Setelah
dimakamkan dengan cepat oleh penduduk lokal karena khawatir kekejaman
Henry Tudor dan pasukannya. Raja Richard dimakamkan dalam kuburan tak
bernama. Pejalanan waktu kuburan Raja Richard kemudian hilang ditelah
sejarah selama 500 tahun berikutnya.
Hati-hati jika Anda punya hobi berburu. Tetap waspada di hutan jika sedang asyik membidik mangsa buruan. Bukan tidak mungkin sasaran yang diburu tidak diperoleh, malah sial menimpa sang pemburu. Karena itu menjaga tetap waspada selama berburu patut dipegang teguh oleh setiap pemburu saat dia tengah ada di dalam hutan. Mengingat hutan dengan segala isinya tetap menyimpan sebuah misteri yang belum bisa dikuak oleh seorang pemburu kendati pun peralatan berburu cukup lengkap, maka sikap waspada adalah cara terbaik menghindarkan diri dari hal-hal yang tidak diinginkan.
Peringatan tetap waspada ini sebenarnya sudah ada dalam benak setiap pemburu, akan tetapi nasib sial tetap menimpa pemburu bernama Donald Skip Sanford. Pria berumur 65 tahun asal Amerika Serikat itu terluka parah setelah bergelut dengan seekor beruang grizzly selama 45 detik. Sekalipun Donald terluka, dia masih mampu berjalan kaki selama satu jam kembali ke kemahnya. Begitu tiba di kemahnya dia langsung mencari pertolongan dengan berperahu.
Peristiwa yang terjadi tiba-tiba itu berawal saat Donald Skip Sandord bertemu dengan seekor beruang saat dia tengah mencari radio genggam miliknya yang hilang ketika tengah berburu di kawasan hutan pedalaman berjarak 280 kilometer dari Anchorage, Alaska Amerika Serikat, Senin ( 19/9 ). Mantan marinir veteran Perang Vietnam itu lalu dikejar beruang yang ditemuinya dalam jarak 70 meter tempat dia berdiri.
Beruang lalu mengejarnya dan menerkamnya. Dengan sekali lepasan tembakan senapan kepada beruang itu, pergumulan selama 45 detik berlangsung sengit. Beruang beringas itu tetap mencengkeram Sanford. Gigitan parah beruang pada kepala dan telinga membuatnya nyeri luar biasa. Luka sayatan dalam punggungnya akibat cabikan cakar beruang juga menambah rasa pedih tubuh Sanford.
Ketika letusan bunyi senapan yang dilepaskan Sanford ke beruang itu menyalak di tengah sunyinya hutan, membuat Monty Dyason, rekan berburunya yang ada di sekitar lokasi itu curiga. Dia lalu mencari asal bunyi letusan senapan itu dan menemukan tubuh Sanford terkapar di tanah dalam kondisi sudah berlumuran darah. Pertolongan pertama dilakukan Monty Dyson dengan mengevakuasi Sanford kembali ke kemah dengan jalan memapahnya.
Setiba di kemah lalu Monty Dyson segera membawa Donald naik perahu ke hilir untuk mencari pertolongan. Selama dipapah hingga naik perahu kondisi Donald tetap baik-baik saja. Akhirnya satu helikopter Garda Nasional AS dikirim untuk menjemput Sanford dan langsung menerbangkan dia ke rumah sakit di Anchorage, Selasa ( 20/9 ) sore. Selama perawatan medis kondisi Sanford semakin membaik.
Read More..Pihak kepolisian Meksiko masih terus menyelidiki misteri kuburan massal yang ditemukan di negara bagian Tamaulipas, Rabu 13/04/2011. Jenazah yang ditemukan di dalam kuburan massal diduga adalah korban aksi kekerasan yang dilakukan kartel narkoba Zetas.
Jenazah yang ditemukan di dalam kuburan massal di daerah San Fernando, negara bagian Tamaulipas, Meksiko Utara telah bertambah menjadi 116. Pada mulanya tentara menemukan 59 mayat di San Fernando minggu lalu, namun jumlah korban terus bertambah setelah tentara melanjutkan penggalian. Kuburan massal terletak di dekat lokasi peternakan di mana 72 migran asal Amerika Tengah dan Selatan dibunuh oleh Zetas tahun lalu.
Jaksa Agung Marisela Morales mengkonfirmasi jumlah korban kejahatan kartel Zetas telah mencapai 116 orang. Menurut Morales para korban kemungkinan dibunuh karena menolak bekerjasama dengan Zetas. Sejauh ini 17 tersangka telah ditahan pihak kepolisian negara bagian Tamaulipas.
Belum diketahui apa motif pembunuhan dan identitas para korban. Pada tahun 2006 Presiden Meksiko Felipe Calderon memerintahkan militer untuk menumpas kartel narkoba. Pertempuran antara militer dan kartel narkoba menewaskan 37.ooo orang.
Sumber : Latin/Mexico - Mass Grave Update.
Read More..Siapa saja yang pernah datang ke kebun binatang pasti pernah mengenal nama komodo. Menurut sejarah kepurbakalaan, komodo telah hidup di hutan-hutan di Indonesia sekitar 700.000 tahun lalu. Berperawakan besar, bertenaga kuat dan agresif, para komodo ini merupakan rajanya dunia perkadalan.
Awalnya komodo diduga berasal dari Australia sebelum bermigrasi ke Indonesia. Namun dengan ditemukannya jejak-jejak komodo kuno di Afrika, beberapa waktu lalu ternyata meruntuhkan dugaan tersebut. Binatang vertebrata Afrika yang berusia sekitar 30 juta tahun itu terkait dengan komodo yang masih hidup saat ini dan juga 50 jenis kadal lain dari genus Varanus.
Ketika jenis kadal kuno tersebut hidup di Afrika, benua itu masih dikelilingi lautan dan betul-betul terputus dari daratan yang menghubungkannya dengan benua lain, apakah itu Asia, Eropa ataupun Indonesia. Jejak kadal Afrika ditemukan di sebuah wilayah yang dulunya merupakan danau. Temuan ini menunjukkan bahwa komodo merupakan perenang tangguh, seperti juga turunannya yang ada saat ini.
- Komodo (Varanus komodoensis) selaku " penguasa di Pulau Komodo " merupakan kadal terbesar yang panjangnya bisa mencapai 3 meter dan beratnya sekitar 70 - 90 kg. Satwa ini hanya terdapat di Nusa Tenggara di Pulau Komodo, Padar dan Rinca serta beberapa pulau kecil di selat antara Sumbawa dan pesisir barat serta utara Flores. Komodo senang tinggal di dalam liang-liang tanah, kadang di bawah batu atau susunan akar pohon. Reptil ini dapat bergerak dengan cepat / lari dengan perut tanpa menyentuh tanah tapi juga dapat berenang di air.
Melihat penampilannya di Pulau Komodo saat ini, ternyata kadal kuno-kadal kuno itu panjangnya sekitar 1,5 meter. Mereka diduga hanya berenang untuk jarak pendek. Namun kemungkinan binatang ini bisa menyeberangi lautan tetaplah terbuka. Yang pasti upaya untuk mengungkap misteri migrasi komodo yang sampai ke Indonesia masih terus berlanjut meninggalkan jejak misteri yang belum terpecahkan sampai saat ini.
Sumber : GeoWeek Kompas.
Read More..