
Salah satu cara yang belum banyak diketahui orang bahwa ternyata pikiran manusia itu menyimpan suatu potensi yang sangat dahsyat yang sangat bermanfaat kalau kita bisa membuka rahasianya untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Demikian rekan Leo dari Inti Reiki membeberkan kekuatan pikiran bawah sadar setiap manusia yang menggarisbawahi bahwa salah satu rahasia besar dari kekuatan pikiran adalah sebuah ilmu yang disebut subjective communication.
Ilmu itu pada dasarnya adalah berkenaan dengan metode dan teknik mempengaruhi pikiran orang lain dengan menggunakan kekuatan pikiran yang kita miliki. Penggunaan teknik subjektive communication ini merupakan suatu cara yang bisa dibuktikan secara ilmiah dan sama sekali bukan kekuatan magis, sihir, jin dan atau sejenisnya. Ketika menjelaskan hal ini, Tertius Lantigimo, seorang pakar di bidang subjektive communication, mengatakan bahwa teknik ini dibangun di atas dasar fakta ilmiah mengenai kekuatan pikiran manusia, yakni pemanfaatan kekuatan dan potensi pikiran manusia.
Seperti sudah dijelaskan bahwa teknik subjektive communication adalah teknik menciptakan hubungan atau kontak pikiran antar manusia pada jarak jauh. Anda tidak perlu bertemu dengannya untuk berkomunikasi dan boleh berarti anda tidak atau belum pernah mengenal yang bersangkutan sebelumnya. Pendek kata orang itu masih sangat asing dalam ingatan anda dan belum pernah bertemu di tempat tertentu. Nah...dari tempat tidur atau ruang tamu rumah anda, anda memprogam pikiran anda untuk terjadi kontak pikiran atau kontak batin dan kemudian setelah kontak sudah terjadi terjadilah komunikasi dua arah tanpa tatap muka.
Lewat subjektive communication anda akan memanfaatkan segala potensi yang ada dalam pikiran anda. Anda pun dapat memanfaatkan kekuatan yang ada di alam semesta ini. Karena pikiran manusia terhubung dengan alam semesta layaknya satelit yang menghubungkan stasiun televisi atau radio dengan para pemirsa atau pendengar. Sama seperti sinyal telepon yang menghubungkan banyak orang di muka bumi ini.
Pikiran manusia terhubung dengan alam semesta yang dalam bahasa psikologi disebut universal conciousness ( pikiran alam semesta ) atau dalam bahasa biologi disebut morphogenetic field ( medan morfogenetika ). Penemuan bahwa pikiran manusia terhubung dengan alam semesta masih belum banyak diketahui orang dan juga masih banyak yang belum yakin betul. Akan tetapi 5 - 10 tahun terakhir bukti-bukti akurat yang memperkuat penemuan ini bermunculan, sehingga orang skeptik dalam arti tidak percaya sekalipun, akhirnya tidak dapat mengelak untuk mengakuinya.
Dr. Karl Pribram seorang ahli bedak otak menemukan bahwa otak manusia memuat bayangan alam semesta, hampir sama dengan proses holografik. Dia mengatakan bahwa pikiran manusia terhubung dengan konsep alam semesta dan menerima informasi dari alam semesta timbal baliknya. Buktinya...? misalnya Isaac Newton kira-kira mendapat teori gravitasinya dari mana? Siapa yang mengirim pesan itu ke dalam pikirannya, sehingga pada akhirnya dia menemukan teori gravitasinya itu.
Nah kalau berbicara masalah energi dan hubungannya dengan pikiran manusia, tentunya semua sahabat sehat dengan kundalini reiki yang pernah belajar praktek reiki saat mengirimkan energi jarak jauh, dapat sedikit mengerti mengenai teori itu. Sesungguhnya energi yang dipancarkan manusia itu mengikuti pikiran yang bersangkutan. Sebagai gambaran saat anda memikirkan seseorang yang ingin minta bantuan transfer energi jarak jauh, saat itu juga pikiran Anda akan melayang ke yang bersangkutan sekalipun anda belum pernah ke tempat itu dan belum tahu medan geografisnya apalagi ujud wajah teman anda itu. Saat itu juga energi pikiran yang anda pancarkan akan jadi jembatan penghubung antara anda dengan dia. Bagi energi itu tidak menjadi kendala dan dapat mengatasinya dalam waktu cepat. Dengan kata lain....energi pikiran Anda akan melesat jauh ke tempat itu tanpa dibatasi jarak dan waktu. (bersambung )
Bahan tulisan : Re-write dan edit dari ulasan Sdr Leo di buletin Inti Reiki Agustus 2010.
Read More..Berbuka puasa menyantap kolak barangkali sudah menjadi hal biasa bagi sahabat sehat dengan kundalini reiki. Ketika di tahun 1994 saat melakukan liputan film dokumenter ke Sulawesi Tengah, saya menjumpai dan ikut acara buka puasa cukup unik dengan warga setempat, yaitu didahului menyantap buah durian kemudian ketan putih dan ditutup dengan makanan buka puasa berupa ikan laut bakar plus nasi putih dengan seteguk teh manis hangat. Tradisi buka puasa itu ada di pemukiman Suku Laut di perairan Sulawesi Tengah bagian timur tepatnya di Kabupaten Banggai.
