Para penduduk di Pulau YeonPyeong Korea Selatan berlindung di bunker saat militer mengadakan latihan penembakan rudal di pulau itu Senin 20/12 lalu. Sejauh ini Korea Utara belum memberikan respon terhadap latihan militer Korea Selatan di lokasi yang dekat dengan perbatasan kedua negara itu. Selama berlangsungnya latihan penembakan rudal di Pulau YeonPyeong, tentara Korea Selatan berjaga di dekat bunker dan membagikan makanan, selimut dan masker gas kepada warga yang berlindung di dalam bunker.
Seorang warga Oh Gyi Im berusia 69 tahun yang telah tinggal di Pulau YeonPyeong selama 50 tahun mengatakan ia merasa gugup ketika pertama kali memasuki bunker. Kini Oh Gyi Im merasa sedikit nyaman namun ia khawatir Korea Utara akan melancarkan serangan militer ke Korea Selatan.
Di dalam bunker Oh Gyi Im dan warga lainnya duduk di lantai yang dingin dengan memakai jaket tebal. Setelah sembilan jam berada di dalam bunker anti serangan udara, warga lainnya diijinkan keluar untuk menghirup udara segar. Sebagian besar penduduk Pulau YeonPyeong yang seluruhnya berjumlah 1600 jiwa mengungsi ke daerah lain ketika Korea Selatan melancarkan serangan artileri tanggal 23 November lalu.
Dari jumlah tersebut hanya 100 warga yang kembali ke desanya yang telah porak poranda diterjang roket Korea Utara. Kementerian luar negeri Korea Selatan mengatakan latihan militer dengan penembakan rudal bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pertahanan Korea Selatan menghadapi agresi militer Korea Utara jika terjadi perang.
Sumber : Asia/Reuters/South Korea - Bunker.
Read More..Bantuan kemanusiaan bagi korban banjir Pakistan berupa makanan dan obat-obatan dari Pemerintah Jerman telah tiba di Pakistan. Banjir kali ini merupakan yang paling menyengsarakan penduduk dalam sejarah bencana banjir Pakistan. Pesawat yang membawa bantuan Palang Merah Jerman telah mendarat di Islamabad ( 19/8 ).
Pesawat yang membawa tambahan persediaan makanan dan obat-obatan yang sangat dibutuhkan para korban banjir Pakistan, juga membawa kain terpal, selimut, jaring anti nyamuk, alat-alat masak dan peralatan tenda. Seluruh bantuan ini akan didistribusikan ke sekitar 500 kepala keluarga oleh Yayasan Bulan Sabit Pakistan. Sejumlah penerbangan berisi bantuan kemanusiaan lain juga dikelola oleh Bulan Sabit Iran, Mesir, Turki dan Komite Palang Merah Internasional.
Bantuan ini merupakan wujud kepedulian dunia atas musibah banjir paling besar dalam sejarah bencana Pakistan. Sejumlah agen bantuan kemanusiaan mengatakan hanya sedikit yang belum tersalurkan bantuan. Semua bantuan makanan dan ketersediaan air bersih telah diberikan paska banjir yang telah menewaskan lebih dari 1600 orang dan sekitar dua juta orang telah kehilangan tempat tinggal.
Sumber : Reuters/ Pakistan - Floodds Germany Aid.
