

Ratusan pengunjuk rasa melakukan aksi baris di kota Moskow, Rusia memprotes aksi kekerasan terhadap wartawan harian Moskow Oleg Kashin dan sejumlah jurnalis media Rusia lainnya Sabtu ( 13/11 ). Oleg Kashin sendiri yang mengalami patah kaki, lengan dan keretakan tulang tengkorak mulai siuman Jumat ( 12/11 ) setelah menjalani perawatan medis secara intensif di rumah sakit.
Lebih dari 200 orang pengunjuk rasa memprotes perihal meningkatnya aksi penyerangan terhadap kalangan jurnalis Rusia dan korban terakhir adalah wartawan harian Moskow, Oleg Kashin. Korban yang berusia 30 tahun tak sadarkan diri setelah mengalami pemukulan. Pengunjuk rasa mengkritik aparat kepolisian Rusia selama ini tidak melakukan investigasi secara intensif guna mengungkap pelaku kekerasan terhadap wartawan.
Pihak kementerian dalam negeri Rusia menyatakan presiden Rusia Dimitry Medvedev telah menginstruksikan aparat kepolisian dan kejaksaan melakukan investigasi. Sejak tahun 2000 terdapat 19 kasus penyerangan terhadap pers yang belum terungkap sehingga Rusia masuk dalam daftar negara yang sering melakukan kekerasan terhadap wartawan.
Sumber : Reuters/AP/Russia - Protes Jurnalis.
Read More..Aksi serangan bom bunuh diri kembali terjadi di wilayah Rusia, Provinsi Dagestan menewaskan 12 orang dan melukai 23 lainnya. Ledakan bom kali ini terjadi dua hari setelah aksi serangan bom bunuh diri di jaringan kereta api metro Moskow.
Aksi serangan bom di kota Kuizlyar Dagestan yang berdekatan dengan wilayah Chehnya terjadi 48 jam setelah bom kembar di jaringan kereta api Metro Moscow. Pelaku serangan bom bunuh diri di wilayah Kaukasus Utara ini menyamar sebagai polisi. Menurut saksi mata, mobil pelaku menerobos penjagaan polisi dan bom meledak seketika.
Berdasarkan keterangan kepolisian ledakan menelan 12 orang korban tewas termasuk seorang polisi dan kalangan penegak hukum. Sementara 23 korban luka-luka kini telah menjalani perawatan medis di rumah sakit. Menteri Dalam Negeri Rusia Rashidd Nurgaliyev menyatakan pelaku serangan bom menargetkan kantor polisi dan markas keamanan federal yang dahulunya dikenal sebagai KGB. Pengamanan diperketat di wilayah Dagestan menyusul ledakan bom yang terjadi untuk kedua kalinya dalam sepekan di wilayah Rusia.
Sumber : Reuters/Garit - Russia Blast.
Read More..