Didaerah itu santapan buka puasa tidak mengenal kolak apalagi minuman es dingin kelapa muda sekalipun di daerah itu buah kelapa tumbuh subur di sepanjang pantai. Yang ada hanya buah durian sebagai pencuci mulut dan kalau takut kena effek kolesterol tinggi bolehlah air kelapa hijau diminum selepas kita menikmati santap buah durian. Jika tiba datang bulan Romadhon kebetulan tidak sedang musim durian, maka buah cempedak pun enak menemani santap buka puasa sebagai gantinya.
Kembali ke tanah Jawa tepatnya di daerah Gresik, Anda akan bertambah heran lagi manakala mendapati hidangan kolak yang bahan utamanya adalah ayam. Barangkali anda akan merasa aneh membayangkan rasanya. Sedikit geli atau heran apakah bisa ayam disandingkan dengan rasa manis layaknya ubi atau pisang sebagai penyerta resep kolak pisang pada umumnya. Tidak usah heran sahabat...hal itu biasa bagi warga Desa Gumeno, Kecamatan Manyar Gresik, Jawa Timur. Setiap tanggal 23 Ramadhan seperti hari kemaren itu, hidangan istimewa ini menjadi santapan berbuka puasa bagi warga desa setempat.
Sebagaimana kita ketahui bersama selama ini bahwa pada umumnya hidangan kolak terbuat dari bahan pisang atau ubi. Namun kolak istimewa sebagai santapan buka puasa ini juga terasa manis. Masyarakat desa menyebutnya Sanggiring. Untuk menyantapnya biasanya dipadukan dengan nasi ketan. Bahan baku sanggiring terdiri dari ayam jantan ( jago ) yang telah berumur satu tahun, bawang daun, gula merah, jinten serta santan kelapa.
Hidangan ini dalam proses pembuatannya cukup unik. Semua juru masak kolak ayam yang disebut sangguring ini, mulai dari yang menyediakan bahan hingga yang memasaknya harus laki-laki. Cara memasaknya juga tergolong cukup rumit hingga membutuhkan waktu hampir tiga hari. Bayangkan jika Anda memasak kolak untuk berbuka puasa paling banter 2 jam memasak, maka hidangan kolak akan sudah siap tersaji di meja dapur menjelang bedug azan Mahgrib tiba.
- Kolak umumnya menggunakan bahan baku Buah Pisang, Ketela maupun singkong, tetapi di Gresik Jawa Timur, kolak justeru dibuat dengan bahan baku daging Ayam, Santan Buah Kelapa, dan Daun Berambang. Menu tradisional warisan Sunan Dalem, Putera Sulung Sunan Giri ini, hanya tersedia pada malam ke 23 bulan Suci Ramadhan, dan diyakini berkhasiat bangkitkan Stamina dan Sembuhkan berbagai macam penyakit.
Sekalipun unik cara memasaknya yang melibatkan juru masak semua laki-laki, warga desa setempat menolak jika terdapat unsur sirik di dalam tradisi memasak kolak ayam alias si sanggiring ini. Memang sampai saat ini warga tetap mengadakan tradisi tersebut semata-mata hanyalah untuk mempertahankan tradisi Desa Gumeno yang diwariskan leluhurnya sejak dulu kala. Tradisi ini ternyata sudah ada sejak lima abad lalu sejak dimulai pertama kalinnya ketika Sunan Dalem, putra Sunan Giri membangun mesjid untuk syiar agama Islam di daerah tersebut.
Balik ke masa lima abad lalu ketika tiba-tiba Sunan Dalem sakit yang tidak mampu disembuhkan dengan obat apapun. Hingga akhirnya pada malam ke-23 bulan Ramadhan, Sunan Dalem menjalankan sholat istikhoroh dan akhirnya mendapat petunjuk dari Allah. Keesokan harinya Sunan Dalem meminta pada santrinya untuk menyiapkan ayam jago kampung untuk dimasak menjadi kolak ayam jago. Ajaib, ketika petunjuk itu dilaksanakan, penyakit Sunan Dalem yang sebelumnya tidak bisa disembuhkan dengan cara apa pun baik obat dan metode kesembuhan yang digunakan memberi terapi kepada Sunan Dalem, tiba-tiba berangsur sembuh.
Maka sejak saat itu, sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan YME, Sunan Dalem lalu menganjurkan para santrinya untuk melestarikan tradisi memasak kolak ayam si Sanggiring yang memang sangat manis kuahnya. Seandainya semua sahabat sehat dengan reiki tertarik dengan masakan kolak rasa ayam tak ada salahnya jika tanggal 23 Ramadhan tahun depan nanti, Anda berkunjung ke Desa Gumeno untuk mencicipi sekaligus melihat sendiri proses pembuatan si Sangguring ini.
Read More..