusahaan berskala nasional hingga internasional. Bahkan menjalani aksi peduli sesama bisa dilakukan sejak usia dini hingga usia senja.



Sedangkan untuk mitos wanita tidak boleh mendonorkan darah, tidak sepenuhnya betul. Pasalnya, aksi ini dapat dilakukan sepenuhnya oleh siapa saja, baik pria dan wanita sepanjang dia berbadan sehat dan memenuhi syarat kesehatan. Dan khusus wanita, ada keadaan tertentu yang tidak diperbolehkan untuk mendonorkan darahnya yaitu ketika hamil, menyusui ataupun saat sedang menstruasi.



"Memang tidak ada manfaat langsung menjadi seorang pendonor darah. Namun dengan mendonorkan darah secara rutin setiap tiga bulan sekali, maka tubuh akan terpacu untuk memproduksi sel-sel darah baru. Sedangkan fungsi sel-sel darah merah adalah untuk oksigenisasi dan mengangkut sari-sari makanan. Dengan demikian fungsi darah menjadi lebih baik sehingga donor menjadi sehat. Selain itu, kesehatan pendonor akan selalu terpantau karena setiap kali donor dilakukan pemeriksaan kesehatan sederhana dan pemeriksaan uji saring darah terhadap infeksi yang dapat ditularkan lewat darah," demikian yang tertulis di website resmi PMI tentang manfaat donor darah.



Jadi berbagi kepedulian tidak melulu berupa materi atau barang. Bentuknya bisa apa saja, bahkan dengan apa yang kita punya yang melekat dari tubuh ini. Salah satunya dengan darah, kita donasikan bagi yang memerlukan bagi kelangsungan hidupnya karena memerlukan darah saat yang bersangkutan sedang menjalani perawatan medis lewat tindakan operasi, dimana organ tubuhnya memerlukan darah orang lain lewat transfusi darah. Ayo...sehat dengan kundalini reiki ajak Anda semua untuk menutup tahun 2010 nanti dengan aksi donor darah. Anda mau? atau takut akan jarum suntik?

Read More..

SOFTWARE PSR.

ARUMSEKAR ON FACE BOOK.

REIKI LIKE

KOTA DAN NEGARA

STATISTIK ALEXA

About Me

Foto saya
Saya adalah manusia biasa seperti Anda juga yang sama-sama mengarungi hidup ini dengan menjalin tali persahabatan.Masih ingin belajar untuk meningkatkan pengetahuan khususnya bidang kesehatan alami. Karena itu saya tertarik belajar REIKI dan dengan REIKI pula saya belajar menyembuhkan diri sendiri dari gangguan penyakit. Namun demikian saya juga berteman dengan kalangan medis yang berprofesi dokter, perawat sekaligus sebagai Praktisi Reiki. Dengan merekalah saya belajar untuk menjadi manusia sehat baik jasmani dan rukhani. Senang melakukan perjalanan dinas karena tuntutan pekerjaan.

Blog Archive

ARUM ON BLOG SPOT COM.