ON LINE

Followers

Tampilkan postingan dengan label warga desa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label warga desa. Tampilkan semua postingan

WARGA DESA FOREST GROVE SUSAH TIDUR KARENA SUARA BISING.

Diposting oleh BLOG SEHAT ALAMI Senin, 13 Juni 2016 0 komentar

Warga Forest Grove, sebuah desa berpenduduk 22.500 jiwa yang terletak 40 kilometer sebelah barat Portland, Oregon, AS, bermalam-malam sulit tidur karena ada nada tinggi yang terdengar. Sudah lebih dari sepekan itu terjadi, kata pejabat di desa itu, Senin ( 22/2 ). Warga, petugas polisi, dan pemadam kebakaran tidak bisa menemukan sumber suara nada tinggi itu.

Yang lebih membingungkan, suara mirip nada seruling yang konstan itu dilaporkan hanya terdengar setelah malam tiba di desa itu. Miturut bekas warga desa itu, mereka ingat sebuah suara serupa yang berbunyi sepanjang malam beberapa dekade lalu, berdasarkan laporan-laporan yang diaujukan kepada Dinas Pemadam Kebakaran desa itu. Ahli suara, Tobin Cooley, Direktur perusahaan Listen Acoustics, yang diminta Reuters untuk menilai fenomena itu secara tak resmi, mengatakan, nada itu luar biasa karena gabungan dari nada tinggi dan titik asal yang tak jelas.

Read More..

PANDA LIAR MENGGIGIT KAKI GUAN QUANZHI.

Diposting oleh BLOG SEHAT ALAMI Rabu, 17 Juni 2015 0 komentar

Diserang panda, pria di Tiongkok bernama Guan Quanzhi mendapat kompensasi dari Pemerintah Tiongkok 80.000 dollar AS alias Rp 1,06 miliar. Pria beruntung sekaligus naas ini menuntut pemerintah lokal Provinsi Gansu setelah dirinya diserang panda liar. Panda dikenal di Tiongkok sebagai hewan dengan penampilan yang menggemaskan dan lucu.

Namun dibalik kelucuan ulahnya itu, penampilan panda tetap berbahaya jika menggigit korbannya. Panda merupakan keluarga beruang yang gigitannya mengerikan dan selalu mencari korban, baik binatang atau manusia yang dijumpainya. Salah satu korban gigitan panda liar yang terjadi Maret 2014, adalah Guan Quanzhi sang pria Tiongkok tadi.

Read More..

WARGA DESA BERLINDUNG DALAM BUNKER.

Diposting oleh BLOG SEHAT ALAMI Minggu, 26 Desember 2010 0 komentar

Para penduduk di Pulau YeonPyeong Korea Selatan berlindung di bunker saat militer mengadakan latihan penembakan rudal di pulau itu Senin 20/12 lalu. Sejauh ini Korea Utara belum memberikan respon terhadap latihan militer Korea Selatan di lokasi yang dekat dengan perbatasan kedua negara itu. Selama berlangsungnya latihan penembakan rudal di Pulau YeonPyeong, tentara Korea Selatan berjaga di dekat bunker dan membagikan makanan, selimut dan masker gas kepada warga yang berlindung di dalam bunker.



Seorang warga Oh Gyi Im berusia 69 tahun yang telah tinggal di Pulau YeonPyeong selama 50 tahun mengatakan ia merasa gugup ketika pertama kali memasuki bunker. Kini Oh Gyi Im merasa sedikit nyaman namun ia khawatir Korea Utara akan melancarkan serangan militer ke Korea Selatan.




Marinir Korsel berjaga dekat basis militer di pulau Yeonpyeong, Sabtu (27/11). (ANTARA/REUTERS/Jo Yong-Hak)


Di dalam bunker Oh Gyi Im dan warga lainnya duduk di lantai yang dingin dengan memakai jaket tebal. Setelah sembilan jam berada di dalam bunker anti serangan udara, warga lainnya diijinkan keluar untuk menghirup udara segar. Sebagian besar penduduk Pulau YeonPyeong yang seluruhnya berjumlah 1600 jiwa mengungsi ke daerah lain ketika Korea Selatan melancarkan serangan artileri tanggal 23 November lalu.



Dari jumlah tersebut hanya 100 warga yang kembali ke desanya yang telah porak poranda diterjang roket Korea Utara. Kementerian luar negeri Korea Selatan mengatakan latihan militer dengan penembakan rudal bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pertahanan Korea Selatan menghadapi agresi militer Korea Utara jika terjadi perang.



Sumber : Asia/Reuters/South Korea - Bunker.

Read More..

UPACARA PENGHORMATAN TRAGEDI FESTIVAL AIR.

