ON LINE

Followers

Tampilkan postingan dengan label gunung berapi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gunung berapi. Tampilkan semua postingan

TARSIUS YANG SUKA TERSENYUM.

Diposting oleh BLOG SEHAT ALAMI Senin, 31 Oktober 2011 0 komentar

Binatang bertubuh mungil kalau boleh dibilang imut-imut dengan mata bulat besar dan tinggal di sebuah pulau vulkanik yang terpencil di Indonesia itu adalah anggota terbaru daftar merah ( Red List ) yang perlu mendapat perhatian kita semua. Dalam daftar yang dirilis setiap tahun oleh Uni Internasional untuk Konservasi Alam, daftar merah untuk sebutan itu menyangkut keberadaan atas kelompok spesies yang sangat-sangat terancam punah dari kehidupan di muka bumi.



Spesies yang masuk kategori berisiko tinggi akan punah pada tahun 2011 itu di antaranya Tarsius yang mendiami Pulau Siau. Menurut situs GeoWeek, Tarsius itu juga dikenal sebagai Tarsius yang suka tersenyum karena wajahnya yang selalu sumringah. Keserakahan manusia atas nafsu berburu binatang, merupakan ancaman nyata terhadap kehidupan Tarsius yang tidak bisa mengelak dari kejaran pemburu liar yang masuk ke dalam habitatnya di pedalaman hutan tropis Indonesia.



Selain perburuan liar, masih ada lagi ancaman nyata yang berasal dari alam yaitu meletusnya gunung berapi yang masih aktif di daerah tersebut. Dengan sendirinya kondisi tarsius yang sudah tersudut karena ulah perburuan liar dan keberadaan gunun api yang masih aktif, akan ikut mendorong primata mungil yang tinggal hanya di satu pulau ini, ke gerbang kepunahan. Upaya menyelamatkan kehidupan Tarsius agar tidak diganggu manusia sudah dilakukan oleh kalangan pencinta alam demi menjaga kelestarian hidupnya.


Tarsius juga memiliki kepala yang unik karena mampu berputar hingga 180 derajat ke kanan dan ke kiri seperti burung hantu. Ciri-ciri fisik tarsius yang unik lainnya adalah ukuran matanya yang sangat besar. Ukuran mata tarsius lebih besar ketimbang ukuran otaknya.


Namun dalam kenyataan, populasi manusia di Pulau Siau telah menghancurkan habitat binatang ini. Hanya dalam satu dekade, hampir 80 persen tarsius di Pulau Siau telah punah. Sedangkan sebagian sisanya yang masih berdiam di sekitar gunung berapi Karengetang, juga terancam hidupnya karena aktivitas vulkanik gunung ini.



Keprihatinan akan masa depan Tarsius dari ancaman kepunahan sudah dilakukan dalam program pengembangbiakan yang dilakukan oleh kebun binatang dan pusat-pusat konservasi, sekali pun masih mengalami kegagalan. Mereka tidak menyerah dengan usaha ini demi terus mengupayakan kehidupan masa depan Tarsius dari ancaman kepunahan. Tujuannya menjaga agar Tarsius tetap bisa hidup di habitatnya dengan aman dari ancaman letusan gunung berapi.



Sekali pun upaya mewujudkannya perlu kerja keras oleh mereka yang peduli akan kelestarian hewan langka ini, dukungan kepada mereka perlu kita sokong. Kini harapan untuk masa depan kehidupan Tarsius agar tidak terancam punah hanya ada di Pulau Siau. Senyum manis Tarsius boleh jadi isyarat kepada manusia agar dirinya tidak diperlakukan semena-mena. Saat ini Tarsius sangat membutuhkan perhatian kita semua.

Read More..

GUNUNG SANTIAGUITO MELETUS.

Diposting oleh BLOG SEHAT ALAMI Minggu, 09 Mei 2010 0 komentar

Gunung berapi Santiaguito di Guatemala kembali meletus dan menyemburkan pasir serta debu setinggi lebih dari delapan kilometer. Semburan debu membahayakan lalu lintas penerbangan di Provinsi Quetzaltenango sehingga pemerintah setempat memutuskan untuk membatalkan penerbangan.