Diposting oleh BLOG SEHAT ALAMI Jumat, 26 November 2010 0 komentar

Perdana Menteri Kamboja memimpin upacara berkabung di Phnom Penh untuk mengenang para korban tragedi festival air Kamis ( 25/11 ). Sedikitnya 456 orang tewas terinjak-injak di jembatan Koh Pich di Phnom Penh Senin malam lalu saat berlangsungnya festival air yang dipadati warga Kamboja.



Perdana Menteri Kamboja Hun Sen dan ratusan warga berkumpul di jembatan Koh Pich untuk mendoakan arwah para korban yang tewas. Korban tewas terjadi dalam kericuhan saat berlangsungnya festival air di ibukota Kamboja. Warga termasuk pejabat-pejabat pemerintah dan sanak saudara meletakkan bunga dan membakar hio.



Di lokasi terjadinya tragedi yang menewaskan lebih dari 400 orang, Hun Sen dan istrinya Bun Rany tak dapat menahan air mata saat meletakkan bunga di jembatan itu. Penghormatan kenegaraan di Phnom Penh diikuti pula oleh para pejabat senior pemerintahan Kamboja, termasuk Menteri Luar Negeri Hor Namhong. Bergantian, mereka ikut membakar dupa dan berdoa.


Berkemeja hitam, Perdana Menteri Kamboja Hun Sen memimpin upacara berkabung tersebut. Suasananya sangat emosional. Ia menghapus airmatanya dan membakar dupa dan meletakkan di atas altar.


Raja Sihamoni tidak menghadiri upacara tersebut, tetapi ayahnya, Norodom Sihanouk yang masih sangat dihormati rakyat Kamboja, mengirimkan surat duka dari Beijing, di mana ia tengah menjalankan perawatan kesehatan. Norodom Sihanouk dan istrinya menyampaikan kedukaan yang dalam lewat surat tersebut, yang dipampang di halaman pertama koran koran lokal Kamboja.



Para bhiksu mendoakan mereka yang meninggal. Penguburan dan kremasi dilaksanakan di berbagai kota di Kamboja. Keluarga korban dan mereka yang selamat masih mempertanyakan, apa sebetulnya yang menjadi penyebab tragedi tersebut. Insiden terjadi di jembatan Koh Pich yang menghubungkan Phnom Penh dengan pulau Berlian di seberang. Kericuhan berawal ketika sejumlah warga tersengat aliran listrik lampu jembatan sehingga menimbulkan kepanikan dan saling dorong mendorong.



Menurut saksi mata jembatan Koh Pich sempat goyang ketika warga yang jumlahnya ribuan orang berlarian diatas jembatan. Karena beban berat pengunjung yang memadati badan jembatan, maka jembatan pun menjadi oleng seperti akan roboh. Pengunjung pun panik dan sebagian tercebur ke dalam sungai dan sebagian lagi tersengat arus listrik. Pengunjung lainnya saling dorong mendorong untuk menyelamatkan diri yang mengakibatkan banyak orang terinjak-injak jatuh pingsan bahkan meninggal dunia di tempat kejadian.



Festival yang mengambil tempat di pertemuan sungai Tonle Sap dan sungai Mekong tersebut dihadiri setidaknya oleh 2 juta orang. Perdana Menteri Hun Sen menyatakan bahwa tragedi ini merupakan yang terburuk sejak Khmer Merah, yang berkuasa 1975 hingga 1979, menewaskan seperempat dari populasi penduduknya. Para pengritik menuding pihak penyelenggara festival dan aparat keamanan bertanggungjawab atas terjadinya tragedi tersebut. Setiap tahunnya sekitar lima juta warga dari berbagai desa di pedalaman Kamboja mendatangi Phnom Penh untuk mengikuti festival air.



Sumber : Asia/Reuters/DW-World/Cambodia - Mourning Ceremony.

Read More..

ULAT BERUBAH KEPOMPONG UNTUK LAUK PAUK

Diposting oleh BLOG SEHAT ALAMI Minggu, 13 Desember 2009 3 komentar

Hutan wilayah K-R-P-H Tretes sebagai hutan tropis juga menyediakan alam yang indah untuk dikunjungi. Letaknya bukan di Kalimantan tetapi masih di wilayah Jawa Timur tepatnya di Kecamatan Temayang Bojonegoro. Saat ini sebagian warga Desa Kedungsari sering mendatangi hutan itu bukan untuk mencari kayu bakar apalagi piknik melainkan mencari ulat dan kepompong untuk dijual dan dimakan sendiri.

Setiap awal musim penghujan yang datang di akhir tahun, warga desa Kedungsari Kecamatan Temayang Kabupaten Bojonegoro yang mayoritas warganya mencari batu sebagai gantungan hidup untuk saat ini beralih profesi dadakan sebagai pengumpul kepompong. Di dalam hutan ini sejumlah wanita desa sedang mencari kepompong secara beramai-ramai. Pasalnya setiap musim penghujan tiba daun jati muda tumbuh dan pada saat bersamaan muncul ulat yang menggerogoti daun jati.

Sebagian ulat yang menggerogoti daun jati jatuh ke permukaan tanah. Jumlahnya bisa mencapai jutaan berserakan di sela-sela tanaman jati hutan dan menempel di daun jati yang rontok ke tanah. Ulat-ulat yang jatuh ini bersembunyi di balik berserakannya daun kering. Kondisi ini oleh warga setempat ditengarai terjadi di musim labuh awal musim hujan tiba. Warga desa itu mengaku sudah tiga hari mendatangai hutan jati. Dua atau tiga hari lagi kemungkinan kepompong itu berubah menjadi kupu-kupu.

Lantas untuk apa kepompong yang jumlahnya ribuan itu mereka kumpulkan ramai-ramai di tengah sunyinya hutan jati sekitar tempat tinggal mereka? Mereka mengaku kepompong yang telah dikumpulkan lalu dimasak oseng-oseng atau dimasak sayur asem-asem. Karena bisa dimasak, pencari kepompong itu merasa bisa mengirit biaya hidup keluarganya. Biasanya mereka harus mengeluarkan uang untuk membeli tempe atau tahu sebagai lauk santap makan tapi kali ini cukup dengan oseng-oseng kepompong dan sayur asem-asem sudah cukup terpenuhi keperluan lauk harian.



Kawasan hutan jati di pegunungan kapur utara wilayah Bojonegoro ketika peralihan musim kemarau ke musim hujan.

Bila warga desa ini mendapatkan banyak kepompong dan tidak dikonsumsi mereka menjualnya ke orang lain. Harga per satu wadah mencapai sepuluh ribu rupiah. Bahkan para pembeli banyak mendatangi tempat mereka mencari kepompong di dalam hutan jati. Namun disadari oleh warga setempat bahwa mencari kayu bakar atau kepompong mengandung resiko bahaya sebab di semak hutan belukar ini masih banyak ularnya. Karena itu demi keselamatan dalam menyusuri setiap jengkal areal hutan saat mencari kepompong dan ulat, warga memilih mencari kepompong secara bergerombol.


Dengan padanan bumbu bawang putih,merah dan cabe enthung digoreng siap disajikan untuk lauk santap makan malam.


Anda sahabat sehat dengan reiki yang pernah merasakan sayur asem-asem dengan lauk pauk anak lebah muda tentunya bisa merasakan rasa sayur kepompong apalagi dibumbui dengan sedikit cabai dan garam plus 1 butir telor ayam kampung yang diceplok. Ada juga yang membuat tumis kepompong rasa sayur lodeh. Ada juga yang membuat menjadi peyek. Soal rasa kalau boleh menilai paling pas ditumis. Rasanya gurih bercampur asin jadi satu. Lumayan menu dadakan ini bisa menambah protein bagi penduduk desa.




Ungker atau enthung yang terkumpul ada yang berwarna coklat dan hijau pupus. Bahan pembuat menu dadakan warga sekitar hutan jati secara turun temurun.

Sayang musim enthung ini cukup singkat hanya sekitar 1-2 bulan saja waktunya antara Nopember dan Desember. Jika hujan turun lagi secara terus menerus maka ulat dan enthung kembali lenyap menghilang dan hutan kembali menghijau daunnya. Membaca gelagat alam ini kita pantas merenung bahwa Tuhan melalui alam semesta ciptaan-Nya begitu murah memberikan kehidupan terbaik buat manusia. Tinggal manusia sendiri mau berterima kasih atau tidak kepada alam ciptaan Tuhan ini.

Sumber berita: Sahabat sehat dengan reiki Heri Setiawan dari Televisi Jawa Timur ( diedit) dan gambar di http://berandakawasan.wordpress.com/


Read More..

SOFTWARE PSR.

ARUMSEKAR ON FACE BOOK.

REIKI LIKE

KOTA DAN NEGARA

STATISTIK ALEXA

About Me

Foto saya
Saya adalah manusia biasa seperti Anda juga yang sama-sama mengarungi hidup ini dengan menjalin tali persahabatan.Masih ingin belajar untuk meningkatkan pengetahuan khususnya bidang kesehatan alami. Karena itu saya tertarik belajar REIKI dan dengan REIKI pula saya belajar menyembuhkan diri sendiri dari gangguan penyakit. Namun demikian saya juga berteman dengan kalangan medis yang berprofesi dokter, perawat sekaligus sebagai Praktisi Reiki. Dengan merekalah saya belajar untuk menjadi manusia sehat baik jasmani dan rukhani. Senang melakukan perjalanan dinas karena tuntutan pekerjaan.

Blog Archive

ARUM ON BLOG SPOT COM.