Gunung berapi Santiaguito yang terletak di Provinsi Quetzaltenango, sekitar 200 kilometer sebelah barat Santiago, mulai bergejolak sejak Senin 26/04 lalu. Hari Kamis kemaren kembali melakukan aktifitas vulkanik dan menyemburkan pasir serta debu setinggi lebih dari delapan kilometer yang membuat kegiatan masyarakat sehari-hari terganggu. Gangguan ini dikhawatirkan bisa menimbulkan gangguan pernapasan.



Pemerintah di tiga provinsi terpaksa menutup sekolah dan menghentikan penerbangan untuk sementara waktu. Pembatalan penerbangan menyebabkan ribuan calon penumpang terlantar di sejumlah negara seperti halnya jadwal penerbangan yang sempat kacau karena letusan gunung api Eyjafjoell di bawah Glestser Islandia beberapa waktu lalu. Debu Gunung Santiaguito juga dikhawatirkan akan merusak lahan pertanian di wilayah sekitar gunung.




Angin membawa abu dari gunung setinggi 2.500 meter di atas permukaan laut itu ke ibu kota Guatemala, Guatemala City. Abu dari semburan letusan gunung api itu menyelimuti enam provinsi.

Gunung Api Santiaguito yang terletak di Provinsi Quetzaltenango, 200 kilometer dari Guatemala City, ibu kota Guatemala pada Senin (26/4) meletus dan menyemburkan pasir dan abu menyelimuti Guatemala bagian barat.


Badan penanggulangan bencana nasional telah menghimbau warga yang tinggal di sekitar Gunung Santiaguito untuk segera mengungsi. Badan penanggulangan bencana nasional telah menaikkan tingkat bahaya Gunung Santiaguito ke tingkat oranye. Gunung Santiaguito yang memiliki ketinggian 2.500 meter di atas permukaan laut sebelumnya pernah meletus pada tahun 1989. Gunung ini merupakan bagian dari gugusan gunung berapi aktif yang terbentang di dataran tinggi Maya.



Bencana alam tampaknya masih akan terus berlangsung sampai kapan kita pun tidak pernah tahu. Bencana satu belum selesai ditanggulangi, bencana lain datang menyusul. Entah itu bencana gunung berapi atau banjir dan tanah longsor atau pun gempa bumi. Semua terjadi tanpa dapat diprediksi sebelumnya dan datangnya tiba-tiba dan selalu membawa korban jiwa manusia, binatang dan kerusakan lingkungan.


Abu dan pasir dari letusan gunung api itu dikhawatirkan akan merusak ladang pertanian warga.

Letusan ini oleh Institut Seismologis negeri itu dinilai sebagai sesuatu yang tidak biasa dan merupakan letusan sangat keras. Letusan terburuk Gunung Santiaguito itu terjadi pada 1929 dan menewaskan 2.500 orang.


Sumber : Latin/Guatemala - Volcano.

Read More..

SOFTWARE PSR.

ARUMSEKAR ON FACE BOOK.

REIKI LIKE

KOTA DAN NEGARA

STATISTIK ALEXA

About Me

Foto saya
Saya adalah manusia biasa seperti Anda juga yang sama-sama mengarungi hidup ini dengan menjalin tali persahabatan.Masih ingin belajar untuk meningkatkan pengetahuan khususnya bidang kesehatan alami. Karena itu saya tertarik belajar REIKI dan dengan REIKI pula saya belajar menyembuhkan diri sendiri dari gangguan penyakit. Namun demikian saya juga berteman dengan kalangan medis yang berprofesi dokter, perawat sekaligus sebagai Praktisi Reiki. Dengan merekalah saya belajar untuk menjadi manusia sehat baik jasmani dan rukhani. Senang melakukan perjalanan dinas karena tuntutan pekerjaan.

Blog Archive

ARUM ON BLOG SPOT COM.